Share

15. Kedua kalinya

Author: Vicka Villya
last update Petsa ng paglalathala: 2024-05-15 23:05:30

Finn menatap Elov yang masih terlihat suram bahkan hingga mereka berada di bandara. Dia tidak tahu mengapa Andrea begitu nekat untuk tidak ikut bersama mereka padahal Elov sudah berbaik hati meski sebenarnya Finn akui Andrea akan tamat di tangan Elov dan itu bukanlah sebuah kebaikan hati.

Hampir satu jam mereka menunggu tanpa kepastian dari Andrea dan ketika masuk mereka justru tidak menemukan seorang pun. Hanya sebuah surat yang ditinggalkan Andrea dengan mengatakan ia akan datang menyusul da
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   102

    Andrea mendekatkan ponsel ke telinga dengan debar cemas yang tertahan. "Halo?"[Selamat malam, Nona Andrea] sapa sebuah suara bariton yang terdengar tegas, dingin, dan sangat terlatih. [Maaf mengganggu waktu Anda. Saya salah satu orang yang ditugaskan Tuan Alvons untuk mengawasi dan memastikan keamanan Anda]Kedua bola mata Andrea membulat. Dia tahu betul pamannya selalu menempatkan pengawal bayangan di sekitarnya sejak dulu, namun pria-pria itu hampir tidak pernah menghubunginya secara langsung kecuali ada situasi darurat."Ada apa?" tanya Andrea sigap. "Apa terjadi sesuatu?"[Kami baru saja menemukan keberadaan Nona Guzelim,] lapor pria itu tanpa basa-basi.Napas Andrea tercekat. "Kalian menemukannya? Di mana dia sekarang?"[Di perkebunan anggur pinggiran kota. Nona Andrea pasti sangat mengenali tempat itu]Jantung Andrea berdegup kencang. Perkebunan anggur? Seketika sebuah ingatan melintas di kepalanya. Hanya ada satu perkebunan anggur di pinggiran kota yang dia ketahui luar dal

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   101

    Ayden mematung di tempatnya berdiri. Angin senja perkebunan yang berembus pelan mendadak terasa hampa di sekelilingnya. Selama beberapa detik, otaknya mencoba mencerna kalimat yang baru saja meluncur begitu lancar dari bibir gadis di hadapannya. "Kak Ayden, mulai sekarang biarkan aku mengejarmu. Aku sudah lama menyukaimu."Dia mengerjap, menatap Guzelim dengan lekat, lalu mengusap telinganya pelan. "Kau... bicara sesuatu barusan? Maaf, sepertinya aku salah dengar."Bukannya malu atau menarik kembali ucapannya, Guzelim justru tersenyum lebar. Kedua matanya berbinar penuh tekad. Alih-alih meredupkan suaranya, dia malah menarik napas dalam-dalam, menangkup kedua tangannya di depan dada, lalu berteriak riang ke arah hamparan kebun, "Aku bilang, aku menyukaimu, Kak! Sudah sangat lama! Apa Kak Ayden mau mempertimbangkanku?"Teriakan itu membuat Ayden terperangah. Jantungnya berdegup tak beraturan, bukan karena debaran asmara, melainkan syok mendapati keberanian gadis ini.Ayden tidak lang

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Bab 100

    Pintu ruang perpustakaan itu diketuk, Elov yang baru saja hendak mengatakan sesuatu pun teralihkan. Reyna berdiri membuka pintu dan menatap kesal pada pelayanan yang mengganggu obrolan serius mereka. "Maaf Nyonya, saya tidak bermaksud mengganggu. Di luar Nyonya Serena dan Tuan Morgan datang. Mereka marah-marah."Mata Reyna membulat. Dia berdecak. Kedua tangannya mengepal di samping. "Mau apa lagi sih mereka? Apa nggak puas udah bikin aku malu, udah mempermalukan calon menantuku dan kedua cucuku. Sekarang mau buat keributan apa lagi?"Mendengar Reyna yang kesal, Brandon dan Elov segera mendekat. "Ada apa?" tanya Brandon. "Serena dan Morgan datang. Mereka pasti ingin membuat perhitungan dengan kita," jawab Reyna lalu dia menatap Elov. "Berhubung kamu ada di sini, kamu yang hadapi mereka. Jelaskan semuanya."Elov mengangkat kedua bahunya lalu memasukkan kedua tangannya di saku celana. Dia tidak keberatan untuk menghadapi mereka, lagi pula dia juga masih kesal pada Serena yang berani

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Ketika takdir mempertemukan kita

    Suasana menjelang malam di perkebunan terlihat sangat indah, matahari terbenam pun menjadi pemandangan yang tak bisa dilewatkan. Para pekerja mulai mengumpulkan barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang. Ada yang bertugas untuk menyalakan lampu di perkebunan, ada pula yang sudah mencuci tangan lalu berpamitan pulang. Di gazebo yang biasa digunakan para pekerja untuk bersantai di siang hari, Geez menata pemandangan itu dengan mata yang tak berkedip. Bukan hanya itu, sosok yang sedang berdiri dan berbicara dengan pekerja lah yang menjadi pusat perhatiannya. 'Aku tidak menyangka bisa berada di sini dengannya, orang yang selama ini kucari,' ucap Geez dalam hati. Dulunya dia tidak percaya dengan takdir yang bisa mempertemukan sosok yang selama ini dia cari, tetapi kali ini dia benar-benar percaya bahwa takdir turut bercampur dengan kehidupannya. Bukan suatu kebetulan dia lari dari jamuan makan lalu tak sengaja berpapasan dengan Ayden, dia tahu ini adalah sebuah pengaturan takdir.

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Memaksakan kehendak

    "Mari kita melangsungkan pernikahan, Rea." Mata Andrea membulat. "Menikah? Dengan kondisi seperti ini? Apa kamu sudah gila?""Ya, aku sudah gila! Aku ingin mengikat kamu sebagai istriku agar mulut-mulut kotor mereka tidak membicarakan hal-hal buruk tentangmu, tentang si kembar. Aku benar-benar tidak tahan!" ujar Elov sambil mengacak-ngacak rambutnya. Andrea membuang nafas pendek. Mengenai tanggapan buruk orang-orang memang sangat mempengaruhi hatinya, apalagi si kembar, mereka pasti sangat terluka setiap kali mendapat hinaan seperti ini. Namun Andrea juga masih memikirkan tentang kondisi keluarga Elov yang tidak ingin menerimanya. Pamannya juga pasti tidak akan setuju jika dia menikah diam-diam lalu menjadi menantu yang tersakiti. "Sebaiknya bicarakan ini dengan keluargamu. Aku tidak ingin menikah jika tidak mendapatkan restu. Aku lelah, aku ingin tidur. Pembicaraan kita cukup sampai di sini dulu," ucap Andrea lalu dia merebahkan tubuh dan berbaling membelakangi Elov.Pria itu men

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Bab 97

    Kehebohan terjadi, Andrea masih memegang pipinya yang memerah karena tamparan tak terduga. Si kembar bahkan tak sempat siaga, beruntung Andrea bisa memeluk Luvina dengan sekuat tenaga.Di sisi lain, Lusiana yang melihat itu semakin bersemangat. Dia tidak menyangka, selain dirinya di sini ternyata ada lagi yang tidak menyukai Andrea. Diam-diam Lusiana mulai mengaktifkan kamera ponselnya, tetapi dia sadar sejak tadi ternyata sudah banyak ponsel yang merekam sejak kejadian dia mengatakan Andrea memiliki anak haram.'Astaga ... hari ini aku benar-benar terberkati. Puas rasanya melihat Kak Rea dipermalukan,' Lusiana membatin."Aku sudah lama ingin memberikan tamparan di wajahmu yang sok polos itu," ucap Serena dengan begitu angkuh. Dia berkata lagi, "Kamu dan kedua anak harammu ini tidak layak berada di sini. Aku nggak tahu apa yang dilihat keluarga Graff dari wanita sepertimu, tetapi karena kedatanganmu semua menjadi kacau. Dasar tidak tahu malu"Andrea hendak bicara namun sebelum dia me

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   14. Singa kecil

    "Ak—"Andrea menarik Luvina dan mendekapnya hingga kepala putrinya itu membentur perutnya."Mengapa kamu berada di sini? Bukankah seharusnya lusa?"Mata tajam Andrea terus menatap Elov yang baginya sangat menyebalkan. Lelaki ini bahkan seperti tidak punya malu karena memilih duduk di sofa dan memangku

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   12. Saya menolak!

    Andrea menghitung pengeluaran bulanan dan mencocokkan dengan keuangannya saat ini. Ada beberapa hal yang harus ia kurangi selagi ia belum mendapatkan pekerjaan tetap. Ingin rasanya ia sekali lagi menerima bantuan pria paruh baya itu tetapi ia merasa tidak enak karena selama ini Paman Alvons selalu m

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   9. Selalu saja sial

    "Andrea kamu tidak apa-apa?"Pertanyaan Ben seolah menarik Andrea yang tadinya sudah masuk pada sebuah dimensi hampa udara mini kembali masuk dalam dunia nyata, di mana ada Elov yang masih menatapnya.Satu anggukan pelan Andrea berikan sebagai pertanda. Ben mengembuskan napas lega, ia pun menarik tang

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   7. Andrea telah mati!

    Langkah Andrea tergesa-gesa. Ia hampir terlambat, satu menit sebelum waktu bekerja ia baru menempelkan sidik jarinya hingga akhirnya gajinya terselamatkan karena siapapun karyawan yang terlambat maka gaji akan dipotong.Baru saja ia merasa lega, salah satu staf yang bekerja satu divisi dengannya la

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status