Share

bab 10 (BPSC)

Penulis: NH_berkah
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-27 16:05:13

Tepat selesai Nara menutup pintu kamar Bastian, dirinya terkejut saat mendapati sosok Bella dan Hana temannya tak jauh dari tempatnya berdiri.

Nara gugup, namun sebisa mungkin dirinya berusaha untuk terlihat baik-baik saja dan seperti tak terjadi apa-apa sebelumnya.

"Em-mbak Bella?!" Nara menyapanya lebih dulu.

Tak langsung menjawab, Bella justru mengamati seluruh penampilan Nara dari kaki hingga ujung kepala. Entah apa yang sedang dicari dan dipikirnya.

"Kenapa mbak? Apa ada yang salah?" Nara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 16 BPSC

    "Tidak usah membelanya Bella, Bastian berhak mendapat kosenkuensi ini." Ucap Bu Devina marah."Maaf mah," sahut Bella pura-pura tertunduk sedih.Padahal dalam hati, dia teramat senang melihat kekhawatiran ibunda Bastian atas ancaman yang diberikan sang mama pada beliau. Sukses membuatnya takut. Kalau seperti ini, pasti akan dilakukan segala cara agar dirinya bisa nikah sama putranya, Bastian."Jeng Devina tenang dulu ya, kita bisa bicarakan baik-baik. Bastian pasti akan bertanggung jawab atas perbuatannya." Sahut Bu Anja menenangkan."Bastian memang wajib melakukan itu jeng Anja, karena semua ini ulahnya." Jawab Bu Devina."Ingat ya Jeng, jika Bastian tak kunjung menyelesaikan kekacauan ini, kita akan tempuh jalur hukum.""Tempuh jalur hukum!" Ucapnya sekali lagi dengan tegas pada mama Bastian."Kami sudah cukup sabar selama ini. Satu minggu kami menahan malu dan kekecewaan karena ulah Bastian, untuk kali ini, kami tidak bisa lagi diam,""Kami harus berikan efek jera buat Bastian. Say

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 15 BPSC

    "Bastian!?""Hai?" Bastian menyapa dengan senyum."Apa tadi kamu membohongiku? Kamu tidak sibuk tapi?""Aku baru saja selesai, baru juga duduk di sini. Apa masih perlu aku ambilkan?" Tawar Bastian.Melihat tubuhnya kembali, Nara langsung berkata ... "Tidak perlu! Percuma aku masuk kembali jika kamu sudah melihatnya." Nara cemberut, berjalan cepat ke depan lemari untuk mengambil baju.Bastian yang melihat itu hanya menyembunyikan tawa.*Waktu berlalu... Malam di ruang makan rumah orang tua Bastian, semua orang sedang menikmati jamuan yang disajikan oleh keluarga Sakajaya, ayah Bastian. Mereka adalah Bella dan kedua orang tuanya.Mama Anja berinisiatif mengundang mereka karena Bastian sempat berbalas pesan dengan beliau jika malam ini akan datang. Bella sangat senang dengan kabar ini. Sejak sore tadi, dia bahkan sudah datang di rumah Bastian untuk menunggunya pulang.Namun sampai jam sembilan malam lewat dan mereka sudah pada selesai makan, Bastian belum juga nongol di rumah orang tuan

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 14 BPSC

    "Cepat masuk!!" Nara mendorong Bastian ke dalam. Buru-buru ia menutup pintu, agar tak ada orang yang melihatnya."Nara, Nara hei? Tenang dulu sayang?" Bastian menghentikan sikap Nara yang tanpa ampun mendorongnya sangat kenceng. Sampai hampir terjungkal."Bastian, jangan keluar masuk sembarangan! Di luar sana ada orang lalu lalang. Ada Risma juga dan aku tadi berpas-pasan dengannya,""Kamu tahu apa, aku sempat mendengar kabar jika ada karyawanmu di sini yang jadi mata-mata mbak Bella,""Aku khawatir, mereka adalah Risma dan Susan yang paling mendominasi. Nah kalau sampai mereka tahu, bisa ngadu sama mbak Bella nanti. Mampus aku Bastian, dikeroyok sama mereka." Celoteh Nara panjang kali lebar."Terserah mereka saja. Orang dari mereka juga gak ada yang lihat kita." Sahut Bastian tetap tenang."Gak lihat kita gimana? Kamu gak tahu 'kan, bisa saja dia sembunyi dibalik dinding dan kita gak tahu." Ucap Nara masih kekeh dengan kekhawatirannya."Biarin aja sayaangg," Bastian menowel pipi Nara

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 13 BPSC

    "Urusan kita cukup perbaiki hubungan ini sebaik-baiknya. Kamu paham?""Kalau tidak baik?""Tidak baik? Memangnya siapa yang ingin jadi manusia tidak baik? Hidup bermasalah dann... tidak bermanfaat? Apa ada orang yang ingin hidup seperti itu?" Tanya Bastian, Nara hanya mengendikkan bahu saja."Nasehatku, jadilah orang bermanfaat, Nara. Berlaku baik pada siapapun. Terutama pada suamimu ini." Ucap Bastian menunjuk dirinya sendiri."Tapi kamu cuma suami siriku, Bastian." Sahut Nara."Apa hanya karena suami siri gak perlu dihormati, dilayani dan mungkin harus diabaikan, dilupakan, apa begitu Nara?""Kalau benar pikiranmu seperti itu, baik, biar aku resmikan saja pernikahan kita di pengadilan. Sejak hari itu, pernikahan kita sah di mata hukum dan agama. Dan kamu, harus siap melayaniku 1x24 jam. Gimana, kamu setuju?"Nara segera menggeleng. "Jangan! Aku tidak mau. Aku belum siap!" Jawabnya."Kenapa? Bukankah itu yang diinginkan semua wanita?""Benar, tapi bukan aku." Nara masih terus mengela

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 12 (BPSC)

    Melihat pesan dari Bastian, lagi-lagi Nara menghela napas pasrah. Ternyata benar dugaannya tadi, jika semua ini adalah ulah Bastian suami sirinya itu, bukan Bara sang asisten."291025." Gumam Nara saat menekan tombol pasword kamar Bastian."Eh, kok tidak bisa?" Nara bingung, seingat dia, itu benar angkanya."Duh, gimana ini? Berapa yang benar ya, angkanya?" Ucap Nara mulai mengingatnya baik-baik."281025, duh, kok salah lagi, sih? Gimana dong?""Jika diulang terus, bakalan aman gak ya? Kena blokir gak ya, itu password nya?" Nara mulai cemas. Takut ketidaktahuannya ini akan jadi masalah."Coba lagi deh, bismillah," ucapnya sambil menekan angka-angka yang ada di tombol pintu tersebut."Yah ... gagal lagi. Gimana ini?" Nara mulai putus asa. Kakinya sudah capek berdiri lama di sana."Padahal seingat aku, itu benar deh, pasword nya. Kenapa masih gagal terus, ya? Ingat banget kalau depannya itu awalannya angka dua, lalu ada sepuluh dan angka dua limanya,""Kenapa masih salah? Kira-kira, di

  • Batalnya Pernikahan Sang CEO    bab 11 (BPSC)

    Tepat selesai Nara melaksanakan sholat dhuhur saat jam istirahat tiba, dia melihat pesan dari Bastian yang lagi-lagi harus membuatnya menghembuskan nafas berat.Ada aja kelakuan yang dilakukan dia untuknya. Selalu menganggu jam kerja dan cari-cari alasan agar bisa bertemu.Entah apa maunya Bastian ini, Nara sendiri juga bingung. Toh tidak ada hal penting yang harus dibicarakan, kenapa minta selalu pengen ketemu. Kan aneh? Pikir Nara.Cukup ingin tahu saja isi pesan itu, Nara mengabaikannya. Tidak ada niatan buatnya untuk membalas pesan tersebut yang isinya hanya untuk, menyuruhnya datang mengantar makan siang buat Bastian. Nara ogah, tidak mau bertemu Bastian lagi.Segera melipat mukena dan sajadah yang sudah digunakannya, Nara keluar dari ruang ibadah atau mushalla mini yang tersedia di hotel tersebut. Khusus untuk para karyawan yang tempatnya ada di belakang."Nara, apa kamu sudah selesai?" Tanya Hana yang baru saja datang."Sudah Han, kenapa?""Pak Bara tadi mencari mu." Ucap Hana

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status