Share

Come on, Bar

Kini dilubuk hati Bara yang sangat dalam ingin sekali merengkuh kembali Kiara, pujaan hatinya hingga kini. Mengingat betapa marahnya Kiara saat itu selalu saja memberikan celah negatif disetiap niat Bara untuk memperbaiki semuanya, memperbaiki hubungannya dengan Kiara.

“Dicoba dulu atuh, Bar” Artha membuka suaranya.

Bara kini hanya bisa bungkam, mengangkat bahunya acuh, padahal omongannya Artha ada benarnya. Toh, ia tidak akan tau respon Kiara jika tidak mencobanya.

“Kelemahan nomor satu Bara adalah.. Kiara” Sambung Nevan.

“Asli, ya, Tha. Susah anjing” Kini Bara angkat bicara. “Ya, nanti kalo misalkan dia masih marah sama gue, terus nolak gue, gimana?”

Artha, Ezra, dan Nevan kini hanya menghela napas, bego banget Bara, pikir mereka.

“Di. Co. Ba. Bara. Kalo lo gak coba, gimana lo tau apa jawaban Kiara. Emang lo mau penasaran seumur hidup?”

Deg. Perkataannya Ezra ada benarnya juga. Tidak tidak. Perkataan Ezra 100% benar. “Gimana cara ngomongnya? Nggak, deh, cara biar ketemu dulu, gimana?”

“Ih si Bara kalo udah masalah Kiara gobloknya sampe ke usus kecil. Samperin lah, Bar. Kerumahnya sana”

“Gak segampang itu, anjir. Tekad gue juga dipertaruhkan disini”

“Yaudah, terserah lo aja. Palingan Kiara gak pernah balik lagi ke elo” Ledek Nevan.

“Iya, lo nya aja pengecut gini” Sambung Ezra.

Diam, bara sedang menelaah satu per satu omongan para sahabatnya ini. Ia takut, tetapi ia juga ingin Kiara kembali. Ia rindu wanitanya, ia rindu Kiara.

”Iya iya deh gue coba, bawel lo. Ayok, Bar. Demi Kiara”

Come on, Bar.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status