Mag-log inCaden tidak berbicara. Jadi, Andrew berkata lagi, “Kamu tenang saja. Besok aku akan bertugas untuk menjaga keamanan. Aku nggak akan membiarkan terjadi keonaran dalam resepsi pernikahanmu dengan Kak Naomi.”Sekarang Andrew sudah dalam status menikah. Dia pun tidak bisa menjadi pendamping pengantin lagi. Kebetulan dia bisa memokuskan perhatiannya dalam pekerjaan keamanan.Caden memalingkan kepala untuk menatapnya. “Emm! Kamu juga nggak usah terlalu gugup. Meskipun insting kita nggak salah, seharusnya nggak akan ada orang yang bodoh sampai mengacaukan resepsi pernikahan.”Tidak ada orang tidak berkepentingan di dalam resepsi pernikahan. Sistem keamanan juga nomor satu. Jika ada yang melakukan kekacauan di sini, juga akan terlalu gampang untuk bisa menyelidikinya.Lagi pula, setelah mengeliminasi Harlan, besar kemungkinan alasan Caden dipantau juga karena virus generasi ke-8. Pernikahan tidak ada hubungannya dengan virus generasi ke-8!Andrew mengiakan. “Kalau nggak ada urusan lagi, aku ke
Caden menyipitkan matanya untuk melihat mereka berdua. “Apa kalian yakin mau aku ikut main?”Edward dan Levon sama-sama mengangguk. “Mau!”Caden mengetuk batang rokok. “Boleh-boleh saja, tapi jangan nggak menerima kekalahan.”Mereka berdua segera berkata, “Siapa yang nggak terima kekalahan, berarti dia itu pengecut!”Usai berbicara, mereka berdua melihat ke sisi Dylan. “Dylan, kamu juga bisa menerima kekalahan, ‘kan?”Dylan membalas, “Aku selalu ikuti aturan!”Edward dan Levon kembali melihat Caden. “Sudah dengar belum?”Caden berkata, “Selain menunjukkan bakat, kalian juga mesti berjanji satu hal sama aku. Kalau kalian setuju 1 permohonanku, aku akan temani kalian main nanti malam.”Edward dan Levon bertanya, “Permohonan apa?”Caden membalas, “Aku akan beri tahu kalian saat kalian kalah nanti.”“Kalau kamu kalah, kamu juga akan menyetujui 1 permohonan kami tanpa syarat, ‘kan?”Caden mengangguk. “Emm.”Edward dan Levon segera mengangguk. “Aku setuju!”Dylan juga menyipitkan matanya dan
Saat Andrew dan Caden menyadari dan memalingkan kepala mereka, sepasang mata itu sudah langsung menghilang.Caden menyipitkan matanya menatap tempat itu selama beberapa detik. Tanpa menunggu Caden bersuara, Andrew pun sudah berdiri dengan kening berkerut. “Kalian ngobrol dulu. Aku ke sana untuk melihat.”Setelah Andrew pergi, Caden juga mengangkat kepalanya untuk menghabiskan bir di dalam botol kaleng. Dia meletakkan botol kosong di samping kaki, lalu berkata pada Steven, “Kamu beres-beres dulu. Aku juga ke sana.”Hanya Steven saja yang tidak menyadari ada yang aneh. Dia bertanya dengan mata terbuka lebar, “Semuanya nggak mau ngobrol lagi?”“Emm, ngobrolnya lain hari saja.”Caden berdiri, lalu berjalan pergi. Setelah berjalan beberapa langkah, dia pun menoleh untuk berkata pada Steven, “Seandainya kamu punya orang yang kamu sukai, segera kejar dia. Kalau sampai kamu melewatkannya, kamu pun akan menyesalinya.”Steven terdiam.Di dalam ruang entertain vila, suasana terasa ramai. Ada yang
Pihak kepolisian juga terus mengamatinya. Setiap saat ingin menangkapnya demi membasmi keresahan masyarakat. Itu berarti, pihak gangster dan polisi juga tidak berharap dia bisa melewati hidupnya dengan baik!Jadi, daripada menjadi seorang bos, lebih baik menjadi seseorang yang menggenggam kekuasaan di belakang bos.Caden berkata, “Sepertinya dia mengikuti jalan Tora yang sebelumnya. Aku khawatir targetnya juga hampir sama dengan Tora ….”Caden terdiam sejenak, lalu berkata lagi, “Aku nggak tahu apa ada masalah di antara dirinya dan Tora. Seandainya ada, semua itu adalah hal bagus bagi kita.”Baru saja dia menghabisi Tora, malah muncul seorang “Tora" lagi!Andrew memahami maksud Caden. Jika muncul seorang “Tora" lagi, itu berarti akan ada kerepotan baru lagi! Dari apa yang dilakukan orang itu di Segitiga Emas, dia sudah pasti bukanlah orang yang gampang untuk dihadapi.Dia bisa memberikan informasi rahasia dan senjata kepada Bos Eza, itu berarti ada komplotan yang sangat hebat di belaka
Kedudukan Harlan di hati Caden pernah setara seperti Steven dan Andrew. Meskipun kemudian setelah menyadari permasalahan Harlan, mereka semua telah berpisah, tetapi momen indah kebersamaan mereka tidak bisa dilupakan.Semakin indah kenangan itu, semakin menyakitkan pula kenyataannya. Seandainya mereka tidak berpisah, Harlan pasti juga berada di pulau saat ini.Steven berkata, “Kemungkinan Harlan masih hidup sangat kecil. Kalau dia benar-benar masih hidup, itu berarti dia memang belum ditakdirkan untuk mati. Kalau dia nggak hidup ... semua itu juga tergolong bagus baginya. Lagi pula, hidupnya juga sangat menderita, bagai melewati ujian saja.”Steven tidak tahu bagaimana seharusnya mendeskripsikan perasaan Harlan terhadap Caden? Harlan bagai memiliki keyakinannya sendiri, dia sangat keras kepala dan sangat tidak normal!Harlan berharap bisa menjadi satu-satunya orang terpenting di dalam hati Caden! Dia akan iri terhadap siapa pun, termasuk Steven, Andrew, Naomi, dan anak-anak. Dia juga i
“Caden ….”Siapa si Caden itu?Harlan tidak kepikiran, tetapi dia samar-samar merasa Caden adalah seorang orang baik!Ketika Harlan menyadari pria tua begitu menjaganya, dia pun merasa sangat terharu.Emm, terharu ….Selesai berdiskusi, mereka berdua berjalan ke dalam rumah. Si pria tua berkata, “Kamu jangan khawatir. Aku dan istriku sudah selesai diskusi. Kamu bisa lanjut tinggal di rumah kami. Kamu perginya setelah lukamu sembuh dan ingatanmu pulih nanti.”Harlan menatap mereka sembari berterima kasih. “Terima kasih. Kelak aku pasti akan membalas kalian.”Pria tua itu tersenyum. “Nggak usah. Kami sudah tua. Anggap saja dengan menyelamatkanmu, kami sedang memupuk kebajikan. Kamu istirahat dengan tenang saja.”Harlan bertanya, “Saat kalian menemukanku, apa ada kartu identitas atau sejenisnya di tubuhku?”Pria itu menggeleng. “Nggak ada apa pun. Pakaianmu juga compang-camping. Kulitmu saja memutih karena terendam air. Aku nggak tahu sudah berapa lama kamu berada di dalam air. Untung saj







