LOGIN•Bad Antagonist•
-Memulai Sebuah Rencana-25 Juli 2k21
"Training dulu nge-gosthing doi. Biar nanti kalau di ghosting balik gak kaget."
-o0o-
"Lo udah makan?" tanyanya pada gadis yang duduk di sampingnya.
"Sudah," jawabnya tersenyum manis membuat beberapa anggota BRAPTA mulai mendengarnya.
Bukan hal umum jika mereka lebih merestui Dio dengan Kay ketimbang dengan gadis manja seperti Sheila. Mirisnya sangat kapten terlalu bodoh dalam menjatuhkan pilihan hingga rela membuang berlian demi mendoan.
"Lain kali kalau mau ke sini, bilang dulu. Biar gue jemput," tutur Dio menatap ke arah ponselnya.
"Ihhh. Aku kan pengen bikin surprise," protesnya benar-benar membuat Faros mual mendengarnya.
"Masih belum kepastian aja sudah mengumbar kemesraan, kandas aku ngakak," cibirnya kelewat pelan hingga hanya dia dan Anjas yang mendengar.
"Hei, jangan begitu kawan. Biarkan dia bahagia selagi karma masih on the way," bisiknya kemudian terkekeh membayangkan kapten mereka kalang kabut saat karma datang.
"Besok gue jemput, mau?" Anggukan singkat dari Sheila membuat Dio tersenyum. Bukan senyuman manis melainkan senyuman sinis membuat Reyvano yang tak sengaja melihat mengernyit bingung.
Dio dan Sheila dengan tak tahu malunya menebar kemesraan di depan para jomblo. Merek berdua memang dekat tetapi belum memiliki hubungan pasti. Kerap kalisang kapten lebih mementingkan gadis itu daripada anggotanya. Entah terkena pelet atau memang bodoh? Mungkin keduanya adalah hal yang terlintas di benak anggotanya.
Memilih mengabaikan kebucinan sang kapten, beberapa dari mereka memilih kembali pada aktivitasnya masing-masing. Biarlah basecamp malam ini terasa sepi, entah sampai kapan kedamaian ini berakhir. Mungkin sebentar lagi saat mendengar celetukan pemuda asal Bandung itu.
"Hahaahanjir! Saha teh, yang buat novel begini?" celetuk Wardhana. Bibirnya mencebik kesal setelah membaca novel di tangannya.
"Kenapa?" tanya Anjas penasaran.
"Nih baca novelnya," katanya menyerahkan novel bersyukur kucing dan anjing.
"Cat and Dog?" beonya bingung. Ia membuka secara perlahan novel tersebut. Pada prolog ia tampak bingung, kemudian mencoba ke tengah cerita ia tetap bingung, hingga akhirnya di akhir cerita dan tepat matanya melotot tajam. Raut wajahnya juga menunjukan emosi yang berlebihan membuat Wardhana tak dapat menahan tawanya membuat beberapa anggota yang lain menatap bingung mereka.
"Apaan jancok!" umpatnya melempar kasar novel tersebut ke sembarang arah, "yang bikin sama yang baca sama-sama gila. Mana ada novel dari prolog sampai epilog isinya cuman meow meow sama guk guk guk!" Ia mengatur napasnya secara perlahan setelah mengungkap unek-unek dari buku tersebut.
Faros, Marcus, berserta beberapa anggota lain mengambil novel tersebut kemudian membaca buku itu. Mereka tak habis pikir dengan kalimat yang berada di dalamnya, mirisnya lagi buku ini begitu laris di pasaran.
"BAKAR NOVEL INI SEKARANG!" teriak Anjas mengangkat novel bersampul kuning itu.
"BUANG AYOK BUANG! EMOSI AING!" murka Faros geram.
"MAMPOSIN AJA YANG NULIS. GEDEG SAYA!" timpal Marcus.
"HARAP BERSABAR INI UJIAN!"
"DAHLAH SKIP! TAK TEMBAK MODAR!"
Di ujung ruangan seorang pemuda menatap miris ke arah mereka. Ia mendengus sebal sebelum sebuah gerutuan mewakili perasaannya saat ini.
"Gak kapten, gak anak buah, kelakuannya sama-sama minus akhlak."
-o0o-
Mendung bukan berarti hujan. Mungkin, frasa tersebut benar adanya, contohnya seperti saat ini. Cakrawala begitu gelap lengkap dengan angin malam yang terasa begitu dingin menusuk kulit gadis yang berdiri di balkon kamarnya. Tatapannya jatuh pada pekatnya malam, secangkir kopi tersaji menyembulkan aroma yang menenangkan.
Sejak memasuki kamar, ia sama sekali tak berniat untuk melangkahkan kakinya pergi dari sana seolah tempat ini telah mengurungnya dengan kekuatan magis yang tak dapat ia curi udaranya.
Hufft.
Helaan napas berat terdengar dari bibirnya. Ia terus memikirkan jalannya cerita yang ia tempati saat ini.
"Sampai kapan gue di sini? Akankah ada portal buat gue kembali? Atau pintu ajaib seperti milik Doraemon?"
Ia stress sendiri memikirkan nasib hidupnya, belum lagi kematiannya. Entah apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan dua tokoh utama nantinya. Apalagi di kisahnya kedua tokoh itu berada si satu sekolah yang sama dengannya. Soalnya sang male lead begitu membenci dirinya karena bersekutu dengan Kevin anggita SEKTA yang dengan sukarela menjadi musuh bebuyutan BRAPTA.
Otaknya terus memikirkan poin penting dalam novel yang ia masuki. Fokusnya gagal saat pendengarannya mendengar suara dari lantai dasar yang ia yakini itu teman dari sepupunya, Kevin.
Ia berjalan untuk menghilangkan rasa penasaran, duduk si samping Kevin yang tersenyum ke arahnya. Melihat Fano, Iyok, dan beberapa anggota lainnya sedang berbincang di sofa seberang.
"Astagfirulloh," sahut Iyok melihat Fano selesai meminum seteguk air.
Uhhuk!
Hal itu membuat Fano tersedak dan beberapa orang tertawa mendengar ucapan Iyok. Reyvin yang sedang menyuapkan mie ke dalam mulutnya sampai dibuat cengo olehnya.
"Alhamdulillah, goblok. Bukan astagfirullah," ujarnya membenarkan.
Di antara mereka, hanya Iyok yang berkeyakinan non muslim. Beberapa dari mereka juga ada yang menjadi mualaf. Jadi, wajar saja kalau Iyok masih belum mengerti tentang doa yang Fano dan lainnya ucapkan.
Waktu menunjukan pukul sepuluh lewat lima belas menit. Rumah yang tadinya sepi karena dihuni banyaknya pemuda kini menyusahkan empat orang pemuda dengan satu gadis yang tampak mengantuk. Ia bahkan berulang kali menguap, rasanya ingin segera tidur tetapi rasa mager menghampirinya tanpa tending aling-aling.
"Tidur, gih. Besok sekolah 'kan?" bisik Kevin mengusap rambut Kay yang bersandar pada bahunya.
Gadis itu menggeleng pelan, semakin menempelkan tubuhnya pada Kevin. Ia merasa nyaman menghirup aroma tubuh sepupunya itu. Kevin yang diperlakukan seperti itu hanya terkekeh, tangannya terus mengusap rambut Kay. Berharap gadis di sampingnya ini tertidur pulas.
"Kemarin lo di cegat SEKTA, Rey?" tanya Fano setelah menyelesaikan urusannya.
"Hmm." Suara sangat ketua terlalu mahal hingga ia memutuskan untuk berdiam atau sekadar mengangguk.
"Motormu aman 'kan?" tanya Iyo tanpa dosa dengan mulut penuh makanan.
"Matamu!" Dengan kasih sayang Fano menotor kepalanya keras membuat sang empu meringis kesakitan.
"Opo, seh?" jeritnya kesal.
"Ipi, sih?" cibir Fano menatap Iyok kesal.
Reyvin mengalihkan tatapan yang awalnya pada ponsel kini beralih menatap gadis yang tertidur dalam dakwaan Kevin. Ia merasa sedikit aneh dengan sikapnya beberapa hari ini, tepatnya selepas Kay terbangun dari koma. Gadis yang biasanya bersifat annoying kini berubah menjadi gadis cuek.
"Yakin, Kay gak mau pindah sekolah?" tanyanya pada Kevin karena jujur, ia merasa sedikit khawatir pada gadis yang memilih bersekolah di kandang musuh demi mengejar cintanya itu walau nyatanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"Ini kemauan dia, kalau mereka berani nyakitin Kay. Gue orang pertama yang bakal maju," tegasnya menatap lurus ke depan.
Reyvin hanya mengangguk memkalumi. Ia merebahkan tubuhnya di ofa panjang rumah Kevin. Memejamkan mata dengan satu tangan menutupi wajah. Bergumam sebuah kalimat sebelum kegelapan menghampirinya begitu singkat.
"Good night, Kay."
-o0o-
•Bad Antagonist•-Jurus Menghindar ala Kaylofia-2 Mei 2024Biarkan semesta menata alurnya-Bad Antagonist-Brakk!Seseorang membanting tubuhnya ke tengah jalanan. Ujung jalan yang terasa gelap dan mencekam membuat bulu halus gadis itu berenang. Menatap sekitar dengan perasaan resah dan takut sebelum akhirnya menatap sepasang kaki yang berdiri kokoh di depannya.Ia mendongakkan kepalanya guna melihat siapa sosok yang ia yakini adalah seorang lelaki. Sialnya cahanya bulan yang begitu terang menutupi pandangannya. Sosok itu terus melangkah maju membuatnya meringsek mundur."Tolong! Tolong!" teriaknya sekuat tenaga berharap ada seseorang yang datang menolongnya meski ia tahu apa pun yang ia lakukan akan sia-sia karena dunia tidak akan berpihak pada tokoh antagonis sepertinya.Mencengkram lehernya erat hingga membuatnya sulit bernapas. Seringai tipis penuh kepuasan terlihat jelas dari mata penuh bulir gadis itu. Tubuhnya sakit disertai gemetar hebat saat telinganya mendengar suara segerom
•Bad Antagonist•-Sedikit Berubah-29 April 2024Berubah itu hal yang wajar. Yang gak wajar itu alasan dari perubahan itu sendiri-Bad Antagonist-Angin malam berembus bersamaan dengan beberapa motor yang melaju kencang. Memiliki tujuan yang sama untuk beristirahat sekaligus mengobati beberapa luka yang melekat pada tubuh mereka. Jarak sepuluh meter dari arah tujuan mereka memilih untuk mematikan motor mereka bertujuan agar tak membangunkan satu-satunya penghuni rumah yang kini sudah terlelap bersama mimpi indahnya.Setelah memarkir motor tepat di dalam garasi, keempat pemuda itu memilih berjalan dari arah dapat belakang yang langsung menghubungkan ke ruang keluarga. Memilih merebahkan punggung yang kaku sebelum kembali berkutat dengan obat-obatan.Lampu temaram membuat beberapa dari mereka menyalakan lampu senter di ponsel masing-masing agar dapat dengan jelas mengobati luka tanpa takut salah tempat atau salah obat. Gak lucu jika obat lebam kita kasih balsem, malah tambah panas buka
•Bad Antagonist• -9 cara menghindari malaikat maut- August 2021 Seberapa jauh kau melangkah, jika tempat pulangmu aku. Percuma! -o0o- Dalam gelapnya malam seorang gadi sedang merenung memikirkan nasib baik untuk kedepannya. Di depan meja belajar kepalanya menengadah menatap hamparan langit malam tanpa bintang seperti malam sebelumnya. Menghela napas berat tangannya mulai menggores tinta di atas kertas putih yang entah sudah lembar keberapa ia coret. Puluhan gumpalan kertas berserakan hampir memenuhi kamar minimalis miliknya. Ia sedang sendirian di rumah milik sepupunya ini sehingga membuatnya harus berpikir matang tentang rencana menyelamatkan hidupnya kelak. 1. Menghindari dari tokoh utama 2. Menjauh dari alur novel yang sebenarnya. 3. Memiliki misi untuk memisahkan dua tokoh utama dengan tujuan agar ia bisa hidup di akhir cerita. 4. Bersekutu dengan antagonis lain untuk memisahkan dua tokoh utama. 5. Menjauh dari male lead setelah misi ketiga dan keempat berhasil. 6.
•Bad Antagonist• -Kena Prank?-August 2k21"Mau seberapa keras kamu merubah takdir, jika sudah jalan keadaan pun tetap sama."-o0o-Markas SEKTA terlihat lebih ramai dari biasanya. Sore ini mereka mendapat tantangan dari musuh abadi mereka yakni BRAPTA. kabar yang Faros dapatkan dari adik kelasnya tentang penyerangan yang dilakukan geng tersebut di sekolahnya akan dituntaskan sore ini juga."SEKTA!""DEKAT. KUAT. SEMANGAT!" seruan pa
•Bad Antagonist•-Perihal Waktu dan Perasaan-July 2k21"Menang kalah itu biasa. Hidup terlalu monoton jika semesta selalu memihak kita. Ingat! Poros kehidupan itu bukan kamu saja."-o0o-Galaksi sedang cerah malam ini. Cahaya bulan mampu menyinari tempat gelap membuat suasana malam semakin terasa aesthetic, begitulah menurut pendapat absurd Kaylofia Pelita. Ia duduk di atas kap mobil dengan kepala mendongak ke atas. Memperhatikan milyaran bintang. Ia ingin menyatukan bintang tersebut hingga menjadi sebuah rasi. Nyatanya itu tak mungkin terjadi karena hamparan bintang di l
•Bad Antagonist•-Dia siapa?-30 July 2k21"Untuk diriku sendiri. Terima kasih telah sekuat dan bertahan sejauh ini"-o0o-"Lo mau mati, hah!" bentaknya saat mengetahui jika gadis yang ia anggap gila adalah sepupu dari Kevin--Kay. Kay yang mendengar bentakan itu menunduk takut dengan tubuh yang bergetar. Ia terus memejamkan matanya bukan karena tak berani menatap sang pemilik motor. Hanya saja rasa pusing tiba-tiba melanda kepalanya.Akh!Secara spontan i







