Masuk“Iya, satu mobil lagi belum dicuci,” jawab pak Jo.
Sri yang mengumpulkan piring-piring dan peralatan lain pun menaruh sebagian di tangan Bayu.“Kalau gitu makasih ya, udah bantu,” ucapnya.Setelah membawa piring ke dapur dan meletakkan di wastafel tempat di samping Sri. Di waktu yang sama Ini datang dan membawakan sisa-sisa makanan dan piring kotor bekas Selvi makan.“Mbak, Bayu kalian sudah selesai makan?” tanya Rini ketika ia baru saja mengambil piring daKarena itu ia pun segera mempercepat gerakannya dengan menghampiri satu-satu penumpang di sana.Di kursi berikutnya Bayu melihat sosok yang sama seperti yang dikatakan Teo tadi.Bayu mendekat pada seorang pria yang ciri-ciribya sama seperti di dalam foto yang dibagikan padanya. Tetapi karena wajahnya memakai masker di bagian wajahnya.Dengan cepat Bayu membuka masker pada wajah Herdin itu. Dan benar saja ternyata pria itu sama dengan yang ada di gambar ponselnya. Bayu segara mengembalikan posisi bentuk masker Herdin. Dengan cepat ia berlari ke arah temannya sehingga waktu kembali berjalan normal seperti sebelumnya.Wajah Bayu masih menoleh ke arah tempat duduk Herdin. “Jon, ikut aku. Aku sudah menemukannya.”Melihat Bayu yang berbalik dan berlari ke arah sebaliknya membuat Joni heran. Karena baru saja mereka berbicara dan Bayu sudah menemukan target mereka. Namun, Joni tidak ingin banyak tanya ia tetap ikut ke arah Bayu berjalan
Tak!Tangan Bayu menekan tombol saklar lampu secara berulang membuat cahaya di dalam kamar kelap kelip. Bukannya marah Teo malah berjoget seperti sedang berada di sebuah club malam. “Hais, kalian ini malah kompak banget! Bayu, jangan main-mainin saklar lampunya dong!” tegur Joni.Di sana ada tiga ranjang Joni memilih tidur di samping dekat jendela. “Aku akan tidur di sini!”“Bayu, aku tidak mau tidur di tengah jadi kamu saja di sana biar kau di samping kanan ini!” Teo menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan tangan yang masih menunjuk ke samping.“Aku tidak masalah dimanapun!” jawab Bayu. “Baiklah, kalau gitu sudan dipastikan posisi masing-masing.” Joni yang merasa lelah setelah beberapa jam diperjalanan la hanya menggelengkan tas dan sepatunya di samping tempat tidur.“Kamu nggak mandi dulu?” Teo bangkit dari tempat tidurnya lalu melihat kedua temannya yang sudah malas untuk bangun.“Bayu kamu
Ketika tangan Sandro sudah sampai menyentuh pundak Bayu, seketika pria tua yang dikejar Bayu menghilang ketika ia sempat menoleh ke belakang pada Sandro.“Bayu, aahh … kamu ngikutin siapa sih. Sampai berjalan sejauh ini?” Nafas Sandro sudah ngos-ngosan ia segera mengatur nafasnya perlahan. Lalu melihat ke depan tempat Bayu menghadap.“Aku tadi sedang mengejar seorang pria tua …!”Pandangan Bayu seketika menyapu sekeliling mencari pria tua tadi. Namun, ternyata tidak ada siapapun di sana sehingga membuatnya merasa aneh karena pria itu dengan cepat sudah meninggalkan dirinya.“Pria tua? Pria yang mana, aku tidak melihat siapapun sejak tadi!” bantah Sandro.Membuat Bayu jadi semakin kebingungan karena jelas-jelas tadi ia sedang mengejar seorang pria tua. Namun, Sandro baru saja mengatakan tidak ada siapa-siapa di sana sejak tadi.“Aku … ya, aku rasa aku keliru. Mungkin tadi salah lihat.”Wajah Bayu langsung menund
“Nggak kok, tapi karena itu kita kecil jadi tidak akan seramai ibukota tempat kita tinggal ini. Jadi sebaiknya kita harus bersiap-siap yang lain boleh pergi bersiap kecuali Bayu.”Sandro sengaja membiarkan Bayu tinggal bersamanya untuk bicara karena Bayu baru saja datang dan pasti belum mendengar informasi lainnya yang terlewat.Setelah yang lainnya bersiap untuk membawa barang bawaan seperti baju ganti atau keperluan lain untuk di jalan.Di ruang tengah masih tersisa Sandro dan Bayu masih berbicara berdua.“Jadi misi ini sebenarnya punya tim lain?” tanya Bayu.Setelah mendengar penjelasan dari Sandro mengapa mereka tiba-tiba mendadak menjalankan misi.Sedangkan Sandro menganguk sambil menjawab, “Iya mereka menyerahkan misi itu kepada kita karena Kapten bilang mereka tidak bisa menyelesaikannya. Semua aggota mereka tidak sanggup menyelesaikannya misi ini jadi kita akan ambil alih.”“Baikal, kalau gitu aku akan bersiap ju
Esok harinya Bayu baru saja mendapatkan notif m-banking dari ponselnya gajinya baru saja masuk. “Yes! Akhirnya gajian juga!” Bayu membagi uang untuk keperluannya lalu sisanya ditabung.Jadi ia hanya menarik uang yang diperlukannya ke mesin ATM terdekat. Setelah itu Bayu keluar dari tempat pengambilan uang ia berjalan menuju halte bus terdekat dengan berjalan kaki.Detik berikutnya bus berhenti tepat di depannya, ia pun naik dan duduk di kursi penumpang. Di dalam bus tidak terlalu ramai hanya ada beberapa penumpang dan masih ada kursi yang kosong.Saat bus mulai melaju Bayu sibuk menatap layar ponselnya. Ia sebenarnya sedang berpikir sambil mengingat nomor telepon Mila karena di ponsel baru itu tidak ada kontak Mila ataupun Rara. Nomor itu sudah disimpan di lagi ke ponselnya setelahnya barulah Bayu mencoba untuk menelpon sekalian mau mengetes apakah nomor yang ditulisnya barusan itu benar atau tidak.“Halo, Mila!” ucap Bayu lebih dulu ketika telepon telah tersambung.“Eh, Bayu! Ini n
“Eh, kamu udah sampai. Yang lainnya masih di dalam ya?” tanya Joni saat baru masuk ke dalam mobil bersama Bayu. “Iya karena aku sudah diperiksa oleh mereka lebih awal sebelumnya.” Sandro memeriksa caliman snak kentang dibawanya dari rumah. “Kalian mau?” tawarnya saat sudah membuka bungkusan makanan ringan itu. Joni dan Bayu pun mengambil tanpa rasa sungkan. Mereka menunggu tiga temannya yang masih ada di dalam dengan santai sambil makan snak. Karena tiga temannya masih diperiksa untuk mencari pelaku dari penembakan tersangka narapidana yang melarikan diri itu. Namun, tidak ada bukti apapun setelah mereka bertiga selesai diperiksa hingga akhirnya mereka pun dilepaskan. Ketiganya pun kini berjalan santai lalu masuk ke dalam mobil tanpa hambatan lagi. “Dion beritahu Kapten kalau kita sudah menyelesaikan misi!” Sandro menoleh ke belakang, lalu ke samping dan memberikan cemilannya pada Ri







