Share

Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya
Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya
Author: Kayla

Bab 1 

Author: Kayla
Malam ini adalah momen intim bulanan aku dengan Stephen Kurniadi. Aku tanpa sengaja mengeluarkan erangan lembut. Kemudian, mata Stephan pun menjadi dingin dan kehilangan hasratnya.

"Zayleen, kamu sudah melanggar aturan."

Dia segera bangkit, lalu mengenakan jubah mandi dan pergi ke kamar mandi.

Aku yang ditinggalkan di ranjang pun memejamkan mata dengan malu dan canggung. Semuanya berubah dari tiga tahun lalu, setelah kematian anak pertama kami.

Saat itu, dengan dalih "mendoakan arwah anak", Stephan membangun sebuah aula pemujaan di vila. Di sana, dia tidak berhenti membakar dupa dan persembahan kepada dewa.

Dia mengatakan bahwa umat beragama tidak boleh melakukan aktivitas seksual yang berlebihan. Jadi, dia membatasi hubungan suami istri maksimal sekali sebulan. Selain itu, kami tidak boleh mengeluarkan suara-suara tidak senonoh saat berhubungan intim agar tidak mencemari pendengaran dewa.

Meskipun aku baru berusia 25 tahun dan memiliki kebutuhan, aku hanya bisa menuruti keputusannya.

...

Stephan meninggalkan rumah di tengah malam. Tidak lama kemudian, aku menerima telepon dari sahabatku.

Suara Jesslyn terdengar sangat panik, "Zayleen, cepat periksa trending topic! Sugar daddy Sadie yang diekspos itu mirip banget sama Stephan!"

Begitu mengklik trending topic itu, kepalaku langsung terasa berdengung.

[ Berita Terkini! Bintang yang sedang naik daun, Sadie Surata, diduga memiliki dukungan seorang sugar daddy! Identitas sugar daddy tersebut masih menjadi misteri dan menunggu untuk diungkap! ]

Meskipun foto itu hanya menunjukkan punggung yang buram, bagaimana mungkin aku tidak mengenali suamiku? Tangan kanannya yang selalu memegang tasbih melingkari pinggang ramping Sadie. Mereka memasuki hotel bersama.

Tepat pada saat ini, dua e-mail anonim muncul di ponselku. Foto-foto beresolusi tinggi membanjiri pandanganku.

Dalam foto pertama, Stephan berlutut dengan satu lutut untuk menggendong seorang gadis kecil yang cantik. Dia membiarkan anak yang mengenakan gaun kembang itu memeluk lehernya dan mencium pipinya.

Di foto kedua, Sadie mengulurkan tangan untuk membersihkan debu dari bahu Stephan. Dia tidak menghindar dengan dingin seperti saat dia menghadapiku. Sebaliknya, bibirnya melengkung membentuk senyuman.

...

Puluhan foto itu akhirnya membuatku menyadari satu hal. Ketidakpeduliannya yang makin besar terhadapku selama tiga tahun terakhir, mungkin bukan dikarenakan keyakinannya terhadap agama, melainkan karena dia sudah berselingkuh.

Ujung jariku menancap di telapak tanganku. Aku menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan diri untuk tenang dan membuka e-mail kedua.

[ Nyonya Zayleen, kamu pilih untuk ungkapkan foto itu atau beli putus dengan harga 20 miliar? ]

[ Beli putus, dengan harga 20 miliar. ]

Setelah membalas e-mail tersebut, aku menggunakan semua uang di rekening bank untuk membeli putus foto-foto yang dapat merusak reputasi suamiku dan simpanannya. Ironisnya, uang di rekening itu sebenarnya adalah mahar yang diberikan Stephan kepadaku saat kami menikah. Sekarang, uang itu malah digunakan untuk membeli bukti perselingkuhannya.

Aku berulang kali menatap gadis kecil dalam foto-foto itu. Seandainya anak kami tidak meninggal, dia mungkin sudah seusia gadis kecil itu sekarang. Sayangnya, sebelum sempat melihat wajah anak itu, dia telah berubah menjadi abu dalam kotak kecil.

Saat itu, aku sangat terpukul. Namun, yang kudapat hanyalah sikap acuh tak acuh Stephan. "Kita bisa punya anak lagi."

Sekarang, aku baru tahu bahwa kami tidak akan bisa memiliki anak lagi.

Setelah membeli foto-foto itu, aku menelepon Jesslyn. "Kamu ada kenalan pengacara? Aku mau cerai."

Berhubung pria itu sudah ternodai, aku tidak menginginkannya lagi.

Jesslyn membantu aku mencari tahu, lalu meneleponku kembali.

Pengacara itu menyusunkan surat kesepakatan cerai. Namun, karena aku tidak mengetahui aset Stephan, pembagian asetnya tidak dapat diuraikan dengan jelas.

Aku berkata, "Kalau begitu, kirimkan surat kesepakatan cerainya dulu. Aku akan bahas pembagian harta dengannya nanti."

Bagaimanapun juga, foto-foto itu hanya seharga 20 miliar. Reputasi presdir Grup Kurniadi jauh lebih berharga dari itu. Dengan bukti ini, kenapa aku harus khawatir tentang pembagian harta?

Aku meletakkan surat kesepakatan cerai yang sudah dicetak di atas meja kopi, lalu menghubungi nomor Stephan. Panggilan itu langsung dijawab.

"Bu Zayleen, ada apa? Stephan lagi menidurkan anak."

Suara wanita yang manis dan terdengar sopan itu terasa menusuk telinga.

Sepertinya, Sadie tahu mengenai keberadaanku. Aku awalnya masih berpikir apakah Stephan berpura-pura lajang untuk menipu orang. Ternyata, wanita itu tahu dirinya adalah seorang pelakor!

Aku tidak ingin menghabiskan emosi untuk orang seperti itu dan berkata dingin, "Suruh Stephan jawab telepon."

"Maaf, anak sangat bergantung padanya. Dia lagi sibuk sekarang. Kalau ada apa-apa, kamu boleh beri tahu aku. Aku akan sampaikan kepadanya." Nada suaranya masih lembut dan halus.

Begitu Sadie selesai berbicara, terdengar suara gadis kecil dari ujung telepon, "Papa, apa aku masih akan melihatmu waktu bangun besok pagi? Papa selalu tiba-tiba hilang."

Stephan menghiburnya dengan lembut, "Tentu saja. Papa janji akan tetap ada di sini besok pagi."

Dadaku terasa sesak. Sudah berapa lama aku tidak mendengar Stephan berbicara dengan nada seperti itu?

"Bu Zayleen? Masih ada urusan lain? Kalau nggak, kami mau istirahat dulu." Kata-kata sopan Sadie terasa seperti menyembunyikan jarum.

Aku menjawab, "Ada. Suruh dia pulang dan tandatangani surat cerai!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 50

    Aku memandang Stephan dengan ekspresi tidak percaya dan membalas, "Kamu ... mau aku donor darah untuk anak itu? Stephan, jangan lupa aku juga menderita anemia. Bahkan anemiaku sangat parah karena mengikutimu menjadi vegetarian selama tiga tahun."Ekspresi Stephan tampak terkejut sesaat, lalu kembali menjadi dingin. Dia menanggapi, "Anemiamu nggak akan mengancam nyawamu, tapi sekarang Dora harus diselamatkan. Cuma kamu yang bisa menyelamatkannya."Aku mengepalkan tanganku dengan erat sampai-sampai kukuku menusuk telapak tanganku. Aku menimpali dengan geram, "Dia itu anaknya kamu dan Sadie, aku nggak percaya golongan darah kalian nggak cocok dengannya! Masa kamu bukan suruh Sadie donor darah, malah menyuruhku?"Aku menegaskan, "Kamu menyerah saja! Jangan harap aku mau menyelamatkan putrimu!"Tiba-tiba, Sadie yang menunggu di luar menerobos masuk. Dia berlari ke samping tempat tidurku, lalu berlutut dan memohon seraya menangis, "Bu Zayleen, aku mohon selamatkan Dora. Dia masih kecil, aku

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 49

    Aku menjawab tanpa ragu sedikit pun.[ Iya, jual saja. ]Awalnya aku mengira cinta Stephan padaku tak ada duanya seperti kalung itu. Namun, Stephan sudah berubah. Pernikahan kami juga hancur, jadi rasanya ironis melihat simbol ikatan cinta ini.Jesslyn membantuku menjual perhiasan dan membayar biaya pengobatan ibuku. Kemudian, dia membawa sampel Stephan dan Dora ke laboratorium tes DNA yang terkenal di Kota Heiken.....Dua hari kemudian, hasil tes DNA sudah keluar. Probabilitasnya 99,99 persen, jadi Stephan memang ayah biologis Dora.Aku memang sudah menduga hasilnya seperti ini. Namun, semua yang terjadi di antara aku dan Stephan sejak kecil muncul di benakku saat melihat tulisan yang padat di laporan tes DNA itu.Jelas-jelas dulu hubunganku dengan Stephan begitu dekat. Akan tetapi, semuanya berubah sejak Dora lahir tiga tahun yang lalu. Aku bukan lagi orang yang terpenting bagi Stephan, melainkan orang yang bisa dia tinggalkan dengan mudah."Um, ini memang hasil yang kuinginkan," ka

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 48

    Aku merasa sedikit gugup. Aku bertanya lagi, "Ibu nggak beri tahu Sadie aku juga pergi, 'kan?"Ibu angkatku tertawa dan menjawab, "Bukannya kamu melarangku memberitahunya? Jadi, aku nggak bilang.""Baguslah kalau begitu," timpalku yang merasa lega. Aku menambahkan, "Kalau begitu, aku dan Stephan pasti datang Rabu depan."Sesudah mengakhiri panggilan telepon ibu angkatku, pihak rumah sakit yang merawat ibuku menelepon. Mereka mendesakku untuk membayar biaya pengobatan.Biaya pengobatan ibuku setiap tahun sangat mahal. Dulu, Keluarga Yurdika yang menanggung semua biaya ini.Setelah aku menikah dengan Stephan, dia yang berinisiatif ingin menanggung semua biaya pengobatan ibuku. Waktu itu, Stephan selalu mengutamakanku dan memperhatikanku. Akan tetapi, sekarang Stephan menemani Sadie jalan-jalan dan melupakan semua janjinya padaku dulu.Aku menggenggam ponsel sambil memandangi layar untuk waktu yang lama, lalu aku memutuskan untuk menelepon Stephan.Sadie yang menjawab panggilan telepon, "

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 47

    Aku sedang mencari alasan untuk membuat Stephan meninggalkan rumah sakit. Tiba-tiba, pintu kamar diketuk. Ternyata Sadie yang datang.Aku benar-benar salut pada Sadie. Dia bukan hanya sibuk mengadakan konser, syuting iklan, dan film. Bahkan dia masih sempat untuk mengawasi Stephan setiap hari. Orang yang berdedikasi tinggi seperti ini pasti berhasil dalam melakukan apa pun.Mata Sadie bengkak. Dia berbicara dengan lembut, "Kak Stephan, aku datang untuk menjenguk Bu Zayleen. Tadi pagi Dora ikut aku, jadi aku nggak bisa bicarakan masalah Bu Zayleen. Katanya luka Bu Zayleen sangat parah. Bagaimana kondisinya sekarang?"Stephan menyahut, "Operasinya sangat berhasil. Dokter bilang nggak akan meninggalkan gejala sisa."Sadie menanggapi, "Baguslah kalau begitu. Kalau terjadi sesuatu pada Bu Zayleen, aku pasti nggak bisa tenang seumur hidup."Stephan bertanya saat melihat mata Sadie yang bengkak, "Matamu kenapa?""Nggak apa-apa," jawab Sadie. Dia menyeka air matanya dan meneruskan dengan mata

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 46

    Stephan mendengus, lalu mengamatiku seraya berkomentar, "Sekarang kamu tahu dia itu orang tuaku? Dulu kamu nggak begitu patuh waktu dia melarangmu menikah denganku."Suaraku tercekat. Perasaan cinta dan pengorbananku untuk Stephan dulu malah menjadi alat Stephan untuk menyakitiku sekarang.Stephan menjepit rahangku untuk memaksaku melihatnya. Dia menegaskan, "Zayleen, sudah cukup kamu berpura-pura jual mahal. Asalkan kamu nggak mempersulit Sadie dan menyakiti Dora, aku nggak akan mencabut posisimu sebagai istriku."Stephan mengira jaminannya akan membuatku tenang dan berterima kasih padanya. Namun, aku makin yakin untuk bercerai dengan Stephan.Untuk apa aku mempertahankan posisi sebagai istri Stephan yang hampa itu? Masa aku harus tinggal di vila itu seumur hidup untuk melihat keharmonisan Stephan bersama Sadie dan putri mereka?Aku sudah bisa mengungkap kebenaran kurang dari setengah bulan. Begitu teringat bukti yang pengacara suruh aku kumpulkan, aku tiba-tiba berbicara dengan lembu

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 45

    Sebenarnya aku juga terkejut. Sekarang Stephan menghentikan ibunya demi aku.Helen yang tidak rela menegur, "Stephan, kenapa kamu menghentikanku? Masa kamu nggak tahu seberapa besar pengaruh berita yang dirilisnya hari ini untuk Grup Kurniadi?"Stephan melihatku sekilas, lalu berkata kepada ibunya, "Grup Kurniadi sudah menghadapi banyak masalah besar sejak didirikan. Masa satu berita saja bisa menimbulkan pengaruh besar bagi Grup Kurniadi?"Helen memandangi putranya dengan ekspresi terkejut sembari menanggapi, "Sampai sekarang kamu masih membelanya? Stephan, sekarang kamu sudah punya Sadie dan Dora. Jangan sampai kamu dicelakai wanita ini lagi. Kalau nggak, apa kamu nggak merasa bersalah pada Sadie?"Stephan membalas dengan datar, "Aku bisa selesaikan masalahku sendiri. Aku suruh Jovin antar kamu pulang.""Nggak bisa!" tegas Helen. Dia melanjutkan, "Wanita rendahan ini bukan cuma nggak pantas menjadi istrimu, dia bahkan berani menjelek-jelekkan Grup Kurniadi dan cemburu pada Sadie. Buk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status