Share

Bab 21

Penulis: Erlina
Jessica mendorong seluruh kesalahan ke diri Naomi, lalu memaki, “Dasar wanita jalang! Bukannya sembunyi, malah berani mondar-mandir di hadapanku! Apa dia nggak takut aku bakal bunuh dia?”

Brian membalas, “Jessica, dengar-dengar Caden juga lagi di rumah sakit. Menurutmu, apa dia datang untuk mencari Caden?”

Setelah mendengar ucapan pamannya, kedua mata Jessica spontan terbelalak lebar.

“Dasar wanita nggak tahu diri! Dia malah ingin goda Caden. Padahal Caden sudah bilang dia nggak suka sama cewek itu, tapi cewek itu malah nggak tahu diri, terus dekatin Caden! Paman, kamu bawa dia pergi dari rumah sakit, lalu beri pelajaran kepadanya! Hancurkan mukanya dulu, lalu suruh orang untuk hancurkan kesuciannya. Setelah puas, baru jual dia ke luar kota. Aku nggak ingin melihatnya untuk selamanya!”

Kedua mata Brian spontan berkilauan. Dia bisa menelepon Jessica juga demi menunggu jawaban ini. Dia takut setelah melecehkan wanita ini, nantinya Caden malah akan menyalahkannya. Jadi, dia ingin menjadi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (18)
goodnovel comment avatar
adeeehuang
Best cerita aku baru baca
goodnovel comment avatar
Budi Ramdani
makin kesini, ceritanya makin sedikit kenapa yach
goodnovel comment avatar
Liza
Best cerita nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2457

    Ekspresi Liman terlihat tenang. Dia tidak menjawab pertanyaan pria itu, melainkan hanya berkata, “Aku mau ngomong langsung sama Bos Eza.”Kening pria itu berkerut. Dia menatap Liman sejenak. “Kamu kembali istirahat di kamar dulu. Aku akan kabari kamu begitu ada kabar.”Liman mengangguk, lalu membalikkan tubuhnya berjalan pergi.Setelah asisten pria itu melihat Liman telah berjalan pergi, dia memasuki ruang tamu. “Bos, gimana Liman bisa tahu kamu bukan bos asli?”Kening si pria semakin berkerut saja. “Aku juga nggak tahu dari mana dia menyadarinya!”Asisten bertanya lagi, “Sebenarnya dia benar-benar tahu atau dia lagi menjebak kita?”Pria itu berkata dengan nada dingin, “Apa masih perlu ditanyakan lagi? Ekspresinya sudah sangat jelas! Dia benar-benar tahu rahasia kita!”Asisten berucap dengan kening berkerut, “Aku merasa dia cukup berbahaya, nggak disangka dia akan begitu mengerikan, dia bahkan tahu kamu lagi menyamar. Bos, sebenarnya siapa si Liman itu?”Pria itu menghela napas berat.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2456

    Caden tidak peduli jika para pengedar obat terlarang dendam terhadapnya. Lagi pula, setelah masalah Winston terekspos, mereka telah mengincar nyawanya. Satu-satunya yang membuat Caden tidak tenang atas masalah malam ini adalah Hayden ….Hayden masih kecil, tetapi telah menjadi incaran orang jahat! Namun setelah dipikir-pikir, semuanya juga bukan masalah. Dengan karakter Hayden yang pemberani dan benci dengan kejahatan itu, cepat atau lambat pasti akan konflik dengan orang-orang jahat itu.Anak-anak sangat berbakat. Mereka ditakdirkan tidak mungkin bisa hidup seperti orang biasa. Ada banyak misi di diri mereka masing-masing!Caden, Andrew, dan Steven akan semakin tua. Anak-anak juga akan tumbuh dewasa. Kelak, anak-anak mesti menanggung semuanya sendiri! Jadi, tidak masalah jika Hayden memiliki konflik dengan mereka.Putih berbaring di samping tubuh Hayden. Dia merasakan Caden terus menatap mereka. Ia mengangkat kepalanya menatap Caden dengan penasaran.Caden pun tersenyum. Dia pergi mel

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2455

    Setelah Hayden mengomel dengan kesalnya, dia mengirim pesan kepada Caden. [ Papa, Putih sudah menemukan tempat persembunyian mereka. Ada lima orang di dalam ruang makam dan ada banyak obat terlarang di dalamnya! ]Caden membalas. [ Aku sudah mengerti. Kamu dan Putih pulang dulu. Sisanya serahkan kepada pihak kepolisian saja. ]Hayden membalas dengan tidak rela. [ Oke. ]Setelah beberapa menit kemudian, Hayden telah kembali ke Vila Maison. Begitu melihat Caden, Braden, dan Rayden, dia pun mulai mengomel, “Kata Putih, mereka telah menumpuk banyak obat terlarang di dalam ruang makam. Kalau sampai obat-obatan itu beredar di Kota Jawhar, bukannya ada banyak orang yang akan celaka! Menjengkelkan sekali!”“Selain itu, mereka semua angkuh sekali. Mereka bahkan kepikiran untuk memberi pelajaran kepadaku dan Papa! Kalau bukan karena takut akan merusak rencana pihak kepolisian, aku pasti nggak akan melepaskan mereka!”Braden berkata, “Kamu memang bukan bermaksud, tapi mereka memang merasa waswas

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2454

    “Bos, gimana kalau kita sekalian habisi si Caden?”“Ada begitu banyak orang di pasar gelap yang ingin membeli nyawanya. Kita habisi dia saja. Kita juga bisa dapat pemasukan tambahan.”Anjas sedang menggantung rokok tebal di dalam mulutnya. Di tangannya pun terlihat sebuah cincin giok besar. Tatapannya kelihatan sangat meremehkan. “Nggak usah hiraukan dia dulu. Bos Eza sangat mementingkan transaksi kali ini. Kita bahas lagi setelah misi kali ini selesai.”Para bawahan segera mengangguk. Salah satu di antaranya berkata, “Ada lagi bocah tengik yang bernama Hayden itu. Dia juga mesti diberi sedikit pelajaran. Dia yang sudah membuatku takut selama ini!”“Bocah itu memang harus diberi pelajaran! Serahkan kepadaku. Aku akan biarkan dia merasakan apa yang dinamakan hidup bagai di neraka!”Anjas mengisap rokok. Tatapannya seketika kelihatan galak. “Kelak kita akan punya kesempatan untuk beri pelajaran kepadanya!”Hayden sedang berdiri di atas pohon sembari menggigit bibirnya. Para berengsek itu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2453

    Hayden diam-diam berjalan ke depan sejenak. Dia tidak berani sembarangan berjalan lagi. Ada anjing di dalam desa yang sedang menggonggong. Dia takut akan menghebohkan situasi.Hayden mengamati sekeliling. Dia menyadari ada sebatang pohon besar. Matanya seketika berkilauan. Dia segera memanjat ke atas pohon untuk mengamati. Dengan berdiri di ketinggian, dia pun bisa mengamati seluruh isi desa.Desa ini tidaklah besar, hanya terdiri dari belasan penghuni saja. Kebanyakan di antaranya sudah memadamkan lampu dan beristirahat, hanya tersisa sedikit rumah yang lampunya masih menyala.Tidak lama kemudian, tatapan Hayden tertuju pada suatu tempat, yaitu di sebuah rumah yang paling dekat dengan Gunung Giana.Lampu rumah itu bukan hanya sedang menyala saja. Ada banyak orang yang diam-diam menjaga di sekitarnya.Hayden tidak bertindak gegabah langsung menerobos untuk melakukan penyelidikan. Dia takut akan menghebohkan massa, nantinya malah akan merusak rencana mereka.Hayden membuka jam tangan pi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2452

    Anjas berkata, “Nggak usah cari lagi. Hubungi Shian, suruh dia langsung ambil barang di sini malam ini juga!”Bawahan merasa syok. “Malam ini?”“Emm! Biar kita nggak hidup dalam rasa waswas terus. Lagi pula, kita juga nggak perlu cari tempat baru untuk menyembunyikan barang transaksi malam ini.”“Tapi ….” Bawahan merasa cemas. “Kalau mengubah jam dan lokasi transaksi secara tiba-tiba, sepertinya Shian akan merasa curiga, belum pasti dia akan bekerja sama dengan kita.”Anjas berkata, “Nggak apa-apa. Aku akan hubungi Bos Eza, biar Bos Eza ngomong sama dia. Dia memang nggak percaya sama kita, tapi dia pasti percaya sama Bos Eza.”“Emm!”“Oh ya, apa kamu sudah mengutus orang untuk mengawasi Caden?”“Sudah, tadi dia lagi makan malam di rumah mertuanya. Seharusnya dia sudah pulang ke rumah saat ini.”“Apa nggak ada gerak-gerik lain lagi?”“Sementara ini masih belum ada.”Anjas menghela napas berat. Tatapannya dipenuhi dengan amarah. “Dia memang cari masalah! Kalau ada kesempatan nanti, aku p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status