Share

Bab 182

last update publish date: 2026-03-26 19:13:58

Di saat Xyro dan Ali sedang beristirahat sambil mengobrol di depan rumah sederhana itu, tiba-tiba seseorang datang dengan membawa perlengkapan bayi. Iya, orang itu adalah Rocky. Karena Xyro dan Ali tak pernah bertemu dengannya, mereka pun bertanya-tanya.

"Hai Li, lihat siapa orang itu, apakah dia saudara atau kerabat Tante Maya?"

"Setahuku sih Tante Maya gak memiliki saudara," kata Ali.

"Lalu siapa dia, bentar... jangan-jangan pacarnya tante lagi," pikir Xyro.

"Mana mungkin, sepertinya hanya te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 205

    Mbak Maya dengan menggendong Arga keluar dari kamar untuk segera membuat sarapan. Tapi saat ia ke dapur, dia terkejut ketika melihat ibunya sudah di sana.“Mama… kok mama di sini? Mama kan belum sembuh, ayo cepat kembali ke kamar,” kata Mbak Maya dengan nada khawatir.“Ndak kok sayang, mama sudah baikan sekarang. Ini mama tadi buatkan sarapan buat kita,” ujar mamanya.“Tapi ma, wajah mama masih kelihatan pucat itu. Pokoknya mama nggak boleh ngapa-ngapain dulu sebelum sembuh.”“Sayang… mama baik-baik saja kok, ini mama karena kurang tidur aja. Semalam nggak bisa tidur karena ada suara berisik,” kata mamanya.Seketika wajah Mbak Maya merah merona, karena pasti yang dimaksud mamanya adalah suaranya sendiri yang mengerang semalam begitu berisik.“Maaf ma, semalam…”“Sudah nggak apa-apa, mama mengerti kok. Itu juga sudah wajar setelah sekian lama kalian tidak bertemu,” kata mamanya memaklumi, membuat wajah imut Mbak Maya semakin memerah karena malu.“Ooaaawwmmm…” terdengar suara Roni mengu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 204

    Sore harinya, Mbak Maya mengajak Lia pergi untuk berbelanja membeli bahan makanan buat nanti malam dan besok pagi. Sekalian dia membeli perlengkapan bayinya berupa popok dan sebagainya, sementara Roni diam di rumah untuk menjaga putra kecilnya, Arga.“Tapi kalau dia nangis minta susu gimana?” tanya Roni, ragu menjaga anaknya sendiri.“Tenang saja, dia baru saja selesai aku kasih. Aku gak lama kok. Kalau nangis berarti kamu yang gak pandai menjaga anakmu,” kata Mbak Maya, lalu pergi bersama Lia menggunakan mobil pribadinya.“Hai sayang, kamu harus bekerja sama ya sama Papa. Gak boleh nangis. Kalau kamu nangis, Mama pasti marah sama Papa. Jadi harus bekerja sama dengan Papa, ya. Oh iya, satu lagi, jangan dikit-dikit minta ASI dong, harus bisa berbagi sama Papamu ini. Harus adil ya, kamu kira Papa gak pengen juga, hehe…” ucap Roni seakan berbicara dengan anaknya yang masih bayi. Saat itu juga, Arga langsung menangis.“Eh… malah nangis. Jangan nangis dong,” Roni langsung panik. Iya, Roni

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 203

    Sementara di sebuah tempat yang tak jauh dari rumah Mbak Maya berada, terlihat sepasang remaja sedang bertengkar. Sepertinya mereka sepasang kekasih.“Apa maksudmu menyudahi hubungan kita? Bukankah semuanya baik-baik saja dan aku tidak pernah mengecewakanmu? Apa pun yang kamu mau, aku turuti,” ucap si pria.“Maaf ya, aku gak bisa lanjutin. Soalnya aku sudah gak cinta lagi sama kamu. Aku lebih memilih Arbil, dia lebih kaya, jadi aku lebih nyaman sama dia,” kata si cewek dengan mudahnya.“Kamu kok bilang gitu? Setelah semua yang aku lakukan untukmu, kamu berkata begitu. Ya, aku tahu aku tidak sesempurna dia, tapi aku tulus sekali sama kamu. Kamu tahu sendiri kan itu,” kata si pria begitu sangat kecewa setelah mendapatkan pengakuan yang menyakitkan dari si cewek.“Den, pokoknya aku mau putus, titik,” kata ceweknya lalu pergi ninggalin dia.“Sel… Sel… tunggu dulu, Sel…” panggil pria itu, tapi si cewek tak memperdulikannya.“Bisa-bisanya kamu memperlakukanku seperti ini, Sel. Aku telah mel

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 202

    Roni melangkah menuju pintu belakang untuk menemui Mbak Maya yang ada di belakang rumah. Saat membuka pintu belakang, dia langsung melihat Mbak Maya sedang menjemur pakaian di bawah terik matahari pagi. Roni berdiri di sana memperhatikannya yang sedang sibuk menjemur pakaian sambil sesekali mengusap keringat di keningnya dengan lengannya.Mbak Maya belum menyadari keberadaan Roni di sana. Ia terus sibuk dengan pakaian-pakaian yang dia jemur.“Kamu selalu kelihatan cantik, Maya. Sedikit pun wajahmu tidak termakan oleh usia. Kamu malah kelihatan tambah cantik dan manis. Tubuhmu juga sedikit berisi sekarang. Tidak dipungkiri, setiap aku menatapmu, perasaan ini selalu merasa nyaman,” gumam Roni sambil terus menatap Mbak Maya.Roni pun melangkah mendekatinya. Tepat saat di belakang Mbak Maya, Roni langsung memeluknya dari belakang membuat Mbak Maya kaget, dan respon Mbak Maya tanpa disangka-sangka langsung berbalik hendak menampar.“Astaga, Roni! Kamu membuatku kaget, aku kira bukan kamu,”

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 201

    Hari-hari pun berlalu, keadaan Roni mulai terlihat membaik membuat dokter yang menanganinya tidak percaya. Roni tiba-tiba memperlihatkan ada gerakan di otaknya, dugaannya adalah di mana dia menduga Roni akan mengalami koma selama lebih dari dua bulan, tapi tanpa dia duga-duga dalam waktu begitu singkat Roni memperlihatkan tanda-tanda otaknya kembali bekerja."Ini sulit dipercaya, Tuan Roni memperlihatkan tanda-tanda bahwa beliau akan segera sadar, saya merasakan otaknya kembali bekerja," kata dokter itu saat selesai memeriksa Roni.Mendengar itu Mbak Maya langsung memeriksa, dia ingin tahu juga perkembangan suaminya, dan benar apa yang dikatakan dokter itu bahwa otak Roni mulai bekerja menandakan dia tidak akan lama lagi segera sadar."Apa ini pertanda baik?" tanya Miya kepada Mbak Maya."Iya, Roni akan segera siuman, tinggal kita menunggu kapan dia akan bergerak dan membuka mata," jelas Mbak Maya. Mereka semua yang di sana langsung bahagia mendengar kabar itu, mereka tidak sabar menu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 200

    "Mama menghargai kamu membawa pulang papamu dan sangat senang kamu bisa membawa kembali pulang papa kamu, tapi mama juga gak suka kamu menyepelekan sesuatu. Contohnya ini, harusnya kamu berpikir saja sedikit, apakah papamu baik-baik saja, apakah dia akan baik-baik saja dengan kondisinya seperti ini, itu yang harus kamu pikirkan. Dan sekarang lihat papamu pingsan, coba kamu bayangin papamu habis mengalami kecelakaan parah, Bara. Astaga, mama gak habis pikir kamu gak sampai kepikiran soal ini," kata Mbak Maya terus mengomeli Bara, dan hanya Bara yang dia omeli karena Bara putra kandungnya walaupun Bara gak sendirian ada Xyro juga.Tapi Xyro walaupun gak dimarahi juga dia ikut merasa bersalah, karena terlalu bahagia sampai mereka melupakan sesuatu yang amat penting begini.Dan benar perkiraan Mbak Maya, Roni pun mengalami koma. Dia tidak terlihat akan segera siuman, dokter yang memeriksanya pun menjelaskan kalau Roni mengalami masalah serius di dalam otaknya. Dokter juga tidak bisa mempe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status