LOGIN" aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya
" aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng<" aida terbangun karena suara alarm dari HP sang suami." " dia mematikan nya sambil melihat jam tertera di Hp." " OMG udah jam 5 pagi aja. karena hukuman itu gue jadi tidur pulas." batin ida " aku mandi aja dulu mumpung mas arif belum bangun, kalau dia keburu bangun pasti akan minta jatah pagi." ida beranjak dari tempat tidur pelan pelan hampir tidak menimbulkan suara " dia langsung menuju kamar mandi." " setelah selesai shalat subuh, dia membangunkan suami nya." " mas bangun udah jam setengah 6 loh... kamu belum shalat subuh keburu waktu nya habis." " arif menggeliat" " kamu kok ga bangunin aku? kok shalat duluan?" tanya arif " kamu pulas banget tidur nya. jadi aku bangun duluan aja.". id
" aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya " aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng " arif mengunci pintu sesampai nya di kamar." " nikmatilah hukuman kamu sayang....." bisik nya di telinga ida sambil merangkul pinggang sang istri " itu kan emang kenyataan nya honey, kalau ga nikah sama aku pasti masih jomblo sampe sekarang." jawab ida sambil mengecup bibir suami nya " nakal ya.... masih merasa menang ya...." arif menggelitik istri nya
" arif sama ida kok ga turun turun sih." ujar bu sofi sambil mondar mandir " udah ma, ga usah di tungguin. nama nya juga pengantin baru." jawab pak dirga " pah,.. tadi papa tanya tanya ida di mobil sengaja ya? mau menilai dia?udah lah pah, feeling mama itu ga pernah salah." " iya papa percaya sama mama. tapi kita kan tetap harus memberikan ujian sama dia." timpal pak dirga " bukan kita ga percaya tapi biar pas dia sudah jadi CEO, dia sudah kuat berdiri dan tidak tergoyahkan oleh apapun. karena untuk jadi CEO itu tidak hanya pintar tapi juga harus kuat mental." imbuh pak dirga
" mas ga apa apa kita ninggalin mama sama papa?" " ga apa apa lah kita kan mau bikinin mereka cucu." arif menggoda " ih.... dasar" ida mencubit pinggang arif " eh yang, kok ambil handuk?" tanya arif sesaat setelah masuk kamar " aku mau mandi mas..." " ikut......." secepat kilat arif menyusul ida ke kamar mandi " gagal mandi deh kalau gini." gumama ida " satu ronde aja di sini, nanti ronde selanjut nya di kamar." ucap arif sambil memegang bokong ida " you are so sexy yang.... " bisik arif dengan tangan yang terus mengelus bokong " tangan arif mulai masuk ke bagian punggung ida dan mencopot bra dengan satu tarikan." " mereka mula
" kok gue bisa ga tahu sih kalau ida bisa nyetir?" gumam arif mengetukan jari nya ke meja " malu banget gue, masa ga mengenal bini nya sendiri." arif menggeleng gelengkan kepala nya " arif meremas kertas yang ada di atas meja." " dah lah gue pulang aja, udah jam 3 ini" gumam arif dalam hati ( pak toto, kita pulang sekarang!) ( siap bos. saya sudah di lobi) " arif menutup telponnya sambil keluar dari ruangan nya." " eh tumben bos pulang cepat, kangen bini nya pasti." bisik bisik para staf " bos, langsung ke rumah?" tanya pak toto " ya." arif menyenderkan kepala nya
" to, kamu nanti pulang sama arif aja".perintah pak dirga sesampai nya di lobi " siap! " jawab pak toto sambil berdiri " bu, sini saya ambilkan mobil nya" pak toto menghampiri bu sofi " ga usah pak toto, kita parkir di samping situ kok. mama sama papa tungguin di sini, biar aku ambil mobilnya dulu" ida berjalan ke arah parkiran " neng ida yang bawa mobil nya bu?" " ya. kamu juga heran? mantu ku kan serba bisa."ucap bu sofi dengan bangga " wah keren nih bu.. bisa jadi teman bos arif balapan." " eeeee.. ga ada yah mantu ku yang cantik suruh balapan ! kamu info saya kalau arif ngajak dia balapan." bisik bu sofi







