مشاركة

Bab 168

مؤلف: Lailiela
last update تاريخ النشر: 2026-05-03 17:43:28

Akan tetapi, meski sadar kalau ternyata ada yang harus dibayar jika menggunakan kekuatan itu Bayu tetap melakukannya. Karena dengan bercumbu dengan wanita dapat menambahkan energi kekuatannya. Menurut Bayu itu adalah hal yang sangat mudah.

Dengan wajahnya yang saat ini berubah menjadi jauh lebih tampan dari sebelumnya tentu saja tidak susah bagi Bayu untuk menaklukkan hati wanita manapun. Dan itu semua berkat batu yang sangat berharga baginya, meski sekilas tampak seperti batu perhia
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 214

    Tetapi Stevia kembali menoleh pada John. “Apa kalian bahkan tidak mengizinkannya berteduh di dalam?” “Maaf, Nona! Ini semua kesalahan saya karena tidak memperhatikan supir anda!” John langsung membungkuk meskipun itu adalah kesalahan majikannya tapi ia mengakuinya sebagai kesalahan dirinya sendiri.Dari dalam Bayu mendengar suara ketukan di jendela. Dengan kesadaran yang belum terkumpul ia memaksa untuk bangun sambil mengucek matanya. Bayu melihat dengan jelas ke jendela mobil.Kunci pintu langsung dibuka dan Stevia pun langsung masuk ke dalam mobil. “Maaf, aku ketiduran tadi hujan lebat jadi—”Stevia memijat pelan pangkal hidungnya. Jujur saja ia sedang menahan amarahnya. Tapi bukan kepada Bayu tapi melainkan pada Farhat dan anak buahnya yang sudah keterlaluan. “Itu bukan masalah sama sekali, jadi tidak perlu minta maaf. Apa mereka memang melarangmu masuk? Atau ada hal lain lagi?” “Tidak ada mereka hanya melarangku

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 213

    Karena tidak bisa masuk Bayu memilih untuk berdiri didepan pintu mobil sambil melihat ke arah pintu dan sesekali melirik jam tangan mewah pemberian Stevia padanya. “Ck, CK! Tingkah lakunya yang seperti ini malah semakin membuatku kesal!” Dul mengepal kedua tangannya dan rahangnya sampai mengeras sambil menggerutu ia menatap tajam pada Bayu. “Heh, kamu nggak tau diri banget ya! Dasar, jangan bilang hanya karena wajah tampanmu saja yang sudah memikat Nona Stevia itu akan membuat kami luluh pada bajingan kecil sepertimu? Huh!”Dul berjalan mendekat ke arah Bayu. Akan tetapi ... Plak! Dul baru saja menampar pipi Bayu di sebelah kirinya. Namun, Bayu tetap tidak bergeming. Bukan tidak bisa melawan tapi jika ia melawan maka itu sama saja melanggar perintah dari majikannya karena Stevia sudah melarang dan bahkan memperingatinya akan hal itu. Bayu hanya menelan ludah lalu mengalihkan pandangannya dari Dul. Membuatnya seakan tidak menganggap keberadaan Dul ada. Namun, ternyata hal itu memb

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 212

    “Kamu memberiku makan terlalu banyak,” protes Stevia.“Kamu harus makan banyak, kan yang makan dua orang kamu dan bayi itu. Oh iya, karena hari ini hasil DNAnya tadi sempat aku ambil.”Mendengar itu Stevia segera duduk sambil bersandar di sandaran ranjang. “Lalu di mana hasilnya, apa kamu sudah membukanya lebih dulu?”“Belum ini kertas amplopnya masih disegel. Aku mau kamu duluan yang membukanya jadi itulah mengapa aku tidak membukanya.” Bayu menyerahkan kertas hasil itu pada Stevia.Amplop itu langsung Stevia buka dengan merobek bagian luarnya saja. Kemudian membaca isinya dengan seksama lalu menatap ke arah Bayu.“Sebaiknya kamu cepat baca juga hasilnya!” Selvi menyerahkan lagi kertas itu pada Bayu.Meski begitu ia merasa perasaan campur aduk saat melihat ke arah Bayu. Kekhawatiran Bayu pasti akan membuatnya banyak pikiran meski Stevia sendiri sudah menenangkannya.Namun, pandangan Bayu tidak lekat dari kertas itu. Ber

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 211

    Klek!“Ah, makasih! Aku hampir bingung tadi mau bukanya kayak gimana.” Clara langsung lanjut melangkah ke meja Stevia.“Bingung? Terus tadi kamu ketuk pintu pakek apa?” tanya Stevia.Mendengar itu Clara langsung mengangkat sedikit kakinya yang sedang memakai sepatu heals. “Aku ketuk pintu di bagian bawah dengan kaki. Hehehe …!”“Kamu ini ada-ada saja.” Stevia menyingkirkan sebentar lemaran dokumen di atas meja.Lalu meletakkan makanan yang dibawa Clara tepat di hadapannya. Meski ia tidak berselera tapi tetap memaksa untuk makan. Namun, tangannya malah terasa lemas saat memegang sendok.Bayu yang melihat Stevia segera mendekatinya lagi. “Nona, apa mau aku bantu suapi?”Clara tercengang mendengarnya sambil melirik ke arah mereka berdua. Akan tetapi itu juga tidak mengherankan karena Stevia yang dikenalnya adalah seorang nona kaya. Sedari kecil mendapatkan pelayanan yang cukup memanjakan seperti itu sudah biasa baginya.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 210

    Baru selesai mandi Bayu duduk di tepi ranjangnya sambil mengingat pertarungan yang terakhir kali itu. Yang mana ia seakan kehilangan kendali saat melawan Arham di arena.Sejak malam sehabis pertandingan ia memang kerap kali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padany. Namun, jawaban dari alasan mengapa jadi seperti itu masih belum diketahui oleh Bayu sendiri.Ketika ia berbaring di atas kasur dlsambil telentang, dan menatap plafon Bayu bergumam, “Apa mungkin aku kesurupan? Atau roh aneh memasuki tubuhku?”Selama ini Bayu tidak pernah merasakan atau terlalu mempercayai hal semacam benda atau roh semua yang berbau mistis. Akan tetapi kenyataannya bahwa ia mendapatkan kekuatan dari sebuah batu sakti itu tidak bisa dipungkiri meski sulit percaya, tapi kenyataannya ia menikmati kekuatan serta bisa menggunakannya meski ada harga timbal balik.“lalu di mana letak kesalahannya, apa mungkin itu adalah harga yang harus aku terima jika menggunakan kekuata

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 209

    Sehingga ketika waktu mulai berganti sinar matahari mulai memiring ke arah sisi gedung, memanjang sampai ke area bangku tempat Bayu beristirahat.Sinar matahari sampai mengenai wajahnya karena Bayu masih memejamkan mata. Namun, sekarang ia sudah bengun tetapi dengan wajah bingung saat ke sekeliling ternyata ... “Bayu kamu sudah bangun?” Clara berjalan ke arahnya sambil membawa sekaleng minuman dingin.Saat sampai di depan Bayu, Clara menempelkan kaleng minuman yang masih terasa dingin ke wajah Bayu. “Gimana. Segerkan?” Clara tersenyum menyerahkan minuman. “Ambil dong, ini aku kasih kamu!”“Iya, makasih minumannya.” Bayu dengan senang hati menerima.Pessh!Desisan dari kaleng yang dibuka Bayu. Lalu ia meneguk minuman dalam satu kali tegukan. Gluk … gluk!Suara setiap tegukan yang diminumnya terdengar seperti ASMR iklan minuman. Bahkan Clara yang melihat itu pun langsung ikut menelan ludah.“A

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status