LOGINTentang agen rahasia yang harus berbaur dengan orang-orang asing demi menjalankan tugasnya, yang punya banyak nama dan cerita dalam tiap langkahnya. Tentang operasi super rahasia untuk menjamin keamanan, atau justru menjatuhkan sebuah negara. Tentang upaya penyelamatan dunia dari bencana nuklir, oleh mereka yang punya senjata nuklir. ——— Cerita ini mencampurkan situasi dunia fiksi dan dunia nyata. Sedikit membahas politik dan pemerintahan, namun, sebagian besarnya adalah romansa.
View MorePandangnya tak beralih sedikitpun dari keramaian kota di bawah sana, mengamati lalu lintas masyarakat yang tengah bersiap menyambut hujan. Secangkir kopi di tangannya ampuh untuk menghangatkan tubuh ketika cuaca sedang dingin. Luiza terpejam, mendengar alunan musik klasik yang baru saja diputar oleh seseorang. Lambat laun orang itu berjalan dan lantas memeluk tubuh Luiza dari belakang. "Tidak peduli seberapa besar kebencianmu, pada akhirnya, kau tidak bisa lepas dan akan tetap jadi milikku. Bagaimana bila kita menikah?" tanya Kenzo, serta-merta membuat Luiza terpatung merenungkan berbagai hal di benaknya. "Aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan mengajakku menikah. Apa untungnya bagimu?" "Agar aku bisa memilikimu sepenuhnya, tentu saja. Kau akan jadi pendamping yang ideal, dan aku tidak akan ragu lagi untuk memberikan apapun kepadamu. Kau bisa mendapat setengah kekayaanku, kau bisa berkumpul dengan pasangan para petinggi, kau juga akan mendapat kekuasaan mutlak dalam organisasi."
Kegaduhan terus berlanjut, Kenzo menyeret Luiza masuk ke dalam kamar di samping ruangannya. Tempat serba merah yang biasa mereka pakai untuk memadu kasih atau sekedar beristirahat. Luiza tidak pernah suka jika dirinya dibawa kemari, apalagi dengan keadaan seperti sekarang, dia lebih baik mati. "Apa lagi yang akan kau lakukan?!" Kenzo membanting tubuh Luiza ke atas kasur, dia turut merangkak naik sehingga wanita cantik itu mundur ketakutan. Air mata tak hentinya membanjiri, Luiza semakin dibuat gelisah saat Kenzo mengambil dua gelung rantai besi. Dia hanya bisa menatap dengan nanar semua kelakuan sang bos. Pakaian Luiza dilucuti, menampilkan tubuh indah yang bergetar hebat menahan tangisan. Kedua tangan dan kakinya dibuka dan dirantai pada tiap sudut kasur, tangisan yang mengeras pun tidak pernah dihiraukan. "Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah membiarkan seorang pun menyentuh tubuh ini," ucap Kenzo. Perlahan-lahan mengelus dan meremas buah dada di hadapannya. Dia berusah
Tatapan bengis itu mengandung kobaran amarah, Kenzo tidak bisa tenang saat melihat wanitanya bersama dengan orang lain. Dia berlari secepat kilat ke arah mereka yang masih terpaku mencerna situasi. Kenzo menarik kerah baju Romano dengan keras, lantas melayangkan tatapan dan tinjuan nyalang. "Bajingan!" BUGH! BUGH! BUGH! Tiga tonjokan mendarat tepat di rahang Romano, membuat pemuda itu tersungkur ke atas sofa dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya. Tidak berhenti di sana, tangan Romano kembali ditarik hingga jatuh dan langsung dihantam pukulan telak pada kepalanya. Lumayan sakit, ralat, sakit sekali. Sampai-sampai Romano tidak dapat melihat sekitar dengan jelas. Namun, berkat instingnya, Romano berhasil membalas. Dia mendepak kaki dan punggung Kenzo dengan sangat keras, kemudian bangkit dan memakai sikunya untuk menyerang leher si bos berkali-kali sampai ia terjatuh. Ketika itu, Romano berpaling pada Luiza yang hanya bisa tertegun melihat perkelahian mereka. Tanpa mengeluark
Romano terus menatap wanita cantik yang mulai mengerjapkan mata dan tersadar dari tidurnya, dia sudah menanti-nanti momen ini bersama dengan seorang dokter. Itu adalah Bella. Nyaris 24 jam ia tak sadarkan diri akibat racun yang menyerang tubuhnya, namun dia beruntung karena berhasil diselamatkan. Meski dokter berkata bahwa sebagian tubuhnya itu akan sulit berfungsi selama beberapa waktu. "Bagaimana perasaanmu?" tanya sang dokter kepada Bella. Perempuan itu hanya diam melihat dua orang di sebelahnya, lalu sekonyong-konyong dia menunjukkan raut terkejut. "Aku masih hidup?""Benar, kau berhasil selamat dari kematian, kau senang?""Tentu saja, Dok!" Bella tersenyum lebar, dia beralih menatap Romano dan bertanya, "Kau menyelamatkanku? Kau berhasil mendapatkan penawarnya dari Luiza? Terima kasih banyak, aku berhutang nyawa kepadamu."Romano ikut tersenyum. "Berterima kasihlah kepada Luiza," katanya."Baiklah, tapi dia juga adalah orang yang membuatku terbaring di sini," rengut Bella, ha
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.