Share

Nol

Penulis: qia
last update Tanggal publikasi: 2026-07-23 10:24:20

SPARK!!!!!!!!!

Tusukan batangan besi Braelyn menghancurkan sirkuit pengunci otomatis. Pintu geser baja itu membanting menutup dengan bunyi dentang yang memekakkan telinga, menjepit tameng salah satu agen hingga terbelah dan mengunci sisa pasukan The Archivist di bordes luar yang berangin kencang.

Braelyn terengah-engah, punggungnya merapat pada dinding dalam gerbong yang bergetar hebat. Di dalam sini, suasananya persis seperti berada di dalam jantung badai sibe

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Mati di Pernikahanku   Bayangan di Ujung Utara

    "Siklus kedua..." bisik Braelyn lirih, matanya menatap nanar barisan teks merah terang yang terus berkedip di layar panel darurat yang hancur itu.Cahaya merah dari layar tersebut memantul di genangan air lantai beton, menciptakan garis-garis darah imitasi yang membentang ke arah tangga cahaya matahari pagi. Udara di dalam lorong pemeliharaan mendadak terasa jauh lebih dingin, seolah-olah seluruh sisa panas dari ledakan reaktor kereta sebelumnya tersedot habis oleh sistem darurat baru yang baru saja terbangun.Eryx perlahan bangkit dengan bertumpu pada lututnya, tangan kanannya meraba sisa-sisa sirkuit di bawah kulit lengannya yang masih memercikkan bunga api kecil. "Mesin itu bukan yang terakhir. Thomas Vance atau siapa pun faksi di baliknya sudah menyiapkan cadangan sebelum kereta utama kita hancurkan.""Bukan cuma cadangan, Eryx," suara Kael tiba-tiba memecah keheningan sambungan pelantang teli

  • Aku Mati di Pernikahanku   Gema di Lorong Bawah

    "Lucien..." desis Braelyn, giginya berkatup rapat menahan getaran aneh yang merayap di sepanjang tulang belakangnya. Suara sintetis itu bukan sekadar rekaman; frekuensinya beresonansi langsung dengan sisa-sisa sirkuit emas di bawah kulit telapak tangannya yang melepuh.Sosok tinggi besar itu keluar sepenuhnya dari bayangan pipa air. Itu bukan manusia, melainkan sebuah rangka mekanis seukuran dua meter yang dilapisi kulit sintetis setengah meleleh, memperlihatkan kerangka baja hitam berkarat di bagian rusuk kirinya. Di tengah dadanya tertanam sebuah prisma safir ungu imitasi yang berdenyut lemah, memancarkan cahaya biru pucat yang menerangi dinding beton berlumut di sekeliling mereka."Dia bukan Lucien yang asli," potong Eryx cepat, otot-otot di lengan kokohnya menegang siap menerjang. Suara baritonnya terdengar rendah dan tajam di dalam ruang sempit itu. "Itu hanya cangkang memori otomatis yang diprogram buat menjaga brankas

  • Aku Mati di Pernikahanku   Lensa di Balik Cermin

    "Jangan hancurkan unit itu secara fisik, Wilson! Sensor mereka terhubung langsung ke jaringan pusat Ardent!" teriak Kael melalui pelantang telinga yang berdesik keras.Braelyn menahan kepalan tangan kanannya yang sudah berada satu sentimeter di depan lensa robot pengintai pertama. Jari-jarinya bergetar hebat menahan dorongan amarah yang mendidih di dada. Sepasang mata otonom berwajah cermin itu memantulkan bayangan wajahnya yang berlumuran jelaga."Kalau nggak dihancurkan, mereka bakal nembak kita pakai proyektil laser penembus dinding!" balas Braelyn setengah berteriak.Eryx melangkah cepat mendekati robot di sisi kiri, mengabaikan luka robek di bahunya. Tangannya bergerak lincah merobek panel penutup dada robot pengintai tersebut menggunakan kuku jarinya. Percikan api pendek menyembur keluar dari sirkuit internal yang terpapar udara bebas."Pegang kabel data utama di

  • Aku Mati di Pernikahanku   Anomali Sektor Tujuh

    "Keluar dari gerbong ini sekarang sebelum pintu daruratnya mengunci otomatis permanen!" teriak Kael melalui pelantang telinga dengan suara berkerincing kasar.Braelyn bangkit sambil membimbing Eryx melangkah melewati reruntuhan kabel reaktor yang masih berasap tipis. Udara pagi Distrik 4 menyergap paru-paru mereka begitu engsel pintu samping gerbong didorong terbuka lebar. Sepatu mereka menginjak beton peron Stasiun Pusat yang basah oleh sisa embun subuh."Kael, lu di mana sekarang?" tanya Braelyn menyipitkan mata menatap deretan pilar beton stasiun yang sunyi senyap."Gue di ruang kontrol utama jalur rel bawah," jawab Kael terengah-engah dari ujung sambungan. "Sistem The Archivist sudah total shutdown, tapi unit keamanan otonom stasiun baru saja mengaktifkan protokol pembersihan darurat sektor tujuh."Eryx mendengus pendek sambil menyeka pelipisnya yang berdarah dengan lengan jaket denim yang compang-camping. "Mereka belum menyerah meskipun generator utamanya sudah hancur berkeping-k

  • Aku Mati di Pernikahanku   Nol

    SPARK!!!!!!!!!Tusukan batangan besi Braelyn menghancurkan sirkuit pengunci otomatis. Pintu geser baja itu membanting menutup dengan bunyi dentang yang memekakkan telinga, menjepit tameng salah satu agen hingga terbelah dan mengunci sisa pasukan The Archivist di bordes luar yang berangin kencang.Braelyn terengah-engah, punggungnya merapat pada dinding dalam gerbong yang bergetar hebat. Di dalam sini, suasananya persis seperti berada di dalam jantung badai siber. Ruangan gerbong logistik ini telah dikosongkan, menyisakan sebuah tabung reaktor silinder raksasa di tengahnya yang memancarkan pendaran cahaya ungu pekat. Cairan safir ungu mendidih di dalam pipa-pipa kaca siber, mendengung dengan frekuensi tinggi yang membuat telinga Braelyn berdenging dan pandangannya berkunang-kunang.[SINKRONISASI GLOBAL: 99% - ENKRIPSI AKHIR SEDANG BERJALAN]Proyeksi angka digital di dinding gerbong berkedip merah darah. Hanya tersisa enam

  • Aku Mati di Pernikahanku   Detak di Atas Atap Besi

    Udara malam yang dingin menghantam wajah Braelyn seperti hantaman balok es saat tubuhnya melayang di udara bebas. Di bawah sana, puluhan meter dari ketinggian jembatan rel layang, lampu-lampu jalanan Distrik 4 tampak seperti garis-garis cahaya yang buram. Gravitasi terasa seolah sengaja menarik mereka jatuh ke dalam kegelapan aspal.Cengkeraman tangan Eryx yang kokoh menjadi penyelamat tunggal. Tangan kirinya berhasil menyambar anak tangga besi di buritan gerbong terakhir dengan sentakan yang sangat keras hingga terdengar bunyi derit sendi bahunya yang tertekan beban masif. Di saat yang sama, tangan kanannya tetap mengunci jemari Braelyn, menahan tubuh wanita itu agar tidak terlempar masuk ke dalam kolong roda kereta yang berputar beringas."Wilson! Pasang kaki lu di bordes!" teriak Eryx, suaranya nyaris tenggelam oleh gemuruh roda besi yang menghantam rel bawah tanah. Otot-otot lengannya menegang hebat, urat-urat di lehernya menonjol menahan bobot tubuh mereka berdua

  • Aku Mati di Pernikahanku   Pertemuan Pertama dengan Eryx Caspian

    “Apa maksudmu dengan pesan ini?”Braelyn menatap layar ponselnya sambil berbicara pelan, seolah pengirimnya bisa langsung menjawab dari seberang sana. Ujung jarinya masih menggantung di atas layar, ragu apakah harus membalas atau tidak. Kalimat itu terlalu tepat, terlalu tajam,

  • Aku Mati di Pernikahanku   Senyum Braelyn, Rencana yang Berubah

    “Jangan datang lagi tanpa pemberitahuan.”Braelyn berdiri tegak di hadapan Eryx, suaranya tenang namun tegas. Ia tidak mundur selangkah pun meski pria itu masih berada terlalu dekat untuk ukuran seorang tamu.Eryx tidak terlihat tersinggung. Tatapannya justru mengamati wajah Braelyn

  • Aku Mati di Pernikahanku   Braelyn Tidak Akan Menjadi Korban Lagi

    “Siapa kamu sebenarnya?”Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Braelyn, pelan namun penuh tekanan, seolah ditujukan pada bayangan di luar jendela yang sudah lama menghilang. Ia sendiri tidak tahu kepada siapa kalimat itu ditujukan. Pada orang di dalam mobil hitam itu, at

  • Aku Mati di Pernikahanku   Braelyn Kembali ke Tiga Tahun Lalu

    “Bangun, Braelyn. Kau baik-baik saja?”Suara itu terasa begitu nyata, begitu dekat, hingga membuat Braelyn tersentak. Ia membuka mata lebih lebar, menatap sosok pria paruh baya yang berdiri di samping tempat tidurnya. Wajah itu tidak asing. Justru terlalu ia kenal.Ayahn

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status