Share

Bab 173

last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-27 20:06:56

"Dimana keberadaan pedukuhan Kalimayat, paman?" tanya Panji pada seorang yang sedang menggarap sawah.

"Ini sudah masuk ke wilayah pedukuhan Kalimayat, anak muda. Apa yang kau inginkan datang ke pedukuhan ini?"

"Aku ingin menemui si Raja Racun, dimana dia tinggal?" tanya Panji.

"Pergilah ke tengah pedukuhan, kau akan temukan sebuah rumah yang besar, itulah kediaman si Raja Racun!" kata orang itu.

"Baik," kata Panji.

Hiatttttt!!

Panji kembali memaksa kuda Pegasus untuk melesat, dan memasuki peduk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 175

    Sementara itu, pertarungan lain juga terjadi di belakang Panji Sanjaya. Pertarungan antara para ahli racun melawan raksasa racun yang Panji Sanjaya panggil untuk membantunya.Aaaaaaa!!Kematian nyai racun kagetkan semua ahli racun, dan saat mereka menoleh ternyata nyai racun sudah tewas di tangan Panji Sanjaya."Tidak mungkin!" kata mereka tak percaya.Roaaarrrr!!Namun suara keras raksasa racun itu kagetkan mereka, dan membuat mereka lupakan tentang kematian nyai racun.Bammmmmmm!!Tangan raksasa itu bergerak, dan membunuh beberapa ahli racun, yang membuat rasa takut di hati para ahli racun itu semakin menguasai diri mereka.Huppppp!!Satu ahli racun memilih untuk menjauh, dan mengambil jarak yang jauh dari raksasa racun itu."Raja racun, aku tak ingin mati disini. Aku pergi!" teriaknya.Huppppp!!Dia memilih untuk kabur, dan tinggalkan area lembah itu, kabur dengan sangat cepat."Keparat kau!" teriak si Raja Racun dan melompat untuk serang ahli racun yang kabur itu."Biarkan saja di

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 174

    Nyai racun kaget, padahal ia sangat yakin kalau serangan selendang hijau miliknya sudah hantam tubuh Panji Sanjaya.Itu adalah senjata andalan nyai racun, dan jarang bisa selamat jika selendang itu sudah hanya sesuatu, bahkan bukit besar pun akan rata dengan tanah jika dihantam selendang hijau itu."Apa lagi ini?" ucap nyai racun saat ia mencoba menarik selendang hijau itu.Ia merasakan kalau selendang itu ditahan oleh kekuatan yang besar, dan ia memaksa untuk memiliki selendang itu.Haaaaaaaaaaa!!Teriakan yang keras terdengar, dan tubuh nyai racun tertarik ke arah Panji Sanjaya yang berada di dalam debu yang tebal."Tidak akan aku biarkan!" teriak si Raja Racun.Tappppp!!Si Raja Racun menangkap lengan nyai racun, dan menahan agar nyai racun tak tertarik ke dalam debu itu, yang mana ia yakini kalau itu adalah perbuatan Panji Sanjaya.Haaaaaaaaaaa!!Dan tidak hanya itu, dia juga lepaskan satu pukulan jarak jauh ke arah Panji, dan barulah pegangan pada selendang itu lepas, dan bersam

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 173

    "Dimana keberadaan pedukuhan Kalimayat, paman?" tanya Panji pada seorang yang sedang menggarap sawah."Ini sudah masuk ke wilayah pedukuhan Kalimayat, anak muda. Apa yang kau inginkan datang ke pedukuhan ini?""Aku ingin menemui si Raja Racun, dimana dia tinggal?" tanya Panji."Pergilah ke tengah pedukuhan, kau akan temukan sebuah rumah yang besar, itulah kediaman si Raja Racun!" kata orang itu."Baik," kata Panji.Hiatttttt!!Panji kembali memaksa kuda Pegasus untuk melesat, dan memasuki pedukuhan kalimayat.Panji ikuti apa yang dikatakan oleh petani itu, dan memasuki sebuah pekarangan rumah yang besar."Hei siapa kau?" teriak penjaga rumah itu.Huppppp!!Panji melompat, dan setelah itu tendang penjaga rumah itu hingga terbang jauh. Jauh dari Panji Sanjaya.Belasan penjaga rumah si Raja Racun berlari ke arah Panji, dan senjata sudah ada di tangan mereka.Haaaaaaaaaaa!!Panji tak ingin mengotori tangan dengan membunuh mereka, jadi Panji hanya lepaskan aura membunuh, dan itu sudah cuku

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 172

    "Pergi cepat dari sini!" teriak Panji pada tiga gadis yang berasal dari padepokan Bunga Kasih.Panji tahu, jika perkataan salah satu dari empat ahli racun itu benar, maka dia akan bertarung dengan para ahli racun, dan ketiga gadis itu kemungkinan besar akan terlibat."Tuan Sanjaya, kenapa tuan bisa terlibat masalah dengan ahli racun?""Pergi!" bentak Panji.Kumala paham, kalau Panji tak ingin libatkan mereka bertiga dengan masalahnya jadi ia menyuruh ketiganya untuk tinggalkan dirinya."Baik, kami akan pergi tuan Sanjaya! Aku harap tuan baik-baik saja, dan mampu bertahan dari para ahli racun itu!" kata Kumala.Panji angguk kepala, dan melihat ke arah orang-orang yang begitu banyak di kota Terang Bulan. Jika terjadi pertarungan bukan tak mungkin mereka yang akan jadi korban dalam pertarungan itu."Kejar aku jika kalian mampu!" teriak Panji.Huppppp!Panji melesat cepat, dan menyusuri jalanan kota Terang Bulan, dan keluar dari kota itu.Sebuah bola dengan warna ungu melesat ke arah Panj

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 171

    Kota Terang Bulan, salah satu kota yang berada di pinggiran wilayah Benua Kuning, kota yang ramai, dikarenakan jadi kota tempat istirahat bagi orang-orang yang melintasi dua wilayah kerajaan benua.Panji yang baru tiba di kota itu kaget saat mendengar ada keributan, dan ternyata keributan itu lagi-lagi melibatkan tiga gadis dari padepokan Bunga Kasih.Tak ingin tiga gadis itu dapatkan masalah, Panji Sanjaya, yang merupakan reinkarnasi dari pendekar halilintar memilih untuk ikut campur.Brakkkkkkk!!Panji menendang pintu gerbang perguruan yang sudah tertutup, dan berjalan masuk ke dalam perguruan di tengah kota itu."Lepaskan tiga gadis itu, mereka sahabatku!" kata Panji Sanjaya.Seorang lelaki berikan kode agar anak buahnya menjauhkan tiga gadis itu, dan mendekat ke arah Panji."Anak muda, aku tak salahkan kau menjadi sahabat tiga gadis itu, namun kau sudah tak bisa berbuat apa-apa!" katanya pada Panji."Kenapa?" tanya Panji."Coba kau lihat tiga orang itu?" katanya sambil menunjuk ti

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab170

    "Kalian juga terluka, coba kalian oleskan ini pada luka kalian!" kata Panji pada Kumala, dan Sari, rekan dari Bunga.Dua gadis itu tak menolak, dan oleskan ramuan cair yang sengaja Panji buat untuk mereka bertiga."Istirahatlah, aku yakin kalau butuh istirahat!" kata Panji."Terima kasih tuan Sanjaya. Jika bukan karena tuan kami bukan sudah mati!" kata mereka."Aku penasaran, bagaimana bisa kalian memiliki masalah dengan bandit sungai kalimayat itu?" tanya Panji."Semua itu berawal karena kami tak mau jadi gundik ketua mereka!" kata Kumala."Gundik ketua mereka?" ucap Panji."Iya!" jawab Kumala dan ceritakan apa yang terjadi antara mereka dan bandit sungai kalimayat.***Pagi itu, dari sebuah desa yang dilintasi oleh Sungai kalimayat, di desa yang bernama desa Tumbak.Dari sebuah padepokan yang hanya memiliki murid perempuan, padepokan Bunga Kasih.Dari pintu padepokan itu, keluar tiga murid dengan pakaian biru muda, pakaian khas dari padepokan itu.Mereka mendapatkan sebuah tugas un

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status