LOGINBara Nareswara POV
"Ayo kita berangkat," ajakku pada Mikha.
"Kita mau ke mana sih, Bar."
"Nanti kamu juga tahu."
Setelah mengatakan itu, aku tarik pelan tangan Mikha agar berdiri dari pinggira
Mikhaila Ameera Violetta POVSetelah tiga hari pulang dari jepang dan baru saja aku selesai mengirimkan semua barang-barang jastip ke alamat para pelangganku, kini aku harus packing lagi. Bagaimana tidak, aku harus segera menuju ke Jogja karena kemarin aku mendapatkan kabar jika cafe-ku baru saja mendapatkan sebuah masalah. Ada seorang kasir yang membawa kabur uang sebesar 50 juta. Total uang yang seharusnya disetor ke bank, justru ia bawa kabur. Mungkin itu bukan uang yang besar sekali bagi pengusaha kelas kakap, namun bagiku yang masih merintis bisnis tentu saja tidak seperti itu. Uang segitu sangat penting bagiku terlebih sebentar lagi aku harus membayar gaji dan insentif para karyawan."Yang, kamu beneran harus ke Jogja hari ini?"
Bara Nareswara POVSetelah seminggu meninggalkan negara tercinta ini, akhirnya aku dan Mikha sampai di Jakarta lagi. Ketika kami keluar dari bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, ternyata Mama sudah menjemput kami. Saat melihat kami berdua, Mama langsung memeluk kami secara bergantian. Mamaku tentu saja langsung bertanya tentang bagaimana kabar kami ketika berada di sana selama seminggu. Yang lebih banyak Mama tanyakan tentu saja kondisi Mikha, bukan aku. Saat aku protes mengenai hal itu, yang ada Mama justru mengatakan bahwa Mikha sedang hamil, sedangkan aku tidak. Jadi wajar saja jika Mama lebih mengkhawatirkan menantunya daripada anaknya sendiri.Saat sudah sampai di parkiran mobil, aku meminta remote kunci mobil pada Mama. Setelah itu aku memilih memasukkan koper-koper milikku dan Mikha yang
Mikhaila Ameera Violetta POVAku tersenyum kala melihat rumah-rumah di sekitarku yang benar-benar hampir semuanya mirip dengan rumah-rumah dan lapangan di film kartun Doraemon. Sungguh, aku kira Bara akan mengajakku untuk berfoto di tempat-tempat yang umumnya dijadikan tempat foto prewedding seperti di Zoyoji Park, Shinjuku Gyoen, Shibuya, Stasiun Tokyo, dan masih banyak lagi tempat di mana aku sering melihat banyak orang yang berfoto di tempat ini.Satu setengah bulan menjalani biduk rumah tangga dengan Bara membuatku cukup mengenal dirinya sedikit demi sedikit. Terutama satu bulan belakangan ini di mana Bara lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk membantuku mengurus persyaratan nikah KUA hingga beres seluruhnya. Kami juga sudah menghadiri penataran dan ternyata kami berha
Bara Nareswara POV Sejak pulang dari rumah Eyang kemarin, moodku menjadi berantakan. Entah karena Mikha yang ternyata tidak memercayai jika aku sudah berubah atau justru karena Eyang Yuni yang tidak percaya jika aku memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk menghidupi cucunya. Come on, aku bekerja di dunia entertainment bukan hanya baru satu dua hari saja, namun sudah sejak aku lulus sekolah. Sebagai seorang anak dari Alfred Jones, tentu aja aku sudah ditanamkan tentang investasi sejak aku masih kecil. Hal ini yang membuatku tidak kalang kabut saat harus menikah secara mendadak dengan Mikha.Siang ini aku turun dari kamar dan menemukan Mikha yang baru saja pulang ke rumah. Andai dalam keadaan biasa, mungkin aku akan bertanya dari mana saja dia sejak pagi, tapi tidak kali ini. Aku
Mikhaila Ameera Violetta POVHari ini aku mengajak Bara untuk pergi ke rumah Tante Retno. Benar-benar Bara ini seperti anak kecil yang sedang merajuk. Diajak berkunjung ke rumah keluarga saja banyak sekali alasannya. Yang mengatakan jika ia malas bertemu Mas Rio, sampai dengan alasan ia sudah capek. Sedangkan saat aku memintanya menurunkan aku di pinggir jalan agar aku bisa mengorder taxi online, Bara menolaknya. Katanya ia ingin ikut denganku ke mana saja aku pergi. Sumpah, laki-laki kalo sudah cemburu tapi gengsi memang kekakuannya aneh-aneh saja. Dari awalnya terlihat biasa saja berubah menjadi sangat absurd seperti ini.Saat kami tiba di depan pintu gerbang rumah Tante Retno yang ada di daerah Jakarta Timur saja Bara tidak mau turun dari mobil. Ini membuatku mau
Bara Nareswara POVSudah empat hari aku menghabiskan waktu di rumah. Siapa sangka jika aku akan bisa kuat untuk tidak menyentuh minuman beralkohol bahkan tidak pergi ke club malam hanya sekedar untuk mencari kesenangan sesaat. Sungguh, aku rasanya bahkan tidak percaya jika aku bisa sekuat ini menahan godaannya. Sebagai pengalihannya, aku dan Mikha selalu menyatukan seluruh partikel-partikel atom di dalam diri kami bersama selama aku libur. Kami akan bercinta di mana saja dan kapan saja selama kami menginginkannya. Ternyata seenak ini ketika kita menikah. Meskipun terkadang juga ada konflik yang membuat kami harus duduk bersama untuk mencari solusinya.Aku beruntung karena pada akhirnya Mikha tidak pernah mengalami flek lagi. Semoga saja ini pertanda baik. Meskipun aku tetap membuang b







