Share

Bab 253

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-05-10 21:00:07

Namun, tepat saat suasana semakin memanas, Ibra tiba-tiba menjauhkan wajahnya. Ia mengambil napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan debaran jantungnya sendiri. Tangannya pun menjauh dari dada sintal Aya.

"Mas...?" bisik Aya bingung, napasnya juga masih tersengal. Wanita itu, juga ikut mulai terbawa suasana.

Ibra membuka kedua matanya, menatap wajah sang istri yang merah padam.

"Maaf, Aya," ujar Ibra dengan suara serak. Ia mengusap lembut pipi sang istri dengan ibu j
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 351

    "Selama beberapa hari terakhir, media gosip dan jaringan buzzer secara sistematis menyebar luaskan isu bahwasanya kedua anak saya bukanlah anak kandung saya, serta melampirkan rekam medis palsu yang menyebutkan bahwa saya mengalami impotensi total," lanjut Ibra dengan tatapan lurus mengunci kamera media utama. "Hari ini, kami hadirkan fakta hukum yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun."Layar besar di belakangnya langsung menampilkan dokumen resmi berstempel dari lembaga terakreditasi dan juga dari rumah sakit ternama."Di layar utama, Anda sekalian bisa melihat hasil uji DNA forensik yang dilakukan secara independen oleh tiga laboratorium berbeda di bawah pengawasan Polda. Hasilnya menunjukkan tingkat keidentikan 99,99 persen. Kedua anak saya adalah anak biologis, anak kandung saya tanpa keraguan sedikit pun," tegas Ibra, suaranya tajam menembus kesunyian ruangan.Layar kemudian bergeser menampilkan dokumen rekam medis bertanda "PALSU" dengan watermark merah besar, disandingkan deng

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 350

    Ibra terkekeh dingin. Sebuah tawa yang sanggup membuat siapa pun di ruangan itu merinding. "Kerabat Om Hengki, ya.... gumamnya dengan rahang mengeras."Iya, Pak. Menurut data yang kami dapat, Bagus ini merupakan saudara sepupu yang cukup jauh. Hanya saja mereka akrab dan sama-sama licik," jawab Yudha."Baiklah. Lakukan apa yang harus kalian lakukan. Wanita murahan dan pria licik adalah pasangan yang sangat cocok," geram Ibra lagi dengan tangan terkepal."Baik, Pak," sahut Yudha. "Barang buktinya juga sudah lengkap," lanjutnya seraya membuka folder di meja. "Di dalam laptop pribadi Kaila yang disita polisi, kami juga menemukan file rekaman suara Anda dan Dokter Rian, draf narasi fitnah yang dikirim ke beberapa akun gosip besar, serta bukti transaksi pembayaran bernilai ratusan juta rupiah kepada para influencer dan buzzer untuk menggoreng isu skandal ini."Yudha menekan tombol play pada tabletnya, menampilkan rekaman penggerebekan yang baru saja terjadi beberapa jam lalu. Di dalam vide

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 349

    "Kenapa, Yah?" tanya Putra heran. Bocah itu memiringkan sedikit kepalanya.Suasana di meja makan yang tadinya penuh gurauan hangat perlahan tergantikan oleh ketegangan tipis yang terasa. Putra menatap ayahnya dengan sepasang mata bulat yang memancarkan kekecewaan sekaligus kebingungan. Sendok di tangannya terhenti di udara sebelum akhirnya ia letakkan kembali di atas piring.Sang ayah masih diam. Putra kembali bersuara. "Kenapa nggak boleh sekolah, Ayah? Putra udah pakai seragam loh. Kan gosipnya udah ditangani Om Samuel?" tanya Putra lagi, mencoba mencari celah negosiasi.Meski masih kecil, sebagai anak laki-laki tertua yang mulai paham situasi, ia merasa cemas jika harus tertinggal pelajaran. Putra juga sudah punya banyak teman dan bisa bermain dengan mereka setiap istirahat. Dan yang bocah itu takuti, teman-temannya akan memusuhinya jika mereka juga membaca gosip yang tersebar di internet."Aku sebenarnya juga takut, Ayah, Bunda... Gimana kalau teman-teman Putra menjauhi Putra gara

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 348

    Ibra tertohok. Hampir tersedak ludahnya sendiri. Pria itu kemudian mengubah posisinya, bergeser turun dan berbaring di samping Aya. Ia membetulkan pakaian Aya. Lalu dengan lembut menarik tubuh istrinya masuk ke dalam dekapan hangatnya. Tak lupa menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tebal hingga sebatas dada. Satu kaki panjang Ibra sengaja dilingkarkan di atas paha Aya, mengunci wanita itu dengan posesif namun tetap lembut."Maafkan aku, ya, Sayang. Aku benar-benar hampir saja menyakitimu," bisik Ibra tulus kembali meminta maaf. Ia mengecup kening Aya cukup lama."Nggak papa, Mas. Aku tahu kamu cuma kangen kan," jawab Aya seraya menyandarkan kepalanya di dada telanjang Ibra, mendengarkan detak jantung pria itu yang perlahan-lahan kembali melambat dan stabil.Ibra mengusap-usap punggung Aya penuh kehangatan, meninggalkan rasa nyaman yang menjalar ke seluruh tubuh sang istri. Rasa gairah membara tadi kini berganti menjadi kehangatan yang sangat menenangkan.

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 347

    Jemari Aya mulai meremas bahu lebar Ibra, merasakan kehangatan kulit pria itu yang polos tanpa kain penghalang.Sementara Ibra tak puas hanya menguasai bibir Aya, ciuman pria itu pun turun merayapi rahang mulus Aya, berpindah ke leher jenjangnya. Pria itu menyesap dan mengecup kulit sensitif di sana dengan keahlian yang membuat kepala Aya terkulai ke belakang."Ahhh... Mas....." Desahan Aya lolos saat bibir Ibra memberi gigitan-gigitan kecil yang memabukkan di ceruk lehernya.Tangan Ibra yang besar dan hangat mulai bergerilya. Dari pinggang Aya, jemarinya merayap naik, menyusup ke balik piyama kain halus yang dikenakan istrinya. Sentuhan telapak tangan bersentuhan dengan kulit itu memicu rasa geli yang menjalar di tubuh Aya.Ibu jari Ibra mulai mengelus lembut kulit perut Aya yang masih agak lunak pasca melahirkan. Perut yang meninggalkan sebuah jejak perjuangan yang justru membuat Ibra semakin memuja wanita di bawahnya ini."Hmm...." Aya bergumam menahan geli.Sementara Ibra terus me

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 346

    Ibra terkekeh pelan, rasa lelahnya mendadak sirna. Ia mengecup bibir Aya dengan lembut dan penuh kehangatan, bukan ciuman karena nafsu belaka. Ia peluk Aya erat-erat dan kembali menghirup aroma lembut favoritnya yang menguat dari tubuh sang istri."Oh iya, Mas...." Aya menahan dada Ibra saat pria itu hendak menciumnya lagi. Aya menatap suaminya dengan tatapan jahil dan penuh peringatan."Kenapa lagi, Sayang?" tanya Ibra heran.Aya menunjuk ke arah pintu kamar mandi dengan dagunya. "Mas baru pulang dari luar, kan? Habis ketemuan sama banyak orang, kena debu jalanan dan konferensi pers dengan banyak wartawan."Ibra diam, seolah tahu ke arah mana pembicaraan sang istri."Mas harus mandi, cuci tangan pakai sabun, terus ganti baju dulu. Biar bersih," perintah Aya sembari menatap suaminya dengan bibir sedikit mengerucut.Ibra tertegun sejenak sebelum akhirnya tertawa pelan. Di tengah badai skandal yang baru saja mereka lewati, aturan kebersihan dari istrinya tetap menjadi hukum tertinggi di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status