Compartir

Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku
Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku
Autor: Makjos

Bab 1

Autor: Makjos
Suara orang-orang di sekeliling begitu riuh. Setelah susah payah membuka mata, barulah aku sadar bahwa aku tidak mati.

Melainkan telah terlahir kembali.

Aku segera mengeluarkan ponsel dan melihat tanggal: 28 Agustus, sehari sebelum aku menyerahkan karya untuk kompetisi terpenting.

Anggota tim lainnya mendekat dengan wajah penuh kekaguman.

"Lisdania memang pantas disebut siswa jalur prestasi kompetisi. Soal sesulit ini pun bisa kamu pecahkan. Kalau kamu sudah menyelesaikan tahap akhir programnya, kita bisa langsung mengirimkannya, 'kan?"

Dosen pembimbing juga menepuk pundakku dengan puas.

"Lisdania, kamu benar-benar sudah bekerja keras akhir-akhir ini. Berkat rancangan inti program yang kamu buat, karya kita pasti akan meraih juara di lomba. Aku yakin rekomendasi pascasarjanamu juga nggak akan bermasalah."

Hatiku terasa perih.

Di kehidupan lalu, ketika aku dituduh menjiplak, guru dan teman setim yang sama juga sempat maju membelaku dan membersihkan namaku.

Sayangnya, suara-suara itu segera tenggelam dalam badai perundungan daring. Bahkan ada yang sampai membocorkan data pribadi mereka, sehingga mereka ikut terkena dampaknya karena aku.

Mengingat itu, aku kembali melirik kode program di komputer yang belum selesai. Tubuhku dilanda rasa dingin, dan di kepalaku bermunculan kenangan-kenangan mengerikan.

Kalau tidak salah, di kehidupan lalu aku bergadang menyelesaikan program pada tanggal 28, lalu dengan penuh semangat menyerahkannya kepada tim untuk dikirim.

Akibatnya, keesokan harinya aku menerima pemberitahuan diskualifikasi paksa.

Penyelenggara lomba mengeluarkan pengumuman di situs resmi, secara terbuka menuduhku menjiplak, dan seketika aku diserang seluruh internet.

"Dia kira lomba bisa dicurangi begitu saja? Nggak tahu malu."

"Anjing penjiplak itu semuanya sampah tak tahu diri, lebih baik mati saja!"

"Orang lain sudah susah payah membuatnya, tapi si penjiplak malah mengambilnya jadi milik sendiri, memuakkan."

Bahkan saat berjalan normal di kampus pun, aku dikerumuni dengan tatapan jijik dan merendahkan, dimaki langsung di hadapanku.

"Itu dia yang menjiplak, 'kan? Benar-benar aib Universitas Oaklin, masih punya muka muncul di sekolah."

"Kalau seseorang sudah nggak tahu malu, dia jadi kebal. Kalau dia punya rasa malu, dia nggak akan menjiplak."

"Kudengar dia mau pakai ini untuk rekomendasi pascasarjana, tapi niatnya busuk sampai melakukan penjiplakan."

Di mata semua orang penuh dengan kebencian, seolah mereka berharap aku segera mati.

Kenangan itu terputus tiba-tiba.

Rasa dingin mendadak menjalar. Tanpa sadar aku membuka ponsel dan mencari WhatsApp Ruvina.

Dia adalah korban dari "jiplakanku" di kehidupan sebelumnya, sekaligus sahabat masa kecil pacarku, Cassian.

Wajahnya putih bersih dan manis, kedua orang tuanya adalah profesor di universitas, dengan aura yang polos dan murni.

Tak terhitung pria-pria dari jurusan sains yang mengejarnya, namanya sering muncul di papan pengakuan cinta kampus.

Sementara pacarku, Cassian, juga tiap hari mengiriminya hadiah dan bunga dengan berbagai cara. Saat aku memergokinya, dia berdalih bahwa dia hanya menganggap Ruvina seperti adik sendiri dan menuduhku cemburu berlebihan.

Belakangan aku menemukan riwayat pesan Cassian mengeluh ke teman sekamarnya, mengatakan bahwa aku berwajah biasa dan membosankan, tidak semanis dan pandai bermanja-manja seperti Ruvina, bahkan merasa muak bersamaku.

Bukan berarti aku tidak pernah mengusulkan putus, tetapi setiap kali itu terjadi Cassian selalu seperti berubah menjadi orang lain, mengejarku mati-matian dan memohon untuk rujuk.

Namun sekarang, aku sudah melihat semuanya dengan jelas.

Saat kubuka Instagram Ruvina, unggahan pertamanya adalah swafoto di depan komputer, dikelilingi beberapa rekan pria dari tim teknik.

Keterangan fotonya berbunyi, [Bergadang bersama teman-teman sekalian mengejar batas waktu membuat kode, semoga kali ini bisa dapat peringkat yang bagus di lomba!]

Dengan curiga aku membuka fotonya dan meneliti dengan saksama, lalu mendapati beberapa bagian kode asli milikku muncul di dalam programnya, dan semuanya persis sama tanpa satu karakter pun berubah.

Melihat itu, aku sampai bertanya-tanya, mungkinkah dia benar-benar punya ikatan batin denganku?

Sebab unggahannya itu muncul satu hari lebih awal daripada punyaku.

Artinya, dia mulai menulis kode program itu lebih dulu daripada aku.

Namun seluruh kode dan logika rancanganku sepenuhnya kuselesaikan sendiri, tidak pernah meniru atau mengambil dari siapa pun.

Lalu mengapa milik Ruvina bisa sama persis denganku? Bahkan satu tanda kurung yang dulu aku ketik berlebih pun ikut tersalin.

Ini terlalu aneh.

Aku menundukkan kepala di atas meja. Pikiranku tidak keruan, sama sekali tidak bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Namun aku juga tidak mungkin menyerah atas kompetisi ini.

Karena lomba ini bukan hanya tentang diriku, tetapi juga jerih payah seluruh tim. Mundur secara gegabah hanya akan menyeret mereka semua, dan aku tidak tega mengkhianati mereka.

Hingga malam tiba, akhirnya aku mengambil keputusan.

Apa pun yang terjadi, karena aku diberi kesempatan hidup kembali, aku pasti akan melindungi semua orang di sekitarku dan menuntut keadilan untuk diriku sendiri!

Aku menengadah, menatap layar yang penuh dengan kode yang kutulis, lalu mengklik hapus dan menutup komputer.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 12

    Setelah itu, Kakek Trido mengeluarkan sebuah jimat dan membakarnya sampai habis, lalu melarutkannya dalam air dan menyuruhku meminumnya."Minum air jimat emas ini. Entah itu serangga ilmu hitam atau kutukan apa pun, semuanya tak akan lagi berpengaruh padamu."Benar saja, setelah aku meminumnya, kalung itu tiba-tiba mengendur dan bisa dilepas dengan sangat mudah.Kakek Trido menempelkan sebuah jimat pada liontin kalung itu, lalu berkata sambil tersenyum lebar, "Anak serangga ini, kucingku Noxy paling suka memakannya. Begitu anak serangga mati, baik orang yang memasang serangga dan induk serangga juga pasti akan terkena serangan balik.""Nak, kamu nggak perlu khawatir. Pergilah lakukan apa yang harus kamu lakukan."Setelah itu, kucing hitam Kakek Trido mengeong malas, seolah berkata, "Serahkan saja padaku."Setelah Kakek Trido menyelesaikan semua itu, Nenek dan Ibu juga sudah menyiapkan makanan.Kami berlima makan dengan gembira, lalu Kakek Trido pun menggendong Noxy dan pergi....Keeso

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 11

    Beberapa saat tak ada jawaban dari seberang, aku pun segera menutup telepon.Saat aku masih tenggelam dalam pikiranku, Nenek dan Ayah membawa pulang seorang tamu.Kakek tua itu berambut putih penuh, memegang pipa rokok kuno, dan seekor kucing hitam legam mengikuti di belakangnya."Trido, ini cucu kesayanganku, cepat bantu periksa dia, apa ada sesuatu yang menempel padanya?""Nak, ini yang Nenek maksud orang pintar itu, panggil saja Kakek Trido."Nenek menyambut kakek itu masuk ke dalam rumah, wajahnya penuh kekhawatiran saat menatapku.Entah hanya perasaanku atau bukan, sejak kucing hitam itu masuk bersama Kakek Trido, matanya terus menatapku tanpa berkedip.Aku pun menurut dan menceritakan semua kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini kepada Kakek Trido, satu per satu tanpa tersisa.Termasuk bagaimana kodeku dicuri, pikiranku ditiru, bahkan ide yang baru saja muncul di benakku pun bisa dirasakan oleh Ruvina.Namun, aku menyembunyikan soal reinkarnasi."Jadi, Nak, pikiranmu dicuri o

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 10

    Para rekan setim yang sebelumnya masih menyanjungnya satu per satu segera membuka suara dan meluapkan amarah.[Sungguh aku nggak habis pikir, tinggal satu jam lagi sebelum lomba, program Ruvina malah muncul BUG, bahkan menghapus otomatis program pendukung yang sudah kami buat. Dia mengkhianati kami semua!][Benar! Kerja keras sebulan penuh kami dihancurkan olehnya. Kami suruh dia sendiri memperbaiki BUG-nya, tapi dia sama sekali nggak paham, malah menulis beberapa baris kode yang salah, sampai programnya benar-benar nggak bisa dijalankan lagi!""Sial, aku sangat curiga kalau sebelumnya dia cuma menyalin, makanya sekarang bahkan kode dasar saja nggak bisa!""Tolong deh, ada nggak sih ahli hebat yang bisa bantu selesaikan ini, aku sudah mau gila!"Nyinyiran di Instagram makin menjadi-jadi, dan para penonton gosip pun langsung ikut nimbrung."Kalian baru tahu sekarang? Sebelumnya sudah ada yang bocorkan kalau dia bisa masuk Universitas Oaklin karena orang tuanya profesor dan menyuap pihak

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 9

    Setelah memberi tahu Suvian agar tidak memakai ideku, aku pun berbaring di kursi goyang di halaman sambil memikirkan cara yang harus kutempuh.Langit berbintang di pedesaan begitu jernih, titik-titik cahaya berkilau di dalamnya, seakan memberi arah bagi orang yang tersesat.Saat itu Nenek datang sambil menggendong separuh semangka dan bertanya, "Cucuku sayang, sedang pikirkan apa? Kok melamun begitu."Melihat wajah Nenek yang penuh kasih, aku masih tak berani membuka mulut. "Nek ...."Mendengarnya, Nenek tersenyum lalu mengipasi aku dengan kipas daun di tangannya."Cucu, kamu tak bisa menyembunyikannya dari Nenek. Katakan, akhir-akhir ini sebenarnya ada apa?"Nada suaraku rendah dan tercekat."Nek, aku nggak tahu kenapa, barang-barang milikku selalu entah bagaimana direbut orang lain, lalu orang itu malah berbalik menuduh dan mencelakaiku.""Apa pun yang kupikirkan, dia selalu memikirkan hal yang sama denganku, seperti ... seperti ...."Nenek termenung sejenak, lalu segera berkata, "Se

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 8

    Ketika aku menunduk dan menulis kode sampai senja, Nenek membawakan semangkuk sup buntut yang harum, sambil tersenyum menatapku."Cucu-ku sayang, sesibuk apa pun kamu tetap harus makan. Ini sup buntut yang Nenek masak khusus, cepat cicipi."Aku menutup laptop, meregangkan badan dengan senang. "Terima kasih, Nek, aku sudah ngiler."Sejak kecil aku memang suka masakan sup buntut Nenek. Rasa pedasnya pas, sup yang kaya rempah dengan sumsum tulang begitu harum, benar-benar istimewa. Sayangnya sejak masuk kuliah, jarang sekali aku punya kesempatan memakannya lagi.Aku mengangkat potongan daging buntut dengan tangan dan hendak menggigitnya, tetapi Nenek menepuk tanganku dan menyodorkan sehelai handuk."Kucing kotor, cepat lap tanganmu dulu baru makan!"Aku tersenyum sambil mengelap tangan, tetapi saat itu layar ponselku menyala.Saat kubuka, ternyata kolom komentar kembali heboh.Tak lama setelah aku selesai menelepon Suvian, Ruvina kembali mengunggah kode programnya. Seperti yang sudah kudu

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 7

    Hari kedua.Kami sekeluarga bertiga naik kereta cepat selama sembilan jam, lalu lanjut dua jam naik bus, hingga akhirnya tiba di rumah Nenek.Begitu sampai di pintu masuk desa, nenek sudah menuntun seekor anjing hitam besar keluar untuk menyambut kami."Aduh cucuku sayang, akhirnya mau pulang menjenguk nenek. Kok kelihatan makin kurus?""Nek, aku sangat merindukanmu!"Dengan tak sabar aku memeluk Nenek, menghirup aroma kehangatan dan kelembutan seperti sinar mentari dari tubuhnya, dan tersedu beberapa kali.Nenek mengira aku ketakutan melihat anjing hitam besar itu, lalu buru-buru memarahinya."Bruno, jangan menggonggong! Kalau cucuku sampai ketakutan bagaimana!"Di tengah tangisan, tawaku segera meletus. Aku menyeka mataku, lalu mengusap kepala Bruno."Nek, aku nggak apa-apa, cuma terlalu kangen Nenek dan Bruno."Namun tindakanku tidak menenangkan Bruno. Biasanya dia penurut, tetapi kali ini ia menggonggong ke arahku terus-menerus, melompat-lompat sambil mengais tanganku dengan cakarn

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status