Share

Bab 9

Author: Wowo
Tiga tahun kemudian.

Sebagai seorang pemenang penghargaan, aku menghadiri Festival Film Dokumenter Dunia.

Film dokumenter yang kubuat menceritakan kisah para perempuan yang terlupakan di berbagai belahan dunia.

Mulai dari para janda di Pulau Tiora hingga para pengungsi di luar negeri, dari para istri korban kekerasan dalam rumah tangga, hingga gadis-gadis yang menjadi korban perdagangan manusia.

Dalam pidato pemberian penghargaan itu, dikatakan, “Dia menggunakan lensa kameranya untuk memperjuang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 10

    EpilogSurat Terakhir Orlando.Surat itu disembunyikan Orlando di dalam map dokumen yang dia serahkan kepada pengacaranya, dengan instruksi agar surat itu baru diberikan kepadaku setelah dia dikremasi.Sesuai permintaannya tersebut, seminggu setelah pemakaman Orlando, pengacara itu mengantarkan surat yang tidak beramplop dan hanya diikat dengan pita hitam itu kepadaku.Saat aku membuka surat itu, hujan gerimis turun di luar jendela, persis seperti malam bertahun-tahun lalu, ketika ibuku menghilang.Aku membaca surat itu kata demi kata. Jariku dengan lembut menyentuh tanda tangan di ujung lembaran surat itu. Tanda tangan yang dahulu pernah membuat hatiku berdebar, tetapi kemudian menghancurkan hatiku.[Elena.][Kalau kamu membaca surat ini, itu artinya aku sudah nggak ada.][Aku nggak minta pengampunanmu.][Aku cuma ingin memberitahumu beberapa hal.][Pertama, aku sudah pergi menjenguk bayi kita. Lahan pemakaman itu dulunya atas namaku, tapi sekarang aku sudah memindahkannya atas namamu

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 9

    Tiga tahun kemudian.Sebagai seorang pemenang penghargaan, aku menghadiri Festival Film Dokumenter Dunia.Film dokumenter yang kubuat menceritakan kisah para perempuan yang terlupakan di berbagai belahan dunia.Mulai dari para janda di Pulau Tiora hingga para pengungsi di luar negeri, dari para istri korban kekerasan dalam rumah tangga, hingga gadis-gadis yang menjadi korban perdagangan manusia.Dalam pidato pemberian penghargaan itu, dikatakan, “Dia menggunakan lensa kameranya untuk memperjuangkan aspirasi mereka yang tertindas dan nggak berdaya.”Aku berdiri di atas panggung dan berkata, “Dulu aku juga orang yang tertindas dan nggak berdaya. Tapi, sekarang, aku nggak lagi seperti itu. Aku berharap ke depannya bisa terus memperjuangkan aspirasi lebih banyak perempuan.”Setelah upacara pemberian penghargaan selesai ….Aku kembali melayani para penggemar yang datang memberikan ucapan selamat dengan memberikan tanda tangan satu persatu kepada mereka.Selama tiga tahun ini, aku terus mend

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 8

    Keesokan harinya, aku pergi menghadiri pernikahan sahabatku.Sahabatku itu adalah teman baikku sejak SMA.Dahulu, ketika seisi kelas dihasut oleh Clarissa untuk merundungku dan mengucilkan diriku, hanya dia satu-satunya orang yang mau berteman denganku.Selama dua hari sejak pulang ke negara ini, aku juga mendengar dari berbagai pihak mengenai nasib Clarissa beserta ibu dan ayahnya.Sahabatku itu menceritakannya kepadaku.Enam bulan lalu, aku menghilang di hari pernikahan.Setelah Orlando mengetahui yang sebenarnya, dia merusak wajah Clarissa.Sementara, ibu dan ayah Clarissa masih sempat berusaha membuat keributan.Akan tetapi, Orlando sama sekali tidak memberi mereka kesempatan. Dia langsung membuat mereka menghilang dari kota ini.Setelah menceritakan semua itu, sahabatku menghela napas, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, “Makanya, orang nggak boleh berbuat jahat. Lihat kan, sudah pada kena karmanya.”Aku tersenyum, mencicipi kue mousse dan menyetujui kata-katanya.“Itu benar.”Me

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 7

    Enam bulan kemudian.Aku duduk di kediaman Klan Brighton di Pulau Tiora dan memandangi laut antarbenua yang berwarna biru.Selama setengah tahun ini, Tuan Ronan memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri.Semua orang di klan memanggilku “Nona”.Di sini, aku sudah mempelajari aturan dan cara bertindak orang Pulau Tiora, juga belajar bagaimana cara melindungi diri sendiri di dunia ini.Yang lebih penting lagi, aku sudah belajar untuk melepaskan.Aku mulai membuat film dokumenter.Karya pertamaku menceritakan tentang seorang wanita di Pulau Tiora, yang sudah bertahun-tahun mengalami kekerasan dalam rumah tangga.Akhirnya, dia membunuh suaminya dan mendekam di penjara selama sepuluh tahun.Pada hari dia dibebaskan, dia berkata, “Akhirnya aku bebas.”Aku menangis di balik lensa kamera.Itu karena aku tahu, bahwa akhirnya aku juga bebas.Menjelang senja, aku kembali ke kamarku dan menerima telepon dari Tuan Ronan.“Elena, hari peringatan kematian ibumu sudah dekat. Kamu harus pulang unt

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 6

    Ibu Clarissa yang berada di samping langsung marah besar dan berteriak histeris, “Hentikan! Lepaskan anakku, dasar kalian para pembunuh! Clarissa sama sekali nggak salah! Yang mencelakai Elena itu jelas-jelas kalian berdua! Apa hubungannya dengan kami?”Mendengar itu, Orlando menggigil, lalu mengangguk sambil tersenyum getir.“Benar. Yang selama ini menindas Elena memang kami berdua, para bajingan ini!”Orlando teringat hari itu di kediaman, saat dia mendorong Elena hingga jatuh tersungkur ke tanah.Sebuah peluru menembus perut Elena.Saat Elena terjatuh, pandangan mata Elena masih menatap ke arahnya.Namun, dia bahkan tidak menoleh sedikit pun.Kilatan kekejaman yang begitu menakutkan tiba-tiba melintas di mata Orlando.Dia menghubungi dewan klan melalui saluran telepon yang terenkripsi.Tiga hari kemudian, dewan klan mengadakan rapat tertutup.Orlando menyerahkan seluruh bukti yang ada di dalam flashdisk.Catatan di sekolah gereja, dokumen pembukuan palsu, hingga rekaman percakapan k

  • Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat   Bab 5

    Terutama ibu Clarissa, yang sedang mencemooh dengan nada sinis itu, “Clarissa kesayangan kita ini memang pintar. Pura-pura sakit dan mempermainkan si bodoh Orlando itu habis-habisan.”“Hahaha, dia itu bos mafia, tapi nggak bisa bedakan mana surat keterangan medis yang asli dan mana yang palsu.”Ibu Clarissa berbicara dengan nada suara yang begitu ketus dan tajam.Sambil berkata seperti itu, ibu Clarissa saling bertukar pandang dengan suaminya, lalu mencibir meremehkan.“Orlando sendiri juga pria rendahan. Dia menyia-nyiakan Elena yang sudah menyukainya selama 12 tahun dan malah nggak bisa lepas dari putriku.”“Ck ck, memang anakku yang paling memikat.”Ayah Clarissa pun menyesap anggur merahnya, lalu berkomentar dengan nada sombong, “Gadis bernama Elena itu nasibnya sial, sama seperti ibunya. Orang rendahan yang nggak ditakdirkan untuk menikmati hidup mewah.”“Dulu, kalau ibunya patuh dan menyerahkan uang itu, dia nggak akan sampai disiksa hingga melompat dari gedung. Kita juga nggak p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status