分享

Bab 273

作者: Lailiela
last update publish date: 2026-06-25 11:32:44

“Makanya aku panggil kalian untuk pergi ke sini. Tadinya mau aku sendiri yang panggil tapi Warso bilang lebih baik suruh anak-anak itu.” Bayu pun menoleh pada Warso. “Oh iya, ini uang mu tadi aku ganti.”

Warso melihat Bayu yang mengeluarkan uang lima puluh ribu. Ia sontak langsung menolaknya.

“Tidak usah, lagian cuma dikit aja kok. Jadi nggak perlu diganti kalian ini kan tamu terhormat di desa ini.” Tangan Warso mendorong pelan tangan Bayu yang menyodorkan uang padanya.
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 280

    “Ya, pasti di lagi jalan-jalan lihat-lihat lingkungan pedesaan. Nanti kalau ketemu kita bakal langsung pulang biar rencana Kita bisa beres lebih cepat!”Mendengar itu Joni setuju jadi ia mengangguk. Setelah itu Teo pun segera pergi dari sana untuk mencari Bayu.Sekarang Tel menyusuri jalan setapak yang tidak teraspal masih tanah dan berbatu. Tapi suasana khas dengan para penduduk beraktivitas di setiap rumah mereka membuat Teo mengingat desa tempat kampung halaman dulu. Jadi meski berjalan ke berbagai tempat mengelilingi desa Teo tidak mengeluh karena jujur di juga sangat menikmatinya setelah sekian lama.“Bayu di mana bocah itu sekarang?” tanya Teo dalam hati sambil terus berjalan.Ketika sampai di persimpangan Teo melihat Warso yang sedang ngumpul bareng pemuda lainnya. “Kamu Warso kan?” tanya Teo kembali memastikan karena takut salah nama.Pandangan Warso langsung menoleh ke arah Teo. “Iya kamu Teo kan, temannya Bay

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 279

    “Ini sudah malam, lihat sudah jam tujuh malam.”Jam tangan Teo sengaja diperlihatkan kepada Bayu sambil menunjuk-nunjuk angka tujuh.Melihat itu mata Bayu jadi melebar ia sempat tercengang karena mengingat sudah berapa lama ia pingsan di sana. Seingat Bayu dirinya tadi hanya pingsan sebentar saja, ia baru saja berbicara dengan seorang kakek tua dan membicarakan batu akik miliknya.Namun, saat ditengah pembicaraan tiba-tiba penglihatannya jadi gelap dan sudah tidak sadarkan diri. Bahkan ia tidak sempat mendengar semua ucapan kakek tua itu padanya. Waktu itu terasa baru saja terjadi tapi ternyata setelah mendengarkan Teo dan melihat jam.Sekarang Bayu sadar kalau hampir seharian ia sudah pingsan. Tapi Bayu penasaran akan ucapan dari kakek tua tadi yang belum selesai didengarnya, tanpa sadar Bayu menghela nafas berat.“Ada apa?” Teo langsung menyentuh dahi Bayu seperti memeriksa suhu tubuhnya. “Apa kamu merasa tidak enak badan atau lainnya?”

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 278

    “Ayo cepat bantu aku, kita angkat dia!” Dengan cepat Dahlan segera membawa teman-temannya untuk membantu agar mengangkat tubuh Bayu bersama-sama. Untuk sementara mereka meninggalkan jerigen kosong yang mereka bawa tadi. Ketiga pria termasuk pak Dahlan mengangkat tubuh Bayu yang tidak sadarkan diri. Mereka membawanya terus sampai ke rumah tempat tinggal Bayu. Di depan rumah Teo yang baru selesai mancing bersama Joni tentu sangat terkejut saat pria-pria paruh baya itu mengangkat tubuh Bayu. “Pak, ini ada apa?” tanya Joni ketika mereka menghampiri. “Eh, ini kenapa teman saya kok bisa tidak sadarkan diri?” “Bayu!” Teo segera ikut membantu mengangkat tubuh Bayu masuk bersama mereka ke dalam kamar. Setelah membaringkan Bayu barulah mereka semua kembali duduk di ruang tengah. “Pak, sebenarnya apa yang terjadi?” Joni terlihat cemas. Dahlan berusaha untuk menjelaskan, “Ka

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 277

    “Sepertinya aku kejauhan,” gumam Bayu lalu ia pun mencungkil tanah yang lembab karena di sana dekat air terjun maka tanahnya sudah pasti lembab.Benar saja hanya sekali menggali saja Bayu sudah mendapatkan beberapa cacing di tanah. Ia terus mengubek-ubek tanah sampai cacing-cacing yang didapatkan cukup untuk jadi umpan hari ini.Selama setengah jam Bayu susah mendapatkan banyak cacing. Tidak lupa ia menambahkan sedikit tanah lembab ke dalam toples. Karena tangannya berlumuran tanah Bayu segera pergi ke dekat air terjun dan ia duduk jongkok di tepiannya. “Untung saja aku sudah dapat banyak sekarang tinggal dibawa pulang lalu pergi mancing bersama.” Tangan Bayu terus mengusap-usap sampai bagian siku hingga bersih hanya dengan menggunakan air saja. Di sana Bayu merasakan udara sejuk yang menyegarkan. Percikan air terjun yang jatuh terasa dingin saat berada dekat jadi ia pun segera cepat-cepat mencuci tangan lalu menjauh sedikit dari air.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 276

    Akhirnya Welas kembali diantar ibunya untuk tidur ke atas ranjang. Tapi ranjang anaknya terlihat berantakan dan ada bekas cairan di sprei terlihat seperti ompol.“Nak kamu nggak ngompol? Di sprei banyak bekas—”Dengan cepat Welas memotong, “Ah ini nggak kok Bu! Ini keringat barusan kan Ibu pegang aku memang banyak berkeringat.”“Iya juga ya, jadi ibu cuma salah sangka aja barusan. Ya udah kalau gitu kamu istirahat lagi saja, oh iya udah minum obat belum?”“Udah kok tadi,” jawab Welas dengan cepat.Mendengar itu sang ibu langsung menghela nafas lega sambil mengelus pelan dadanya.“Tidur yang nyenyak ya, Nak!” ucap si Ibu lalu di balas anggukan oleh Welas.Kemudian pintu kamar pun kembali tertutup dengan rapat. Seketika Welas langsung menghela nafas lega, ia yang sejak tadi merasa deg-degan karena takut jika salah kata atau meninggalkan bekas bercinta yang membuat ibunya mencurigainya. Sudah membuatnya sangat takut jika sa

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 275

    “Kamu menjempitku dengan kuat, apa kamu berniat untuk membuat milikku putus?”Bisikan Bayu di telinga Welas membuat gadis itu semakin bergairah. Sedangkan Bayu yang merasakannya ikut membuat batangnya agak membesar di dalam sehingga Welas merasa sesak di dalam sana.“Hnggaah … aah, ahh! Enak, rasanya enak banget! Hnggh … haah, ahh!” Goyangan pinggul Bayu semakin cepat membuat Welas merem melek merasakan nikmatnya bercinta. Welas tidak pernah merasakan senikmat ini sebelumnya, Bayu benar-benar membuatnya keenakan hingga ia sudah muncrat duluan berulang kali.Saking nikmatnya tubuh Welas sampai menggeliat keenakan. Namun …Plok, plok!Bayu tetap menghujam lubang miliknya meski tahu Welas baru saja muncrat.“Aahh … Bayu! Tu-tunggu sebentar, aku baru saja muncrat dan masih sensitif ahhnghh!”Bayu sama sekali tidak mendengarkannya ia hanya mencium bibir Welas agar membuatnya diam.Bayu melepaskan ciuman. “U

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status