Share

Bab 266

last update Tanggal publikasi: 2026-11-05 09:13:49

"Pembunuh? Siapa yang ia bunuh?" tanya Panji ingin tahu.

"Dia membunuh gubernur kota Lihan, dan saat ini ia berada di dalam penjara kota itu!" kata tetua Gu.

"Apa alasannya?" tanya Panji Sanjaya.

"Hingga saat ini tidak ada yang tahu apa alasan tetua Jun menyerang gubernur kota Lihan!"

"Apakah mati?"

"Tidak, namun puluhan prajurit tewas di tangan tetua Jun, dan karena itulah ia saat ini berada di dalam penjara. Dia dihukum berat, dan kemungkinan besar ia akan dihukum mati!" kata tetua Gu.

"Ti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 277

    Saat pagi datang, Panji Sanjaya, dan Saudagar Sui Yan dan putranya, Dai Yan segera tinggalkan hutan tempat mereka istirahat. Dari pembicaraan tadi malam, Panji akhirnya tahu kalau mereka berdua, sedang berburu di hutan, dan itu adalah kebiasaan yang mereka lakukan berulang kali. Dan ternyata di pinggiran hutan, ada kereta kuda yang sudah menunggu mereka, meskipun tanpa ada kusirnya."Jadi kalian sungguh berdua masuk ke dalam hutan?" tanya Panji Sanjaya."Iya, aku dan putraku sudah biasa masuk ke dalam hutan, tuan Panji!" kata saudagar Sui Yan. "Kalian sungguh berani!" ucap Panji."Tidak ada yang perlu ditakuti di hutan ini, tuan Panji! Sedikitpun tidak ada!" kata saudagar Sui Yan.Panji tak terlalu percaya apa yang dikatakan oleh saudagar Sui Yan, karena yang ia tahu tidak ada kata damai di dunia persilatan."Tuan Panji, mungkin ini tak akan kau sukai, namun aku harap saat dekat dengan kota Sechian, tuan Panji duduk di kursi kusir!" kata saudagar Sui Yan. "Kenapa?" tanya Panji. "

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 276

    "Ingat janjimu padaku, kak Panji!" kata Bao Yu dalam pelukan tubuh Panji Sanjaya."Akan aku ingat, aku akan datang ke danau mawar biru! Aku pasti akan datang!" kata Panji Sanjaya.Dua insan yang mencinta itu saling berpegangan tangan, dan pinggiran hutan jadi saksi perpisahan mereka berdua. Sesuai dengan permintaan Panji, mereka harus berpisah, dan semua itu diterima oleh Bao Yu.Jika mereka terus bersama, maka kemungkinan besar bahaya juga akan lebih besar datang pada Panji Sanjaya. Jadi hanya itu jalan terbaik yang bisa mereka ambil."Baiklah, aku akan pergi kak Panji!" kata Bao Yu."Iya, adik Bao! Hati-hati!" kata Panji Sanjaya. Tangan Bao Yu sangat berat untuk berpisah dengan Panji. Ia masih pegang tangan Panji hingga secara perlahan-lahan, pegangan keduanya lepas. "Selamat jalan kak Panji, kakak harus tetap hidup!" kata gadis itu. Setelah itu, Bao Yu pergi dengan langkah yang sangat gontai. Ia merasa sangat berat berpisah dengan Panji Sanjaya. Namun pilihan itu adalah piliha

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 275

    Panji berniat untuk kembali ke kamar penginapan yang disewa oleh nona Bao Yu, namun ia tak lakukan itu karena ia melihat nona Bao bertemu dengan anggota sekte Matahari.Panji mendengar sedikit keributan antara nona Bao Yu dengan anggota sekte matahari itu, dan Panji kaget karena gadis itu ternyata memiliki niat untuk menjebak dirinya. "Mungkinkah kau akan lakukan itu nona Bao Yu?" gumam Panji Sanjaya.Huppppp!!Panji melompat dan masuk ke dalam kamar dimana nona Bao Yu membawa dia masuk ke dalam kamar itu. "Aku akan lihat apa kau sungguh akan menjebak diriku?" gumam Panji Sanjaya.Tak berapa lama, nona Bao Yu masuk, dan wajahnya sangat tegang karena pembicaran yang baru saja ia lalukan dengan anggota sekte matahari. "Kau dari mana, tuan Panji?" tanya nona Bao Yu."Aku baru saja berjalan-jalan dari kota, dan melihat sesuatu yang tak aku duga!" jawab Panji Sanjaya."Sesuatu yang tak kau duga, apa itu tuan Panji?" tanya nona Bao Yu."Mataku melihat dan telingaku mendengar kalau kau in

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 274

    Orang yang bawa Panji Sanjaya, nona Bao Yu membawa Panji ke dalam sebuah kamar yang ada di dalam sebuah penginapan."Aku yakin kalau kau sudah ada di kota ini!" kata Bao Yu."Seperti yang sudah aku katakan, tujuanku datang ke negeri ini salah satunya untuk menemui tetua Jun!" kata Panji Sanjaya."Apa kau tahu dimana dia berada?""Tidak!" jawab Panji Sanjaya.Entah mengapa Panji merasa kalau gadis itu seolah sedang selidiki dirinya, jadi ia memilih untuk berdusta pada gadis cantik itu. "Jadi jika kau tak tahu kenapa kau masih bertahan di kota ini, Panji?" tanya Bao Yu."Aku pasti akan temukan dia!" kata Panji Sanjaya.Gadis itu hempaskan tubuhnya di tempat duduk, dan pada saat itulah ia menunjukkan wajahnya pada Panji Sanjaya. Dia lepaskan cadar yang menutupi wajahnya yang memang cantik."Kau memang cantik, nona Bao!" kata Panji memuji gadis.Wajah Bao Yu merah karena pujian dari Panji Sanjaya, dan ia menundukkan kepala. Sangat jarang ia menunjukkan wajah pada orang asing, namun enta

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 273

    Hingga saat malam larut, Panji dan nona Sia Yen berbicara panjang lebar, dan Panji pun tahu kalau gadis itu pun sesungguhnya tidak ingin berada disana.Namun, karena ia sudah merasa malu untuk kembali pulang, maka ia memilih untuk bertahan di rumah mewah itu, yang tak ubahnya sudah seperti rumah bordil. "Bukankah kau bisa tinggalkan rumah ini, dan memulai hidup yang baru nona Sia Yen?" tanya Panji."Yang kau katakan itu benar, namun aku tak bisa lakukan itu, karena aku sudah tak lebih dari sampah!" kata gadis itu. "Tidak, kau bukan sampah. Bagiku kalian para gadis sepertimu, hanya memilih jalan yang salah. Kalian masih memiliki jalan lain untuk hidup!" kata Panji Sanjaya."Tapi pandangan orang pada kami sudah buruk. Kami sudah tak layak dianggap manusia!" kata nona Sia Yen."Aku tak pernah memandang kalian rendah!" kata Panji dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Tanpa sedikitpun keraguan, Panji berbaring di dekat tubuh nona Sia Yen yang juga sudah merebahkan tubuhnya dari tadi

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 272

    Panji Sanjaya mendengarkan semua yang dikatakan oleh orang tua itu, dan akhirnya tahu kalau rumah besar itu adalah rumah bagi mereka yang inginkan surga dunia yang sesungguhnya."Tapi sebelum kau masuk ke dalam rumah itu, ada baiknya kau gunakan pakaian yang layak pakai. Jangan gunakan pakaian ini!" kata orang tua itu pada Panji."Aku tahu!" kata Panji Sanjaya.Setelah itu Panji memutuskan untuk memasuki sebuah toko pakaian, dan membeli sepasang pakaian untuk ia gunakan agar ia terlihat lebih bersih. "Aku akan memasuki rumah itu, dan akan melihat apa nona Lin ada didalam rumah itu?" gumam Panji Sanjaya."Ada pertarungan di dalam penjara, besok siang akan diadakan!" teriak seorang prajurit kota di tengah kota Lihan. "Siapa yang akan bertarung?" tanya seseorang."Tetua Jun! Jawara yang sudah menang sebanyak lima belas kali di pertarungan!" kata Prajurit itu."Tetua Jun?" kata Panji kaget. "Apa kau tak kenal dia anak muda? Dia adalah jawara dan juga pemenang dalam pertarungan di gelan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status