LOGINApakah Cinta hanya untuk orang yang sehat? Bagaimana dengan mereka yang cacat fisik?! Itu jugalah yang dialami oleh Reyfan saat dia mencintai Melga, gadis yang berjalan menggunakan kruk. Saat Melga mengalami perundungan di sekolah, Reyfan selalu ada, bahkan saat pelecehan itu terjadi, Reyfan pun rela terluka demi menyelamatkan pujaan hatinya. Tapi seluruh pengorbanan itu tidak nampak di mata Melga yang menganggap Reyfan hanya kasihan padanya.
View MoreAndai aku tidak berusaha kerasCinta ini tak akan menghancurkanTapi aku tidak tega membiarkan gadis tuna daksa itu menanggung masalahnya sendiri***"Hm ... Gue salah ngomong, ya?""Tidak, kok."Aku mengerutkan alis. Saat itu, aku tak mengerti apapun. Yang bisa kulakukan hanya gumaman tak jelas. Apalagi reaksi yang dia berikan adalah kekehan kecil.Melga mengukir senyum manis. Sesekali bibir itu melantunkan tawa kecil, seakan geli. Tapi kebahagiaan tak sampai padaku. Justru hanya ada sesak."Oh ya, Reyfan.""Apa?" tanyaku.Sungguh! Perjalanan ke ruang guru yang seharusnya cepat, jika bersama Melga sangat lambat. Tapi aku menikmati setiap langkah, bahkan mengharapkan ini tidak segera berakhir.Kutuklah aku karena berharap dia berjalan seperti siput selamanya, agar kebersamaan ini tak tergerus waktu."Selamat atas perlombaan karate bulan lalu," ungkapnya. "Maaf, baru bisa bilang seka
Andai aku tidak mengatakannya, rasa sesak ini tidak akan bertambah.Tapi mengetahui jika dirinya dimanfaatkan, aku emosi.Aku ingin gadis tuna daksa itu tahu, kalau dia berharga.***“Ciee yang liburansemesternya di Jawa Timur. Bahagia banget pasti," goda Rukly.“Tahu nih," sahut Saga. "Katanya gak mau ikut karena biayanya mahal, ternyata udah lunas aja bayarannya."“Wah, pasti pengendeketin gebetan, tuh.”“So pasti, Ly.”Aku mencebik kesal mendengar suara sumbang sahabatku. Mereka kompak bersahut-sahutanmenghakimi keputusanku untuk ikut study tour.Memang, kenapa jika akumengikuti kegiatan itu karena in
Andai aku tidak menemaninya, telinga ini tidak akan mendengar hujatan dunia.Tapi hatiku tidak bisa membiarkan dia seorang diri.Aku ingin selalu melangkah bersama gadis tuna daksa itu. ***Sore Hari ...Alunan suara musikberderu beriringan dengan manusia hilir mudik tak tentu arah, mereka sibuk mengurusikegiatan masing-masing. Hiasan kain dan bunga memenuhi area yang dijadikantempathajatan.Menurut informasi dari Bapak, pesta kali iniuntuk merayakan pernikahan putri kedua Pak Resno.Tidak heran jikaacara dilakukan dengan sangat meriah, mengingat Pak Resno salah satu orangterkaya di daerah tempatku tinggal, terlebih Bapak lima anak itu terkenal dengan sifat dermawan.
Andai aku tidak menolongnya, rasa ini tidak akan menjerat...Tapi melihatnya terus dicecar makian membuat hatiku ikut sakit.Aku ingin menjadi sandaran untuk gadis tuna daksa itu. ***Berjalan berdua dengan Melga mengingatkan akan kejadian kamus dulu. Tapi situasi kali ini berbeda, sebisa mungkin aku menyingkirkan perasaan bersalah itu.Saat tiba di UKS, aku menjulurkan tangan meraih gagang pintu dan mendorongnya pelan sambil mengucapkan salam."Assalamu'alaikum...""Wa'alaikumsalam."Sayup-sayup terdengar Melga menjawab, sedangkan dalam ruangan tidak terdengar apapun. Benar saja, ruangan itu kosong tanpa tanda kehidupan.Aku mempersilakan Melga untuk masuk lebih dulu. Gadis i
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.