MasukDari generasi ke generasi, setelah para ahli tingkat pencapaian agung dibawa oleh para penjaga masuk ke dalam "Balai Suci Leluhur" ini, nasib mereka persis sama seperti lima belas ahli tingkat pencapaian agung yang ada sekarang!Mereka semua "ditelan" oleh Raja Bintang dengan metode yang aneh dan tak terduga, bahkan hingga tidak menyisakan jiwa sedikit pun. Mereka menjadi "bahan bakar" untuk memulihkan kekuatannya!Inilah alasan mengapa selama ribuan hingga puluhan ribu tahun, jumlah ahli tingkat pencapaian agung di Dunia Negara Pertapa tidak pernah bertambah, bahkan sering kali terjadi kekosongan generasi."Apa? Semua ahli tingkat pencapaian agung di dunia ini ... ditelan?" seru Angin Merah dengan suara gemetar. Dalam suaranya, tersirat penderitaan yang mendalam.Setiap orang yang terbungkus oleh darah iblis pengubah keabadian, sedang mengalami siksaan yang amat menyakitkan. Perasaan itu adalah rasa takut dan keputusasaan karena merasakan daging dan darah sendiri perlahan-lahan terkor
Seiring dengan suara yang bergema itu, seluruh aula mendadak kembali diselimuti lapisan cahaya merah yang jauh lebih pekat.Sret!Sesaat kemudian, sepasang mata raksasa tiba-tiba muncul di langit-langit aula bawah tanah itu. Mata itu memancarkan cahaya penuh kegembiraan yang jahat dan menyeramkan, menatap semua orang di dalam aula. Seolah-olah, sebuah dewa jahat sedang memandang rendah semua orang di bawah kakinya.Pada momen ini, Afkar, Zivina, Freya, Noah, Api Hitam, serta tiga reinkarnasi iblis .... Semua orang merasakan tubuh mereka seakan terikat oleh suatu kekuatan yang tak terlihat. Kekuatan itu seolah langsung membelenggu jiwa mereka.Orang-orang yang sebelumnya saling bertarung sengit, kini semuanya membeku di tempat dan tak mampu bergerak sedikit pun.Gluduk ... gluduk ... gluduk ....Kemudian, terdengar suara aneh seperti cairan yang mendidih. Dari bawah kaki Afkar dan semua orang lainnya, gumpalan-gumpalan zat merah darah berbentuk gel perlahan muncul. Zat-zat itu kemudian
Tinju Afkar ini sama sekali tidak menggunakan jurus pemungkas apa pun, tetapi daya hancurnya sudah cukup membuat langit dan bumi berubah. Bahkan, para ahli tingkat pencapaian agung yang hadir di tempat itu pun merasakan jantung mereka berdebar hebat karena kekuatan tinju tersebut.Terlebih lagi, Noah yang menjadi sasaran utama. Ekspresinya langsung berubah drastis, seolah-olah dia telah mencium bau kematian.Sebelumnya, dia masih berniat melancarkan serangan balasan terhadap Afkar dengan mengandalkan kekuatannya di tingkat pencapaian agung tahap awal serta kemampuan Anjing Ilahi yang telah dia bangkitkan untuk membunuh Afkar.Namun, pemikiran itu langsung sirna dalam sekejap. Noah yakin, begitu tinju Afkar ini mengenainya, dirinya pasti akan tewas seketika. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung mengerahkan kemampuan penyelamat nyawa dari hukum kegelapan miliknya.Dalam radius lima meter di sekeliling tubuhnya, kegelapan pekat langsung meluap dan menyebar. Dalam sekejap mata, sosok Noah
"Ayah!""Penguasa Negara!"Begitu melihat Zyanko dan Zulkar tergeletak di tanah, ekspresi Zivina yang menerobos masuk langsung berubah drastis. Dengan amarah dan duka yang luar biasa, dia berteriak keras, "Akan kubunuh kalian semua!"Zivina menerjang ke arah Api Hitam dan Freya beserta tujuh orang lainnya tanpa ragu.Afkar menyipitkan mata. Dia segera menyusul, bahkan memelesat dengan kecepatan penuh hingga berada di depan Zivina. Mendengar Zivina memanggil "ayah", membuat hatinya merasa bingung. Namun dalam situasi genting seperti ini, dia tidak sempat memikirkan lebih jauh!"Afkar!"Ketika melihat Afkar, pupil mata Freya dan Noah langsung mengerut. Ekspresi Api Hitam, Angin Merah, dan Gajah Raksasa juga berubah begitu melihat Zivina dan Afkar."Dewi Langit?""Anak ini!"Pada saat itu, kedua lengan Afkar telah diselimuti kekuatan Dua Naga Pemurni Dunia. Tanpa ragu, dia menghantamkan dua bayangan tinju ke depan, masing-masing mengarah lurus ke Api Hitam dan Noah yang berada di garis de
Delapan ahli tingkat pencapaian agung tahap awal kini menyerbu Zyanko secara bersamaan! Satu per satu memancarkan niat membunuh yang mengerikan!Mengalahkan Zyanko berarti mendapatkan tanda jalur bintang. Begitulah yang dipikirkan semua orang."Hahaha, sepertinya sudah waktunya memperlihatkan kekuatan sejatiku pada kalian!" Menghadapi situasi itu, Zyanko malah tertawa terbahak-bahak.Boom!Dalam sekejap, aura di seluruh tubuhnya meledak. Tingkat kultivasinya melonjak drastis, dari tingkat pencapaian agung tahap menengah langsung naik ke tingkat pencapaian agung tahap akhir.Di sekujur tubuhnya, nyala api berwarna perak keputihan membubung tinggi, memancarkan gelombang jiwa yang sangat kuat. Jelas dia menggunakan suatu teknik rahasia yang membakar jiwanya sendiri untuk memaksakan peningkatan kekuatan.Delapan ahli itu sontak terkejut. Namun, mereka tidak lagi bisa mundur. Dengan jumlah yang unggul dan serangan sudah dilancarkan, semua orang langsung mengepung dan menyerang.Boom! Boom!
Boom boom boom!!Menghadapi jurus pemungkas yang dilepaskan Zyanko, Api Hitam, Freya, dan yang lainnya pun terpaksa menghadapinya dengan kekuatan penuh. Dalam sekejap, mereka semua terdorong mundur!"Pergi!"Zyanko meraih Zulkar dengan satu tangan, lalu melesat menuju ke arah tertentu di kedalaman istana kerajaan. Pada saat bersamaan, dengan nada penuh amarah, dia berteriak keras, "Hahaha! Kalian semua menginginkan tanda jalur bintang, bukan? Ayolah!"Sret!Kecepatannya didorong hingga batas maksimum. Setelah berlari hampir seribu meter di antara reruntuhan istana, dia langsung menerobos masuk ke sebuah benteng batu.Benteng batu itu tampak seperti setengah bola yang terbalik. Bahkan di tengah sisa-sisa gelombang pertempuran antar para ahli tingkat pencapaian agung, bangunan itu tetap utuh tanpa kerusakan sedikit pun.Di sekelilingnya seolah terdapat lapisan energi khusus, membuat kesadaran ilahi orang lain sama sekali tidak mampu menembusnya untuk menyelidiki bagian dalam.Saat Zyanko







