Share

BAB. 246

Penulis: Wisha Berliani
last update Tanggal publikasi: 2026-07-11 23:59:19

Di bawah guyuran air shower yang hangat, mereka saling menatap dalam keheningan. Tak ada lagi kata-kata. Hanya ada cinta yang siap ditumpahkan, dan dua jiwa yang akhirnya kembali ditarik untuk menyatu.

Aldean mengangkat tangannya perlahan, membelai lembut bibir ranum Celine dengan ujung ibu jarinya. Sentuhannya begitu hati-hati namun penuh keinginan.

“Bibir ini,” bisik Aldean serak, tatapan elangnya meredup pekat, “selalu berhasil bikin aku lupa dunia, Sayang.”

Jemari kokohnya meluncur turun, m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 255

    Di seberang telepon, suara Evan terdengar sangat formal namun terselip nada mendesak. ​“Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan. Saya harus melaporkan kalau pukul sepuluh pagi ini adalah sidang pertama untuk kasus Nyonya Amira, Surya, dan Maya.” ​Aldean terdiam sejenak. Sepasang mata elangnya menggelap sempurna, memancarkan aura dingin yang seketika membuat suhu di dalam kamar utama itu terasa anjlok drastis. Tangan kanannya mengepal kuat, sementara otaknya langsung memutar kembali ingatan tentang segala kelakuan bejat ketiga orang itu. ​“Urus semuanya dengan hukum yang maksimal, Evan,” jawab Aldean, suaranya terdengar begitu berat, dingin, dan tidak terbantahkan. “Pastikan pengacara kita tidak memberi mereka celah sedikit pun untuk lolos. Aku mau mereka membusuk di penjara.” ​“Baik, Tuan. Semuanya sudah dikondisikan sesuai perintah Anda,” sahut Evan cepat. Namun, asisten pribadi itu tidak langsung menutup telepon. Ada jeda ragu sejenak sebelum ia kembali bersuara. “Tapi ada satu hal lag

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 254

    Belum sempat Celine menyelesaikan protesnya, Aldean sudah menyambar bibirnya tanpa ampun. Namun, baru beberapa kali lumatan— Dringgg!!! Dringgg!!! Aldean mendadak memembeku. Ciumannya seketika terputus. Di atas nakas, tepat di samping ranjang mereka, ponsel milik Aldean berdering dengan suara yang kelewat nyaring, memecah keintiman di antara mereka yang baru saja terbangun kembali. Layar perangkat itu menyala terang, bergetar dengan begitu lantang seolah sengaja menantang sang pemilik. Aldean masih mengukung tubuh Celine di bawahnya, memejamkan matanya rapat-rapat dengan rahang yang mengeras menahan kekesalan yang teramat luar biasa sampai ke ubun-ubun. Napasnya berembus kasar dan berat tepat di wajah sang istri. Melihat ekspresi suaminya yang mendadak drop dan menahan dongkol setengah mati karena diganggu di momen krusial, Celine yang tadinya panik seketika menahan tawa. Perempuan itu menggigit bibir bawahnya agar tidak meledakkan tawa kemenangan di depan wajah sang suami.

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB 253

    Setelah hantaman gelombang nikmat itu, mereka berdua seketika membeku bersama dalam posisi saling mendekap erat, meresapi sisa-sisa denyutan kl!maks yang perlahan menyapu seluruh raga mereka dengan kehangatan yang luar biasa memabukkan. Napas Aldean memburu kasar di ceruk leher Celine, sementara tangan kirinya dengan lembut mengusap helaian rambut istrinya yang basah oleh keringat dan berantakan di atas bantal. Keheningan kamar utama kembali terasa begitu intim, hanya menyisakan suara napas keduanya yang perlahan-lahan mulai kembali teratur. Aldean perlahan menarik keperkasaannya dari milik istrinya dengan hembusan napas lega, membiarkan cairan madu cinta mereka mengalir perlahan membasahi sprei. Pria itu segera meraih tisu di atas nakas dan membersihkan seluruh sisa-sisa permainan panas itu. Setelah semuanya bersih, Aldean berbaring di sebelah Celine dan langsung menarik tubuh lemas istrinya ke dalam pelukan hangat di balik selimut tebal, membiarkan kepala Celine bersandar nyaman di

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 252

    Celine mencengkeram erat bahu kokoh Aldean saat ciuman suaminya menuntut jauh lebih dalam. Aldean melumat bibir manis istrinya dengan ritme yang teramat dominan, seolah ingin menghapus sisa kepanikan akibat interupsi Kayra tadi, menggantinya dengan gelora gairah yang kembali tersulut pekat. Ketika Aldean akhirnya memberi ruang untuk napas mereka terlepas, Celine terengah dengan mata sayu yang memerah alami. “Mas... jangan sekarang, ih. Nanti kalau Kayra balik lagi gimana... ahh—” Kalimat Celine terputus menjadi desahan halus saat jemari kokoh Aldean merayap turun, menyusuri pinggang ramping istrinya dengan usapan yang menghantarkan sengatan panas. “Dia nggak akan kembali, Sayang. Anak kita sudah menetapkan target untuk bulan depan,” bisik Aldean rendah, suara baritonnya yang serak terdengar begitu seksi di depan telinga Celine. Pria itu merunduk, membiarkan bibirnya menjelajahi rahang tegas Celine, lalu turun menghujani leher jenjang istrinya dengan kecupan-kecupan basah yang m

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 251

    Dug! Dug! Dug!Suara langkah kaki Kayra yang sengaja dihentakkan keras bergema di sepanjang koridor lantai dua. Beberapa saat kemudian, gadis itu sudah berdiri di depan pintu kamar utama papanya dengan napas memburu karena dongkol yang luar biasa.​Dengan gerakan cepat dan tidak sabaran, tangan kiri Kayra segera menekan deretan digit sandi pada smart lock yang ia hafal di gagang pintu. Setelah bunyi beep tanda kunci terbuka terdengar, tanpa mengetuk terlebih dahulu, ia langsung memutar gagang dengan sentakan kuat menggunakan tangan kirinya.​Brak!​Pintu kamar terbuka lebar, menampakkan pemandangan di dalam sana.​Di atas ranjang king size, Aldean dan Celine tampak masih bergelung nyaman di balik selimut tebal. Celine yang posisinya dipeluk erat dari belakang oleh Aldean langsung tersentak kaget dan membuka matanya lebar begitu mendengar pintu kamar digebrak di pagi buta.​“PAPA!!! KEMBALIKAN CELINE KE KAMARKU!” teriak Kayra lantang di ambang pintu, sukses memecah keheningan pagi.​Ce

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 250

    Beberapa saat berlalu, akhirnya Aldean melepaskan ciumannya. Tangannya yang tadi bermain di bulatan kenyal itu kini bergerak naik, mengusap lembut pipi Celine yang memerah.“Ayo, bersih-bersih dulu. Setelah itu, aku akan memelukmu sampai pagi di ranjang kita,” bisik Aldean, suaranya terdengar berat namun dipenuhi kebahagiaan yang nyata. Celine mengangguk manja, menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. “Asal kamu janji... nggak akan menggempurku lagi setelah ini ya, Mas...” Aldean tertawa rendah. “Kalau soal itu... aku nggak bisa janji, Sayang.” “Ishh... dasar bapak-bapak tua mesum!” omel Celine gemas.Tawa renyah keduanya seketika pecah, memenuhi setiap sudut kamar mandi yang berkabut. Dengan penuh kelembutan dan rasa sayang yang teramat besar, Aldean membantu menyabuni tubuh Celine, merawat tubuh mungil istrinya seolah perempuan itu adalah bidadari paling berharga di hidupnya. Setelah semuan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status