LOGIN"Aku akan antar dan menjaga keselamatanmu tuan Panji!" kata naga Paruka pada Panji."Baik, aku setuju!" kata Panji Sanjaya.Panji dekati nyai Rindani."Ayo nyai!" ajak Panji Sanjaya.Naga Paruka keluar dari istana naga putih, dan setelah itu ia menutup matanya.Cahaya putih keperakan menyelubungi seluruh tubuh naga Paruka, dan cahaya itu terus menutupi tubuh salah satu Panglima bangsa naga putih itu.Roaaarrrr!!Dan tiba-tiba saja, suara raungan yang sangat keras terdengar dari dalam cahaya itu.Saat cahaya putih keperakan itu sudah hilang, yang kini ada di hadapan Panji adalah seekor naga yang sangat besar, dan memiliki mata yang merah."Mari aku antarkan tuan Panji hingga ke ke tepian pantai!" kata naga Paruka yang kini dalam wujud aslinya. Wujud seekor naga."Apa yang harus aku lakukan?" tanya Panji."Naik ke atas kepalaku, tuan Panji!" kata naga Paruka."Baik!" kata Panji.Panji angkat tubuh nyai Rindani, dan setelah itu Panji juga naik ke kepala naga raksasa itu."Kami pergi nag
Satu tubuh dengan pakaian putih melesat diantara pepohonan, hingga akhirnya pemilik tubuh itu sampai di kaki gunung naga hitam, dia baru saja turun dari puncak gunung itu."Maafkan aku, Panji. Aku terpaksa membawamu sendirian!""Naga Paruka, harusnya kau juga bawa guruku!" kata Panji."Aku bukan tak mau Panji, hanya saja itu malah akan membunuh gurumu!"Panji ingat akan ucapan gurunya, yang mengatakan kalau jiwa dan tubuhnya sudah diikat oleh bangsa naga hitam."Apa maksudmu itu?" tanya Panji menanyakan tentang nasib yang menimpa gurunya."Ki Ageng kini tak ubahnya seperti budak bagi raja naga Pertiga!" kata naga Paruka."Aku tidak akan akan biarkan hal seperti itu terjadi pada guruku!""Pikirkan apa yang bisa kau lakukan Panji? Kau bukan lawan bagi naga Pertiga, dia bangsa naga terkuat. Bahkan raja naga putih bukan lawan baginya!" kata naga Puraka."Guru!" teriak Panji dengan suara yang sangat keras.Bukkk!!Dia jatuhkan tubuhnya, dan menatap ke arah puncak gunung naga hitam. Menatap
Bammmmmmm!!Raja naga Surak menusuk ujung tombak mata tiga miliknya ke tanah, dan tanah terbelah dua, dan itu mengarah pada Panji Sanjaya."Guru, menjauh!" teriak Panji.Huppppp!!Panji berteriak keras sekalian melompat dengan sangat tinggi, melompat menjauh dari retakan tanah itu.Blarrrr!!Cahaya merah meledak tepat di pijakan kaki Panji, dan jika Panji tidak menjauh dari sana, bukan tak mungkin ledakan itu akan melukai Panji Sanjaya."Pukulan petir biru!"Haaaaaaaaaaa!!Dari telapak tangan Panji, melesat satu cahaya, dan itu menyerang ke arah raja naga Surak.Raja naga Surak memegang tombaknya, dan memutari tombaknya, untuk hindari serangan Panji Sanjaya.Trakkkkkk!!Dan setelah itu, Raja naga Surak mencabut tombak mata tiga miliknya, dan melesat menusuk tubuh Panji Sanjaya.Tusukan Raja naga Surak sangat kuat dan penuh dengan aura yang kuat, namun sedikitpun itu tak mengganggu pergerakan Panji Sanjaya.Tukkkkkk!!Panji mentotol jari telunjuk ke ujung salah satu mata tajam rombak
Sesuai dengan semua petunjuk dari naga Surika, Panji melesat menuju ke selatan, dan setelah itu, lanjut Panji melompat dan kini sudah ada di belakang istana kerajaan siluman naga hitam."Ini dia!" kata Panji.Huppppp!!!Dengan satu kali lompatan saja, Panji sudah berhasil melewati pagar tinggi yang menutupi bagian belakang istana kerajaan naga hitam.Selanjutnya, sesuai dengan petunjuk dari naga Surika, Panji melesat ke arah barat, dan empat kamar dari kamar pertama, disanalah keberadaan ruangan Ki Ageng dengan putri Andini."Tidak!" kata Panji karena melihat ada belasan penjaga di depan pintu ruangan itu. Jelas itu sesuatu yang harus Panji hindari."Untuk saat ini tidak mungkin! Memang hanya pertarungan yang bisa aku lakukan!" kata Panji Sanjaya.Yang Panji lihat itu tak lain adalah, panglima naga Garpa bersama prajurit naga. Jumlah mereka tak terlalu banyak, namun Panji merasakan kalau panglima Garpa akan menyulitkan dirinya."Langkah petir!"Whusssssssss!!Panji melesat layaknya pe
Panji Sanjaya dan naga Surika yang baru sebentar berada di dalam ruangan, harus berdiri saat raja naga Rakha, dan naga Paruka datang ke kamar itu."Panji, kau mengatakan bahwa kalau kau memiliki kemampuan memanipulasi kemampuan hingga ke titik nol, coba tunjukkan padaku!" pinta naga Paruka.Panji tahu kalau naga Paruka ingin meyakinkan raja naga Rakha, jadi Panji angguk kepala dan tak ragu untuk tunjukkan kemampuan yang ia miliki.Haaaaaaaaaaa!!Panji lakukan apa yang diminta oleh naga Paruka, dan aura kehidupan di tubuh Panji langsung hilang, dan itu membuat mata raja naga Rakha melotot tak percaya."Bagaimana bisa ada kemampuan seperti itu?" kata raja naga Rakha."Bukankah sudah aku katakan, kalau Panji memiliki kemampuan yang istimewa!" kata naga Paruka."Jika seperti ini kita mungkin akan bisa bebaskan putri Andini!" kata raja naga Rakha."Iya!""Tapi aku juga memiliki satu permintaan!" kata Panji."Apa itu?" tanya raja naga Rakha."Baik, tanpa kalian katakan, aku sudah mampu mene
"Jadi jika kau jauh lebih sehat dari yang sekarang, maka kau akan membunuhku?" tanya Panji dan sudah mulai alirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya."Surika, kenapa kau menakuti anak manusia itu?" ucap satu suara.Suara itu dari rekannya, yang juga sudah sadarkan diri. Dan ia tersenyum pada Panji Sanjaya."Anak muda, jangan hiraukan ucapan si bodoh itu, terima kasih sudah menyelamatkan kami, aku naga Paruka!" kata sosok yang baru bangun itu."Alah kakak, aku baru saja ingin mengerjai manusia!" kata Surika yang merupakan juga bangsa siluman naga, dia adalah naga Surika.Panji merasa lega, itu jika ucapan dari naga Paruka benar, maka naga Surika sungguh-sungguh mengerjai dirinya.Naga Paruka segera melipat kedua kakinya, dan bersemadi untuk memulihkan kondisi tubuhnya, dan melihat itu, naga Surika juga lakukan hal yang sama. Dia juga memulihkan kondisinya dengan bersemadi.Tak berapa lama, aura naga dari tubuh mereka keluar, dan memancar di dalam gua itu, sesuatu yang hangatkan tubuh Pa







