Share

Bab 21

Author: Stary Dream
last update Last Updated: 2025-08-15 07:14:30

"Jangan mencoba membandingkan dirimu dengan keluargaku, Harum!"

Sampai bergetar Adam mengatakannya, terlebih tangan ini saja masih gemetaran. Reflek dia menampar istrinya ini. Padahal, tak ada maksud hatinya untuk menyakiti Harum. Sungguh! Dia tadi hanya terbawa emosi saja.

Adam jadi menyesal melihat Harum memejamkan mata sembari memegang pipinya. Warna merah sudah tercetak disana.

Harum mengerjap menahan tangis. Seumur hidupnya, baru kali ini dia dipukul oleh seseorang. Padahal dulu dia begitu dijaga oleh orangtuanya. Semakin mantap saja keputusan Harum. Memang benar, tak ada jalan untuk kembali bersama.

Buktinya, ketika Harum mengeluarkan isi hatinya. Maka murka Adam yang ia dapatkan.

"Harum.." Adam mencoba mendekatkan diri namun Harum melangkah mundur.

Pintu kamar diketuk. Ternyata perawat masuk membawa obat injeksi.

"Permisi. Saya mau memberi injeksi antibiotik terakhir." Ucap perawat tersebut.

"Silahkan."

Adam menyingkir agar perawat wanita itu bisa mendekati anaknya. Sementara H
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Mantap Jiwa Harum tp awas tar kena salam tempel cap 5jari lagi dr Adam Dajjal.. Harum mkin yakin tuk cerai sm Adam nih gpp drpd hdp bersma mlh merusak lahir batin kna pya suami sm mertua zalim.. Makjleb ya Adam tp pasti tuh Ego selangit sok iyee... skrg tau rasa kau Hanum gk bth nafkahmu lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 36

    Mata Harum menatap mantan suaminya dengan penuh pertanyaan. Sementara, Adam menjadi salah tingkah."Bu, Adam.. Taksi kita sudah di depan." Sahut Zulfa memecah rasa canggung ini."Kami permisi dulu. Terima kasih Rendra, Harum." Ucap Adam segera mengambil alih kursi roda ibunya."Hati-hati di jalan." Rendra menimpali."Nanti aku hubungi. Aku minta izin ingin bertemu Shanum lagi.""Boleh saja. Nggak masalah." Rendra jelas tak mau memisahkan hubungan antara ayah dan anak.Selesai berpamitan dengan suaminya. Rendra memutuskan untuk mengajak anak dan istrinya pulang. Namun, sepanjang perjalanan Harum hanya diam. Dia baru tahu jika Adam selama ini bekerja sebagai tukang ojek online."Kamu diam aja, sayang?" Rendra menegur."Nggak apa-apa." Sahut Harum segera memperbaiki sikapnya."Kamu mau ke toko atau pulang ke rumah?" Tawar Rendra. Kebetulan dia memang harus kembali praktek setelah ini."Aku mau ke rumah ibu aja. Udah lama nggak mampir.""Aku antar ke rumah ibu kalau begitu."Rendra memacu

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 35

    "Kamu nggak mau besuk ibumu?""Kamu tadi sudah, kan?""Aku belum melihat. Tadi kan aku bilang cuma belikan obat." Jelas Rendra."Kamu aja, deh. Sampaikan salam kami untuk ibu Farida."Rendra menghela nafas. Ia ikut berbaring di samping istrinya."Kamu masih marah?" Rendra mengelus lengan istrinya."Marah dengan siapa?" Tanya Harum acuh."Sayang.. ibu Farida sedang kritis sekarang. Aku minta kamu mendo'akannya.""Iya. Nanti aku do'akan.""Sayang!"Terpaksa Harum meladeni suaminya, padahal dia sudah bersikap selayaknya walau rasa tak senang itu terlihat di wajahnya."Ikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu. Maafkan seluruh kesalahan orang-orang yang menyakitimu. Aku tahu luka di hatimu belum sembuh betul. Tapi kalau kamu belum bisa mengiklaskan semuanya, luka itu akan semakin sakit jika digores.""Aku cuma masih sedikit kecewa aja." Akhirnya Harum jujur. Sudah satu tahun lebih, tapi rasa marah, dongkol, kecewa akan perbuatan mantan suami serta keluarganya masih membekas di hati Harum.

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 34

    "Mbak Zulfa!" Terengah-engah Adam menghapiri Zulfa yang tengah melamun di ruang tunggu. Farida kini sudah terbaring lemah di ruang intensif."Adam!" Air mata Zulfa tumpah ruah ketika melihat adiknya datang. Sudah satu tahun, Adam tidak pulang ke kota. Selama itu juga Adam tak tahu penyakit berat apa yang menimpa Farida karena wanita itu tak mau membebani Adam yang tengah berjuang disana."Apa yang terjadi mbak?""Ibu tiba-tiba sesak tadi. Sekarang masuk ICU.""Sakit apa ibu?""Gagal ginjal..""Astaghfirullah." Kepala Adam menjadi sakit, ia seperti di hantam benda berat."Maaf, Adam.." lirih Zulfa. "Selama ini kami menyembunyikan kebenarannya darimu.""Jadi ibu sudah lama sakit begini? Kenapa baru kasih tahu aku, mbak?" Teriak Adam sedih."Kami nggak mau merepotkanmu.""Astaga! Tapi ibu itu juga ibuku. Aku berhak tahu." Adam meremas rambutnya dengan frustasi. "Jadi sekarang bagaimana kata dokter?""Ibu harus cuci darah, tapi tekanan darahnya masih rendah. Belum lagi.." Zulfa memberikan

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 33

    Malam ini Shanum menginap di rumah neneknya setelah menghabiskan waktu seharian dengan Adam di luar. Ayah Shanum ini mengajaknya pergi ke taman bermain dan juga tempat lain yang dulu suka sekali mereka singgahi. Tak lupa makan bakso langganan yang menjadi kesukaan Shanum."Kamu senang sekolah di tempat barumu?" Tanya Farida."Senang, nek.""Disana pasti cuma orang-orang kaya yang bisa masuk. Nenek dengar biaya masuknya aja mahal.""Nggak tahu juga, nek." Untung saja Shanum tak perduli dengan hal seperti itu. Masih bisa bersekolah saja dia bersyukur."Nanti bilang sama ibumu, kalau lebaran mampir kesini ya.""Iya, nek."Shanum menjawab sembari bermain dengan Gibran. Anak kecil itu juga sudah masuk usia 4 tahun, tengah aktif-aktifnya."Shanum.. sini dulu."Shanum akhirnya menghentikan aktivitas bermainnya dan mendekat kepada Farida."Kenapa, nek?""Kamu nggak kangen sama nenek? Dari datang tadi kamu cuma main sama Gibran.""Kangen, nek.""Kenapa nggak meluk?"Sekejap Shanum tampak berpi

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 32

    Anggaplah, Rendra saat ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Nani. Sekarang tinggal bertanya pada ibunya sendiri. Takutnya perbedaan status ini membuat Suryani tak menyetujui hubungannya dengan Harum."Jadi kamu mau kepikiran untuk nikah? Mama nggak salah dengar, kan?" Suryani memastikan."Ya. Tapi wanita yang kusuka.. mungkin nggak sesuai ekspektasi mama.""Maksudmu? Dia bukan istri orang, kan?""Bukanlah, ma." Rendra tertawa pelan. "Tapi pernah jadi istri orang.""Janda maksudmu?"Mendengar intonasi suara Suryani, Rendra tiba-tiba jadi keringat dingin."Harum?""Eh!" Rendra terlonjak kaget. "Main nyebutin nama aja.. padahal aku belum kasih inisial ini loh.""Ya siapa lagi wanita yang buat kamu nggak bisa move on? Memang kamu pikir mama nggak curiga saat pertama kamu datang ke mama minta pekerjaan buat Harum? Terus kamu bilang minta mama untuk ajarin Harum jadi wanita mandiri?""Tapi saat itu aku belum ada rasa, ma. Koreksi. Harum masih jadi istri orang lain. Jadi aku nggak mau berh

  • Aku Tak Butuh Nafkah Darimu   Bab 31

    "Kamu mau kerja, dam?" Tanya Farida lembut saat melihat Adam sudah berpakaian rapi."Iya, bu.""Memang lukamu sudah sembuh?""Sudah. Nggak enak juga lama-lama izin. Lagian aku dapet kabar nggak enak dari kantor pagi ini.""Kabar apa itu?"Adam terdiam. Tak harusnya dia mengatakan hal itu pada ibunya. Terlebih kesehatan Farida sedang menurun."Bukan apa-apa."Farida tak bertanya lebih lanjut, Adam pun langsung pergi setelah berpamitan.Namun, yang terjadi di kantor tak lah mengenakkan. Peraturan baru dari Pemerintah yang mengatakan untuk menghapus tenaga honorer sepertinya akan direalisasikan. Apalagi nama Adam termasuk pegawai honor di kantor ini.Rencananya, posisi Adam akan digantikan oleh pegawai negeri yang baru dilantik. Sementara pegawai honor akan diputus kontrak dengan pilihan memang tidak bisa lanjut kerja lagi selamanya atau akan ikut tes pegawai negeri mengisi posisi di tempat lain. Sayangnya, Adam tak dapat mengikuti tes karena latar pendidikannya saat ini tak diperlukan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status