Short
Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat

Aku Tak Sudi Menerima Cinta yang Datang Terlambat

By:  WowoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
5.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Menjelang pernikahan kami, tunanganku, Tuan Orlando Leonard, bos mafia termuda di seluruh Pesisir Timur, malah melangsungkan upacara pernikahan dengan adik tiriku di gereja. Orlando berkata, “Sesuai dengan aturan mafia, cuma dia yang sudah melakukan upacara pernikahan denganku dan diberkati oleh seluruh anggota klan, yang akan menjadi istriku yang sebenarnya.” “Jadi, meski kakakmu, Elena, mengandung anakku, dia tetaplah wanita simpanan.” Di tengah berkat dari pastor, mereka saling bertukar cincin kawin. Sementara, aku berdiri di luar gereja, melihat Orlando mencium wanita lain di tengah guyuran hujan, dengan wajah pucat pasi. Dari usia 16 sampai 28 tahun, aku sudah mencintai Orlando selama 12 tahun. Namun, di hatinya selamanya hanya ada Clarissa, adik tiriku dan sama sekali tidak ada tempat bagiku. Jika sudah seperti itu, aku pun melepaskannya. Setelah itu, aku pergi ke luar negeri. Aku hanya meninggalkan surat pernyataan pembatalan pertunangan dan hadiah perpisahan untuk Orlando. Namun, entah mengapa, Orlando yang selalu merendahkanku selama ini …. Rambutnya tiba-tiba saja menjadi memutih dalam semalam.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku berdiri begitu saja di tengah hujan dan menatap tunanganku, Orlando Leonard, tanpa suara.

Melihatnya memasangkan sendiri cincin kawin di jari Clarissa.

Clarissa mengenakan gaun pengantin yang dirancang khusus. Dia tersenyum begitu anggun dan memesona.

Begitu cincin itu terpasang, Orlando tidak sabar untuk menarik Clarissa ke dalam pelukannya.

Di sekeliling kami, para anggota keluarga serta orang-orang yang selama ini kukenal sebagai teman, semuanya bersorak-sorai.

Mereka berciuman selama hampir sepuluh menit. Setelah Clarissa hampir tidak bisa berdiri karena kakinya lemas, barulah Orlando melepaskannya dengan napas terengah-engah.

Air hujan menetes dari ujung rambutku dan mengaburkan pandanganku.

Akan tetapi, aku masih bisa melihat dengan jelas bahwa pria itu, pria yang sudah kucintai selama 12 tahun penuh, sedang mencium wanita yang pernah merundungku.

Kenangan itu membanjiri pikiranku seperti gelombang pasang.

Aku pertama kali bertemu Orlando, ketika aku berusia 16 tahun.

Orlando adalah putra rekan bisnis ayahku. Meski baru berusia 18 tahun, Orlando sudah memancarkan aura sebagai pewaris mafia.

Hari itu, ketika Ayah hendak kembali memukulku, Orlando menghalangi di depanku, sehingga lengannya terluka oleh pecahan botol anggur dan meninggalkan luka yang panjang.

Darah mengalir menuruni lengannya, tetapi Orlando hanya menoleh ke arahku dan berkata, "Jangan takut."

Tidak seorang pun yang ingat hari ulang tahunku yang ke-18.

Hanya Orlando yang tanpa suara, tetap menemaniku sepanjang malam.

Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya memakaikan jasnya di bahuku.

Saat fajar menyingsing, Orlando berkata, "Elena, mulai sekarang, aku yang akan melindungimu."

Aku lulus kuliah di usia 22 tahun.

Orlando muncul di barisan paling belakang auditorium, sambil memegang seikat mawar putih di tangannya.

Dia lalu berkata, "Aku menyukaimu, jadilah pacarku. Mulai sekarang, aku akan melindungimu."

Awalnya, aku mengira dia mencintaiku.

Tapi ternyata, semua itu hanya angan-anganku belaka.

Clarissa melemparkan buket bunganya.

Semua orang maju, ingin menangkap buket bunga tersebut.

Baru pada saat itulah aku menyadari bahwa ternyata anggota keluargaku juga ada di sana.

Sementara itu, adik kandungku, Michael, yang dahulu pernah kulindungi dengan nyawaku sendiri, saat ini tengah berdiri di samping sambil tersenyum. Mata dan hatinya tertuju sepenuhnya pada Clarissa yang dahulu pernah menganiaya dirinya.

Michael sudah lupa bahwa bertahun-tahun yang lalu, kami berdua, hampir disiksa sampai mati oleh Clarissa dan ibunya.

Aku masih ingat, saat Clarissa dan ibunya pertama kali datang ke rumah kami, usiaku saat itu baru sepuluh tahun.

Di depan Ayah, mereka bersikap lembut dan penuh perhatian kepada kami. Namun, begitu Ayah pergi, mereka mengurung kami di ruang bawah tanah. Saat Michael demam, aku memohon agar mereka memberikan obat, tetapi ibu Clarissa menendang dadaku dengan keras. "Ibu kalian sudah mati, kenapa kalian nggak ikut mati saja?"

Clarissa berdiri di samping dan tersenyum manis. "Kakak, jangan salahkan ibuku. Kamu sendiri yang nggak patuh."

Kemudian, Michael terjatuh dalam sebuah pertengkaran dan mengalami cedera kepala, sehingga menyebabkan dirinya hilang ingatan.

Padahal, jelas-jelas Clarissa yang mendorongnya. Namun, wanita itu malah menangis dan mengatakan bahwa aku yang tidak sengaja melakukannya.

Setelah Michael sadar, dia hanya mengingat masa sebulan saat Clarissa merawatnya dan sejak saat itu, Michael sangat setia kepada wanita itu.

Semua itu sudah pernah kuceritakan kepada Orlando.

Akan tetapi, Orlando malah menganggap aku berbohong.

…

"Selamat menempuh hidup baru untuk kedua mempelai!"

Michael dan yang lainnya berteriak secara serempak.

Begitu dia selesai berbicara, seseorang menyalakan kembang api di luar gereja.

Di tengah kembang api yang memenuhi langit, Orlando langsung mengangkat tubuh Clarissa ke dalam gendongannya.

Sorak sorai pun bergema, memekakkan telinga.

Aku berdiri di tengah hujan gerimis, merasa begitu putus asa hingga sesak napas.

Aku mengangkat tangan dan menelepon Michael.

Adik kandung yang dahulu pernah bersumpah akan selalu menemaniku itu, begitu melihat layar ponselnya, langsung menutup telepon begitu saja.

Aku tidak berhenti dan terus menghubungi Orlando.

Begitu melihat itu adalah telepon dariku, raut wajah Orlando langsung menjadi dingin.

Awalnya, Orlando hendak menutup teleponku. Namun, setelah Clarissa membisikkan sesuatu di telinganya, barulah Orlando menjawab teleponku dengan rasa tidak sabar.

Aku bertanya dengan suara pelan, “Kamu di mana?”

Orlando mencemooh di depan semua orang.

“Mau mengecek keberadaanku lagi? Sedang hamil pun kamu masih nggak bisa diam? Elena, apa kamu segitu butuhnya sama laki-laki?”

“Apa kamu memang nggak bisa hidup tanpa laki-laki?”

“Sudah kubilang sejak awal, aku bersama Clarissa karena ada urusan bisnis klan yang harus dibicarakan! Cuma wanita berpikiran kotor sepertimu yang selalu mengaitkan pekerjaan dengan hubungan asmara!”

Kata-kata yang kasar itu langsung menusuk seperti pisau.

Akan tetapi, sedikit harapan terakhir di hatiku membuatku tetap berbicara dengan suara terisak, “Tapi Orlando, hari ini, hari ulang tahunku ….”

Orlando pernah berjanji kepadaku, apa pun yang terjadi, dia akan menemaniku merayakan ulang tahunku.

Itulah sebabnya, meskipun sekarang dia berada 100 kilometer dariku, aku tetap berganti-ganti kendaraan beberapa kali, lalu berjalan kaki sejauh dua kilometer di bawah guyuran hujan, demi bisa menemuinya.

Orlando seperti baru mengingat hal itu.

Suasana di ujung telepon menjadi hening selama beberapa saat.

Sebelum Orlando bisa angkat bicara, ponselnya langsung dirampas begitu saja oleh Michael.

“Elena, bisa nggak sih kamu berhenti merendahkan dirimu sendiri?”

“Kamu pikir, semua orang hobi bikin drama kayak kamu?”

“Aku sarankan, berhentilah bikin ulah! Kalau urusan penting kami sampai kacau, apa kamu sanggup menanggung akibatnya?”

“Lagian, bisa nggak sih jangan terus-terusan berbuat bodoh dan nyusahin orang lain buat membereskan kekacauan yang udah kamu bikin?”

Setelah berkata seperti itu, Michael langsung menutup teleponnya.

Clarissa bersandar di pelukan Orlando dan tersenyum lembut.

Wanita itu mengulurkan tangannya dan membelai kepala Michael.

“Sudahlah, kalian kan tahu sendiri orang seperti apa Elena itu.”

“Hari ini, hari terpenting dalam hidupku. Anak baik, bersenang-senanglah.”

Hanya dengan kalimat itu, Michael langsung terdiam.

Orang-orang itu lalu berjalan menuju kediaman dengan gembira.

Setelah keramaian itu mereda, di tengah kegelapan malam yang sunyi, hanya tersisa aku seorang diri.

Aku bagaikan sampah yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Aku menyeka air mata terakhirku. Lalu, aku berbalik dan melangkah pergi.

Hati yang tidak bisa kululuhkan meski sudah kujaga dengan kesabaran dan ketulusan selama 12 tahun ….

Aku sudah tidak lagi menginginkannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Nisrina Fitria Munfarida
Nisrina Fitria Munfarida
bagus sekali
2026-10-13 09:06:39
0
0
rika widiya1419
rika widiya1419
aku gk tau adiknya kabar nya gmn stelah 3 thn ...aku tau sih ini cerpen tp cpet bgt kejadianya ky cm seminggu doang, aku baca lgsung masuk intinya dar der dor, ml mati nyesel tamat
2026-10-10 18:31:44
0
0
Rania Humaira
Rania Humaira
masih sama dengan ceroen2 terdahulu. tentang seorang wanita goblok,dungu dan sangat pantas dianggap sampah krn terlalu bergantung sama cinta. seperti apapun penolakan yg ada tetap membuatnya bertahan sekalipun nyawa taruhannya. anjing saja lebih berharga dari wanita kayak begini. butuh nyawa yg diri
2026-10-11 14:02:37
0
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status