MasukDari dalam perut Selvi bisa merasakan milik Bayu memenuhi lubangnya. Selain panjang dan tebal ternyata di dalam ukurannya bisa berubah jadi semakin membesar meskipun tidak berlebih-lebihan. Tapi Selvi merasakan sangat sesak hingga ingin rasanya ia muntah.
Sedangkan yang dirasakan Bayu dinding dalam Selvi sedang menyempit dan menekan dirinya dari dalam. Belum lagi mereka juga sudah seminggu tidak berhubungan membuat milik Selvi jadi lebih sempit karena tidak dijamah Bayu.“Ah“Huuf … antarkan aku ke tempat tidur lagi,” pinta Stevia.Bayu pun langsung mengikuti perkataan Stevia dengan membawanya naik ke ranjang. Tangan Selvi merah tangan Bayu. “Bayu, tolong belikan aku obat ke apotik.” “Obat apa yang kamu inginkan?” “Aku punya firasat, jadi tolong berikan aku tespek sekaligus obat mual-mual.”“Baiklah, aku akan segera pergi sekarang. Aku akan segera kembali jadi tunggu sebentar.” Bayu bergegas kembali keluar dari kamar lalu turun menuju ke lantai satu.“Bayu malam-malam begini kamu mau kemana?” Rini yang sedang mengepel lantai terkejut saat melihat Bayu yang baru saja menuruni anak tangga.“Aku mau pergi keluar sebentar untuk membeli obat ke apotik,” jawab Bayu cepat sambil melebarkan langkahnya keluar.“Ah gitu, hati-hati ini udah malam soalnya.” Rini melambaikan tangannya sembari masih menatap punggung Bayu yang perlahan menjauh keluar pintu. Sesampainya Bayu di dalam garasi mobil ia masuk ke dalam mobil. Mulai menyalakan mesin mobilnya dan dengan cep
Sentuhan Selvi mulai mengarah ke arah lain, dengan bisikan lembut di telinga Bayu.Tentu Bayu pun merespon sentuhan Selvi dengan baik. Ia menarik Selvi dengan merubah posisi mereka. Selvi yang tadinya berada di belakang Bayu ini sudah berada tepat di atasnya.Saat jari Bayu menyentuh area sensitif Selvi yang ternyata sudah basah ditambah lagi karena mereka dalam air.“Jika kamu mau coba masukkan sendiri!”Tangan Selvi mulai meraih batang Bayu dan mengarahkannya ke area miliknya. Baru menyentuh permukaan di area sekitar pintu masuk. Sudah membuat ia terengah-engah hampir kesusahan saat hendak memasukkannya.Dengan melakukan di dalam air jadi masuknya tidak terasa sakit seperti biasa. Namun, saat benda milik Bayu sudah masuk semua rasanya Selvi benar-benar penuh.“Ahh … uhhhnghh! Akhirnya masuk juga!” Baru saja Selvi merasa nikmat saat milik Bayu memasukinya. Namun, Bayu tiba-tiba menghentakkan dirinya di dalam sana hingg
“Besok nanti aku mau izin keluar sebentar terus pergi ke klinik. Jadi nanti bisa pergi ke sana.” Arif kembali memasukkan burung ke dalam sangkar hanya saja ia tidak menggantungnya di atas melainkan membiarkannya di lantai.Tidak lama kemudian Rini datang ke depan teras Arif. “Ini udah malam kalian gak masuk makan ke dalam? Mbak Sri udah nungguin dari tadi ko!”“Ayo Rif, kita masuk. Aku udah lamapr banget nih,” ajak Bayu.Arif langsung mengangguk. “Iya Bay, ayo kita makan sama-sama. Mba ayo.” Rini juga ikut berjalan di belakang mereka berdua, di dapur ia membantu Sri meletakkan makanan untuk Selvi di meja makan. Kemudian kembali ke dapur dan makan bersama sebelum majikan mereka turun untuk makan, maka mereka harus sudah selesai makan lebih dulu.Sedangkan di Selvi baru saja keluar dari kamarnya, ia menuruni tangga lalu berjalan menuju dapur. Bayu melihat Selvi yang berjalan mendekat karena posisi duduknya lebih terpampang ke pin
“Kalian bicaranya lama banget tau! Aku jadi kelamaan nunggu sendirian,” keluh Selvi.“Maaf, ayo kita ke tempat tidur.” Bayu mengajak Selvi duduk berdampingan di pinggir ranjang.Selvi pun akhirnya ikut duduk di samping Bayu, ia menyandarkan kepalanya pada lengan. “Jadi apa kamu sudah bisa memberitahuku apa yang kalian bicarakan?” tanya Selvi.Dengan wajah terangkat ia mendongak melihat wajah Bayu dari bawah sambil memegang erat lengannya.“Apa kamu yakin masih mau mendengarnya?” Bayu merasa agak cemas untuk memberitahukan pada Selvi. Namun, ia tidak bisa menyembunyikannya.Wajah Selvi mengangguk. “Iya aku masih mau denger. Jadi apa yang kalian bicarakan?”“Aku akan bergabung dengan anggota Tentara bayaran. Kemungkinan besar nanti aku akan mengundurkan diri bekerja di sini. Aku …” Bayu menunduk menatap langsung wajah Selvi yang melihat ke arahnya dengan mata berkaca-kaca.“Mengundurkan diri dari sini! Terus kamu
Dalam hati Bayu orang yang sembarang masuk itu tidak lain adalah Stevia sendiri apalagi dengan cara masuk menerobos langsung seperti itu.“Iya tadi aku hanya sempat lupa sebentar,” jawab Bayu dengan cepat.“Oh iya, nanti habis mandi datang aja langsung ke kamarku ya.” Mendengar itu Bayu langsung menganggukkan wajahnya. “Iya, aku bakal datang ke sana kok. Sekarang mau mandi dulu.” “Oke aku tunggu ya.” Stevia kembali menutup pintu kamar Bayu.Sedangkan Bayu hanya sempat mengangguk sebentar melihat ke arah Stevia. Tidak lama kemudian ia berusaha fokus ke keadaannya yang sekarang. Drak!Pintu geser kembali dibuka Bayu dengan begitu wajah Selvi yang sedang khawatir sambil menutup mulutnya pun langsung terlihat Bayu.“Bukankah sudah kubilang untuk hati-hati? Inilah alasannya aku sangat berhati-hati. Bagaimana jika Tantemu melihatmu yang berada di kamarku?” Bayu memegang dahinya sambil berusaha bersikap tenang.
“Datang saja ke kamarku setelah makan malam.” Stevia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi sambil memejamkan kan mata.Sedangkan Bayu kembali tidak bersuara ia lebih fokus menyetir hati-hati. Mobil melaju cepat hingga akhirnya mereka baru saja memasuki area gerbang utama dari kediaman.Pohon-pohon rindang di sepanjang jalan menuju kediaman sudah banyak terlewati. Mobil berhenti ketika sampai di depan rumah, Bayu segera membukakan pintu.“Ingat, nanti datang ke kamarku.” Stevia kembali mengingatkan Bayu.“Siap, seperti yang Nona inginkan,” jawab Bayu. Di saat yang sama mobil Selvi yang disupiri pak Jo juga sampai setelah Bayu menyetirkan mobil ke area parkir di garasi tepat di samping rumah.Selvi sempat melihat Bayu dan Stevia yang berbicara pelan. Ia hanya bisa melihat dari kejauhan dan tidak mendengar apapun yang mereka katakan.Dalam hati Selvi memang menyimpan ada rasa penasaran. Namun, ia tidak bisa mengetahui







