Share

Chapter 45

Melihat air muka Azzam yang kosong di depan lemari, membuat Jihan tidak tega. Wajah Azzam memang datar-datar saja. Namun matanya menyiratkan begitu banyak pertanyaan. Ada sinar kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan ketidakpercayaan, yang bercampur baur di sana.

"Kalau Mas tidak nyaman melihat barang-barang ini, sebaiknya Mas duduk saja kembali. Biar saya yang memeriksa barang-barang lainnya." 

Jihan baru kembali bersuara setelah ia mampu mengendalikan keterkejutannya. Ia sama kagetnya seperti Azzam, saat mengetahui bahwa semua hadiah-hadiah ini manis ini sesungguhnya berasal dari Ammar. Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin Ia lontarkan pada Azzam. Namun ia ingin memberi waktu pada Azzam untuk bisa menerima kenyataan ini. Saat ini Azzam tampak gamang.

"Tidak usah, Han. Saya tidak apa-apa. Hanya sedikit kaget saja. Banyak hal yang seperti tidak masuk akal di sini. Namun saya kira sudah saatnya saya belajar menerima

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Claresta Ayu
Akhirnya terungkap sudah misteri bunuh dirinya Naima. Kasian Azzam pasti dy sedih dan terpukul banget setelah mengetahui penyebab bunuh dirinya Naima.
goodnovel comment avatar
Agatta Rubi
lanjuttttt
goodnovel comment avatar
Selvina Nova
akhirnya semuanya sudah terungkap kalau penyebab bunuh dirinya Naima adalah karena Naima merasa frustasi akan cintanya ke Ammar.
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status