Share

Bab 788

Penulis: Russel
Begitu Arisa melontarkan perintah itu, semua orang sontak tertegun sejenak, lalu menatap Afkar dengan berbagai ekspresi.

Ekspresi Afkar berubah dingin dan sorot matanya memancarkan kemarahan yang bergejolak.

"Apa katamu?" Dia memelototi Arisa, suaranya dingin dan tajam.

"Aku suruh kamu lompat ke bawah. Bantu aku mengalihkan perhatian binatang buas itu! Selama aku bisa mendapat obat dewa itu, aku akan memberimu hadiah yang pantas," kata Arisa sambil melirik ke sekeliling dengan sombong. "Paling nggak, aku bisa pastikan kamu mendapat peringkat lima besar dalam ujian kali ini!"

Begitu ucapan itu dilontarkan, sorot mata semua orang saat memandang Afkar langsung dipenuhi ejekan dan kepuasan. Mereka senang melihatnya menderita.

Sementara itu, mata Lukas, Felix, dan Raditya pun berbinar-binar setelah mendengar usulan Arisa.

Ya! Kalau orang lain turun untuk mengalihkan perhatian binatang itu, mereka bisa memanfaatkan kesempatan untuk merebut obat dewa. Ini ide bagus!

Afkar mendengus dingin sam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1930

    Seiring bangkitnya energi spiritual, makhluk hidup mengalami evolusi besar-besaran, bahkan hampir semuanya bermutasi. Bumi seolah-olah kembali menyambut sebuah era kultivasi baru. Peradaban teknologi sebelumnya mengalami benturan yang menghancurkan.Perlu diketahui, menghadapi makhluk tingkat dasar, senjata api biasa bahkan peluru pun tidak bisa menghancurkan mereka.Selain itu, yang muncul di dunia ini bukan hanya sekte kultivasi dan keluarga kuno, tetapi juga banyak jurang maut, zona terlarang, bahkan wilayah kuno dengan luas yang sangat ekstrem.Sama seperti sekte, wilayah-wilayah yang sebelumnya tersembunyi di balik penghalang ini, kini satu per satu muncul.Kini mudah terlihat padang gurun yang membentang ribuan kilometer, zona terlarang, dan jurang maut. Di wilayah ini, makhluk kuat tersebar di mana-mana, bahkan spesies kuno dari era purba pun masih ada. Tentu saja bagi para kultivator, wilayah ini juga mungkin menyimpan peluang besar.Bahkan, bumi kini membesar beberapa kali lip

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1929

    Afkar saat ini berpacu dengan waktu!Setelah menyerahkan seluruh hasil rampasan dari pertempuran kali ini kepada Abdul untuk dibagikan, serta memberikan sepasang palu raksasa pusaka milik Arnold kepada Shafa, dia memberi beberapa instruksi dan bersiap memasuki pengasingan untuk berkultivasi.Dua orang tingkat pencapaian agung memimpin lebih dari 20 tingkat pemecahan kekosongan untuk menyerang, tetapi justru menderita kerugian yang sangat besar.Bahkan satu orang tingkat pencapaian agung telah gugur, para tingkat pemecahan kekosongan dari Sekte Argansa nyaris musnah, dan Paviliun Laut Selatan juga kehilangan banyak tingkat pemecahan kekosongan.Jika kabar ini tersebar, dapat dipastikan kekuatan-kekuatan kuno lainnya tidak akan berani bertindak gegabah lagi!Malam itu juga, di tepi retakan energi spiritual di Gunung Yonsa, Afkar berdiri di depan jurang, menatap kabut putih yang berputar di bawah sana. Tatapannya tenang dan mantap.Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan energi spiritual

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1928

    Dalam radius sekitar 50 kilometer yang tercakup oleh kesadaran ilahinya, Afkar melakukan pengejaran tanpa ampun. Alhasil, lima orang lagi ahli tingkat pemecahan kekosongan dari Paviliun Laut Selatan tewas di tangannya. Sedangkan Peri Selatan, justru berhasil meloloskan diri dengan keberuntungannya.Afkar tidak terlalu menyesali hal itu. Sejak awal, dia memang tidak merasa yakin bisa menahan Peri Selatan.Setelah kembali ke cabang Sekte Surya Rembulan di Gunung Yonsa, Afkar memerintahkan Abdul untuk mencabut status siaga. Kemudian, dia masuk sendirian ke ruang rahasia dan mulai menghitung hasil rampasan kali ini.Di dalam gelang ruang milik Laveta, memang tersimpan hadiah misi yang baru saja dia terima. Begitu pula dengan Arnold!Dari dua orang ini saja, Afkar memperoleh dua Pil Primordial, dua Pil Tiga Bunga, ditambah Buah Pencerahan Ilahi, pecahan Tao, serta berbagai sumber daya kultivasi lainnya. Selain itu, ada pula dua senjata spiritual yang sangat langka.Yang satu adalah pedang e

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1927

    Laveta dan para ahli Paviliun Laut Selatan yang melarikan diri searah dengannya, satu per satu melancarkan serangan ke arah Afkar yang mengejar dari belakang.Namun, menghadapi serangan-serangan tingkat pemecahan kekosongan itu, Afkar menghancurkan dan menetralkannya satu per satu dengan sikap yang sangat mendominasi.Seluruh tubuhnya memancarkan aura tak terbendung. Tatapannya terkunci pada Laveta saat Afkar menerjang untuk membunuhnya."Target Afkar adalah Laveta!""Lari! Menjauh dari Laveta!""Pencar! Cepat!"Beberapa ahli Paviliun Laut Selatan yang melarikan diri bersama Laveta akhirnya menyadari sesuatu dan berteriak keras.Sret! Sret! Sret! Begitu suara itu terdengar, mereka semua segera menjauh dari Laveta dan melarikan diri masing-masing."Tetua! Paman! Kalian ...." Wajah Laveta langsung berubah drastis. Melihat para senior sektenya menjauh darinya seolah-olah menghindari wabah, raut wajahnya dipenuhi keputusasaan.Saat mereka bekerja sama saja, Afkar sama sekali tidak menunjuk

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1926

    Sekte Argansa bergabung dengan Paviliun Laut Selatan, datang dengan penuh keganasan. Meskipun sudah melihat bahwa Afkar belum mati, mereka tetap berniat membunuh Afkar, bahkan berniat memusnahkan Sekte Surya Rembulan.Namun saat ini, leluhur Sekte Argansa, Pendeta Gila, justru dipukuli sampai mati oleh Afkar. Para ahli tingkat pemecahan kekosongan yang tersisa, termasuk Arnold juga dibantai habis oleh Afkar. Pada akhirnya, hanya tersisa dua orang ahli puncak tahap akhir pemecahan kekosongan yang lolos dan melarikan diri.Kengerian daya tempur Afkar sepenuhnya melampaui perkiraan dua sekte kuno besar itu.Saat melihat Pendeta Gila tewas, Peri Selatan langsung membawa para ahli Paviliun Laut Selatan kabur menyelamatkan diri. Dia sama sekali tidak berniat bertarung mati-matian melawan Afkar!Namun, Afkar tidak berniat melepaskan mereka. Dengan menunggangi sisa tubuh burung ilahi, dia mengejar dengan kecepatan yang sangat mencengangkan. Untungnya rombongan Paviliun Laut Selatan belum melar

  • Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku   Bab 1925

    Bam! Pukulan itu membuat Pendeta Gila terpental jauh ke belakang dan terjun ke bawah. Sorot mata Afkar menajam. Seluruh tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya. Tanpa ragu, dia langsung mengejar."Leluhur!""Leluhur!""Afkar, berani-beraninya kamu!"Melihat adegan ini, Arnold dari Sekte Argansa beserta para ahli tingkat pemecahan kekosongan lainnya terkejut setengah mati. Mereka meraung marah.Mereka segera mengendalikan artefak dan mengejar Afkar, berusaha menghentikan Afkar memberi serangan susulan pada Pendeta Gila.Semua orang bisa melihat dengan jelas, Pendeta Gila telah terluka parah oleh satu serangan Afkar. Meskipun tidak langsung tewas, dia jelas sudah sekarat.Saat ini, Pendeta Gila bahkan tak mampu lagi terbang di udara. Tubuhnya jatuh menghantam tanah dengan kecepatan tinggi. Di matanya terpancar ketakutan dan kepanikan, saat melihat sosok Afkar semakin mendekat. Hatinya dipenuhi keputusasaan."Peri Selatan, tolong aku!" Pendeta Gila tidak menggantungkan harapan pada para

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status