LOGIN“You’re mine, rogue but I haven’ chosen you.” He sniffed my neck and the closeness with my second chance mate made my body shiver both with fear and pleasure. “I haven’t chosen this fate either, Alpha.” I dared to match his steel grey eyes which only reflected coldness in their depth. Her heart clenched when she saw hatred and disgust in her second mate’s heart for her. Celeste, the banished Luna had a pretty rough life since she was mated with the selfish, ruthless Alpha until she was rejected and banished from the pack. Humiliated, heartbroken and homeless, Celeste didn’t intend to find her second chance mate in the most infamous Alpha of the Frost Pack, Darius Lockwood.
View More*Baaam!
Aku membanting pintu rumahku seusai berlari pulang dari toko buku. Segera kulepaskan kaus kaki hitam putih milikku dan memasukkannya kedalam sepatu yang kuletakkan di atas rak sepatu yang berada tepat disebelah pintu.Aku tidak perlu memberikan salam karena aku hanya tinggal sendirian. Segera aku berlari menaiki tangga ke lantai atas tepat dimana kamarku berada, tak lupa tentu saja dengan buku yang sedang kupeluk ini.'Akhirnya terbit juga!'Yah seperti yang kalian lihat, aku sangat senang hanya dengan memeluk satu buku yang tampak seperti buku novel biasa. Bukan tanpa alasan aku memeluk erat buku itu, aku melakukannya karena teringat dengan kakak laki-lakiku.Sebagai catatan, aku punya saudara laki laki angkat yang beda lima tahun dariku. Allen Priscilla. Aku sangat merindukannya karena dia sedang bersekolah diluar negeri, sekarang kuliah mungkin? Sementara aku masih di Indonesia. Huhhhh aku kesepian sendirian dirumah...Kak Allen berada di New York melanjutkan studinya sementara Ayah dan Ibuku masih di Amerika dengan alasan kerja. Untuk bagian orang tua aku tidak terlalu mempedulikan mereka ada dirumah atau tidak, toh aku kalo disuruh memilih antara mereka berdua atau kakak jelas aku milih kakak!Dari kecil aku sudah ditinggal sendirian dirumah yang segede mansion ini. Karena orang tuaku tau bahwa aku kesepian, bukannya memilih melonggarkan jadwal kerjanya dan menghabiskan waktu denganku, mereka malah mengadopsi anak laki laki untuk bermain bersamaku.Setelah itu mereka malah makin tidak pernah pulang ke rumah.Terkadang aku bertanya-tanya apakah mereka masih ingat bahwa mereka punya anak.Baiklah, terserah! Aku juga sudah besar!Kak Allen diam-diam adalah seorang penulis novel yang terkenal dengan genre fantasi. Dan tentu saja sebagai adik yang baik, rajin dan imut.. aku harus mendukungnya dengan membeli seluruh keluaran bukunya.. dan tentu saja, BUKUNYA BAGUSS SEMUAAAA......Diantaranya yang paling direkomendasikan adalah novel fantasi romantis berjudul 'Lady with the Light Magic'. Hmm~♪ Sekalian saja aku meringkas novel ini untuk tugas meringkas buku di pelajaran bahasa Indonesia kelas 8.Awalnya aku membacanya dengan penuh syahdu... sampai ada adegan-adegan yang bikin deg-deg an waktu Milly Corben, si tokoh utama hampir mati atau terluka berkali-kali karena sihir api milik antagonis utama, Sherina, yang memang luar biasa, tapi selalu diselamatkan sang pangeran. Ya iyalah masih hidup, kalo dia mati ceritanya udah tamat.Dari awal cerita aku ngefans banget sama si Milly.Hmm.. mungkin karena penjelasan yang diberikan kakak didalam novel menyatakan bahwa Milly itu cantik dan baik. Kalau kak Allen bilang gitu berarti itu beneran.Cerita pun diakhiri dengan kekalahan Sherina yang ingin menjatuhkan Milly. Dan dia dihukum eksekusi mati. Yang paling hebatnya, waktu eksekusi dan pernikahan Milly dengan pangeran bersamaan!!Tentu saja para hadirin yang diundang lebih memilih melihat pesta mewah daripada melihat orang sekarat yang akan mati. Tapi ada beberapa orang yang melihat Sherina yaitu para pelayan yang bekerja di rumah Duke Chevalier. Yang rupanya masih memihak Sherina tapi di paksa tutup mulut oleh Milly.Dari beberapa paragraf tepat di akhir cerita, lumayan aneh untuk seorang yang suci, lemah lembut dan baik hati seperti Milly untuk melakukannya. Tapi karena aku dah suka sama Milly aku tidak terlalu memikirkannya. Mungkin itu hanya kalimat biasa tanpa ada makna, namun mengingat yang menulisnya adalah kakak, orang yang sangat jeli dan teliti, muncul keraguan didalam diriku.'.. kenapa perasaanku tidak enak?'Sampailah di lembar berikutnya yang adalah tambahan, disana tersedia ringkasan sudut pandang Milly dan Sherina.Waktu membaca sudut pandang Sherina, aku sedikit paham dengan perasaannya. Sherina anak panti asuhan yang artinya dia yatim piatu. Dia diadopsi oleh Duke Chevalier waktu berumur tujuh tahun, yaitu waktu anak-anak mendapatkan bimbingan dan kasih sayang oleh orang tuanya. Usia dimana mereka mulai mempertanyakan mana yang benar dan mana yang salah.Sherina hampir mirip sepertiku, namun untuk kasusku aku punya kak Allen, jadi aku dibimbing dengan baik dan tidak salah arah.Sang Duke mengadopsi Sherina bukan karena rasa tertariknya akan ingin memiliki seorang anak tanpa harus menikah dahulu, melainkan karena perintah Yang mulia Raja untuk mengadopsi anak, terserah mau secara acak pun bisa.Dikira undian kali ya.Waktu Sherina yang terpilih, dia sangat senang dan berharap cinta dari ayah angkatnya. Waktu terus berlalu dan terungkap bahwa dia cuma dijadikan hiasan oleh sang Duke. Hiasan yang bisa memberi hormat dan memakai baju-baju bagus. Hiasan yang hanya bisa mengharapkan dia mendapat cinta dari orang tua.Walau hanya sekali saja.Tidak dijelaskan secara langsung bagaimana kehidupan Sherina waktu di panti asuhan. Sejujurnya aku juga kaget karena aku baru tau jika itu adalah perintah-sang-raja, karena sejak awal cerita, Sherina dijelaskan mempunyai banyak harta kekuasaan yang diberikan oleh ayahnya. Jadi aku mengira Sherina sangat disayangi oleh ayahnya.Pembaca novel termasuk aku, baru tahu kebenarannya saat hari pemutusan Sherina akan dieksekusi atau tidak.Yang terjadi seperti ceritanya. Sherina dieksekusi. Dan dicerita tambahan tersebut aku mendapat fakta baru. Bahwa Sherina... memiliki sihir cahaya sama seperti Milly."Plot twistnya engga main-main, anjir."Tapi kenapa dia tak menunjukkannya? Itulah yang aneh disini.Ringkasan dilanjut dengan sudut pandang Milly, sang tokoh utama.Merencanakan pengkhianatan. Menjebak Sherina. Meracuni diri sendiri. Lari ke api milik Sherina. Merayu pangeran. Mengendalikan pikiran Duke Chevalier agar Sherina dihukum mati. Dan.. menggunakan SIHIR HITAM.. serta yang lainnya..Yang ternyata selama ini, yang jadi ANTAGONISNYA ITU MILLY BANGSAT!!Seluruh ringkasan itu ternyata semua rencana Milly yang mendasari semua konflik di cerita novel tersebut. Dan faktanya Sherina tau itu dan berusaha menghentikan Milly dan menyelamatkan pangeran dari penyihir itu!!Tapi karena si Sherina kurang pintar bagaimana cara mengungkapnya atau karena semuanya sudah terlalu terpikat dengan sihir hitam Milly, jadi dia yang malah terasa menari di atas telapak tangan Milly. Cuma Sherina dan pangeran yang tahu sifat asli Milly. Tapi karena pangeran sudah-di-cuci-otak dia menghiraukan peringatan Sherina dan malah memusuhinya karena berusaha membahayakan Milly? PERMISI!?"Sumpah! Itu pangeran gunanya apa sih? Pangerannya aja gitu! Rakyatnya gimana?""Gimana sih?? kok malah jadi gini??! Aaagghhhhhhhh."Sampai penjelasan terakhir pun aku terus menyumpah serapahi Milly. Tak bisa dihitung lagi kata-kata kasar yang keluar dari mulutku yang biasanya terfilter baik.Baru kali ini moodku se-anjlok ini. Kak Allen emang punya bakat bikin emosi pembaca novelnya ke ombang-ambing. Kadang suasananya anjlok di awal tapi happy di akhir, atau malah kayak novel ini! Happy aja baca awal, sampai akhir... eh! Malah Heroine yang disukai banyak orang itu penyihir hitam yang bisa mencuci otak dengan tampilan + gaya sok polosnya!"MILLY!! BALIKIN NYAWANYA SHERINA! COBA KALO KAMU NYATA! DAH KULEMPAR KAMU KE RUMAH SAKIT JIWA!!""Tunggu, lupakan rumah sakit jiwa, UNTUNG KAMU ENGGA NYATA, KALAU NYATA DAH KU TOJOK KU BANTING KU SLEDING KAMU YA!!"Aku berteriak sambil memukul mukul bantal sambil membayangkan itu adalah Milly. Dan karena terluap emosi, aku memilih membakar novel itu tanpa sepengetahuan kakak. Hush.. jangan bilang ya..Yah nggak mungkin juga sih aku bisa ngasih tahu kakak, kita kan dah putus kontak lama banget.'Persetan dengan tugas meringkas! Kubakar saja sampai jadi abu terus ku kubur! Berbahagialah kau kembali bersatu dengan tanah, dasar buku durjana!'Akhirnya setelah memantapkan hati aku membakar novel itu sampai jadi abu, tapi belum ku kubur karena diluar rumah sedang hujan lumayan deras. Karena emosi mentalku sudah terkuras habis, aku memilih untuk tiduran saja sambil menunggu hujan reda.Lalu tiba tiba petir menyambar dan lampu mati. Karena lelah aku masih menutup mata tanpa ada niatan bangun sama sekali. Tiba-tiba terdengar jelas bunyi petir, dari bunyinya saja sudah jelas bahwa itu petir yang terus menyambar.Karena iseng, aku menghitungnya.1...2...3...4...5...6...7...... berhenti.'Huh? Apakah ini sama saat menghitung suara tokek? Saat berhenti di angka 7 maka ada sesuatu?'Aku mengerutkan kening saat menyadari betapa tenang dan heningnya ini. Aku bertanya-tanya kemana suara hujan dan petir yang tadi terus menerus terdengar menyambar. Untuk memastikan apa yang terjadi, aku membuka mataku.... dan mendapati bahwa ini bukan lagi kamarku.'Lho.. aku dimana?? Aku diculik? Serius? Tadi aku kan dikamar!'Karena reflek menyadari bahwa ini bukan kamarku, atau tempat manapun yang ku ketahui, aku mencoba berteriak."Oeekk!(Aaaaa!!)"'.. Eh?? Oek? Ada bayi disini? Tapi kok dekat banget kayak nempel gitu. Apa aku diculik bersama dengan seorang bayi? coba aku panggil..'"Abaa?(Adek?)"'Lho kok bisa ngomongnya bisa bareng?'"Abaaaa bababa?(Adek nggak papa?)"'Eh kok.. ada yang aneh.. Tapi apa yah?'Aku masih mencoba memikirkan apa keanehannya. Entah kenapa otakku nggak langsung connect kayak biasanya. Sampai terdengar suara langkah kaki memubuatku memutar mata ke samping. Tampaklah seorang wanita masuk kedalam ruangan ini dan melihatku."Abaa! Bababa?(Hei! ini dimana?)"'Daritadi kok bayinya ngganggu aku ngomong sih?'Wanita dengan rambut coklat itu awalnya menatapku dengan mata datar lalu tiba tiba menjerit kegirangan."Kyaaa, bayinya sangat imut!! Kemarilah Marie! Ouh~ bayi yang manis dan cantik, sayang sekali ayah dan ibunya meninggal untuk membawamu kesini." Wanita itu berkata dengan pandangan kasihan saat melihatku. Sebentar, melihatku??'Eh? Aku kan masih punya orang tua... kenapa menatapnya ke aku?'Aku masih memikirkan kata katanya, walaupun dia melihatku, aku mencoba berpikir positif bahwa pasti kata-kata tadi ditujukkan pada bayi yang entah siapapun itu, yang menempel padaku. Sial, aku sangat ingin menoleh dan melihat bayinya.Kalian bertanya kenapa aku tak bisa menoleh? Tubuhku mati rasa! Aku bahkan tidak merasakan kakiku saat menggerakkannya.Sampai ada wanita lain dengan rambut abu-abu yang sepertinya seumuran dengan wanita tadi memasuki ruangan. Lalu dia menatapku datar sama seperti pandangan awal wanita sebelumnya. Tiba-tiba senyuman muncul diwajahnya."Kau benar Reene. Bayinya sangat imut dan cantik. Rambut hitamnya langka, namun sangat serasi dengan matanya yang berwarna merah. Aku kasihan pada bayi ini, tiba-tiba menjadi yatim piatu."'Bayinya yatim piatu? Aku sangat kasihan padanya. Hidupnya pasti berat.'"Kau benar. Sayang sekali bayi imut ini harus tinggal di panti asuhan kecil ini. Tapi tenang saja sayang, kami akan menjagamu dengan baik sampai kau bisa mengurus dirimu sendiri." Wanita berambut coklat yang sepertinya bernama Reene itu mengarahkan tangannya padaku dan menusuk pipiku dengan lembut.'Tunggu bukannya ke bayi tapi ke aku? Nggak, pasti ke bayinya.. juga, mbak, kamu ngomong gitu ke bayi?'"Itu benar. Dan karena bayi ini memikat hati kita waktu pertama kalinya dia membuka matanya pada hari ini, bagaimana jika kita namai dia Sherina?"Wanita yang dipanggil Marie itu menoleh ke arah Reene dan di balas anggukan."Nama yang cantik. Kau pasti akan dicintai banyak orang Sherina sayang. Sama seperti arti namamu."'Eh? Bentar bentar, Sherina? Itu kan nama antagonis baik di novelnya kak Allen kan?'"Nah Sherinaku yang cantik.. bagaimana jika kita jalan-jalan?"Reene memajukan kedua tangannya ke arahku dan tiba tiba aku merasa melayang di udara. Dan ternyata aku sedang digendong..'Hah? Digendong? bentar bentar aku itu berat lho. Tapi kok aku terasa melayang tinggi yah? Apa dia yang ketinggian?'Waktu diangkat ke udara, aku melihat ke mata berwarna coklat milik Reene dan melihat pantulan diriku. Hanya untuk mendapati bahwa aku--'--adalah bayi! Jadi daritadi itu yang kukira bayi disampingku ternyata aku sendiri?'"Abaaaa!!(Apaaa?!)"Aku menjerit keras sampai Reene memasang wajah terkejut dan menurunkanku lagi. Aku langsung menangis kencang karena terkejut setengah mati. Beberapa menit yang lalu dia masih seorang anak perempuan kelas 8 SMP, dan sekarang dia langsung menjadi bayi yang baru pertama kali membuka matanya?!'Plis deh kuharap ini cuma mimpi.'[ Darius ]Only I know how each passing moment felt to me and Knox without Celeste by our side. She was taken away in my presence and I couldn’t do anything to protect her. I never felt this weak and helpless before.Our patrolling team, I, Keith and all my ally packs searched her everywhere. I even raided the Red Stone Pack, plundered it but there was no sign of Celeste.It made me realize how much I truly love her.She is my true love and I am nothing without her by my side. She proved herself worthy of being my soulmate and my Luna. Her strength, wisdom and kindness is unmatchable.“Alpha, I think you need to see this.” Rafael’s voice pulled me out of my thoughts and I craned my neck to look at my Gamma. He handed me his tablet and my heartbeats accelerated when I saw some unusual activities near the blue hills which is located in the south region, thousands of miles away from our territory.An area, never explored by the werewolves. There were some human deaths reported and the ca
[ Celeste ]I tried to open my eyes but my head felt heavy and I couldn’t feel my body. There was only silence, eerie silence around me, only a faint voice, whispering something incoherent reached into my ears which forced me to open my eyes.I blinked my eyes a few times to see my surroundings, I saw a cave and hardness beneath my body. Suddenly, everything rushed back to me in bits and pieces. I was on a run with Darius and then some men came, they did warn Darius, white fog and I didn’t recall anything after that.My eyes jolted open and I looked around. I was indeed in a cave, a faint light was coming from the entrance. I tried to move but they had tied my feet and hands.“Help!” I screamed and tried to wiggle. It shouldn’t be difficult for me to break free but I screamed in pain as the silver shackles burnt my skin.“Whoever are you, my mate is going to hunt you down and he’ll give you the most horrible death.” I yelled in anger. Tears rolled down from my eyes because I had no id
[ Celeste ]“Umm…please..Darius.” I moaned and knotted Darius’ hairs to pull him more closer than we already were. He was moving inside me on a slow pace.“If I go faster, I fear I would hurt you or the baby, mate. Only I know how I am holding myself back.” He said looking into my eyes and removed my sweaty hairs from my face.His eyes were changing their colours from golden to green. Both Knox and Darius were trying to be with us. It was a very intimate moment for us, both physically and emotionally. He kept thrusting into me carefully and also pleasured my body in other ways so my desires could be satiated without going wild.“Fuck! I can’t get enough of you.” He breathed out once he finished inside me and rolled down on my side.I laid limp, heaving and still feeling his touches and how tenderly he made sweet love to me. our bodies were drenched in sweat.“Do you want to go for a run?” I asked him because I felt a surging energy inside me and I wanted to release it.He turned his f
[ Darius ]“I am pregnant.”As soon as these three words left her lips, I thought someone had poured a bucket of icy cold water over my head. I stared at her blankly as my mind was still trying to process what I just heard her saying.“Wh..what?” I stammered. I still thought that I misheard her.“I am pregnant, Darius. I am carrying your pup.” She added with a wavering tone. I could trace fear and uncertainty in her eyes.She thought I would reject the idea of having a pup with her.“Say it again?” I asked trying my best to keep my voice levelled.My heartbeats rose and mind still warning me not to believe.“You heard me right, Darius. I found out a few days ago but I didn’t tell you right away because I wanted to figure out my own mind first. This comes as a surprise to me as well. This is unexpected and unplanned.” She said, her eyes were everywhere but at me.I cupped her face and crashed her lips over mine. I poured all my emotions into that kiss. The kiss was full of passion yet






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews