แชร์

9 - Gangguan

ผู้เขียน: Paus
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-29 19:41:58

Liam dibuat mengerutkan dahi ketika mendapati ponselnya bergetar lama. Ada panggilan masuk. Karena sedang berada di kamar rawat ayahnya, jadi Liam memutuskan keluar.

Diangkatnya panggilan itu. Berasal dari seseorang yang dibayarnya untuk menjaga pintu kamar rawat Rosalie.

“Ada apa?” Liam langsung bertanya begitu mengangkat panggilannya.

“Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud mengganggu Anda, tapi sepertinya Anda harus datang ke sini. Ada gangguan yang menuju lokasi saya.”

“Apa maksudmu?” Liam bertanya lebih jauh.

“Saya melihat Pak Gilbert dari posisi saya. Datang bersama istri dan putra bungsu keluarga Syl Hampton. Dia sedang berbicara dengan beberapa perawat, dan saya yakin dia sedang menuju ke sini.”

Rahang Liam langsung mengeras. Pengganggu itu! Ternyata mereka sudah tahu.

“Baiklah, aku akan segera ke sana.” Liam langsung memutuskan panggilan dan memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan kasar.

Dia berlalu dengan langkah lebar menuju kamar Rosalie. Dan benar saja, di sana sudah ada keramaian memenuhi lorong di depan pintu masuk ruang rawat Rosalie. Berusaha ditahan oleh penjaga yang dibayar olehnya.

Liam menarik senyum tipis ketika tatapan semua orang langsung beralih padanya. Seakan seisi rumah sekarang berpindah ke rumah sakit.

Dia berdiri menggantikan penjaga yang dibayar olehnya untuk berdiri di depan ruang rawat Rosalie.

“Sepertinya kalian semua memiliki banyak sekali waktu sampai datang ke sini di waktu bersamaan, ya?” Liam bertanya dengan tenang.

Matanya memandangi ketiga tamunya bergantian. Semuanya berasal dari keluarga Syl Hampton, keluarganya.

Gilbert dan Gerald—adik dari ayah angkatnya. Dan satu orang lainnya yang merupakan istri Gilbert.

“Dan sepertinya kau juga memiliki banyak sekali waktu belakangan ini? Hebat juga kau bisa mendapatkan donor yang cocok untuk kakakku.” Gilbert membalas ucapan Liam sama sarkasnya.

“Oh, tentu saja.” Liam menjawabnya tanpa ragu. “Sekalipun aku harus berkeliling dunia, aku pasti akan menemukan donor yang cocok sampai Tuan Besar bisa sembuh.”

Gilbert tertawa. “Haruskah kami bertepuk tangan untuk baktimu itu?”

“Tidakkah kau melakukan hal itu untuk mencari perhatian?” Sekarang Eva yang angkat suara. Tatapannya sinis penuh peperangan. Seakan bisa membunuh siapa pun yang bersitatap dengannya.

Tapi Liam tidak kalah dalam hal itu. Pandangannya berubah menjadi dingin.

“Sebutkanlah maksud kalian datang ke mari. Tidak perlu berputar-putar. Ada apa kalian sekeluarga tiba-tiba datang ke rumah sakit, padahal tidak pernah menjenguk Tuan Besar?”

Tangannya lantas menunjuk ke arah lain. “Lagi pula kalian mendatangi ruangan yang salah. Ini bukan ruangan beliau,” katanya.

“Bukankah kau seharusnya sudah tahu maksud kedatangan kami datang kemari?” Gilbert bertanya pelan, tapi penuh penekanan.

Pria itu maju satu langkah. Seakan tidak mempedulikan bahwa kedatangannya itu mengundang tatap penasaran dari penghuni rumah sakit yang berada di sekitar mereka.

Semuanya tidak peduli, karena pembahasan itu terlalu mendesak untuk sekadar mencari tempat yang lebih nyaman untuk mengobrol. Tidak ada waktu untuk melakukan hal itu.

“Sadarilah posisimu, Liam. Kami semua tahu siapa dirimu. Kau hanyalah anak yang dipungut oleh kakakku. Bukan siapa-siapa di keluarga ini.”

Mereka membuka lembar itu. Berisi fakta tentang Liam di keluarga mereka.

Liam sebenarnya tahu bahwa perang persaudaraan itu tidak akan pernah berakhir. Tidak sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kekuasaan milik ayah angkatnya yang sekarang beralih tangan padanya selama pria itu jatuh sakit.

Mereka membencinya sejak sang pewaris utama, sang ‘Tuan Besar’, mengadopsinya sebagai seorang anak. Membesarkannya bak putra mahkota dan mengangkatnya sebagai petinggi perusahaan.

Mereka semua tidak akan pernah menerimanya, karena warisan itu tak jatuh ke tangan mereka, melainkan orang asing seperti dirinya.

Liam mendengus dengan senyuman miring.

“Sayangnya, anak pungut ini telah dipercayakan Tuan Besar untuk mewarisi perusahaan,” jawabnya, memancing emosi paman-pamannya.

“Diam kau!” bentak Gilbert. “Kau hanya pengganti sementara! Kau hanya asistennya! Kacung, budak, tidak lebih dari babu!”

“Dan Paman ini adalah saudara sekandung dan sedarah Tuan Besar. Lalu, kenapa Paman tampaknya sangat terancam dengan babu ini?” balas Liam enteng.

Eva ternganga tidak pecaya. “Astaga… Lihat betapa congkaknya anak ini! Kau mulai menunjukkan warna aslimu juga! Akui saja, Liam. Kau sebenarnya punya rencana licik juga, 'kan?”

Mata Liam menajam, menghunus tiga orang di depannya. “Jangan samakan aku dengan kalian. Aku tidak akan membiarkan siapapun macam-macam kepada Tuan Besar."

Ketiga orang itu menelan ludah mendengar suara dingin dari Liam, ancamannya tidak main-main. Mereka gugup, seolah-olah kebusukan mereka telah terbongkar di depan pria itu.

Gilbert tertawa pahit, menyembunyikan rasa takutnya di balik tawa yang dipaksakan. Tangannya menepuk-nepuk bahu ponakan angkatnya itu.

“Oh, Liam. Sungguh, kami berterima kasih atas semua pengorbananmu selama ini karena telah merawat Tuan Besar. Kakakku itu benar-benar beruntung memilikimu di sisinya. Tapi….” Gilbert sengaja menggantungkan kalimatnya.

“Kau ini cuma anjing liar yang dipungut dari pinggir jalan karena kakakku kasihan, jadi jangan terlalu percaya diri begitu, ya?”

Kedua tangan Liam terkepal. Hampir saja emosinya terlepas.

Orang-orang seperti mereka. Tampak selalu puas menginjak-injak orang yang menurut mereka berada di bawah kaki mereka.

“Dan kau, Paman,” balas Liam tenang, “bahkan tidak ada dalam daftar pewaris, jadi jangan terlalu percaya diri begitu, ya?”

“Kau!” Eva mendelik tajam sambil menunjuk Liam. “Berani juga mulutmu itu?”

Gilbert menatap Liam dengan mata memerah, kemarahan terpampang jelas di wajahnya, namun dia sembunyikan di balik senyum merendahkan. Tangannya menepuk-nepuk pipi Liam kasar.

“Kau sudah melangkah terlalu jauh, Bocah. Hentikan permainanmu dan pertemukan kami sekarang juga dengan perempuan sialan itu.”

Liam balas menarik senyum sinis. “Perempuan mana maksudnya?”

Dia berpura-pura bodoh. Meski sebenarnya mati-matian menahan diri untuk menjaga pintu itu. Menyembunyikan Rosalie rapat-rapat.

“Perempuan yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Greyson. Kau temukan di mana sebenarnya anak itu?!”

Wajah-wajah itu nampak hilang kesabaran. Tidak bisa lagi menunggu lebih lama. Mereka ingin segera menyelesaikan apa yang menurut mereka mengganggu jalannya rencana.

Batu kerikil itu harus disingkirkan, atau semua rencana yang sudah mereka susun sejak bertahun-tahun lalu akan hancur begitu saja.

“Itu bukan urusanmu. Pergilah,” ujar Liam datar.

“Dasar anak pungut tidak tahu diuntung! Kau pikir kau siapa berani mengusirku?!” Gilbert membentak kembali.

"Kami perlu bertemu dengan perempuan sialan itu!" Gilbert mulai memaksa masuk dengan mendorong kasar tubuh Liam dan langsung meraih gagang pintu.

Tapi Liam dengan cepat mencekal kasar tangan pria itu, lalu menjauhkannya dari gagang pintu. Pria tua itu jelas kalah dari segi kekuatan, segera terhuyung ke belakang.

“K-kakak!” cicit Gerald yang sedari tadi bersembunyi di balik Eva.

Eva memandangi Liam marah. “Anak sialan! Beraninya kau berbuat lancang seperti itu kepada suamiku!”

Wanita itu maju ingin meraih Liam. Mungkin satu tamparan akan cukup sebagai pelajaran. Bentuk pembelaannya untuk suaminya yang diperlakukan semena-mena.

Gerald ikut maju juga ingin membantu. “Jangan sok jadi pahlawan, Liam!” serunya.

Namun, keributan itu seketika terhenti ketika pintu yang sejak tadi berusaha dipertahankan tertutup rapat oleh Liam malah terbuka dari dalam. Suara klik pada pintu disusul dengan ayunan halus yang membuka pintu tersebut membuat semua orang menoleh serempak.

Seorang perawat yang baru mengantarkan makan siang Rosalie terlihat kebingungan melihat semua orang yang berkumpul di depan pintu.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    12 - Fakta dari Masa Lalu

    Berhari-hari berlalu, setelah banyaknya perawatan ketat yang dilewati oleh Rosalie, gadis itu akhirnya bisa pulang.Liam membawanya pergi keluar dari rumah sakit. Langsung menuju rumah yang dijanjikannya akan dimiliki oleh Rosalie sesuai kesepakatan di kontrak.Rumah itu besar sekali. Berdiri di tengah komplek perumahan elit. Bergaya Eropa dengan pilar-pilar besar di bagian depan rumah.“Ini berlebihan sekali untuk memberiku rumah sebesar ini. Aku hanya tinggal sendirian,” kata Rosalie akhirnya buka suara juga.Liam balas memandangnya. Padahal setelah semua yang dialami gadis itu, rumah tersebut justru tidak seberapa harganya. Ada lebih banyak hal yang seharusnya sudah menjadi milik Rosalie sejak awal.“Tidak. Aku memang sudah menyiapkannya.” Liam menjawabnya santai dan langsung berjalan begitu saja ke arah pintu masuk. Membuat Rosalie langsung mengikutinya.Saat memperhatikan, ternyata ada dua orang di sekitaran rumah tersebut. Berpakaian serba hitam dan berjaga di sekitaran rumah.“

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    11 - Nama dari Masa Lalu

    Ah, rahasia itu akhirnya terbongkar juga.Padahal Liam sudah berusaha menutupinya. Berbahaya saat identitas Rosalie yang sebenarnya terbongkar.Gadis itu diincar oleh banyak orang. Mereka yang mengetahui siapa Rosalie tidak akan sungkan untuk mencelakainya. Itulah kenapa Liam selama ini berusaha mencari tahu diam-diam.Pikirnya, dirinya bisa tetap melindungi Rosalie tanpa perlu membiarkan gadis itu tahu tentang identitasnya yang sebenarnya.Tapi, semua terlambat sejak saudara-saudara ayahnya itu menemui Rosalie.Tawa Gilbert memenuhi ruangan persegi itu.Pria itu berkata. “Wah, kau ini benar-benar luar biasa, Liam. Sejak kapan kau merencanakan semua ini?”Liam tidak menjawabnya. “Kami pikir kau hanyalah anak penurut yang begitu mencintai Tuan Besar. Tapi tidak diduga, ternyata kau menyimpan kelicikan pada wajah kaku dan dinginmu itu. Sungguh permainan yang berbahaya.”Gilbert dan Eva ditarik keluar ruangan, sementara Gerald yang menghindari konfrontasi diam-diam mengekori mereka.Rua

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    10 - Putri Tuan Grey

    “Maaf, apa yang…”Belum sempat perawat itu menyelesaikan pertanyaannya, Gilbert langsung menerobos masuk bersama istri dan saudaranya, mendorong kasar perawat itu hingga wanita malang itu jatuh tersungkur ke lantai.Sementara Rosalie dibuat kebingungan dengan wajah-wajah asing yang baru dilihatnya. Tiga orang itu menatapnya dengan mata lebar dan mulut menganga.“Sayangku!” Eva menyentuh lengan Gilbert. “Wajah itu! Ini tidak salah lagi.”Sementara Gilbert menyaksikan dengan badan menegang dan wajah pias. Seolah dia melihat sebuah hantu dari masa lampau.Seolah merasa terancam, perasaan cemas dan takut tiba-tiba merayap dalam diri Gilbert. Dengan cepat berubah menjadi amarah yang tidak bisa terbendung.Kedua tangannya terkepal kuat. Gilbert kehilangan akalnya dan langsung maju mendekat ke arah Rosalie dengan dua tangan terangkat.“Sialan! Kubunuh kau sekarang juga!”Pria itu mendekat. Dia hendak mencekik Rosalie!Panik, Rosalie berusaha bangkit dari kasur. Namun, belum sempat Gilbert me

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    9 - Gangguan

    Liam dibuat mengerutkan dahi ketika mendapati ponselnya bergetar lama. Ada panggilan masuk. Karena sedang berada di kamar rawat ayahnya, jadi Liam memutuskan keluar.Diangkatnya panggilan itu. Berasal dari seseorang yang dibayarnya untuk menjaga pintu kamar rawat Rosalie.“Ada apa?” Liam langsung bertanya begitu mengangkat panggilannya.“Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud mengganggu Anda, tapi sepertinya Anda harus datang ke sini. Ada gangguan yang menuju lokasi saya.”“Apa maksudmu?” Liam bertanya lebih jauh.“Saya melihat Pak Gilbert dari posisi saya. Datang bersama istri dan putra bungsu keluarga Syl Hampton. Dia sedang berbicara dengan beberapa perawat, dan saya yakin dia sedang menuju ke sini.”Rahang Liam langsung mengeras. Pengganggu itu! Ternyata mereka sudah tahu.“Baiklah, aku akan segera ke sana.” Liam langsung memutuskan panggilan dan memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan kasar.Dia berlalu dengan langkah lebar menuju kamar Rosalie. Dan benar saja, di sana sudah ada keram

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    8 - Ancaman Dari Masa Lalu

    Perasaan itu adalah jenis perasaan yang sama yang pernah Rosalie temui. Bukan hal yang baru, tapi tetap terasa asing. Plafon ruangan yang begitu bersih, sekelilingnya yang terasa sepi, serta senyap yang begitu mencekik. Rosalie akhirnya sadar berjam-jam setelah operasi. Tubuhnya terasa kaku di atas ranjang. Ingatan mengerikan dari berbulan-bulan lamanya sendirian, kesepian di rumah sakit tanpa ada yang menjenguknya menghantuinya. Kedua matanya begitu saja terasa basah. Teriakan tertahan di tenggorokannya. Sampai akhirnya sebuah langkah menyapa telinga Rosalie. Suara kecil itu menjadi irama yang menyenangkan untuknya. Ada seseorang di sana! Lalu…. “Apa kau sudah sadar?” Sebuah suara yang masih terasa asing pun menyapa. Membuat Rosalie mengalihkan matanya ke sumber suara. Liam di sana. Berdiri di tepi ranjang. “K-kau—” Suara Rosalie tercekat. Terdengar serak. Tapi pandangannya melihat semakin jelas. Wajah itu begitu dekat dengannya. Terlihat cemas. “Tidak perlu berbicara dulu. T

  • Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa    7 - Kontrak Kesepakatan

    Sebuah gedung besar yang terlihat sangat megah berdiri kokoh di hadapan Rosalie. Ketika Rosalie membaca sebuah tulisan besar mengkilap yang ada di bagian depan gedung tersebut, barulah Rosalie tahu dugaannya tidak salah. Syl Hampton Company adalah salah satu perusahaan multinasional terbesar. Semua orang tahu tentang perusahaan tersebut. Seseorang yang menduduki jabatan sebagai CEO dari Syl Hampton Company. Orang itu adalah Liam. Mustahil tidak ada yang mengenalnya saat nama itu disebut di tengah keramaian. "Mari. Ikutlah denganku. Kita akan segera mengurus kontraknya." Liam yang baru turun dari mobil langsung meminta Rosalie untuk ikut bersamanya. Tidak ada bantahan dan Rosalie hanya mengikuti pria itu menuju pintu utama perusahaan. Semua orang membungkuk ketika Liam berjalan, mulai dari pintu masuk sampai ke bagian dalam perusahaan. Mereka semua terlihat begitu menghormatinya. Rosalie merasa tidak enak berada di sana. Karena dirinya berjalan beriringan bersama Liam, orang-or

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status