Share

Setelah Pernikahan

Penulis: OptimisNa_12
last update Tanggal publikasi: 2025-02-12 12:43:00

Bab 2 Setelah Pernikahan

"Lupakan saja. Karena lebih baik kamu tidak mengetahuinya," sahut Nathan. Lalu berlalu begitu saja.

Naira menatap kepergian Nathan dengan penuh tanda tanya. Apa maksud perkataannya barusan? Apa jangan-jangan pernikahan ini terjadi bukan hanya untuk pengobatan ibu Naira saja?

Singkat cerita resepsi pernikahan Naira dan bos dari kakaknya itu pun selesai digelar. Akan tetapi ada hal yang membuat gadis berhijab itu terus bertanya-tanya dari sejak awal acara dimulai hingga sekarang ini. Yaitu keberadaan Arhan, kakaknya, yang sama sekali tak terlihat olehnya.

"Kak Arhan ke mana?" tanya Naira pada Nathan, pria yang kini betul-betul telah menjadi suaminya.

"Dia sudah pergi," balas Nathan tanpa menoleh ke arah Naira.

"Pergi? pergi kemana?"

Tiba-tiba Nathan mengalihkan pandangannya ke arah Naira dengan tatapan dingin. "Sudah ku katakan sebelumnya, lebih baik kamu gak usah mengetahui apapun yang berkaitan dengan kakakmu. Cukup diam dan ikuti saja alurnya," tegasnya.

Naira mengalihkan wajahnya ke arah lain dengan menahan kesal. Mendengar ucapan Nathan dengan tatapannya yang mengerikan itu membuat Naira merasa terintimidasi.

Nathan pun berlalu meninggalkan Naira begitu saja. Sementara itu, gadis berwajah ayu itu masih tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa pasrah di tempat dan mencoba menerima apa yang seperti dikatakan Nathan, mengikuti alur.

"Liat aja nanti, setelah kak Arhan pulang dan ibu sembuh, akan ku gugat laki-laki itu!" batin Naira tegas.

***

Di malam harinya saat Naira hendak beristirahat, tiba-tiba Nathan masuk ke dalam kamar yang sama dengan Naira berada.

"Aku gak akan menyentuhmu. Tenang saja."

"Iya," jawab Naira singkat.

"Lagian, siapa juga yang mau disentuh," batin Naira.

Dengan sikap yang dingin, Nathan lantas berjalan ke arah sisi lain tempat tidur.

Lalu dengan sedikit ragu Naira kembali bertanya pada Nathan.

"Boleh aku tanya sesuatu?"

"Apa?" Nathan menoleh ke arah Naira dengan tatapan dinginnya.

"Selain karena kesepakatan dengan kakak ku, kenapa ... kamu mau menikahi ku?"

Nathan tersenyum tipis seraya memalingkan wajahnya.

"Apa karena kamu menyukaiku? lalu kamu memanfaatkan keadaan ku supaya bisa menikah dengan mu?" cetus Naira cepat.

Nathan menggelengkan pelan kepalanya seolah tak terima dengan perkataan Naira barusan.

"Gak usah terlalu percaya diri. Aku menikahi mu karena kesepakatan dengan kakakmu. Itu saja," ujar Nathan.

"Jadi, untuk sekarang, daripada terus-terusan bertanya lebih baik kamu lakukan saja tugas mu sebagai istri," imbuh Nathan.

"Tunggu, berarti kalau kak Arhan kembali, aku bisa bercerai dengan mu, kan?" tanya Naira.

Nathan terdiam sejenak seraya menatap tajam ke arah Naira. "Sudahlah, lebih baik kamu tidur sekarang karena besok pagi aku harus sarapan sebelum jam tujuh." Nathan lantas merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa menunggu respon dari wanita yang kini menjadi istrinya itu.

"Jawab dulu!" seru Naira, tapi sama sekali tak digubris oleh pria yang tidur membelakanginya itu.

"Dasar menyebalkan!" umpat Naira saking kesalnya.

Waktu terus berlalu. Hingga memasuki tengah malam Naira masih saja tak bisa memejamkan matanya. Sedangkan Nathan, ia bahkan masih bisa berada di posisinya dengan aman.

"Arrgh!" kesal Naira.

Wanita berambut panjang itu betul-betul tak habis pikir dengan apa yang terjadi dengannya hari ini. Terlebih dengan kesepakatan macam apa yang dilakukan kakaknya dengan bosnya itu yang membuatnya tidak bisa hadir dalam acara resepsinya tadi pagi.

***

Pagi pun tiba ...

Setelah salat subuh Naira bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan. Sementara Nathan sendiri masih sibuk di dalam kamar mandi yang berada di dalam ruang tidur mereka. Entah, ia melakukan kewajiban sebagi seorang muslim atau tidak, Naira tak peduli soal itu.

Singkat cerita urusan perdapuran pun selesai. Naira lantas menata masakan yang sebelumnya ia masak ke atas meja makan.

Di tengah-tengah aktivitas pagi itu, tiba-tiba Naira dikejutkan dengan keberadaan Nathan yang sudah mematung tak jauh dari tempatnya berada.

"Sarapannya udah siap," kata Naira yang membuat Nathan tersadar.

"Terima kasih," balas Nathan datar.

Nathan lantas berjalan ke arah meja makan dengan sesekali melirik ke arah Naira. Dan rupanya pria berkulit putih itu merasa terpesona dengan wanita yang baru saja ia nikahi itu. Sementara Naira sendiri merasa kebingungan dengan sikap Nathan yang demikian.

"Kenapa?" ada yang salah sama aku?" tanya Naira.

Nathan pun duduk di bangkunya. "Setelah ini cepat ganti pakakan mu dan pakai jilbab mu. Sekertaris ku akan datang dan aku gak mau dia melihat mu tanpa penutup kepalamu itu," ujar Nathan seraya mengambil nasi goreng buatan Naira.

Nairan mengangguk pelan. Ia pun mengerti mengapa Nathan memperhatikannya seperti tadi. Di momen itu juga lah Naira sedikit merasa tersipu lantaran pria yang menikahinya kemarin itu rupanya peduli soal auratnya.

"Iya," jawab Naira.

Setelah menyelesaikan sarapannya, sesuai dengan perintah pria yang telah sah menjadi suaminya itu, Naira lantas pergi ke kamar guna mengganti pakaian serta mengenakan hijab.

"Aku gak nyangka di balik sifat dinginnya itu ternyata dia peduli juga soal aurat," ucap Naira di depan cermin seraya membenarkan hijabnya.

Setelah selesai dengan urusan berganti pakaian, Naira pun kembali ke luar dan menghampiri Nathan yang berada di ruang tengah. Terlihat dari posisinya berada, pria berwajah tampan dan memiliki tatapan dingin itu tengah sibuk dengan benda pipihnya.

Di waktu yang bersamaan ketika Naira sampai di hadapan Nathan, datanglah seorang pria yang sebelumnya pernah ia lihat di kantor suaminya itu. Pria yang tadinya disebut Nathan sebagai sekertasinya, Namu.

"Selamat pagi Pak Nathan," sapa Namu lalu menoleh sebentar ke arah Naira dan mengatakan hal yang sama padanya.

Naira hanya mengangguk kecil disertai senyuman tipis sebagai balasan dari sapaan pria berpostur tinggi yang berdiri tak jauh darinya itu.

"Dia sudah datang Pak dan sedang menunggu Anda di kantor," ujar Namu yang membuat Nathan mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

"Bagus," jawab Yoongi.

"Dia siapa, sih?" tanya Naira seraya duduk di sofa sebelah Nathan.

"Kamu ikut ke kantor hari ini," ujar Nathan pada ku.

"Ngapain?" tanya Naira keheranan. "Bukannya tugas istri itu di rumah?" sanggahnya.

Nathan menghela napas kasar dan melihat ke arah Naira. "Ternyata kamu lebih cerewet dari yang aku kira ya," ujar Nathan.

Naira pun hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Nathan barusan.

"Kalau kamu pengen tau siapa yang dimaksud Namu, ikut ke kantor."

"Gak ah!" Naira memasang wajah cuek. "Gak tau juga gak papa."

"Lagian kamu sendiri kan yang bilang, lakukan aja tugas ku sebagai istri. Tugas istri itu di rumah," dalih Naira tak mau kalah.

Nathan pun terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba mendekatkan pandangannya ke arah istrinya itu dengan tatapan tajam yang membuat Naira tak berkutik.

"Aku bilang ikut, ya ikut!"

"Mengikuti perintah suami selagi bukan hal yang dilarang agama, itu harus kamu taati!" tegas Nathan lalu beranjak dari tempatnya.

Entah, Naira pun semakin kesal dibuatnya, sekalipun yang dikatakannya itu benar adanya. Ditambah, dengan jelas ia melihat Namu tersenyum menahan tawa ketika dirinya diperlakukan Nathan barusan.

Namu pun melangkah pergi menyusul Nathan.

"Aissh, menyebalkan memang mereka itu!" kesal Naira.

Dengan terpaksa dan menahan kesal, Naira lantas beranjak dari tempatnya.

"Lagian siapa sih yang dia maksud? kenapa juga aku harus ikut?" gerutu Naira seraya terus berjalan menyusul langkah Nathan.

Bersambung ...

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 24 Tamat

    Bab 24 TamatMendengar itu, Naira terperangah. Belum sempat mencernanya, Nathan kembali berucap dengan cepat. "Tapi dia bukan hamil anakku," kata Nathan."Terus anak siapa? Dia kan calon istri kamu?" tanya Naira, menatap Nathan serius.Nathan menoleh ke arah Naira. "Zara memang calon istriku. Tapi selama kami pacaran, pantang bagiku menyentuh dia sebelum adanya ikatan halal di antara kami," terang pria itu, lalu memalingkan wajahnya.Nathan lantas berjalan sedikit menjauh dari Naira. Dengan posisi membelakangi wanitanya itu, Nathan kembali bersuara. Ia menceritakan jika dirinya mencurigai Devan lah ayah dari anak yang dikandung oleh Zara. Bukan tanpa alasan Nathan menuduh kakaknya sendiri seperti itu. Karena yang Nathan tahu, Devan adalah orang yang terakhir bertemu dengan Zara. Nathan menduga, jika Zara mungkin sedang kebingungan dengan posisinya. Ia akan menikah dengan Nathan namun di sisi lain ia juga mengandung anak dari seseorang yang akan menjadi kakak iparnya.Naira berjala

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 23 Masa Lalu Nathan

    Bab 23 Masa Lalu NathanNathan meraih tangan Naira. "Kakakmu sudah dipindahkan. Aku antar kamu ketemu dia ya," ujar Nathan dengan lembut. Naira diam sejenak. Perlahan ia menoleh ke arah Nathan. Dengan mata yang masih terlihat sembab, wanita itu lantas berkata," Bolehkah aku minta satu keinginan?"Nathan mengangguk pelan. "Boleh.""Bisa nggak kamu minta maaf ke kak Devan supaya dia mau mencabut laporannya?" Naira menatap Nathan penuh harap. Wanita itu sangat memelas di hadapan pria yang menikahinya karena satu kesepakatan yang dibuat dengan kakaknya itu.Mendengar permintaan Naira, perlahan Nathan melepas tangan istrinya. Ia menghela napas sembari memalingkan wajah sejenak. Nathan benar-benar dibuat berada di posisi yang sangat dilema.Jika ia menuruti permintaan istrinya, berarti ia harus menurunkan harga dirinya. Sedangkan jika ia tidak menurutinya, pria berusia 32 tahun itu merasa tidak akan sanggup melihat wanita yang sepenuhnya mulai menempati hatinya itu.Nathan kembali menghela

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 22 Naira yang Dilema

    Bab 22 Naira yang DilemaTapi ... apapun yang dilakukan Nathan, itu pasti sesuatu yang sangat penting. Apalagi ia harus kembali ke rumah sakit, yang Naira yakini pasti berkaitan dengan kakaknya. "Aku sebenarnya juga masih mau lama-lama sama kamu. Tapi keadaan emang gak mendukung kali ini. Maaf ya," ucap Nathan lagi. Ia lantas beranjak dari tempatnya dan bersiap untuk mandi sebelum ia benar-benar pergi.***Setelah menyelesaikan sarapannya, Naira lantas bersiap dan bergegas menyusul Nathan ke rumah sakit. Kali ini bukan sekadar takut suaminya akan pergi lagi, tapi juga keadaan dari kakaknya. Langkah Naira terhenti sejenak. Dari kejauhan ia melihat Namu dan juga satu polisi yang berjaga di depan ruangan tempat kakaknya dirawat. Melihat itu, Naira mempercepat langkahnya. Firasatnya seakan mengatakan jika hal yang lebih buruk daripada soal kesehatan Arhan tengah dihadapi pria berumur 30 tahunan itu."Maaf Nona, tolong jangan masuk dulu." Namu mencegah Naira yang hendak masuk ke ruangan.

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Akhirnya, Terjadilah Apa yang Seharusnya Terjadi

    Bab 21 Akhirnya, Terjadilah Apa yang Seharusnya Terjadi Sesampainya di kamar presidential suite, masih dengan wajah cemberut dan bersikap dingin, Naira langsung masuk ke kamar mandi. Ia berniat ingin membersihkan dirinya lalu pergi tidur. Ia benar-benar ingin menganggap Nathan tidak ada.Nathan memijit pelipisnya yang sebenarnya tak sakit seraya menghela napas. Entahlah, melihat sikap Naira yang seperti itu justru membuatnya merasa sedang diuji kesabarannya. Di sisi lain, ia sendiri bingung mengapa bisa sesabar itu menghadapi wanita yang belum lama ia kenal itu."Ada apa denganku? ngadepin dia bisa sesabar ini," gumam Nathan. Ia bahkan tak mengerti dengan keadaannya sendiri.Nathan terus menatap ke arah pintu kamar mandi. "Apa aku mulai jatuh cinta sama dia?" pikir Nathan dalam hati. Tapi sedetik kemudian ia menggeleng cepat. Nathan kembali menghela napas kasar dan mencoba menepis pikirannya.Sembari menunggu gilirannya membersihkan diri, Nathan pun melepaskan jasnya lalu berjalan ke

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Kemarahan Naira dan Kesabaran Nathan

    Bab 20 Kemarahan Naira dan Kesabaran Nathan "Emang mau ke mana,sih?!" seru Aland, tapi diabaikan. Alvin terus melangkah hingga tak terlihat lagi. Sementara itu, rupanya, apa yang terjadi antara Aland dan Alvin barusan membuat perdebatan antara Nathan dan Devan terhenti. Pandangan keduanya seketika teralihkan ke arah di mana Aland berada. Kedua kakak beradik itu juga dibuat kebingungan lantaran melihat Alvin yang pergi terburu-buru.***Alvin terus melangkah menyusuri jalanan mencari keberadaan Naira. Ia yang merasa bertanggung jawab atas Naira karena telah membawanya ke tempat itu, dibuat khawatir. Apalagi, ia yakin jika wanita berhijab itu pasti tidaklah mengenal tempatnya berada saat ini.Di sisi lain ...Langkah Naira mendadak terhenti. Pandangannya mengeliling ke sekitar, tak ada harapan. Ia tak tahu kemana lagi harus melangkah. Ia betul-betul asing di tempatnya sekarang ini. Sementara, dalam hati kecilnya ia menolak keras untuk kembali ke rumah di mana suaminya berada.Naira ke

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Pertemuan Nathan dengan Kakaknya

    Bab 19 Pertemuan Nathan dengan Kakaknya "Ada masalah apa lagi, sih?" Naira mengulangi pertanyaannya."Aku pergi dulu ya," jawab Nathan, ia lantas melangkahkan kakinya tanpa menunggu jawaban dari Naira.Naira yang merasa aneh pun sontak berdiri dan membalikkan tubuhnya. "Aku gak izinin kamu pergi!" seru Naira, tapi diabaikan oleh Nathan."Aku bilang aku gak izinin kamu pergi!" Naira mengulangi perkataannya. Dan kali ini Nathan tak lagi mengabaikannya. Pria berkulit putih itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah wanitanya itu."Aku janji akan kembali," ucap Nathan. Ia lantas kembali melanjutkan langkah kakinya. Ia pergi tanpa memedulikan Naira yang masih berdiri menatap kepergiannya.Merasa diabaikan dan juga dibuat bertanya-tanya dengan sikap Nathan, Naira lantas memutuskan pilihannya."Kak, aku pergi dulu ya," ucap Naira, lalu dengan cepat ia keluar ruangan."Kamu mau ke mana, Dik?!" Arhan dibuat kebingungan karena adiknya yang tiba-tiba pergi.Naira terus berjalan hingga akhi

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Dua Nama Asing

    Bab 14 Dua Nama Asing"Kami akan pergi. Tapi sebelumnya izinkan saya bicara empat mata dengan Anda. Maaf kalau ini tidak sopan," ucap Aland.Nathan terdiam. Ia bingung harus mengizinkan Aland berbicara padanya atau tidak. Karena sebenarnya, Nathan sendiri sudah cukup lama mengenal siapa sosok Aland

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Kemunculan Roy di Rumah Nathan

    Bab 12 Kemunculan Roy di Rumah Nathan "Sudah aku katakan sebelumnya, jangan pernah ganggu Naira lagi," peringat Aland, menatap tajam ke arah Roy.Mendengar ucapan Aland barusan membuat Nathan bertanya-tanya dalam hati. "Darimana dia tau nama istriku? apa mungkin dia dan Naira sudah saling mengena

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Meninggalnya Orang Yang Disayang

    Bab 7 Meninggalnya Orang Yang DisayangNathan menoleh ke arah Naira. "Ada yang harus aku sampaikan ke kamu.""Apa itu?" Naira tampak penasaran.Nathan terdiam sejenak. Lalu ia kembali bersuara dan mengatakan kalau sebenarnya ibu Naira telah meninggal dunia.Naira yang mendengar kabar tersebut pun s

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Peristiwa di Masa Lalu

    Bab 6 Peristiwa di Masa LaluNaira terkejut mendengar nama yang barusan disebutkan Nathan. "Darimana kamu tau nama itu?" tanya Naira. Mendadak suasana hati gadis cantik itu pun berubah menjadi semakin buruk usai mendengar kembali nama yang disebutkan oleh Nathan barusan. Belum sempat Nathan me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status