LOGIN"Hari terus berlalu dan hari ini sudah sabtu. Dimana ayah dan keluarga bang andre akan datang."
" ibu sudah menyiapkan makanan dan juga cemilan di bantu sama ibu nur." " da, pak andre jadi datang?" tanya sisil sambil berjalan ke arah dapur" kami sampai di hotel sekitar jam 1pagi." " sesampai di kamar aku langsung membersihkan tangan dan kaki dan berganti baju piyama untuk bersiap untuk tidur karena besok pagi kami harus check out." " yang....." mas arif memeluk tubuhku yang sudah rebahan di kasur " tidur ya mas kali ini ga ada kegiatan apapun! bisa bisa mama datang kesini kalau besok pagi kita belum sampai rumah." " mas arif hanya mengangguk pasrah. dan kami pun tertidur" " aku terbangun karena bunyi alarm dari hp. waktu menunjukan pukul 7pagi." " lebih baik aku mandi dulu baru bangunin mas arif" gumam ku
aku terbangun karena bunyi hp. "mas, hp nya bunyi terus itu", aku membangunkan mas arif " hmmm, angkat aja yang.." jawab nya dengan masih merem. " nanti kalau urusan kerjaan gimana? angkat dulu aja mas"ucapku sambil terus menepuk pundak nya. " ya udah ambilin dong hp nya yang." " mas, mama yang telpon! " sambil ku berikan hp pada mas arif " halo ma, ada apaan sih? ganggu aja!" " arif..... apaan sih kamu!!!! kenapa masih belum pulang????" teriak mama
POV ARIF aku terbangun karena bunyi airphone hotel "selamat sore pak arif,.kami mau menkonfirmasi apa akan di lanjutan menginapnya? suara di sebrang airphone bertanya " ooo baik, saya lanjutkan 2malam lagi" " baik kalau begitu. apa bapak ada perlu.makanan di antar ke kamar? " boleh, kamu tolong kirim jus jambu merah dan steak juga wine ." " baik pak, akan kami antar segera. terimakasih selamat sore pak" " sore" aku menutup airphone. kemudian aku mengambil jam di atas nakas, omg ternyata sudah jam 5. " aku mengecup kening istri ku yang masih terlelap." " aku terus memandangi wajah istri ku yang terlihat lelah tapi mampu membangkitkan gairah kelelakian ku. melihat bibir m
setelah pergulatan panas semalam yang masih terbayang dan tidak aku sangka. aku bisa seliar itu di malam pertama. " pagi sayangku... gimana tidur nya? mas arif mencium kening ku " pagi mas.. aawww aku menjerit ketika mengangkat kaki." " sakit banget ya cinta? coba aku lihat" mas arif membuka selimut dan melihat va**na ku dan ternyata memang agak lecet. " nanti di kasih salep,.sekarang mandi dulu ya" "aaaaawwwww, aku kembali menjerit ketika turun dari tempat tidur. " mas arif mengendongku ke kamar mandi." " mas, aku bisa mandi sendiri. " " kita mandi bareng cint
" sisil membantu merapihkan gaun pengantin sebelum keluar menuju ballroom resepsi." "tenang aja ga usah grogi, lo kan udah jadi bini nya. sekarang tinggal acara formalitas aja." bisik sisil " gue takut kecewain secara pasti banyak tamu konglomerat." " udah ah. pak arif sekeluarga menerima lo dengan tangan terbuka, jadi mereka pasti akan melindungi lo." " pasang senyum.. loe jalan sama om yusuf, jangan lupa nanti gandeng tangan nya." " sisil mengantar ku sampai ke depan ayah. dia lalu masuk duluan ke ballroom." " aku berjalan masuk ke ballroom di dampingi oleh ayah, mas arif berdiri tepat di depan perlaminan menunggu ku. dan setelah itu aku berjalan ke perlamina berdua dengan mas arif." "kamu pegal yang?" bisik mas arif " sedikit
acara akad pun selesai dan kami bersiap untuk berangkat ke hotel. rencan acara resepsi di hotel sekitar jam 2. aku di mobil pengantin bareng sama mas arif dan sisil. " da, makan dulu nih, nanti kalau udah di hotel pasti sibuk." sisil menyerah kan thinwall " makasih sil." ucapku sambil menerima thinwall " pak, ida nya di suapin sekalian juga bapak makan. biar malam kuat." sisil tertawa " tenang sil, kalau urusan malam mah udah siap.kamu mau request ponakan berapa." mas arif tersenyum ke arah ku " kalau bisa banyak pak, biar rame rumah b







