Share

Bab 42

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-03-01 15:32:54

“Bay, sendirian aja!” sapa Arif. “Eh, tadi kamu dicariin sama Pak Jo. Katanya dia disuruh Nona buat anter kamu ke mana gitu lupa. Besok pokoknya gitu deh nanti tanyai pak Jo aja kalo penasaran. Tadi aku gak nyimak dia bilang apa.”

Setelah menyampaikan itu Arif pergi ke kamarnya. Sementara Bayu masih di sana, rasa penasaran membuat Bayu akhirnya memutuskan untuk mencari Pak Jo.

Tentu saja Bayu langsung mencari ke kamarnya karena di garasi mobil tidak ada sosok Pak Jo di sana.

Saat baru menginja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 212

    “Kamu memberiku makan terlalu banyak,” protes Stevia.“Kamu harus makan banyak, kan yang makan dua orang kamu dan bayi itu. Oh iya, karena hari ini hasil DNAnya tadi sempat aku ambil.”Mendengar itu Stevia segera duduk sambil bersandar di sandaran ranjang. “Lalu di mana hasilnya, apa kamu sudah membukanya lebih dulu?”“Belum ini kertas amplopnya masih disegel. Aku mau kamu duluan yang membukanya jadi itulah mengapa aku tidak membukanya.” Bayu menyerahkan kertas hasil itu pada Stevia.Amplop itu langsung Stevia buka dengan merobek bagian luarnya saja. Kemudian membaca isinya dengan seksama lalu menatap ke arah Bayu.“Sebaiknya kamu cepat baca juga hasilnya!” Selvi menyerahkan lagi kertas itu pada Bayu.Meski begitu ia merasa perasaan campur aduk saat melihat ke arah Bayu. Kekhawatiran Bayu pasti akan membuatnya banyak pikiran meski Stevia sendiri sudah menenangkannya.Namun, pandangan Bayu tidak lekat dari kertas itu. Ber

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 211

    Klek!“Ah, makasih! Aku hampir bingung tadi mau bukanya kayak gimana.” Clara langsung lanjut melangkah ke meja Stevia.“Bingung? Terus tadi kamu ketuk pintu pakek apa?” tanya Stevia.Mendengar itu Clara langsung mengangkat sedikit kakinya yang sedang memakai sepatu heals. “Aku ketuk pintu di bagian bawah dengan kaki. Hehehe …!”“Kamu ini ada-ada saja.” Stevia menyingkirkan sebentar lemaran dokumen di atas meja.Lalu meletakkan makanan yang dibawa Clara tepat di hadapannya. Meski ia tidak berselera tapi tetap memaksa untuk makan. Namun, tangannya malah terasa lemas saat memegang sendok.Bayu yang melihat Stevia segera mendekatinya lagi. “Nona, apa mau aku bantu suapi?”Clara tercengang mendengarnya sambil melirik ke arah mereka berdua. Akan tetapi itu juga tidak mengherankan karena Stevia yang dikenalnya adalah seorang nona kaya. Sedari kecil mendapatkan pelayanan yang cukup memanjakan seperti itu sudah biasa baginya.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 210

    Baru selesai mandi Bayu duduk di tepi ranjangnya sambil mengingat pertarungan yang terakhir kali itu. Yang mana ia seakan kehilangan kendali saat melawan Arham di arena.Sejak malam sehabis pertandingan ia memang kerap kali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padany. Namun, jawaban dari alasan mengapa jadi seperti itu masih belum diketahui oleh Bayu sendiri.Ketika ia berbaring di atas kasur dlsambil telentang, dan menatap plafon Bayu bergumam, “Apa mungkin aku kesurupan? Atau roh aneh memasuki tubuhku?”Selama ini Bayu tidak pernah merasakan atau terlalu mempercayai hal semacam benda atau roh semua yang berbau mistis. Akan tetapi kenyataannya bahwa ia mendapatkan kekuatan dari sebuah batu sakti itu tidak bisa dipungkiri meski sulit percaya, tapi kenyataannya ia menikmati kekuatan serta bisa menggunakannya meski ada harga timbal balik.“lalu di mana letak kesalahannya, apa mungkin itu adalah harga yang harus aku terima jika menggunakan kekuata

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 209

    Sehingga ketika waktu mulai berganti sinar matahari mulai memiring ke arah sisi gedung, memanjang sampai ke area bangku tempat Bayu beristirahat.Sinar matahari sampai mengenai wajahnya karena Bayu masih memejamkan mata. Namun, sekarang ia sudah bengun tetapi dengan wajah bingung saat ke sekeliling ternyata ... “Bayu kamu sudah bangun?” Clara berjalan ke arahnya sambil membawa sekaleng minuman dingin.Saat sampai di depan Bayu, Clara menempelkan kaleng minuman yang masih terasa dingin ke wajah Bayu. “Gimana. Segerkan?” Clara tersenyum menyerahkan minuman. “Ambil dong, ini aku kasih kamu!”“Iya, makasih minumannya.” Bayu dengan senang hati menerima.Pessh!Desisan dari kaleng yang dibuka Bayu. Lalu ia meneguk minuman dalam satu kali tegukan. Gluk … gluk!Suara setiap tegukan yang diminumnya terdengar seperti ASMR iklan minuman. Bahkan Clara yang melihat itu pun langsung ikut menelan ludah.“A

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 208

    Akan tetapi, Bayu menjadi lebih tegang saat mereka telah sampai di rumah sakit. Perasaannya campur aduk, rasanya belakang leher terasa dingin karena gugup ia juga mulai merasa mual. Mereka berdua duduk di kursi sambil menunggu antrian karena Stevia mendaftar cukup telat.“Ada apa? Wajahmu terlihat pucat sekali. Kamu nggak apa-apa kan?” tanya Stevia sebari mengelus punggung Bayu.“Aku tidak apa-apa, hanya …” wajah Bayu semakin terlihat pucat. Melihat antrian yang masih tersisa dua orang lagi Bayu memutuskan untuk ke toilet sebentar.“Kamu mau ke mana?” Tangan Stevia menahan tangan Bayu.“Ah, aku mau ke toilet sebentar. Apa Nona bisa menungguku di sini?” Bayu sempat menghentikan langkahnya. Tapi Stevia melepaskan tangan Bayu setelah tahu alasannya.“Ohh … gitu, sana gih kamu pergi sekarang bentar lagi aku bakal giliran kita.”Wajah Bayu mengangguk pelan lalu berbalik pergi dari sana. Di toilet Bayu mem

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 207

    Hingga akhirnya Bayu pun bertelanjang dada membuat Selvi tidak tahan untuk menyentuh tubuhnya. “Sini biar aku periksa lebih detail dengan menyentuhnya. Karena bisa saja kan, permukaan kulit terlihat bersih tapi saat disentuh siapa tahu ada yang sakit?” Sentuhan demi sentuhan terus berlanjut sehingga membuat Bayu ikut mulai terangsang. Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu. “Aku rasa di bagian sini terasa sakit.” Bayu melepaskan celana dan pakaian dalam lainnya. Batang miliknya sudah mengeras dan menegang lalu Bayu mengarahkan tangan Selvi agar menyentuh miliknya di bawah sana. “Ini terasa sakit apa kamu bisa mengobatinya Nona?” Dengan suara berat yang terdengar sensual di telinga Selvi, membuatnya mengikuti alur yang dibuat Bayu dengan menyentuh batang perkasa itu. Satu tangan Selvi ternyata tidak cukup ia pun membuka baju piyama dan memegang kedua buah dadanya. Selvi menggesek batang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status