Share

Bab 284

Author: Rizu Key
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-31 23:04:44

Malam panjang yang penuh kehangatan itu akhirnya berlalu, menyisakan sisa-sisa kebahagiaan yang mendalam di hati Ibra dan Aya. Kesalahpahaman yang sempat menjadi batu sandungan dalam rumah tangga mereka berdua kini benar-benar membaik, digantikan oleh ikatan yang jauh lebih kuat.

*

Dua bulan telah berlalu dengan cepat. Waktu seolah berjalan tanpa hambatan ketika sebuah keluarga diliputi oleh kedamaian. Kini, usia kandungan Aya telah menginjak angka tujuh bulan. Sebuah fase krusial di mana perut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 290

    [Mamah]Gina yang menyadari perubahan raut wajah kekasihnya ikut melirik ke arah layar ponsel. Ia bisa melihat guratan kecemasan sekaligus luka lama yang tiba-tiba mencuat di wajah tampan Niko."Siapa, Yang?" tanya Gina pelan, meskipun dia sebenarnya sudah bisa menebak dari reaksi kaku Niko."Mamah...." jawab Niko lirih. Suaranya terdengar tercekat di tenggorokan. Sudah berbulan-bulan lamanya wanita yang melahirkannya itu tidak pernah menghubungi nomornya. Bahkan saat dirinya pergi ke luar negeri untuk melakukan pengobatan, tak ada satu pun yang peduli.Niko menatap ponselnya dengan bimbang, seolah-olah benda persegi itu adalah bom yang bisa meledak kapan saja dan melukainya. Jarinya menggantung di atas tombol berwarna merah, berniat untuk mengabaikan panggilan tersebut dan mematikan ponselnya.Namun, Gina segera menahan pergelangan tangan Niko. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Angkat aja, Mas. Siapa tahu ada hal yang benar-benar penting atau darurat."Niko menatap Gi

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 289

    Niko meletakkan cangkirnya ke atas meja. Ia memutar tubuhnya menghadap Gina. Tatapan matanya yang semula teduh kini berubah menjadi sangat dalam dan penuh kesungguhan. Ia meraih salah satu tangan Gina, menggenggam jemari lentik itu dengan kedua tangannya yang lebih besar."Kamu tenang saja, Sayang. Untuk sekarang aku baik-baik saja. Setidaknya aku sudah merasa lega karena meminta maaf pada Kak Ibra dan keluarganya," jawab Niko sembari menatap kedua mata Gina.Gina tersenyum. "Iya, Sayang. Aku juga ikut lega mendengarnya. Tapi... semua itu bukan salah kamu. Jadi kamu jangan merasa bersalah, Sayang," ucapnya mencoba menenangkan sang kekasih."Tapi darah Pramana juga mengalir di dalam diriku," balas Niko.Gina membalas menggenggam tangan Niko dengan erat dan hangat. Gadis itu menatap wajah Niko dengan tulus. "Kamu berbeda, Sayang. Kamu lebih mulia dari mereka. Lagian... maaf... kamu sudah terlalu lama menderita karena mereka. Jadi kamu nggak pantas menanggung dosa ayah dan kakakmu."Niko

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 288

    Acara tujuh bulanan Aya dan Ibra pun selesai. Satu per satu tamu mulai pamit undur diri, menyisakan ruang tamu keluarga itu yang kembali tenang.Di parkiran luar, Niko dan Gina berjalan beriringan menuju mobil SUV putih milik Niko. Sore itu pun terasa hangat, atmosfer di antara mereka juga terasa hangat dan penuh kenyamanan yang tak terucapkan setelah Niko meminta maaf kepada keluarga Bagaskara."Aku antar kamu pulang," ucap Niko sembari tersenyum lembut.Gina diam sejenak sebelum membalas. "Mas... Aku nggak usah pulang ke rumah ya malam ini?" ucapnya tiba-tiba, tepat saat Niko membukakan pintu mobil untuknya.Niko sempat terpaku sejenak, tangannya masih memegang gagang pintu. Kedua alisnya terangkat, menatap Gina dengan tatapan menyelidik namun lembut. "Eh? Tapi ini sudah petang, Sayang. Kak Hendra nanti nyariin. Aku bisa antar kamu pulang dulu sekarang, baru aku balik ke apartemen."Gina tersenyum manis. Ia melirik ke arah mobil sang kakak yang sudah lebih dulu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 287

    Setelah mengatakan hal itu, Ibra kembali menatap Aya. Tangannya pun mengelus perut wanita itu dengan lembut. "Setidaknya dia berjasa dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mencelakainya," tegas pria itu."Iya, Mas. Kita harus berterima kasih dan tahu balas Budi pada mereka berdua," sahut Aya sembari tersenyum manis. Dewi pun ikut tenang mendengarnya dan wanita paruh baya itu memilih mendekati sang cucu dan mengajaknya duduk, menjauh dari anak dan menantunya."Eh? Dia... Dia menendang," bisik Ibra dengan ekspresi penuh keterkejutan. Kedua alis tebalnya bahkan terangkat ke atas dan pria itu tampak senang. Tangan kanannya masih berada di perut Aya, merasakan pergerakan di dalam sana."Anak kita pintar sekali, kan? Dia tahu kalau ayahnya baru saja melakukan hal yang hebat," bisik Aya sembari menengadahkan wajahnya, menatap Ibra dengan penuh cinta."Ehem." Ibra berdeham pelan. Tampak samar bahwa pria itu salah tingkah. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala kelu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 286

    "Aku nggak meminta kalian untuk melupakan semuanya dengan mudah karena kesalahan mereka terutama Papah yang tidak bisa dimaafkan," lanjut Niko dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi sebagai anak dan adik, aku merasa memiliki kewajiban moral yang harus kutunaikan sebelum aku menata kembali hidupku yang baru. Aku ingin kalian tahu bahwa aku mengutuk keras apa yang telah mereka lakukan. Aku sangat, sangat menyesal...."Ibra terdiam selama beberapa saat. Lalu pria kaku yang biasanya tidak banyak bicara itu menatap Niko dengan pandangan yang perlahan melunak. Ibra melangkah satu langkah ke depan, menghapus jarak di antara mereka. Alih-alih melayangkan amarah atau kata-kata makian, Ibra justru mengulurkan tangan kanannya ke arah Niko.Niko tertegun menatap telapak tangan Ibra yang terbuka di depannya."Tegakkan kepalamu, Niko," ujar Ibra dengan nada suara baritonnya yang tegas, namun sama sekali tidak ada nada permusuhan di dalamnya. "Semua itu bukan kesalahanku, dan jelas

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 285

    Di sana, berjalan berdampingan dua orang yang sangat Aya kenal dan sejak mulai acara dinantikan kehadirannya, Gina dan Niko. Aya hampir tidak mengenali Niko pada pandangan pertama saat kedua orang itu masuk dengan Pak Santo.Tatapan Aya terus tertuju pada mereka. Dewi pun juga ikut menatap kehadiran Gina dan Niko. Aya mengamati Niko, pria yang beberapa bulan lalu terlihat begitu pucat, kurus, dan lemah akibat digerogoti penyakit serta tekanan mental, kini berubah total. Niko terlihat jauh lebih segar, tubuhnya kembali berisi dan tegap, wajahnya yang tampan dan kalem itu, memancarkan rona merah yang sehat.Pakaian yang dikenakannya kini pas di tubuh, tidak kebesaran. Dan senyum tipis yang tulus tersungging di bibir Niko yang bergandengan tangan dengan Gina. Operasi besar dan serangkaian pengobatan intensif yang dijalaninya di luar negeri jelas telah membuahkan hasil yang luar biasa."Gina... Mas Niko....?" gumam Aya hampir tak terdengar.Gina yang menyadari pandangan Aya segera melamba

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 76 (18+)

    Aya memejamkan mata. "Nggak... Kita sudah pernah ke sini lagi, kan?" Ia menoleh menatap Ibra."Hm." Ibra memutar tubuhnya menghadap Aya. "Dan malam itu adalah malam pertama bagi kita berdua. Aku memberimu uang itu, dan kamu memberiku malam yang tidak pernah bisa kulupakan...."Aya membulatkan kedua

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 79

    "Apa ini?" tanya Ibra."Putra juga nggak tahu. Nanti minta tolong kasihin ke Bunda, ya, Yah?" jawab Putra."Memangnya bukan dari kamu?"Putra menggeleng pelan. "Bukan, Ayah. Ini hadiah dari Om Hendra."Ibra menatap hadiah kecil yang muat dalam genggaman tangannya itu dengan tatapa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 77

    Terdengar helaan napas berat di belakang tubuh Aya. Wanita itu merasa takut. Ia takut pertanyaannya memancing emosi sang Presdir dan membuatnya tersiksa dengan percintaan kasar seperti beberapa waktu yang lalu."Ya," jawab Ibra. "Memang begitu. Di setiap generasi di keluargaku hanya akan terlahir s

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 69

    Ibra masih terdiam. Ia menerima cacian ibunya tanpa membela diri. Untuk pertama kalinya, ego sang Presdir yang arogan itu terusik oleh kenyataan pahit yang ia paparkan sendiri."Aku tidak tahu dia hamil, Mah," gumam Ibra pelan."Itu bukan alasan!" potong Dewi. "Seorang pria sejati akan memastikan w

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status