Share

Bab 110

last update Tanggal publikasi: 2026-03-03 10:29:19

“Papa, kita mau ke mana?” suara Sera terdengar bertanya kepada Bara. Saat ini mereka sedang berada di bandara.

“Kita akan pindah ke rumah Papa, sayang,” ujar Bara sambil mencium kepala Sera.

“Di manakah rumah Papa?” tanya Sera lagi.

“Jauh, pokoknya. Kita mesti naik pesawat.”

“Benarkah? Yey... kita naik pesawat, yey!” katanya bersorak gembira. Andaikan dia saat ini tidak sedang digendong oleh Bara, mungkin dia sudah loncat-loncat saking senangnya.

Tapi seketika raut wajahnya yang tadi gembira be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 203

    Sementara di sebuah tempat yang tak jauh dari rumah Mbak Maya berada, terlihat sepasang remaja sedang bertengkar. Sepertinya mereka sepasang kekasih.“Apa maksudmu menyudahi hubungan kita? Bukankah semuanya baik-baik saja dan aku tidak pernah mengecewakanmu? Apa pun yang kamu mau, aku turuti,” ucap si pria.“Maaf ya, aku gak bisa lanjutin. Soalnya aku sudah gak cinta lagi sama kamu. Aku lebih memilih Arbil, dia lebih kaya, jadi aku lebih nyaman sama dia,” kata si cewek dengan mudahnya.“Kamu kok bilang gitu? Setelah semua yang aku lakukan untukmu, kamu berkata begitu. Ya, aku tahu aku tidak sesempurna dia, tapi aku tulus sekali sama kamu. Kamu tahu sendiri kan itu,” kata si pria begitu sangat kecewa setelah mendapatkan pengakuan yang menyakitkan dari si cewek.“Den, pokoknya aku mau putus, titik,” kata ceweknya lalu pergi ninggalin dia.“Sel… Sel… tunggu dulu, Sel…” panggil pria itu, tapi si cewek tak memperdulikannya.“Bisa-bisanya kamu memperlakukanku seperti ini, Sel. Aku telah mel

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 202

    Roni melangkah menuju pintu belakang untuk menemui Mbak Maya yang ada di belakang rumah. Saat membuka pintu belakang, dia langsung melihat Mbak Maya sedang menjemur pakaian di bawah terik matahari pagi. Roni berdiri di sana memperhatikannya yang sedang sibuk menjemur pakaian sambil sesekali mengusap keringat di keningnya dengan lengannya.Mbak Maya belum menyadari keberadaan Roni di sana. Ia terus sibuk dengan pakaian-pakaian yang dia jemur.“Kamu selalu kelihatan cantik, Maya. Sedikit pun wajahmu tidak termakan oleh usia. Kamu malah kelihatan tambah cantik dan manis. Tubuhmu juga sedikit berisi sekarang. Tidak dipungkiri, setiap aku menatapmu, perasaan ini selalu merasa nyaman,” gumam Roni sambil terus menatap Mbak Maya.Roni pun melangkah mendekatinya. Tepat saat di belakang Mbak Maya, Roni langsung memeluknya dari belakang membuat Mbak Maya kaget, dan respon Mbak Maya tanpa disangka-sangka langsung berbalik hendak menampar.“Astaga, Roni! Kamu membuatku kaget, aku kira bukan kamu,”

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 201

    Hari-hari pun berlalu, keadaan Roni mulai terlihat membaik membuat dokter yang menanganinya tidak percaya. Roni tiba-tiba memperlihatkan ada gerakan di otaknya, dugaannya adalah di mana dia menduga Roni akan mengalami koma selama lebih dari dua bulan, tapi tanpa dia duga-duga dalam waktu begitu singkat Roni memperlihatkan tanda-tanda otaknya kembali bekerja."Ini sulit dipercaya, Tuan Roni memperlihatkan tanda-tanda bahwa beliau akan segera sadar, saya merasakan otaknya kembali bekerja," kata dokter itu saat selesai memeriksa Roni.Mendengar itu Mbak Maya langsung memeriksa, dia ingin tahu juga perkembangan suaminya, dan benar apa yang dikatakan dokter itu bahwa otak Roni mulai bekerja menandakan dia tidak akan lama lagi segera sadar."Apa ini pertanda baik?" tanya Miya kepada Mbak Maya."Iya, Roni akan segera siuman, tinggal kita menunggu kapan dia akan bergerak dan membuka mata," jelas Mbak Maya. Mereka semua yang di sana langsung bahagia mendengar kabar itu, mereka tidak sabar menu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 200

    "Mama menghargai kamu membawa pulang papamu dan sangat senang kamu bisa membawa kembali pulang papa kamu, tapi mama juga gak suka kamu menyepelekan sesuatu. Contohnya ini, harusnya kamu berpikir saja sedikit, apakah papamu baik-baik saja, apakah dia akan baik-baik saja dengan kondisinya seperti ini, itu yang harus kamu pikirkan. Dan sekarang lihat papamu pingsan, coba kamu bayangin papamu habis mengalami kecelakaan parah, Bara. Astaga, mama gak habis pikir kamu gak sampai kepikiran soal ini," kata Mbak Maya terus mengomeli Bara, dan hanya Bara yang dia omeli karena Bara putra kandungnya walaupun Bara gak sendirian ada Xyro juga.Tapi Xyro walaupun gak dimarahi juga dia ikut merasa bersalah, karena terlalu bahagia sampai mereka melupakan sesuatu yang amat penting begini.Dan benar perkiraan Mbak Maya, Roni pun mengalami koma. Dia tidak terlihat akan segera siuman, dokter yang memeriksanya pun menjelaskan kalau Roni mengalami masalah serius di dalam otaknya. Dokter juga tidak bisa mempe

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 199

    Sebelum melakukan penerbangan pulang, Roni dan Meli terlebih dahulu diberikan pakaian yang cocok dan melepas pakaian suku yang mereka kenakan."Eee bibi, maksud saya tante hehe, ini anda perlu mengganti pakaian dulu," ujar Xyro merasa gugup saat berbicara dengan ibu barunya, apalagi ibu barunya hampir seumuran dengannya, lebih persis seumuran istrinya Maria begitu."Terima kasih, tapi bagaimana cara mengenakan ini?" tanya Meli sambil mengangkat bra yang juga disiapkan untuknya.Xyro seketika bingung harus menjelaskan bagaimana. "Sebentar tante," Xyro pergi menemui Bara untuk bertanya. Tepat saat dia masuk ke ruang ganti tempat dimana Bara dan Roni berada, baru saja membuka tabir Xyro seketika kaget sekaligus tercegang melihat apa yang dia lihat, begitu pun dengan Bara yang di situ. Ya, saat Bara memberi pakaian ganti untuk papanya, papanya tanpa merasa malu langsung melepas pakaian adat suku yang dia kenakan, membuat Bara dan Xyro melihat anggota tubuh papa mereka. Yang lebih mencenga

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 198

    Di saat kabar bahagia akan segera tiba ke rumah, malah di situ datanglah sebuah bencana yang datang menimpa salah satu istri Roni, iya dia adalah Ayu, istri keduanya, dimana laki-laki yang waktu itu membantu Ayu dan Miya, iya dia adalah Marjuki, dimana Marjuki terlihat baru saja tiba di rumah mewah itu dengan niatan datang melamar Ayu untuk dia jadikan istrinya.Di saat Marjuki datang kondisi rumah sedang sepi, dimana Mbak Maya saat ini sedang berada di perusahaan membantu Maria, sementara Miya dia pergi ke butiknya untuk melihat-lihat setelah cukup lama tak datang.Saat Marjuki tiba, salah satu pembantu di rumah itu memberitahu Ayu kalau ada tamu, dan Marjuki dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.Karena cuma Ayu yang ada di rumah maka hanya dialah yang menemani Marjuki duduk tanpa tahu maksud kedatangan Marjuki kali ini."Terima kasih sudah membiarkan saya masuk," kata Marjuki, dan dibalas hanya dengan senyuman oleh Ayu."Ini tehnya, Tuan," kata pembantu membawakan teh un

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status