Home / Young Adult / Bara di Hati Mikha / 36. Bagai dikejar DC

Share

36. Bagai dikejar DC

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-11 09:01:18

Maureen Atmaja POV

Untuk pertama kalinya di hidupku, ada artis yang menyapa diriku tapi bukannya bahagia karena dia mengenaliku, yang ada aku justru lari tunggang langgang dibuatnya. Bagaimana tidak, ketika laki-laki itu adalah Bara Nareswara. Laki-laki yang telah menghamili sahabatku sendiri. Bagai sudah jatuh masih tertimpa tangga, sudah hamil masih diusir

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bara di Hati Mikha   99. Titipan Paket

    Bara Nareswara POVAku cukup heran dengan pesan yang Mikha kirimkan kepadaku sekitar satu jam yang lalu. Kini bahkan ia sudah mengirimkan lagi notifikasi jika paket belanjaannya sudah sampai di pos satpam. Aku hanya bisa menghela napas panjang ketika dia sudah mengirimiku chat bertubi-tubi.Mikhaila : Bar, masih di rumah enggak?Mikhaila : Bar, paket aku sudah di terima pak Pur. Kalo masih di rumah tolong ambilin, ya?Mikhaila : jangan diintip apalagi dibuka lho paketnya.Aku mencoba menarik napas dalam-dalam dan pelan-pelan aku embuskan perlahan. Sumpah, tidak biasanya

  • Bara di Hati Mikha   98. Imajinasi Maureen yang ingin aku wujudkan

    Mikhaila Ameera Violetta POVSelesai sudah rangkaian acara resepsi pernikahanku dan Bara tiga hari lalu. Kini kami mulai disibukkan lagi dengan persiapan acara tasyakuran empat bulanan kandunganku. Sebenarnya aku dan Bara hanya ingin menggelar acara pengajian kecil-kecilan di rumah kami saja, namun kedua orangtuaku memaksa untuk melakukan semuanya di rumah mereka. Aku mencoba menolak beberapa kali namun yang terjadi justru Mama yang tidak terima dengan semua ini. Daripada terjadi konflik hanya karena masalah sepele seperti ini, Bara memintaku untuk mengalah saja kepada Mama. Jika bukan karena Bara yang memintaku mengalah, mungkin aku juga tidak akan mau mengalah kepada Mama, meskipun Mama adalah ibu kandungku. Lagipula bukankah seharusnya kami melakukan acara ini di rumah kami? Toh, kami sudah menikah dan memiliki tempat tinggal sendiri?

  • Bara di Hati Mikha   97. Resepsi pernikahan

    Bara Nareswara POVAlhamdulillah, akhirnya aku dan Mikha sudah sah menjadi suami istri yang diakui oleh negara serta agama sekitar setengah jam yang lalu. Kami juga sekarang sudah memiliki buku bersampul Garuda dan bisa memamerkannya. Minimal dipamerkan kepada Maureen dan Kafka. Eh, tunggu-tunggu, kepada Kania juga bisa, karena dia juga belum memiliki buku ini, meskipun sebulan lagi dia juga akan memilikinya.Kini saat kami sudah berada di suite room hotel, ternyata kami tidak bisa langsung berganti pakaian. Pihak fotografer memilih mengabadikan momment ini hampir lima belas menit lamanya. Baiklah, aku tidak masalah karena ini bukan waktu yang lama, tapi bagi Mikha yang tengah berbadan dua ditambah dirinya juga sedang memakai riasan paes ageng, aku takut ia merasa kepalanya b

  • Bara di Hati Mikha   96. Hari yang ditunggu

    Mikhaila Ameera Violetta POVAku menatap penampilanku di depan cermin yang ada di suite room hotel tempat aku dan Bara akan melangsungkan ijab qobul ulang agar kami mendapatkan buku dengan gambar Garuda. Aku tersenyum kala mengingat apa saja yang kami lalui hingga akhirnya kami berada di titik ini bersama. Titik di mana pada akhirnya kami sama-sama telah selesai dengan pencarian kami.Kami bisa sama-sama merasa bahagia menjalani kehidupan baru ini mungkin karena kami tidak pernah mengumbar kemesraan di depan semua orang. Jangankan di depan keluargaku, di depan sahabatku saja aku tetap menjaga jarak dengan Bara. Sampai-sampai mereka berpikir bahwa aku masih terpaksa menjalani biduk rumah tangga ini dengan Bara. Aku tidak pernah mau mengklarifikasi hal-hal seperti itu pada mereka. Hubun

  • Bara di Hati Mikha   95. Permintaan Papa

    Bara Nareswara POV Siapa sangka jika sejak kemarin aku sudah jauh dari Mikha. Dia di Jogja dan aku di Bali. Sungguh, rasanya cukup berat jauh dari dirinya. Terlebih saat menyadari jika usia kandungan Mikha semakin besar. Aku bersyukur karena kandungannya mulai kuat dan tidak selemah di awal-awal kami menikah dulu.Tok....Tok....Tok....Ketukan di pintu kamar hotelku, membuatku berdiri dari kursi yang aku duduki di balkon kamar. Saat aku membuka pintu kamar, Papa sudah ada di depan kamarku."Good morning, Bar."

  • Bara di Hati Mikha   94. Tes NIPT

    Mikhaila Ameera Violetta POVSetelah tiga hari pulang dari jepang dan baru saja aku selesai mengirimkan semua barang-barang jastip ke alamat para pelangganku, kini aku harus packing lagi. Bagaimana tidak, aku harus segera menuju ke Jogja karena kemarin aku mendapatkan kabar jika cafe-ku baru saja mendapatkan sebuah masalah. Ada seorang kasir yang membawa kabur uang sebesar 50 juta. Total uang yang seharusnya disetor ke bank, justru ia bawa kabur. Mungkin itu bukan uang yang besar sekali bagi pengusaha kelas kakap, namun bagiku yang masih merintis bisnis tentu saja tidak seperti itu. Uang segitu sangat penting bagiku terlebih sebentar lagi aku harus membayar gaji dan insentif para karyawan."Yang, kamu beneran harus ke Jogja hari ini?"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status