LOGIN"alhamdulilah, akhir sampai rumah. jam menunjukan pukul 16.30."
"oah... aku menguap." " gue mandi dulu ya sil." yang di jawab anggukan oleh sisil " ibu lagi ngapain?" tanya sisil " ini lagi mau angetin yang tadi di bawain dari restoran." " emang di bungkusin juga ?" tanya sisilPOV ARIF aku terbangun karena bunyi airphone hotel "selamat sore pak arif,.kami mau menkonfirmasi apa akan di lanjutan menginapnya? suara di sebrang airphone bertanya " ooo baik, saya lanjutkan 2malam lagi" " baik kalau begitu. apa bapak ada perlu.makanan di antar ke kamar? " boleh, kamu tolong kirim jus jambu merah dan steak juga wine ." " baik pak, akan kami antar segera. terimakasih selamat sore pak" " sore" aku menutup airphone. kemudian aku mengambil jam di atas nakas, omg ternyata sudah jam 5. " aku mengecup kening istri ku yang masih terlelap." " aku terus memandangi wajah istri ku yang terlihat lelah tapi mampu membangkitkan gairah kelelakian ku. melihat bibir m
setelah pergulatan panas semalam yang masih terbayang dan tidak aku sangka. aku bisa seliar itu di malam pertama. " pagi sayangku... gimana tidur nya? mas arif mencium kening ku " pagi mas.. aawww aku menjerit ketika mengangkat kaki." " sakit banget ya cinta? coba aku lihat" mas arif membuka selimut dan melihat va**na ku dan ternyata memang agak lecet. " nanti di kasih salep,.sekarang mandi dulu ya" "aaaaawwwww, aku kembali menjerit ketika turun dari tempat tidur. " mas arif mengendongku ke kamar mandi." " mas, aku bisa mandi sendiri. " " kita mandi bareng cint
" sisil membantu merapihkan gaun pengantin sebelum keluar menuju ballroom resepsi." "tenang aja ga usah grogi, lo kan udah jadi bini nya. sekarang tinggal acara formalitas aja." bisik sisil " gue takut kecewain secara pasti banyak tamu konglomerat." " udah ah. pak arif sekeluarga menerima lo dengan tangan terbuka, jadi mereka pasti akan melindungi lo." " pasang senyum.. loe jalan sama om yusuf, jangan lupa nanti gandeng tangan nya." " sisil mengantar ku sampai ke depan ayah. dia lalu masuk duluan ke ballroom." " aku berjalan masuk ke ballroom di dampingi oleh ayah, mas arif berdiri tepat di depan perlaminan menunggu ku. dan setelah itu aku berjalan ke perlamina berdua dengan mas arif." "kamu pegal yang?" bisik mas arif " sedikit
acara akad pun selesai dan kami bersiap untuk berangkat ke hotel. rencan acara resepsi di hotel sekitar jam 2. aku di mobil pengantin bareng sama mas arif dan sisil. " da, makan dulu nih, nanti kalau udah di hotel pasti sibuk." sisil menyerah kan thinwall " makasih sil." ucapku sambil menerima thinwall " pak, ida nya di suapin sekalian juga bapak makan. biar malam kuat." sisil tertawa " tenang sil, kalau urusan malam mah udah siap.kamu mau request ponakan berapa." mas arif tersenyum ke arah ku " kalau bisa banyak pak, biar rame rumah b
" hari yang di nanti nati akhir nya tiba juga." " para MUA sudah datang dari jam 4 pagi. banyak tetangga yang juga bantu bantu." " semua orang hari ini sibuk." " heiii kok ngelamun aja?" sapa sisil sambil.menyikut tangan ku " gue deg deg an sil." ucapku pelan " itu pasti da, but its ok ada gue di sini." ujar nya sambil menggengam tangan ku " loe di sini aja ya sil, temenin gue." " iya," "aku terus memegang tangan sisil, aku gugup sekali." " makam dulu ya da? gue suapin." ucap sisil. aku mengge
"alhamdulilah, akhir sampai rumah. jam menunjukan pukul 16.30." "oah... aku menguap." " gue mandi dulu ya sil." yang di jawab anggukan oleh sisil " ibu lagi ngapain?" tanya sisil " ini lagi mau angetin yang tadi di bawain dari restoran." " emang di bungkusin juga ?" tanya sisil " iya tadi kata bu sofi sayang, jadi ibu bawa aja. daripada.mubazir." " iya sih bu, mana enak enak lagi makanan nya." " sil, besok minggu lo ada acara ga?" tanyaku sambil duduk di samping nya " enggak, besok mau istirahat" " spa yu.. biar segar gitu, lo kan udah capek banget hampir sebulan ini. tar gue yan







