Share

36

last update publish date: 2025-12-12 18:35:27

[Mas, aku kangen. Bisa pulang sebentar gak?]

Setelah hampir 10 menit, akhirnya pesan Aleya mendapatkan balasan dari Harun. Sayangnya bukan kata iya, ok, atau baiklah, tapi permintaan maaf. Maaf karena tidak bisa pulang, sebab Aqilah minta diajak jalan-jalan ke mall malam ini, dan dia tidak tega menolak keinginannya putrinya itu. Apalagi mereka sudah hampir dua hari tidak bersama karna terlalu sibuk di rumah sakit.

Aleya menghembuskan nafas berat. Padahal dia ingin menghabiskan malam terakhir de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Hari ini hari pertama Aqilah kembali bekerja setelah 5 hari cuti. Pagi-pagi, Sita sudah menyodorkan setumpuk berkas yang harus dicek dan ditandatangani. Membuat Aqilah yang belum apa-apa sudah membuang nafas lelah. Inilah alasan dia malas cuti, kerjaan jadi numpuk.Biar segera rampung, segera dia meraih berkas pada tumpukan paling atas lalu mengeceknya."Meeting dengan Mr. Kim kamu reschedule jadi kapan, Sit?" tanya Aqilah tanpa melihat Sita."Em....itu. Saya lupa belum ngasih tahu Bu Aqilah. Meetingnya tidak di reschedule.""Maksud kamu?" Aqilah mengalihkan pandangan dari berkas menuju Sita."Kemarin Pak Rangga yang gantiin Bu Aqilah.""Apa! Rangga!" pekik Aqilah sambil berdiri."Gimana bisa tiba-tiba digantiin Rangga. Dan kamu, kenapa kamu gak ngasih tahu saya?""Sa-saya," Sita gugup kalau Aqilah sudah mode suara nada tinggi seperti ini. "Saya lupa, Bu. Dan kenapa diganti Pak Rangga, itu perintah langsung dari Pak Harun." Wanita itu meremat blusnya."Papa udah keterlaluan kali ini."

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian mengangkat tubuh Aqilah ke atas ranjang. Menarikkan selimut agar istrinya yang masih polos itu tidak kedinginan. Aqilah yang duduk, memegangi selimut hingga sebatas dada."Astaga Qill, sampai benjol gini."Aqilah meringis pelan saat Bian menyentuh jidatnya yang benjol. "Sakit gak?""Enggak, tapi banget," sahut Aqilah kesal. Sudah jelas sampai benjol, masa iya gak sakit. Ya sakitlah, gitu aja nanya.Bian beranjak dari atas ranjang. Kembali menuju koper untuk mengambil pakaian. Matanya menyipit saat melihat sebuah kantong plastik yang entah apa isinya. Saat dia buka.Mulut Bian menganga lebar. Kedua tangannya memegang benda yang menggelikan."Qill, ini apa?" Dia menoleh ke arah Aqilah. Sebelah tangannya memegang stringg, sedang sebelah lagi, gaun yang entah seperti apa modelnya, kurang bahan dan seperti sobek dimana-mana.Wajah Aqilah merah padam. Dia tak menjawab, hanya menunduk malu.Tawa Bian tiba-tiba meledak. "Ka-kamu beli kayak gini buat nyenengin aku, Qill?" tanyanya dengan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Aahhh...." Aqilah mendesah saat lidah Bian mengeksplor dadanya. Rasanya sungguh luar biasa, nikmat sekali, meski di bawah sana, dia masih merasakan sedikit perih. Dia mencengkeram erat punggung Bian saat pria itu meningkatkan tempo. Keringat membanjiri tubuh keduanya.Kuku jari Aqilah sampai melukai punggung Bian, namun rasa nikmat yang menjalar di sekujur tubuh membuat Bian tak merasakan sakit sedikitpun. Yang dia rasakan hanya sesuatu yang terasa mendesak, minta di keluarkan. Dia makin mempercepat tempo, sampai akhir, mendapatkan puncak hampir bersamaan dengan Aqilah.Dengan nafas yang masih tersengal, Bian menggulirkan tubuhnya ke sebelah Aqilah. Dia menoleh ke samping, mendapati istrinya masih memejamkan mata sambil mengatur nafas.CupSebuah kecupan singkat di bibir membuat Aqilah membuka mata. Dia mendapati Bian tengah menatapnya sambil tersenyum. Pria itu menyeka keringat yang membasahi keningnya, lalu mendaratkan kecupan di sana. Lama, sampai dia memejamkan mata, menikmati ke

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Malam ini, selepas acara resepsi, Aqilah dan Bian akan menghabiskan malam di salah satu suite room yang ada di hotel tempat resepsi. Itu sudah termasuk paket resepsi, jadi bukan mereka yang minta. Saat memasuki kamar yang di maksud, vibes malam pertamanya terasa kental sekali. Selain wangi bunga yang semerbak, tercium juga wangi lilin aroma terapi.Ranjang king size dengan sprei putih dihiasi dengan kelopak bunga, menjadi sesuatu yang paling menarik perhatian. Meski dulu di rumah Aqilah juga di hias, tapi hiasan hotel kali ini, jauh lebih indah. Selain itu, debaran di hati juga berbeda. Jika dulu biasa saja karena fikiran tentang malam pertama sangat jauh sekali, ibarat dari bumi ke planet pluto, beda dengan sekarang. Belum apa-apa, tubuh Aqilah sudah merinding disko. Padahal mau diajak malam pertama loh, bukan uji nyali.Disaat fikiran masih tegang, Aqilah dibuat terkejut saat tubuhnya terasa melayang."Aaaa.." pekiknya sambil melihat kebawah. Ternyata Bian mengangkat tubuhnya ala br

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah meremat jemari, menunduk sambil menggigit bibir bawah. Nyesel tadi masuk jebakan Bian untuk memilih dare. "Bisa ganti gak?" tanyanya pelan."Kenapa?" Bian mengangkat dagu Aqilah, membuat wanita yang pipinya bersemu merah tersebut menatapnya."Em....""Gak mau?"Aqilah diam saja, tak bilang iya ataupun tidak. Membuat Bian menghela nafas, lalu tersenyum."Tidur yuk, udah malem." Kalimat tersebut membuat Aqilah kaget. Padahal dia fikir Bian akan menggunakan modus lain kalau sampai dia menolak. Atau lebih tepatnya, sedikit memaksa. Tapi ternyata, suaminya itu malah merapikan bantal lalu menepuk-nepuk perlahan."Sini, rebahan disini. Jangan terlalu minggir. Kasihan lantainya kalau kejatuhan kamu, berat.""Ish, nyebelin banget sih," Aqilah mendelik kesal diledeki seperti itu. Sedang Bian, malah cengengesan, seperti puas melihatnya kesal.Aqilah merebahkan tubuhnya di tempat yang disiapkan Bian barusan. Matanya masih menatap Bian ragu-ragu. Mungkinkah pria itu marah karena merasa perm

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah menutup mulutnya dengan telapak tangan, menahan tawa melihat Bian yang sangat bersemangat naik ke atas ranjang. Ah... kenapa sebahagia ini rasanya melihat pria itu. Apalagi saat Bian yang sudah duduk di atas ranjang melambaikan tangan ke arahnya, vibes nya kayak mau diajak malam pertama aja. "Qill, kok malah bengong disitu sih?" panggil Bian. "Udah lewat tengah malam. Katanya besok jadwalnya padet." Ya, besok Aqilah harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh WO. Fitting terakhir, perawatan, dan juga belajar dansa. Heis, menyebalkan sekali yang terakhir itu. Memang gak boleh ya, acara dansanya diskip aja. Dengan jantung berdebar, Aqilah berjalan menuju ranjang. Saat mau naik, dia baru ingat jika sedang memakai daster. Kalau saja tahu akan tidur dengan Bian, dia pasti akan pakai piyama celana panjang. Lebih safety. Yaelah PD banget, kayak mau dipain aja. Bian berbaring saat Aqilah naik ke atas ranjang. "Sini." Dia merentangkan lengan agar Aqilah bisa menggunakannya se

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   52

    "Papaa!"Aleya dan Harun terbangun karena pekikan Keyla. Keduanya segera beranjak, mendekati Keyla yang terduduk diatas ranjang."Papa." Anak berusia 9 tahun itu beringsut, memeluk erat Harun yang duduk di tepi ranjang."Kamu mimpi buruk?" tanya Aleya yang juga duduk ditepi ranjang.Keyla menggelen

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   51

    Aleya terus terusan menguap. Dia sudah sangat mengantuk namun mati-matian ditahannya karena Harun belum juga mau pulang."Sudah jam sebelas, Mas." Sengaja dia bicara seperti itu agar Harun sadar diri untuk segera pamit. Setelah menemani Keyla tidur tadi, pria itu belum juga beranjak dari atas ranja

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   50

    mama rieta diam seribu bahasa. Menurutnya dia adalah solusi yang tepat saat ini. Jangan sampai salah bicara hingga dapat mempengaruhi hubungan Aqilah dan papanya."Mah, Nek," desak Aqilah."Apa benar, Mama dan Papa bercerai gara-gara wanita itu?" Dia berdecak pelan karena sang mama tidak kunjung me

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   49

    Aqilah hanya mengaduk-aduk makanannya sejak tadi. Berbeda dengan mama rieta yang tampak sangat semangat. Terlihat dari cara makan yang sudah hampir habis setengah di piringnya. Aisyah bukannya tidak tahu jika Aqilah sedang memikirkan sesuatu, dan dia hanya bisa berharap, semoga bukan perihal papany

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status