Share

CEMBURU BU DOSEN

Author: Fredy_
last update publish date: 2025-10-30 06:39:58

Gilang dan Sabrina tampak bermandi keringat di pojok kantin kampus. Napas mereka tersengal, bibir merekah, dan mata merem-melek, menahan sensasi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

"Aduh, ga tahan gue!" Sabrina mengerang, mengipasi wajahnya yang sudah tak karuan.

Dia menampar pergelangan tangan Gilang, menyuruh pemuda itu untuk segera menyerahkan gelas minumannya. Gilang melongo, belum sempat protes keluar, Sabrina sudah lebih dulu merebut es teh manisnya.

"Minta, Lang!" ujar Sabrina, mulu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Godaan buat Bu dosen hihi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CIPTO EDAN

    Belajar dari apa yang dialami Mayang, Amira tak ingin menghabiskan belasan tahun hidupnya dalam kesengsaraan yang sama-tinggal serumah dengan ibu mertua yang tak pernah benar-benar menghargai pengorbanan menantu. Setiap usaha dianggap kurang. Setiap kesalahan dibesar-besarkan. Kata-kata kasar seperti menjadi santapan harian.Dia juga sudah jenuh mendengar urusan rumah tangga kakak iparnya yang selalu saja bertengkar karena uang."Kamu kenapa bertanya begitu, Mira?" Sigit menatapnya heran. "Bukannya dulu kamu sendiri yang ingin tetap tinggal di sini karena mau menjaga Ibu? Sekarang kondisi kita lagi harus berhemat. Bukan malah nambah pengeluaran lagi.""Aku punya sedikit tabungan, Mas," suara Amira mulai bergetar, tapi ia memaksa tetap tenang. "Kita keluar dari rumah ini. Tinggal di kontrakan sederhana saja. Aku bisa jualan makanan lagi buat bantu tambah penghasilan. Aku yakin kita pasti bisa, Mas."Ia mengguncang lengan suaminya pelan, berharap mendapat dukungan. Namun reaksi Sigit ju

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JERIT HATI AMIRA

    "Kamu ngobrol sama, Mayang?" tanya Dahlia setelah Gilang keluar dari kamar dan menyusulnya ke dapur."Iya, Bu. Oh ya bu, Gilang mau bilang sesuatu sama ibu. Maaf kalau waktu itu Gilang mengelak dan menutupi status Mayang."Dahlia menghentikan gerakan tangannya yang sedang mencuci buah anggur pemberian Chandra. Ditatapnya wajah putra tunggalnya dengan tatapan 'ibu tahu kamu mau bilang apa'. Kemudian naikkan kedua alisnya, menyuruh Gilang melanjutkan perkataannya."Mayang istri orang. Lusa dia akan sidang perceraian terakhir dengan suaminya." Gilang diam sejenak, menunggu reaksi Dahlia."Terus? Dia cerai kenapa? Karena kamu?" tembak Dahlia."Bukan, Bu. Suaminya diam-diam udah menikah lagi dan sudah punya anak dari istri barunya. Suaminya juga KDRT. Gilang lihat sendiri kekerasan yang dilakukan suaminya." Gilang menundukkan kepalanya."Kamu cinta dia, Lang?"Gilang mengangguk. "Iya, Bu.""Lamar dia, Lang. Halalkan dia. Bawa dia seperti ayah kamu sudah bawa ibu untuk hidup bersama dengann

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JAUH DI MATA, DEKAT DI HATI

    "Baiklah. Kalau gitu, saya beri kalian waktu untuk berpikir. Besok, kalau Gilang sudah siap, saya akan datang lagi untuk menjemput. Permisi."Suasana kembali hening setelah langkah pria itu menjauh.Gilang mengantar Chandra sampai ke halaman, memperhatikan pria itu masuk ke dalam mobil hitam mengilap yang sejak tadi terparkir rapi di depan rumah. Mesin baru saja menyala ketika tiba-tiba pintu kembali terbuka. Chandra keluar lagi. Ia melangkah santai mendekati Gilang, lalu menyelipkan sebuah kartu nama ke tangan pemuda itu.Kartu nama tanpa nama. Hanya sebuah logo huruf 'M' berwarna emas yang tercetak elegan di bagian tengah atasnya."Kalau kamu bersedia ikut saya besok," ujar Chandra pelan, "nama kamu akan segera tercantum di kartu itu." Ia mengedipkan sebelah mata, senyumnya melebar."Sampai jumpa lagi, keponakan om yang ganteng ..."Gilang mengamati kartu di tangannya. "Chief Executive Office? Artinya apa ya?" gumam Gilang.Dan tidak hanya itu saja yang membuatnya bingung, alamat da

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AKU BUTUH KAMU

    "Dia bukan pemuda kayak gitu, Wi. Gilang pasti mau bertanggung jawab. Hubungan yang sudah sampai ke tahap mengenal orang tua bukan hubungan yang main-main lagi, kan," ungkap Mayang, lebih kepada meyakinkan dirinya sendiri."Harusnya sih begitu. Emang dia lagi terlibat masalah apa sih? Nyampe kamu khawatir kebangetan gitu?" Dewi mendengus tertawa.Tak habis pikir, masalah yang sedang dialami pemuda berusia dua puluh tahun? Paling juga berkelahi sesama mahasiswa atau kebut-kebutan di jalan."Kasus pencucian uang hasil korupsi Hermawan Salim," ujar Mayang, setengah mencicit."What??? Dia? Pemuda ingusan itu? Terlibat kasus pencucian uang? Berapa banyak?""Satu miliar - kemungkinan lebih.""Omaigat!! Kamu dalam bahaya, Mayang!"Keheningan pun menyergap mereka. Semenit kemudian Dewi menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sebuah ide gila terlintas dibenaknya. Dia tidak mau kalau sahabatnya itu sampai menderita lagi karena kehamilannya atau buruknya lagi melahirkan tanpa ada suami yang mengakui

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CALON IBU

    "Pasien selanjutnya - Ibu Rosalinda Mercedes!" seru seorang perawat dari depan ruang pemeriksaan dr. Dewi Larasati, Sp.OG.Masih ada sekitar dua pasien lagi sebelum giliran Mayang. Sambil duduk, ia terus membuka aplikasi chat di ponselnya.Tak ada perubahan.Pesan-pesannya untuk Gilang masih belum terbaca. Keterangan terakhir menunjukkan pemuda itu online tak lama setelah mereka selesai mengobrol semalam.Setelah itu-menghilang.Mayang mencubit pangkal hidungnya hingga terasa nyeri, mencoba meredakan pening yang sejak tadi berdenyut di kepala. Tetapi pikirannya tidak bisa lepas memikirkan di mana keberadaan Gilang saat ini. Rasa penasaran Mayang terusik saat terdengar ada panggilan masuk ke ponselnya. Hati Mayang melonjak.Mungkinkah Gilang?"Hallo ..." Suara bariton seorang pria terdengar di ujung sambungan telepon."Charles ... ada berita apa?" tanya Mayang setelah mengenali suara pengacaranya."Seorang utusan kami sudah mendapatkan keterangan dari rumah Cipto Syarif," ujar Charles

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   POLISI

    "Sudah hampir sampai, Bu. Mau turun di gerbang yang mana?" tanya supir taxi karena universitas tersebut memiliki empat gerbang searah mata angin."Saya turun di gerbang utara saja, Pak. Kampus Fakultas Teknik," jawab Mayang.Supir taxi melajukan kendaraannya memutari sebuah pohon besar berusia ratusan tahun yang berdiri abadi di depan gerbang utama universitas tersebut. Berbelok ke arah utara dan berhenti di gerbang masuk fakultas teknik. Baru saja Mayang turun dari taxi, hendak berjalan melintasi gerbang, bayangan Gilang yang berdiri dengan cengiran konyolnya seketika membuat hati Mayang tercubit.Dia pun mempercepat langkahnya menuju ruang dosen. Melintasi parkiran motor mahasiswa, mata Mayang tidak tahan untuk mencari barangkali saja motor Gilang yang membuatnya sakit pinggang itu ada di sana. Mayang menghela nafasnya. Sudah pasti motor itu tidak ada di sana.Ruang dosen berada di sebelah kiri dari arahnya berjalan. Tetapi lagi-lagi matanya tidak tahan untuk menengok kantin kampus

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SABRINA NAKAL

    "Suka, nggak?" bisik Gilang dengan nada menggoda. "Kamu mau sentuh yang mana lagi? Malam ini aku punya kamu, Cindy, Baby ..." Gilang membalikkan badannya dan berjongkok di hadapan Cindy.Matanya tajam dan liar memindai wajah natural Cindy yang hanya bermake-up tipis. Setitik tahi lalat di ujung dag

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   BAYAR, BU!

    Di sebuah toko perhiasan mewah, seorang pria paruh baya berdiri di depan etalase, matanya menyapu satu per satu deretan kalung berkilauan. Senyuman terus menghiasi wajahnya, sementara jemarinya yang kokoh mengetuk-ngetuk kaca etalase dengan ritme pelan. Hatinya berbunga-bunga, membayangkan kalau se

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TOILET BERGOYANG

    Jemari Gilang menyentuh puncak dada Sabrina yang mengencang terangsang. Dia mengusap dan memilin titik sensitif itu dengan sedikit kasar. "Ciuman sama kamu juga enak banget, Sab." Gilang mengecup ringan bibir Sabrina, dan menatap sayu gadis itu. "Gimana kalau kamu praktekin juga ke bawah. Pasti bak

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TERLANJUR BASAH

    Gilang tersanjung sekaligus tersinggung, menggaruk belakang lehernya. Faktanya, semua yang dikatakan Sabrina itu benar!Dengan nilai akademis nyaris sempurna di semester awal, ia langsung mendapat tawaran beasiswa luar negeri—kesempatan emas yang sebetulnya jarang diberikan pada mahasiswa baru.Semu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status