Teilen

Bab 221

last update Veröffentlichungsdatum: 14.04.2026 19:55:47

Sementara di tempat lain terdengar suara benturan keras yang berasal dari sebuah meja yang ditendang hingga terbalik, iya itu suara meja yang ditendang oleh sosok pria paruh baya yaitu Tuan Kusuma, rekan bisnis gelap Tuan Kim.

Dia terlihat kesal setelah mendengar kabar kedua orang suruhannya telah tertangkap, yang membuatnya semakin kesal dan marah adalah di mana kedua anak buahnya gagal menjalankan tugas mereka.

Jadi sudah jelas bahwa yang mencelakai Lola adalah suruhan Tuan Kusuma. Dia member
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 221

    Sementara di tempat lain terdengar suara benturan keras yang berasal dari sebuah meja yang ditendang hingga terbalik, iya itu suara meja yang ditendang oleh sosok pria paruh baya yaitu Tuan Kusuma, rekan bisnis gelap Tuan Kim.Dia terlihat kesal setelah mendengar kabar kedua orang suruhannya telah tertangkap, yang membuatnya semakin kesal dan marah adalah di mana kedua anak buahnya gagal menjalankan tugas mereka.Jadi sudah jelas bahwa yang mencelakai Lola adalah suruhan Tuan Kusuma. Dia memberi perintah kepada kedua anak buahnya untuk menghabisi salah satu anggota keluarga Roni sebagai bentuk pengancaman darinya karena telah berani menggagalkan rencananya.Rencana Tuan Kusuma tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menguasai bisnis milik Tuan Kim. Orangnya sangat licik bahkan tak kalah liciknya dari Tuan Kim di saat dia masih bugar. Bahkan yang membuat Tuan Kim sakit parah sekarang adalah ulahnya. Dia ingin Tuan Kim mati dan dia yang akan menjadi penerus bisnis itu dengan menikahi cu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 220

    Tim pencari terus menelusuri sungai itu untuk mencari keberadaan Lola, di mana Bara juga ikut di dalamnya. Mereka terus mencari hingga ketemu, sampai sekitar satu jam lamanya mencari, dari kejauhan terdengar suara tangis bayi yang didengar oleh salah satu tim pencari yang paling depan.Merasa dirinya tak salah dengar, langsung segera berenang ke sana sampai akhirnya di saat dia menyorot nyala senternya ke arah sumber suara, sampai dia pun melihat sosok wanita terbaring di sana dengan bayi di dalam pelukannya.Melihat itu, dia langsung berteriak memberitahu tim pencari lainnya kalau orang yang mereka cari sudah ditemukan.Bara yang juga mendapat kabar itu seketika langsung menyeburkan diri ke sungai dan berenang secepat mungkin ke sana, karena memang satu-satunya jalan ya harus berenang dari sungai itu.Dan benar, dia melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri di sana dengan sebelah lengannya berlumuran darah.“Sayang....” teriak Bara naik dari sungai itu lalu memangku kepala istrin

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 219

    Singkat waktu setelah semuanya terasa selesai, Roni turun dari atas Mbak Maya lalu berbaring di sampingnya. Suara napasnya seperti orang yang habis lari seratus kali keliling lapangan, begitu juga dengan Mbak Maya yang juga dibuat kelelahan.“Sekarang otakku kembali bisa bekerja setelah mendapatkan penyemangat darimu. Sayang, makasih ya. Eh, kamu istirahat saja dulu, aku ingin lanjut bekerja sebentar,” kata Roni sambil bangkit dari atas tempat tidur dan memakai kembali pakaiannya, segera keluar untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.Mbak Maya hanya bisa menatapnya keluar sembari mengusap keringat di wajahnya. Dia benar-benar letih sekarang, bukan hanya karena kejadian tadi, tapi memang dia sudah capek dari awal mengurus rumah beserta bayinya. Ya, walaupun di rumah mereka pembantu banyak, akan tetapi Mbak Maya tidak suka terlalu memakai jasa pembantu mereka. Baginya, selama dia masih bisa, dia tidak akan meminta bantuan siapa pun termasuk pembantunya.Mbak Maya pun m

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 218

    Roni kembali ke ruangannya untuk melanjutkan apa yang perlu dia kerjakan. Dia mulai membuka dokumen yang diberikan oleh Maria, lalu melihat bagian mana saja yang perlu dia tangani.“Maria benar-benar lumayan juga, banyak juga yang dia perbaiki dalam waktu singkat. Sepertinya aku butuh banyak bantuan darinya saat ini,” gumam Roni saat melihat hasil kerja keras Maria dalam waktu singkat menangani perusahaan yang sedang anjlok seperti sekarang.“Tapi sepertinya dia harus beristirahat dulu. Baiklah, aku akan memulai dari yang terendah dulu,” Roni menutup dokumen itu lalu mengambil yang lainnya lagi.Tapi tiba-tiba pandangannya terasa buram. Rasanya tubuhnya membutuhkan sesuatu.“Astaga, kok aku merasa aneh gini. Jangan-jangan karena semalam gak dapetin penyemangat. Bagaimana ini, kerjaanku masih banyak pula,” gumamnya.Ya, Roni merasa kurang bersemangat karena dia membutuhkan kelembutan istrinya. Ini pasti karena semalam dia harus menahan diri setelah sempat terpancing oleh Miya yang ujun

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 217

    Malam harinya terlihat Roni baru bangun dari tidurnya, dia menguap masih merasa ngantuk, hanya saja perutnya juga terasa lapar harus diisi.Sekalinya tidur, Roni bisa dari pagi hingga sore, itulah mengapa tenaganya selalu kuat, dimana sekali istirahat lama tapi dibalas juga dengan kesibukan yang tiada henti yang dilakukannya."Akhirnya kamu bangun juga, ayo kita makan malam bersama, sepertinya sudah ditungguin sama Mama juga," kata Mbak Maya yang baru keluar dari kamar mandi melihat Roni sudah bangun."Baik, aku juga lapar," jawab Roni sembari bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk membasuh muka, setelah itu menyusul Mbak Maya ke ruang makan.Di sana sudah banyak menunggunya, kecuali Miya dan juga Meli."Meli mana?," tanya Roni saat tidak melihat salah satu di antara mereka di meja makan."Dia menginap, katanya di tempat anak-anak," jawab Mbak Maya sambil menyiapkan nasi di atas piring Roni."Dia mungkin masih rindu sama mereka, baiklah biarin saja," respon Roni."Lah, kalau Miya?

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 216

    Sementara di tempat lain terlihat Bara mendekati Lola yang sedang menyusui anak mereka, terlihat dari raut wajahnya kalau dia sedang gelisah."Ada apa sayang, kenapa wajahmu terlihat gelisah sekali?," tanya Bara, yang awalnya ingin langsung memberitahu Lola soal Sera."Ini Leon dari tadi menangis terus, suhu tubuhnya agak turun dari tadi pagi, sepertinya dia gak enak badan deh," jawab Lola.Bara menjulurkan tangannya menyentuh pipi putra kecilnya, dan benar tubuh Leon terasa panas."Sepertinya dia demam deh, kamu udah beritahu Mama?," tanya Bara."Belum, Mama, aku lihat seperti banyak pikiran jadi aku gak enak kalau ganggu, gimana ini aku khawatir sekali," kata Lola, dan saat itu juga Leon kembali menangis."Sini, biar aku yang gendong, aku akan bawa ke Mama," kata Bara, iya bagaimana pun mamanya seorang mantan dokter, jadi dia pasti tahu kondisi Leon saat ini jika ia diberitahu.Saat digendong oleh Bara, tangis Leon semakin menjadi-jadi, sampai-sampai wajahnya memerah."Apa dia dari

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 60. Tiga Istri Berkumpul

    "Maya, bagaimana reaksimu ya di saat kalian berduaan di...""Ma... Mama apaan sih? Astaga, ingat umur, Ma," potong Mbak Maya. Tentu saja ia malu ditanyai soal itu oleh ibunya. Ia jadi membayangkannya lagi, apalagi semalam begitu panas, ditambah tadi pagi juga. Wajahnya jadi memerah saat mengingatny

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 59. Membantu Papa Mertua

    "Bara... paman ini bukan penjahat, Sayang. Dia papa kamu," kata Mbak Maya, mulai memberitahu Bara bahwa yang dia maksud sebagai "penjahat" sebenarnya adalah ayah kandungnya."Pa... pa...?" Bara tampak ragu."Iya, panggil papa ya!""Gak mau! Dia bukan papa aku. Papa aku gak ikut kan tadi," jawab Bar

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 58. Di Sebut Jahat Oleh Anak Sendiri

    Setelah Roni pergi, awalnya ada keheningan di antara Mbak Maya dan Rocky. Mereka bingung harus mulai berbicara dari mana, dan ada sedikit kecanggungan di antara mereka. Sampai akhirnya, Rocky pun membuka suara."Khem... eh... selamat ya, karena kamu sekarang bersatu kembali dengan suamimu," kata Ro

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 57. Dimana Roni

    Setelah selesai melakukan aktivitas bersama Roni di dalam kamarnya, Mbak Maya dengan perlahan kembali ke kamar putranya, Bara. Karena hari sudah mulai terang dan dia harus bekerja, tidak mungkin baginya untuk melanjutkan tidur lagi. Kebetulan, saat dia baru saja membuka pintu kamar Bara, anaknya te

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status