MasukMenjelang pernikahan kami, tunanganku, Tuan Orlando Leonard, bos mafia termuda di seluruh Pesisir Timur, malah melangsungkan upacara pernikahan dengan adik tiriku di gereja. Orlando berkata, “Sesuai dengan aturan mafia, cuma dia yang sudah melakukan upacara pernikahan denganku dan diberkati oleh seluruh anggota klan, yang akan menjadi istriku yang sebenarnya.” “Jadi, meski kakakmu, Elena, mengandung anakku, dia tetaplah wanita simpanan.” Di tengah berkat dari pastor, mereka saling bertukar cincin kawin. Sementara, aku berdiri di luar gereja, melihat Orlando mencium wanita lain di tengah guyuran hujan, dengan wajah pucat pasi. Dari usia 16 sampai 28 tahun, aku sudah mencintai Orlando selama 12 tahun. Namun, di hatinya selamanya hanya ada Clarissa, adik tiriku dan sama sekali tidak ada tempat bagiku. Jika sudah seperti itu, aku pun melepaskannya. Setelah itu, aku pergi ke luar negeri. Aku hanya meninggalkan surat pernyataan pembatalan pertunangan dan hadiah perpisahan untuk Orlando. Namun, entah mengapa, Orlando yang selalu merendahkanku selama ini …. Rambutnya tiba-tiba saja menjadi memutih dalam semalam.
Lihat lebih banyakEpilogSurat Terakhir Orlando.Surat itu disembunyikan Orlando di dalam map dokumen yang dia serahkan kepada pengacaranya, dengan instruksi agar surat itu baru diberikan kepadaku setelah dia dikremasi.Sesuai permintaannya tersebut, seminggu setelah pemakaman Orlando, pengacara itu mengantarkan surat yang tidak beramplop dan hanya diikat dengan pita hitam itu kepadaku.Saat aku membuka surat itu, hujan gerimis turun di luar jendela, persis seperti malam bertahun-tahun lalu, ketika ibuku menghilang.Aku membaca surat itu kata demi kata. Jariku dengan lembut menyentuh tanda tangan di ujung lembaran surat itu. Tanda tangan yang dahulu pernah membuat hatiku berdebar, tetapi kemudian menghancurkan hatiku.[Elena.][Kalau kamu membaca surat ini, itu artinya aku sudah nggak ada.][Aku nggak minta pengampunanmu.][Aku cuma ingin memberitahumu beberapa hal.][Pertama, aku sudah pergi menjenguk bayi kita. Lahan pemakaman itu dulunya atas namaku, tapi sekarang aku sudah memindahkannya atas namamu
Tiga tahun kemudian.Sebagai seorang pemenang penghargaan, aku menghadiri Festival Film Dokumenter Dunia.Film dokumenter yang kubuat menceritakan kisah para perempuan yang terlupakan di berbagai belahan dunia.Mulai dari para janda di Pulau Tiora hingga para pengungsi di luar negeri, dari para istri korban kekerasan dalam rumah tangga, hingga gadis-gadis yang menjadi korban perdagangan manusia.Dalam pidato pemberian penghargaan itu, dikatakan, “Dia menggunakan lensa kameranya untuk memperjuangkan aspirasi mereka yang tertindas dan nggak berdaya.”Aku berdiri di atas panggung dan berkata, “Dulu aku juga orang yang tertindas dan nggak berdaya. Tapi, sekarang, aku nggak lagi seperti itu. Aku berharap ke depannya bisa terus memperjuangkan aspirasi lebih banyak perempuan.”Setelah upacara pemberian penghargaan selesai ….Aku kembali melayani para penggemar yang datang memberikan ucapan selamat dengan memberikan tanda tangan satu persatu kepada mereka.Selama tiga tahun ini, aku terus mend
Keesokan harinya, aku pergi menghadiri pernikahan sahabatku.Sahabatku itu adalah teman baikku sejak SMA.Dahulu, ketika seisi kelas dihasut oleh Clarissa untuk merundungku dan mengucilkan diriku, hanya dia satu-satunya orang yang mau berteman denganku.Selama dua hari sejak pulang ke negara ini, aku juga mendengar dari berbagai pihak mengenai nasib Clarissa beserta ibu dan ayahnya.Sahabatku itu menceritakannya kepadaku.Enam bulan lalu, aku menghilang di hari pernikahan.Setelah Orlando mengetahui yang sebenarnya, dia merusak wajah Clarissa.Sementara, ibu dan ayah Clarissa masih sempat berusaha membuat keributan.Akan tetapi, Orlando sama sekali tidak memberi mereka kesempatan. Dia langsung membuat mereka menghilang dari kota ini.Setelah menceritakan semua itu, sahabatku menghela napas, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, “Makanya, orang nggak boleh berbuat jahat. Lihat kan, sudah pada kena karmanya.”Aku tersenyum, mencicipi kue mousse dan menyetujui kata-katanya.“Itu benar.”Me
Enam bulan kemudian.Aku duduk di kediaman Klan Brighton di Pulau Tiora dan memandangi laut antarbenua yang berwarna biru.Selama setengah tahun ini, Tuan Ronan memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri.Semua orang di klan memanggilku “Nona”.Di sini, aku sudah mempelajari aturan dan cara bertindak orang Pulau Tiora, juga belajar bagaimana cara melindungi diri sendiri di dunia ini.Yang lebih penting lagi, aku sudah belajar untuk melepaskan.Aku mulai membuat film dokumenter.Karya pertamaku menceritakan tentang seorang wanita di Pulau Tiora, yang sudah bertahun-tahun mengalami kekerasan dalam rumah tangga.Akhirnya, dia membunuh suaminya dan mendekam di penjara selama sepuluh tahun.Pada hari dia dibebaskan, dia berkata, “Akhirnya aku bebas.”Aku menangis di balik lensa kamera.Itu karena aku tahu, bahwa akhirnya aku juga bebas.Menjelang senja, aku kembali ke kamarku dan menerima telepon dari Tuan Ronan.“Elena, hari peringatan kematian ibumu sudah dekat. Kamu harus pulang unt


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.