Compartilhar

Part 56

last update Data de publicação: 2026-05-15 11:51:02

Aroma rumah sakit yang khas menusuk indra penciuman Zivanya saat ia berdiri mematung di sudut ruang instalasi gawat darurat. Matanya tidak sedetik pun beralih dari sosok yang terbaring di atas bed rumah sakit. Kaivan kini tampak ringkih di bawah sorot lampu neon yang dingin.

​Dokter jaga sedang membersihkan robekan di rahang Kaivan. Zivanya berjengit kecil setiap kali kapas berlumur cairan steril menyentuh luka Kaivan, seolah rasa perih yang dirasakan Kaivan menjalar ke kulitnya sendiri. Ia m
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Santyka Zaina
ah jd males lanjutin bca nya,, ilfil sma sikap ny ziva.
goodnovel comment avatar
raleena
saling cinta ya lama2 kalian berdua. cowo spek dajjal macem ari ga pantes bahagia. semoga kai dan ziva bisa bersama menemukan kebahagiannya ya thor
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
dari pacar pura pura jadi cinta yang nyata ya Thor..
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 324

    Semakin mendekati hari pernikahan Zivanya, Zelena menjaga Ariyan extra ketat. Ia selalu berada di dekat putranya itu agar tidak lolos menemui Zivanya. Ia juga menyibukkan Ariyan di Kaisar Fitness agar tidak terus mengingat Zivanya. Sejak tadi pagi handphone Zelena terus berdering, yang akhirnya ia silent-kan. Panggilan telepon hingga pesan datang dari Seruni yang terus menanyakan kesediaan Ariyan dan apa Zelena sudah membujuk Zivanya. Dari tempatnya duduk, Zelena memerhatikan putranya. Tampak olehnya Ariyan sedang sibuk memandu seorang klien secara langsung. Kaus hitam yang membalut tubuh tegapnya sedikit basah oleh keringat, raut wajahnya fokus dan serius seolah tidak ada beban lain yang mengganggu pikirannya. Zelena terus membebani Ariyan dengan jadwal pelatihan di tempat fitness ini, semata-mata agar pikiran Ariyan teralihkan dan tidak terus-terusan memikirkan Zivanya. Ponsel Zelena yang tergeletak di atas meja kembali menyala terang, menampilkan nama yang tidak asing. Untuk pu

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 323

    Malam kian larut. Jarum jam baru saja melewati angka dua dini hari. Zivanya merapatkan selimut yang dibawakan Syabila ke bahunya. Tadi setelah bertengkar dengan Seruni akhirnya ia kembali ke rumah sakit. Semua demi sang ayah. Kalau saja tidak ingat kesehatan Abi, Zivanya tidak akan sudi kembali lagi ke sana.Seruni tampak sudah jauh lebih tenang usai meluapkan tangis dan desakannya pada Zelena di telepon. Seruni percaya penuh bahwa Zelena yang teramat menyayangi Zivanya pasti sanggup membujuk Ariyan dan membuat Zivanya tidak berkutik. Bagi Seruni, masalah ini dianggap selesai. Ia tinggal menunggu besok pagi."Kak Ziva, tidur sebentar yuk. Kakak dari sore belum makan, belum istirahat sama sekali," bujuk Syabila lembut seraya mengusap jemari Zivanya yang sedingin es."Aku nggak bisa tidur. Baru satu detik nutup mata rasanya kayak mau tenggelam.”"Jangan dipikirin omongan Mami tadi ya, Kak,” bujuk Syabila prihatin. Ia tahu betul betapa dalamnya luka yang digoreskan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 322

    “Siapa yang nelepon, Ma?”“Seruni.” Zelena menjawab sambil mengunci layar handphone.“Tumben? Bukannya dia lagi sibuk nyiapin pernikahan Ziva?”Embusan napas panjang meluncur dari bibir Zelena sebelum menceritakan detail kejadiannya pada Jeandra.“Harusnya sih begitu. Tapi Ziva nggak jadi nikah.”“Kenapa?”Kaivan selingkuh,” jawab Zelena lirih dengan perasaan sedih dan kasihan. Ia bisa membayangkan betapa hancurnya hati Zivanya saat ini. “Kata siapa?”“Bukan kata siapa, Pa. Tapi Ziva yang melihat sendiri. Tapi yang lebih parah bukan cuma itu. Pak Abi kumat jantungnya setelah tahu.”“Terus gimana keadaannya sekarang?”“Masih di rumah sakit,” jawab Zelena. Ia menatap suaminya dengan pandangan ragu, menimbang-nimbang apakah harus menyampaikan permintaan gila dari Seruni atau tidak.Jeandra yang sudah hafal segala macam gestur dan ekspresi istrinya pun bertanya, “Pasti ada hal lain kan? Nggak mungkin Seruni cuma telepon buat ngabarin Ziva bat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 321

    Seruni benar-benar menghubungi Zelena saat itu juga. Panggilan langsung tersambung. Tetapi ia harus menunggu cukup lama sampai Zelena menjawabnya.“Zel, tolongin aku, Zel.” Seruni langsung menangis bahkan sebelum Zelena mengucapkan halo. Tentu saja Zelena terkejut mendengarnya. Seharusnya saat ini Seruni sedang sibuk dan berbahagia menyambut pernikahan putrinya.“Kenapa, Runi? Ada masalah apa?”"Papinya Ziva, Zel. Papinya Ziva,” jawab Seruni terisak. “Kenapa papinya Ziva?” Zelena ikut panik mendengarnya.“Papinya Ziva jantungnya kumat. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk!" ratap Seruni histeris, membuat Syabila yang berada di dekatnya hanya bisa menghela napas, tidak sanggup lagi menyaksikan tingkah sang ibu."Astaga, Pak Abi. Terus sekarang gimana keadaannya, Run? Dirawat di rumah sakit mana? Terus Ziva gimana? Ya Tuhan, Ziva...""Ini gara-gara Kaivan bajingan itu. Dia selingkuh! Pernikahan Ziva tiga hari lagi batal t

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 320

    Zivanya refleks berdiri dari duduknya mendengar ide gila sang mami. Tentu saja perempuan berwajah manis melankolis itu syok mendengarnya. “Mami udah gila atau gimana?” cecarnya marah. Ia sama sekali tidak menyangka maminya akan memberi solusi konyol seperti ini. Ditatapnya Seruni dengan tatapan tidak percaya. “Aku baru aja diselingkuhin Kaivan, Mi. Aku lagi terluka. Dan Papi lagi bertaruh nyawa di dalam sana. Kenapa Mami malah kepikiran hal sekonyol ini?” Seruni ikut berdiri dengan terburu-buru dan membeberkan alasannya. "Mami nggak gila, Ziva. Mami justru mikirin keselamatan Papi kamu. Jantung Papi kumat sampai nggak sadar gara-gara syok mendengar kelakuan laki-laki brengsek itu. Kamu pikir kalau Papi bangun nanti dan tahu acaranya tiga beneran batal total, keluarga kita jadi bahan cemoohan, dan kamu jadi olok-olokan, jantungnya bakal kuat menahan syok untuk kedua kali? Papi kamu bisa lewat, Ziva!" "Tapi bukan berarti harus numbalin aku ke Ariyan, Mi!" balas Ziv

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 319

    Kaivan membiarkan dirinya dihina, ditampar dan dimaki-maki. Ia memang berhak menerima ini dan diperlakukan seperti sampah oleh wanita yang hampir menjadi ibu mertuanya itu. Rasa panas menyengat di kedua pipinya, perih di rahangnya, sama sekali tidak ia hiraukan. Rasa sakit fisik itu tidak ada seujung kuku dibanding perasaan malu dan sakit hati yang ditanggung Zivanya dan keluarganya. "Tante, pukul saja saya lagi. Silakan tampar saya kalau itu bisa mengurangi sedikit saja rasa sakit hati Tante.” "Kamu pikir tamparan saya bisa membayar nyawa suami saya, hah?!" jerit Seruni keras. Wanita itu hendak kembali mengayunkan tangannya, tetapi dua orang petugas keamanan rumah sakit yang berlari cepat dari ujung lorong langsung menahan tubuh Seruni secara sigap. "Ibu, mohon tenang, Bu. Jangan buat keributan di sini," kata salah satu satpam. Syabila dengan cepat ikut merangkul tubuh ibunya dari samping. "Mami, udah, Mi. Aku mohon jangan bikin kehebohan di sini. Kasihan Papi di dalam.” Seruni

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status