LOGINCaden kelihatan tenang. Saat Dylan menang, dia masih menunjukkan ekspresi tenangnya. Alhasil, Dylan jadi merasa tidak percaya diri!Sepertinya kemenangan Dylan hanyalah ilusi belakang. Jika tidak, mana mungkin Caden bisa setenang ini? Bahkan Edward dan Levon juga terbengong sesaat, baru mulai merasa girang. “Dylan sudah menang, Caden kalah! Caden, lepaskan! Cepat lepaskan!”Yang lain ikut berseru, “Kak Caden, lepaskan!”Caden melepaskan jasnya dengan tenang, menunjukkan kemeja berwarna gelap di dalamnya. Dia menggulung lengan kemejanya ke atas, lalu bersandar di atas bangku dengan santai. Dia menyipitkan matanya, lalu memulai ronde kedua.Levon kalah pada ronde kedua. Dia juga melepaskan luarannya.Levon kalah lagi pada ronde ketiga. Dia melepaskan kemejanya.Pada ronde keempat, Levon lagi yang sial. Dia malah kalah lagi. Kali ini, dia melepaskan celananya dan duluan menunjukkan celana dalam boxernya.Ronde kelima masih belum dimulai, Levon mengatupkan kedua tangannya memohon perlindun
Naomi bertanya, “Gimana kamu menyelesaikannya?”Caden berkata dengan tersenyum, “Kamu tidur saja dengan patuh. Setelah bangun nanti, pendamping pengantin yang bisa membangkitkan suasana pasti sudah ada.”Naomi merasa penasaran. “Kamu berencana cari siapa?”“Rahasia. Anggap saja kejutan buat kamu.”Naomi berkata, “Aku nggak ingin orang yang nggak begitu dekat sama aku untuk jadi pendamping pengantinku.”Jika bukan karena masalah ini, apa mungkin Naomi tidak menemukan pendamping pengantin?Para putri keluarga kaya di kalangan elite itu bahkan hampir saja mengajukan diri sendiri! Namun, pendamping pengantin biasanya adalah sahabat dekat pengantin. Jika tidak saling mengenal, suasananya pasti akan terasa sangat canggung.Caden berkata, “Tenang saja, kamu akrab.”Naomi ingin sekali menebaknya, “Aku akrab? Selain Camila dan Cella, hanya tersisa Tiara dan Kak Fiona saja. Tapi, Tiara dan Kak Fiona sudah menikah juga, ‘kan?” Tanpa menunggu buka suara dari Caden, Naomi berkata dengan syok, “Jang
Caden tidak berbicara. Jadi, Andrew berkata lagi, “Kamu tenang saja. Besok aku akan bertugas untuk menjaga keamanan. Aku nggak akan membiarkan terjadi keonaran dalam resepsi pernikahanmu dengan Kak Naomi.”Sekarang Andrew sudah dalam status menikah. Dia pun tidak bisa menjadi pendamping pengantin lagi. Kebetulan dia bisa memokuskan perhatiannya dalam pekerjaan keamanan.Caden memalingkan kepala untuk menatapnya. “Emm! Kamu juga nggak usah terlalu gugup. Meskipun insting kita nggak salah, seharusnya nggak akan ada orang yang bodoh sampai mengacaukan resepsi pernikahan.”Tidak ada orang tidak berkepentingan di dalam resepsi pernikahan. Sistem keamanan juga nomor satu. Jika ada yang melakukan kekacauan di sini, juga akan terlalu gampang untuk bisa menyelidikinya.Lagi pula, setelah mengeliminasi Harlan, besar kemungkinan alasan Caden dipantau juga karena virus generasi ke-8. Pernikahan tidak ada hubungannya dengan virus generasi ke-8!Andrew mengiakan. “Kalau nggak ada urusan lagi, aku ke
Caden menyipitkan matanya untuk melihat mereka berdua. “Apa kalian yakin mau aku ikut main?”Edward dan Levon sama-sama mengangguk. “Mau!”Caden mengetuk batang rokok. “Boleh-boleh saja, tapi jangan nggak menerima kekalahan.”Mereka berdua segera berkata, “Siapa yang nggak terima kekalahan, berarti dia itu pengecut!”Usai berbicara, mereka berdua melihat ke sisi Dylan. “Dylan, kamu juga bisa menerima kekalahan, ‘kan?”Dylan membalas, “Aku selalu ikuti aturan!”Edward dan Levon kembali melihat Caden. “Sudah dengar belum?”Caden berkata, “Selain menunjukkan bakat, kalian juga mesti berjanji satu hal sama aku. Kalau kalian setuju 1 permohonanku, aku akan temani kalian main nanti malam.”Edward dan Levon bertanya, “Permohonan apa?”Caden membalas, “Aku akan beri tahu kalian saat kalian kalah nanti.”“Kalau kamu kalah, kamu juga akan menyetujui 1 permohonan kami tanpa syarat, ‘kan?”Caden mengangguk. “Emm.”Edward dan Levon segera mengangguk. “Aku setuju!”Dylan juga menyipitkan matanya dan
Saat Andrew dan Caden menyadari dan memalingkan kepala mereka, sepasang mata itu sudah langsung menghilang.Caden menyipitkan matanya menatap tempat itu selama beberapa detik. Tanpa menunggu Caden bersuara, Andrew pun sudah berdiri dengan kening berkerut. “Kalian ngobrol dulu. Aku ke sana untuk melihat.”Setelah Andrew pergi, Caden juga mengangkat kepalanya untuk menghabiskan bir di dalam botol kaleng. Dia meletakkan botol kosong di samping kaki, lalu berkata pada Steven, “Kamu beres-beres dulu. Aku juga ke sana.”Hanya Steven saja yang tidak menyadari ada yang aneh. Dia bertanya dengan mata terbuka lebar, “Semuanya nggak mau ngobrol lagi?”“Emm, ngobrolnya lain hari saja.”Caden berdiri, lalu berjalan pergi. Setelah berjalan beberapa langkah, dia pun menoleh untuk berkata pada Steven, “Seandainya kamu punya orang yang kamu sukai, segera kejar dia. Kalau sampai kamu melewatkannya, kamu pun akan menyesalinya.”Steven terdiam.Di dalam ruang entertain vila, suasana terasa ramai. Ada yang
Pihak kepolisian juga terus mengamatinya. Setiap saat ingin menangkapnya demi membasmi keresahan masyarakat. Itu berarti, pihak gangster dan polisi juga tidak berharap dia bisa melewati hidupnya dengan baik!Jadi, daripada menjadi seorang bos, lebih baik menjadi seseorang yang menggenggam kekuasaan di belakang bos.Caden berkata, “Sepertinya dia mengikuti jalan Tora yang sebelumnya. Aku khawatir targetnya juga hampir sama dengan Tora ….”Caden terdiam sejenak, lalu berkata lagi, “Aku nggak tahu apa ada masalah di antara dirinya dan Tora. Seandainya ada, semua itu adalah hal bagus bagi kita.”Baru saja dia menghabisi Tora, malah muncul seorang “Tora" lagi!Andrew memahami maksud Caden. Jika muncul seorang “Tora" lagi, itu berarti akan ada kerepotan baru lagi! Dari apa yang dilakukan orang itu di Segitiga Emas, dia sudah pasti bukanlah orang yang gampang untuk dihadapi.Dia bisa memberikan informasi rahasia dan senjata kepada Bos Eza, itu berarti ada komplotan yang sangat hebat di belaka







