LOGINIbu mertua mengira aku mandul dan sering menghinaku. Tanpa sepengetahuanku, Ibu mertua membujuk suamiku berselingkuh dan memiliki anak dengan wanita lain.
View MorePintu dibanting tepat di hadapan mereka. Winda jongkok sambil menangis. "Anakku! Anakku!"Dengan mata memerah, Alan memegang baju Paman Owen sambil berkata, "Di mana uang pensiunmu? Keluarkan!"Owen tertegun, lalu berkata dengan takut, "Aku nggak punya uang ….""Nggak punya uang?" Alan menarik tas Owen."Apa yang kamu lakukan?"Mereka berdua saling menarik tas, lalu ada sebotol obat jatuh ke lantai dan suaranya bergema di tangga."Apa ini? Kamu punya penyakit diabetes? Kenapa nggak bilang?"Suara amarah Alan menggema. Selanjutnya, Alan menarik tangan kekasih gelapnya sambil berkata, "Di mana kamu simpan tas yang kubelikan?""Berikan padaku. Kalau kita jual, kita bisa sewa rumah. Setelah semua beres, akan kubunuh Siska! Cepat berikan tas itu!"Wanita itu tidak berani menatap Alan. "Tas … tas itu kuberikan kepada kekasihnya adikku ….""Kamu tahu sendiri, itu adalah kekasih pertama adikku …." Saat itu juga, Alan menamparnya!Perawakan wanita itu kurus dan kecil. Sebuah tamparan langsung m
Aku menyaksikan kejadian itu dari CCTV sambil mengunyah keripik yang renyah. Pria itu memang pembeli yang kupilih. Setelah menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit jiwa, aku memberinya diskon sebesar 40 juta.Setelah aku pergi meninggalkan rumah itu, aku memberitahu pria itu untuk pindah. Semua perabotan rumah menjadi milik pria itu. Pria itu berhak menyimpan perabotan yang dia suka maupun membuang yang dia tidak suka.Aku meminta pria itu menyingkirkan mantan suamiku dan pria itu setuju.Pria itu membuang koper dan pakaian mereka semua. Alan memungut satu per satu sambil memaki. Polisi pun datang dan mendamaikan dengan kesepakatan membayar kompensasi sebesar 10 juta. Ibu mertua mengomel sambil memaki pria itu.Pria itu bersandar di pintu, dia berkata sambil menyeringai, "Apa kamu belum tahu bahwa kalau orang sakit jiwa membunuh itu nggak melanggar hukum?"Ibu mertua langsung buru-buru lari karena ketakutan.Ibu mertua takut pria itu benaran akan membunuh mereka.Mereka membawa ba
Sania tidak perlu takut membohongi Alan karena Sania memang kaya raya.Alan menyerahkan kembali ponselku dengan gembira. Aku pun meminta maaf kepada Sania.Sania berkata dengan sedih, "Siska, aku habis putus. Temani aku, dong."Awalnya, mau makan bersama. Aku melirik ke arah Alan, Alan mengangguk. Di mata Alan, saat ini Sania adalah pohon uangnya. Oleh karena itu, Alan ingin menyenangkan hatinya."Pergilah, besok malam kita makan bersama.""Oke, terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu!" Aku mengambil tas dan keluar. Begitu keluar rumah dan merasakan sinar matahari, tubuhku menjadi hangat kembali.Sania menjemputku di depan gang. Setelah naik mobil, aku melihat CCTV di rumah Paman Owen.Sejak Bibi Lusi menjual rumah itu, aku menyewa rumahnya untuk kebutuhan darurat.Di dalam mobil sport, aku membuka CCTV dan mengawasi Alan dan keluarganya.Setelah aku pergi, mereka juga pergi, sepertinya mereka mau pergi makan bersama.Alan berkata, "Sudah kubilang, pelakunya bukan Siska. Dia sangat menci
Alan menutup telepon. Kulihat, Alan mengambil beberapa kartu kredit dari kamar.Sejak itu, mereka selalu makan mewah, seperti ikan, daging sapi, abalon, lobster. Kekasih gelap Alan ganti tas setiap hari. Ibu mertua dan Winda memakai gelang dan cincin emas.Mereka juga membeli kursi pijat di rumah. Setiap hari Paman Owen berbaring di kursi pijat sambil menonton drama. Keluarga itu berjalan sangat harmonis.Aku senang melihat rekaman CCTV ini. Kemewahan palsu ini adalah senjata mematikan untuk mereka.Tidak terasa satu bulan berlalu, sebentar lagi akta cerai akan keluar, aku juga merasa makin cemas. Bagaimanapun juga, rencanaku belum sepenuhnya sempurna. Jika aku sampai melakukan kesalahan, konflik harta dengan suamiku masih berlanjut dan menimbulkan masalah-masalah lainnya.Aku baru tenang kalau sudah mendapatkan akta cerai.Sehari sebelum mengambil akta cerai, Alan tiba-tiba menghubungiku. Dia berteriak dengan serius, "Siska, pulang sekarang juga!"Aku merasa gugup, takut rencanaku gag
Usai dinas selama tiga bulan, aku membawa suplemen dari luar negeri untuk ibu mertuaku. Saat ini, perut ibu mertua sudah makin besar. Kali ini, aku pulang dengan membawa kabar gembira.Aku mau bercerai."Cerai?" Suamiku berkata dengan panik, "Kenapa, Sayang?" Suamiku tampak tidak tenang. "Apa ada perk
Paman Owen menceraikan istrinya, sedangkan reputasi ibu mertuaku sudah rusak. Sekarang ibu mertua tidak berani lagi kumpul dengan teman-temannya. Winda pulang dari rumah sakit, dia langsung tinggal di rumahku.Meskipun kelihatannya Winda ingin menjaga ibunya, sebenarnya ingin aku melayani mereka seke
Mengenai aku membelikan suplemen yang banyak dan mahal untuk ibu mertuaku, seluruh penghuni apartemen mengetahuinya. Di dalam perjalanan pulang saat melewati taman bunga, Bibi Lusi memanggilku, dia berkata dengan tertawa, "Siska, kamu sudah menikah selama tiga tahun, masa nggak mau punya anak?"Setel
Cinta bukan siapa yang duluan dan siapa yang datang terakhir. Siapa pun yang tidak dicintai, dia hanya dianggap orang ketiga.Itulah ajaran yang terus ditanamkan ibu mertua kepadaku. Ibu mertua juga memanfaatkan kehamilannya untuk bertindak sewenang-wenang.Di sisi lain, aku pura-pura menjadi menantu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.