Share

Bab 1420

Author: Erlina
Naomi menatap Caden dengan ragu, lalu berkata lagi, “Kalau kamu senggang, ikutlah bersama kami. Kalau sibuk, kamu selesaikan saja pekerjaanmu. Lagian, kami juga nggak akan pergi lama. Begitu liburan berakhir, kami akan kembali.”

Caden mengangguk. “Aku coba periksa kerjaanku lagi nanti. Kapan Ayah mau berangkat?”

“Besok.”

“Aku akan siapkan pesawat pribadinya.”

“Oke.”

Sambil mengobrol, sepasang suami istri ini pun tiba di Happy Bar. Begitu masuk, mereka bagaikan sudah datang di dunia yang baru. Keadaan di luar dan dalam bar terasa bagaikan 2 dunia yang berbeda.

Di luar, suasananya sangat tenang. Tempatnya juga terkesan sederhana dan misterius. Di dalam, para pria tampan serta wanita cantik sedang menari dan bersenang-senang. Hari ini, Happy Bar tidak dibuka untuk umum. Jadi, semua orang yang sedang bersenang-senang di dalam adalah teman-teman Caden dan Dylan atau teman dari teman mereka.

Demi merayakan ulang tahun Caden, Dylan sangat royal dan menanggung semua pengeluaran hari ini. Dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2447

    Di ruang baca lantai atas.Anak-anak masih sedang meneliti orang aneh di Gunung Giana. Jayden duduk di depan rangka lukisan sembari memegang pensil. Hayden yang berdiri di samping mendeskripsikannya. Braden dan Rayden pun menunggu hasil dengan tenang.“Bukan, ada yang salah dengan bagian ini. Alisnya sepertinya lebih tebal, matanya ….”Berhubung orang itu menutup wajahnya dengan masker, Hayden juga tidak bisa mendeskripsikan kelima indra dengan sempurna. Dia hanya bisa mendeskripsikan alis dan matanya saja.Hayden dan Jayden telah sibuk selama beberapa saat. Setelah merevisi berkali-kali, akhirnya terjadi hasil akhirnya!“Iya, dia orangnya! Penampilannya seperti ini!”Braden dan Rayden menatap lukisan itu.Hayden bertanya dengan girang, “Kak, apa kalian kenal siapa orang itu?”Braden dan Rayden menatap beberapa saat, lalu menggeleng secara serempak. “Nggak kenal dan nggak pernah bertemu.”Hayden merasa syok. “Apa kalian berdua nggak merasa familier dengannya?”“Nggak.”Hayden bertanya

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2446

    Braden, Hayden, Jayden, dan Rayden berlari kemari. “Mama, kita mainnya di lantai atas saja.”Naomi tidak tahu bahwa mereka sedang buru-buru ingin melukis gambar portrait. Dia pun mengangguk. “Pergi sana. Aku akan panggil kalian setelah makan malam selesai dimasak.”“Emm.” Anak-anak serempak meninggalkan halaman belakang, meninggalkan Baby bermain dengan Angel.Angel sedang melompat di atas rerumputan. Baby juga mengejar langkahnya. Caden dan Naomi sedang duduk di ayunan untuk melihat mereka.Caden bertanya dengan suara kecil, “Apa malam ini kamu benar-benar nggak pulang bersamaku?”Naomi membalas dengan pasti, “Emm.”Caden menarik tangan Naomi, lalu memainkannya. “Jadi, apa aku boleh tinggal di sini?”Naomi menggigit bibirnya. “Apa kamu merasa kamu bisa tinggal di sini?”“Bisa saja. Kamu dan anak-anak saja tinggal di sini. Bukannya akan sangat kasihan kalau aku pulang sendiri? Aku bisa tinggal di kamar tamu juga.”“Kalau begitu, kamu ngomong sama Papa saja.”“Aku … nggak berani. Kamu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2445

    Rayden bertanya, “Apa Hayden nggak bawa kamera mini ketika pergi ke pegunungan?”Hayden mengangkat pundaknya tanda tidak berdaya. “Aku lupa, tapi cara yang diusulkan Kak Braden tadi itu boleh juga. Suruh Jayden lukiskan sosok orang itu, nanti kita teliti bersama.”Raut wajah Jayden menjadi berkerut. “Tapi, aku nggak bawa pensil untuk melukis. Gimana dong?”Hayden berkata, “Kalau begitu, lukisnya di rumah saja. Kita juga nggak buru-buru.”Jayden mengangguk. “Emm.”…Saat ayah dan anak-anak kembali ke rumah, Joseph dan Maria sedang mempersiapkan makan malam di dapur.Begitu memasuki rumah, anak-anak menyapa mereka, “Kakek, Nenek!”Joseph yang mengenakan celemek itu berjalan keluar dapur sembari mengambil centongan di tangan. “Eh, kalian sudah pulang.”Jayden dan Baby berlari untuk memeluk pahanya. “Kakek masak apa?”“Semuanya makanan kesukaan kalian. Ada sayap ayam kesukaan Baby dan juga tumis daging kesukaan Jayden. Ada juga tumis cumi-cumi kesukaan Hayden, telur tomat kesukaan Braden,

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2444

    Braden berkata dengan serius, “Boleh-boleh saja meminjammu, tapi kamu mesti mengembalikannya! Kalau kamu nggak sanggup mengembalikannya di kemudian hari, kamu mesti menjamin dengan sesuatu.”Hayden segera mengangguk. “Nggak masalah!”Braden bertanya, “Kamu mau berapa?”Hayden berpikir sejenak. “Dua juta, deh!”Braden bertanya, “Dua … juta?”“Emm!”“Apa kamu yakin cuma dua juta?”“Yakin! Kenapa? Terlalu banyak atau sedikit?”Braden tidak berpikir kebanyakan. “Ya sudah dua juta saja. Aku akan pinjamkan kepadamu.”Hayden merasa sangat gembira. Dia terus mengangguk. “Kamu investasikan semuanya ke proyek barumu itu! Kak, berapa keuntungan yang bisa aku dapatkan dari uang dua juta?”Braden berterus terang, “Sekarang masih belum bisa disimpulkan.”Jayden berkata, “Kak, aku juga mau investasi.”Baby juga ikut meramaikan. “Kak Braden, aku juga mau investasi.”Braden mengangguk. “Boleh, kalian sebutkan saja angkanya. Aku akan mencatatnya. Nanti aku akan bagi dividen sesuai dengan nilai investasi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2443

    Menjelang pukul empat sore hari, Caden duluan menghubungi Naomi. “Istriku, tolong beri tahu Papa dan Mama untuk nggak usah jemput anak-anak di sekolah, biar aku saja yang jemput.”Naomi menyipitkan matanya sembari bertanya, “Memangnya kamu nggak sibuk?”“Emm, sudah selesai.”Naomi sengaja berkata, “Kamu sudah capek bekerja seharian, biar aku saja yang jemput.”Caden segera berkata, “Nggak usah! Aku searah juga! Lagi pula, tadi pagi aku juga sudah janji sama Baby untuk jemput dia pulang sekolah.”Tiba-tiba Naomi terdiam. Alhasil, Caden malah menjadi gugup.Hayden, Jayden, dan Baby juga ikut gugup ketika melihat Caden. Mereka semua menutup mulut kecil mereka lantaran takut akan mengeluarkan sedikit suara.Beberapa saat kemudian, Naomi berkata, “Baguslah kalau begitu, biar kamu pergi sana.”Caden terdiam. Hayden, Jayden, dan Baby juga terdiam. Mereka diam-diam menghela napas panjang.Naomi berkata, “Aku lagi di rumah Papa dan Mama. Kamu bisa bawa anak-anak ke sini untuk makan malam sebelu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2442

    Kedua bocah mengangguk secara bersamaan. “Emm, emm!”Caden menatap bayangan punggung mereka berdua. Setelah mereka memasuki roller coaster, Caden baru mengirim pesan singkat kepada Rayden. [ Rayden, apa kamu bisa angkat telepon saat ini? ]Caden tahu Rayden sedang menyelidiki master baru di dunia peretas. Caden tidak berani langsung menelepon Rayden, nantinya malah akan mengganggu waktunya.Hanya saja, tidak lama kemudian Rayden menelepon. Begitu panggilan diangkat, Rayden langsung bertanya, “Apa ketahuan sama Mama?”“Heh?” Terdengar nada cemas dari suara Rayden. “Apa Mama sadar kami ambil izin sendiri? Apa Mama marah? Apa Mama merasa nggak senang?”Caden terdiam.Anak-anak sangat mencintai Naomi. Apalagi Rayden adalah anak yang paling sensitif. Dia sangat mencintai ibunya. Memiliki keluarga yang utuh adalah impian terbesarnya. Dia sungguh berharap mereka sekeluarga bisa hidup gembira bersama.Itulah sebabnya Rayden sangat peduli dengan perasaan Naomi. Dia paling takut Naomi akan mara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status