LOGINini novel romansa komedi, ada 18+ juga, jadi lebih bijak dalam membaca ya. alvian duda keren dengan jabatan CEO yang di gandrungi para wanita cantik, ia malah jatuh cinta pada shafa gadis biasa. Awal pertemuan yang tak sengaja itu membuat ke duanya makin dekat walau pun terus bertengar seperti tom&jarry.
View MoreAlvian tak pulang ke rumah orang tua nya itu. Ia memilih pulang ke apartemen milik nya sendiri, dan sesampainya Alvian di dalam kamar, ia pun langsung menjatuhkan bobot tubuh nya itu di atas tempat tidur yang lembut. "Haduh... Hari sial banget dah, mimpi apa ya yang membuat gue bisa ketemu Clara lagi seperti ini." Ujar Alvian dengan nada kesal. Ia pun mulai menscroll layar ponsel nya itu perlahan, kemudian membuka sebuah video rekaman dirinya bersama Ani. Melihat wajah Ani di layar, Alvian pun secara perlahan tersenyum... "Kalau melihat dia seperti ini, rasanya gue seperti melihat Indah. Sungguh jadi sangat kangen sama Indah." Ucap nya dengan suara lirih yang penuh dengan rasa rindu. Setelah itu, Alvian pun kembali membuka video rekaman yang lain di galeri ponsel nya. Ia pun kembali sekali lagi tersenyum lebar melihatnya... "Ini cewe memang binal juga ya, tapi gaya nya bikin gue suka banget." Ucap nya sambil tersenyum. Lalu Alvian pun kembali fokus dengan memperhatikan video itu
Di ruang tertutup yang lembap, Clara mencengkeram lengan Alvian dengan kekuatan luar biasa. Matanya yang kemerahan memancarkan hasrat dan dendam, membuat Alvian kesulitan bernapas. Dengan keberanian terakumulasi, ia menendang perut Clara dan melepaskan diri dari cengkramannya. Ia segera keluar ruangan dan langsung menarik kerah baju Rafka. "Kurang ajar lo, ka. Bugh..." Alvian memberikan pukulan langsung ke rahang sahabatnya. "Lo kenapa?" tanya Rafka terkejut. "Lo yang kenapa? Lo jebak gue lagi? Sekarang apa yang lo lakukan?" bentak Alvian penuh emosi. "Tenang dulu bro, gue bisa jelaskan," ucap Rafka dengan nada memohon. "Jelaskan apa? Gue benar-benar kecewa sama lo. Gue kira lo sahabat yang baik, ternyata gue salah. Mulai sekarang, lo gue pecat!" ucap Alvian sebelum keluar meninggalkan Rafka. Rafka tercengang dengan keputusan bosnya, lalu mengejar Alvian sampai ke parkiran. "Ayo bos, masa cuma segitu aja langsung pecat?" pinta Rafka. "Lo sudah keterlaluan! Lo bilang cew
Dua sahabat menyisir setiap sudut pemakaman—tempat pertama Alvian bertemu gadis yang kini menjadi buruan hatinya. Bersama Rafka, ia telusuri setiap lorong sempit, setiap gundukan tanah, setiap batu nisan, tapi jejak gadis itu seperti hanyut di angin, tak ada jejak yang tersisa. Mata Alvian sudah merah karena menatap terlalu lama, kaki nya pegal karena berjalan jauh, tapi harapan untuk menemukannya semakin surut. Tak kunjung ketemu, Alvian memutuskan berziarah ke makam istri tercinta sebelum meninggalkan TPU. Di hadapan gundukan tanah yang baru beberapa bulan istri nya, Indah, meninggal—ia bersimpuh, air mata menetes membasahi batu nisan yang bertuliskan nama mendiang istrinya, indah. Ingatan tentang malam yang salah—ketika ia terjebak dalam pelukan wanita bayaran setelah pesta kerja yang terlalu banyak minuman—menghantui, menyisakan rasa bersalah yang menusuk hati terhadap mendiang Indah. Rasa bersalah itu seolah-olah rantai yang mengikat leher nya, membuat nafas tersesak. “Sayang…
Sesampainya di rumah, Alvian langsung disambut hangat oleh maminya yang tercinta."Sayang... Dari mana kamu? Kok semalam tidak pulang?" tanya Mami Bunga."Hmm... Anu mi, aku nginep di rumah teman," bohong Alvian. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa baru saja tidur bersama wanita bayaran – bisa saja dianggap tidak pantas dan membuat orang tuanya kecewa, pikirnya."Mi, Alvian masuk kamar dulu ya, mau mandi," pamitnya."Iya sayang," jawab Mami Bunga.Alvian pun melangkahkan kakinya menuju kamar. Setelah masuk, ia langsung menjatuhkan badannya ke ranjang dan menatap langit-langit kamar. Adegan panas dirinya bersama Ani masih jelas terngiang-ngiang, seakan menari-nari di depan matanya. Alvian pun tersenyum...."Bener apa kata Rafka, hidup harus dinikmati. Buat apa kerja keras kalau hasilnya tidak dinikmati?" gumamnya. Ia kemudian mengambil ponsel dan melihat rekaman adegan panas itu – rekaman yang sengaja ia buat untuk mengingat bahwa kehilangan perjakaannya terjadi karena Ani. Setelah puas
Pesan di layar telepon membuat Alvian segera kembali fokus. Huruf-huruf hitam di layar sentuh itu tampak menusuk hingga ke dalam hati: “Kita belum selesai, Alvian. Ada banyak rahasia lain yang belum kamu ketahui tentang perusahaan mu dan tentang Indah. Jangan berpikir bahwa kamu sudah menang.”Dia
Setelah mendengar kata-kata Dr. Reza Wijaya, Alvian merasa tubuhnya menjadi kaku seketika. Ia menatap wajah pria itu dengan mata penuh keraguan dan rasa penasaran yang luar biasa. Di sisi nya, Rania juga tampak tidak nyaman dan mulai menggenggam tangan Alvian dengan erat. “Informasi penting tenta
Setelah mendengar kata-kata wanita yang mengaku sebagai kakak kandung Indah, Alvian merasa tubuhnya sedikit gemetar. Ia menatap wajah wanita itu dengan cermat – memang ada sedikit kemiripan dengan wajah Indah yang pernah ia cintai, terutama pada bentuk mata dan bibirnya.“Kakak kandung Indah? Tapi
Setelah menemukan surat ancaman di mobilnya, Alvian langsung memutuskan untuk bertindak cepat. Ia mengantar Rania pulang dengan aman, lalu segera pergi ke kantor perusahaan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Ia tahu bahwa dia tidak bisa mempercayai siapapun lagi – setidaknya sampai dia menemukan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews