Share

Bab 760

Author: Celine
Nyonya Lina akhirnya meninggalkan ruang perawatanku.

Dia sepertinya tidak mendengar ketidakpuasan dan ketidaksabaran dalam nada suaraku. Nyonya Lina membereskan lauk dan bubur polos yang sama sekali tidak aku sentuh dalam diam, mengemasnya lagi, lalu berkata padaku sambil tersenyum, "Baiklah, kalau begitu Ibu pergi dulu. Aku tidak akan mengganggu istirahatmu."

Kemudian, Nyonya Lina berpesan Ardi, "Ardi, terima kasih karena sudah menemani Raisa, tapi kamu sendiri juga harus memperhatikan lukamu. Kalau ada apa-apa, telepon Ibu saja. Ponsel Ibu selalu menyala setiap saat."

Aku bahkan tidak ingin melirik Nyonya Lina sekali pun.

Sebaliknya, Ardi yang mengantarnya pergi dengan ramah. "Ibu, akhir-akhir ini keadaannya sedang tidak aman, kamu juga harus berhati-hati."

Ibu ….

Ardi memang pandai menyanjung orang lain.

Aku mengomentari dalam hati, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Ardi sepertinya menyadari bahwa aku tidak ingin membahas tentang Nyonya Lina. Setelah mengantarkan Nyonya Lina pergi, d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
SZ Zein
makasih ya thor, udah nambah bab barunya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 940

    Suara ini terdengar tua dan renta. Sepertinya ini memang suara Nyonya Amelia itu.Hanya saja, kenapa dia menangis?Kenapa juga dia menangis pada ibu mertuaku? Apa yang dia minta dari ibu mertuaku?Nada suara ibu mertuaku tenang dan acuh tak acuh seperti biasanya, "Nyonya Amelia, kamu terlalu berlebihan. Kamu adalah senior, sementara aku hanya junior. Bagaimana mungkin kamu memohon padaku? Hanya saja, aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa dalam hal ini. Meskipun kamu memohon padaku, itu tidak akan ada gunanya.""Senior junior apanya? Orang yang berada di posisi atas adalah senior yang sebenarnya. Nyonya Yuliana, wanita tua ini hari ini datang ke Keluarga Wijaya tanpa malu memang karena hal ini. Johan tidak mau bertemu denganku, aku juga mengerti maksudnya. Tapi aku ingin menyampaikan pesan padanya melaluimu." Emosi Nyonya Amelia tampaknya mulai stabil, bicaranya pun melambat.Beberapa saat kemudian, Nyonya Amelia melanjutkan dengan suara berat, "Apa pun syarat yang diajukan Kelua

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 939

    Apakah alasan Ardi tidak ingin aku berjalan terlalu cepat adalah untuk mencegahku sampai ke ruang tamu dan bertemu Nyonya Amelia itu?Kenapa dia takut aku bertemu dengan Nyonya Amelia?Apakah ada rahasia pada Nyonya Amelia itu?Ardi sangat mengetahui bahwa Tommy adalah musuh yang membunuh orang tuaku. Meskipun Nyonya Amelia bukan ibu kandung Tommy, dia pasti ada hubungannya dengan Tommy. Jika aku bertemu dengannya, mungkin aku bisa mencari cara untuk membuat Tommy kembali.Kenapa Ardi menghalangi aku bertemu dengan Nyonya Amelia?Ardi seolah menyadari keanehan dalam pandanganku. Dia tersenyum sambil bertanya, "Ada apa, Sayang?""Aku ingin tidur, sekarang, segera, saat ini juga." Aku menatap mata Ardi yang tersenyum, sementara nada suaraku lebih serius, "Bisakah kamu berjalan lebih cepat? Aku ingin segera kembali."Senyum di mata Ardi meredup. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya membantuku berjalan dalam diam.Ketika memasuki ruang utama, aku tidak melihat sosok ibu mertuaku dan Ny

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 938

    Keluarga Tanadi?Saat mendengar dua kata itu, aku mengira aku salah mendengar.Tiga bulan sudah berlalu sejak anak buah Tommy yang ada di dalam negeri sudah tertangkap semua. Namun, Tommy sendiri masih berada di luar negeri. Polisi sudah berkali-kali berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tetapi masih tidak berhasil menangkap Tommy.Keluarga Wijaya juga sudah melakukan berbagai upaya, tetapi Tommy sangat licik seperti ular berbisa yang bersembunyi di dalam lubang. Dia bahkan tidak menunjukkan kepalanya. Jadi, kami tidak memiliki cara untuk menangkapnya.Karena kehamilanku, aku juga tidak memiliki energi lebih. Jadi, masalah ini hanya bisa ditunda untuk sementara. Keluarga Tanadi sudah jatuh dari lingkaran keluarga elit di Nowa. Saat ibu mertuaku membawaku menghadiri pesta, aku tidak pernah lagi melihat orang dari Keluarga Tanadi.Bahkan aku tidak mendengar seorang pun membicarakan Keluarga Tanadi.Sebuah keluarga kuat yang telah berdiri begitu lama di Nowa, yang pernah menjadi salah

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 937

    "Kamu ...." Aku sama sekali tidak menyangka Ardi akan mengatakan kalimat seperti itu, membuatku merasa sangat malu.Ibu mertuaku memang orang yang cukup terbuka, tidak keberatan kami bermesraan di depannya. Sebaliknya, dia cukup suka melihat kami bermesraan. Dia merasa bahwa ini membuktikan hubungan kami yang baik.Namun, perkataan Ardi ini sudah berlebihan.Benar saja, kening ibu mertuaku berkerut, lalu dia menatap Ardi dengan pandangan muak. "Kamu benar-benar terobsesi dengan istrimu! Apa kentut istrimu juga berbau harum bagimu?""Bu, bagaimana Ibu bisa tahu? Aku merasa dari ujung rambut sampai ujung kaki istriku semuanya harum. Seperti kue kecil yang harum, lembut, manis, juga lezat." Ardi berbicara sambil memelukku dengan lebih erat. Dia mendekap seluruh tubuhku ke dalam pelukannya, lalu mencium rambutku.Nada suaranya terdengar terpesona, "Hmm, hari ini aroma osmanthus. Aku suka osmanthus."Pandangan ibu mertuaku tampak makin muak. Dia mengangkat cangkirnya, membelakangi kami, lal

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 936

    Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerak-gerikku mulai terasa tidak leluasa. Ibu mertuaku dan Ardi merawatku dengan makin teliti dan mendetail.Mereka tidak hanya mendesakku untuk berhenti bekerja sementara, tetapi juga memintaku pindah ke kediaman Keluarga Wijaya, agar ibu mertuaku bisa menjagaku dengan lebih mudah.Tubuhku memang agak kurus sejak awal. Setelah hamil, perutku seolah-olah menopang kuali besar. Selain itu, karena hormon yang berubah, aku pun menjadi mudah lelah. Pekerjaan di departemen anestesi memang tidak bisa aku jalankan lagi, jadi aku mengambil cuti panjang untuk pulang dan beristirahat.Kondisi fisik Ardi memang luar biasa kuat, tubuhnya pulih dengan sangat cepat. Namun, karena ibu mertuaku tetap merasa khawatir, Ardi akhirnya membawaku pindah dari Armand ke kediaman Keluarga Wijaya.Di musim dengan cuaca hangat ini, semua bunga di halaman kediaman Keluarga Wijaya mekar. Gugusan bunga yang rimbun, udara yang segar dan harum, serta kolam berisi ikan koi menciptak

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 935

    Aku menepuk kepalanya sekali. "Kakakmu tidak sehebat itu, tidak ada yang ingin merebutnya darimu.""Bagaimana mungkin tidak hebat? Kakakku hebat sekali, sangat hebat. Kakakku cantik dan lembut, masakannya enak, juga sangat menyayangi adiknya. Ada banyak Adik yang ingin merebut Kakak dariku, bagaimana bisa aku lengah? Kalau sampai Kakak direbut orang lain, ke mana aku harus mengadu?" Rena langsung menaikkan suaranya.Dia seperti sedang berdebat denganku, tetapi perdebatan ini membuatku ingin tertawa. "Siapa yang ingin merebut Kakak darimu? Kamu hanya berhalusinasi saja.""Ada, si Lia itu misalnya," jawab Rena."Lia siapa?" Aku sempat tidak bisa bereaksi, merasa sedikit bingung.Namun, aku langsung mengerti dalam sekejap. Dia sedang berbicara tentang Talia.Ketika membicarakannya, aku sempat tertegun sejenak. Di pikiranku, tanpa sadar muncul wajah Talia yang pucat, sedih, rapuh, serta tak berdaya. Tatapan matanya yang penuh luka mendalam menatapku.Tatapan seperti itu membuat hatiku tida

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status