Partager

Bab 49

Auteur: Lailiela
last update Date de publication: 2026-03-06 09:13:13

“Apapun itu, termasuk sama Mbak Sri?” tanya Bayu memastikan padahal dalam hati ia cukup senang karena Sri ingin melakukan itu dengannya.

Meski Bayu mengingat kalau Sri pernah bermain dengan Pak Jo. Tapi untuk saat ini ia benar-benar tidak bisa menahan hasrat yang sudah membara.

Karena bisa ditahan lagi tentu Bayu langsung menggendong tubuh Sri dan membawanya ke atas kasur sempit itu.

“Bayu, apa kau mau melakukannya bersama Mba?” bisikan Sri di telinga Bayu terasa menggelitik ajakan itu sudah pa
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 250

    “Bayu punyamu yang mana tadi? Kamu pesan yang mana?” tanya Teo sambil membuka kresek.“Aku rasa selai kacang hijau itu. Kamu beliin nggak tadi?” Bayu beranjak dari sofa.“Ada kok, ini sama smoothies yang kamu pesan tadi. Nih.” Bayu memberikan uang pada Teo lalu mengambil makanan miliknya. Mereka mengambil pesanan roti masing-masing dan kembali masuk ke dalam kamar. Begitupun dengan Bayu.Beberapa hari kemudian … Bayu dan teman-temannya sudah menjalankan misi baru lagi.“Awas, tahan dulu jangan ditembak!” Joni segera menahan tangan Bayu.“Tunggu laporan Teo dia tidak ada kabar sama sekali!” Suara Joni terdengar khawatir pandangannya gelisah melihat ke gedung target di bawah sana.Mereka mengintai di atas gedung langsung meneropong ke lantai tempat targetnya berada. “Apa Teo sudah ada kabar?” Joni masih menghubungi Teo yang masih belum tersambung dengan mereka. Suara kasak kusuk di earph

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 249

    “Bayu!” Teo berlari turun dari tangga menuju Bayu.Melihat perkelahian itu dan Bayu yang sedang mencekik Candra, dengan cepat Teo segera melerai tangan Bayu dari leher Candra karena dia sudah terlihat hampir lemas.Brukh!Tubuh Canra jatuh dari pijakan di anak tangga. Tidak terlalu sakit karena ia jatuh dari posisi rendah.“Hakkh … ahh, ohokh!” Candra baru bisa bernafas seperti semula.Ia memegang lehernya sembari terbatuk-batuk dengan nafas yang tersengal-sengal. Satu tangannya yang lain menyentuh dadanya, mengusap pelan.Tidak lama kemudian teman satu timnya muncul dan membantu Candra berdiri.“Bayu, apa kamu sadar apa yang baru saja kamu lakukan? Kenapa kamu mencekiknya?” Teo menyentuh kedua pundak Bayu agar melihat ke arahnya.“Haa … maaf, aku kelepasan. Lagian dia duluan yang tidak membiarkanku lewat begitu saja. Padahal tadi aku hanya berniat untuk lewat naik ke atas, tapi Candra terus menahanku dengan men

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 248

    Pang … pang, pang!Suara ketukan yang terdengar sangat kencang membuat permukaan pintu bergetar. “Rara! Kalian tidak sedang berbuat mesum di dalam kosan kan?!” Suara dari ibu kos terdengar lantang.“Kami mendapat laporan kalau ada suara desahan dari kamarmu, dan lagi sekarang bukankah kamu sedang bersama pria di dalam?!” Ria ikut bersuara.“Benar, aku barusan mendengarnya!” tambah seorang wanita yang mengaku kalau ia tinggal di samping kos Rara.“Mereka pasti sedang melakukan hal mesum sekarang!” tambahnya.Setelah memastikan kalau Rara sudah selesai barulah Bayu akhirnya membuka pintu dengan lebar.Pandangan ketiga wanita tadi yang sibuk berteriak dan menuding mereka. Mini membuat ketiganya terdiam tidak bisa berkata-kata lagi. Baju yang dikenakan baik Bayu ataupun Rara semuanya rapi dan tidak ada yang mencurigakan terlihat. Jelas wajah Ria terlihat pucat karena ternyata tidak, meski merasa janggal tapi karen

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 247

    Kali ini Rara yang mengambil alih tapi melihat batang Bayu membuat pikiran lain muncul di benaknya.“Apa aku boleh melakukan ini?” Dengan kedua tangannya Rara menyentuh batang Bayu lalu menjilat ujungnya. “Yah … kalau begitu coba puasin aku!” tantang Bayu.Batang Bayu mulai dimasukkannya ke dalam mulut, Rara mengulumnya keluar masuk terus hingga masuk ke dalam tenggorokan. Sedangkan Bayu yang mulai merasa keenakan sampai mengeluarkan cairannya. Namun, karena kehabisan nafas Rara mengeluarkannya dengan cepat.“Hakk … haah, ahh!”Cairan muncrat di wajah Rara membuatnya merasakan lengket dan bau khas milik pria. Tapi dengan santai ia mengelapnya dengan tisu karena hal seperti ini sudah biasa terjadi padanya.Dulu beberapa kali para pria hidung belang selalu menyuruhnya melakukan sepong dan mereka kadang mengeluarkan di mulut atau di wajah. Tapi ada pula yang mengeluarkan cairannya di buah dada Rara yang montok.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 246

    Dengan menatap wajah atasannya ia berbicara dengan sangat yakin akan informasi yang didapatkannya. “Kamu yakin? Jadi di mana dia tinggal?” Wajah Farhat berubah, sorot matanya tampak tegang hampir tidak berkedip dan sesekali menelan ludah. “Wanita yang Bos temui di malam Anda sedang dalam pengaruh obat-obatan. Akhirnya saya menemukan identitas aslinya setelah beberapa tahun penyelidikan.” “Katakan!” Farhat sangat tidak sabar. “Namanya Sari dia tinggal di kawasan kumuh pinggir kota. Alasan kenapa kita tidak menemukannya karena banyak data orang yang tidak diketahui atau tidak lengkap jika tinggal di sana.” Lukas kembali melanjutkan, “Sari adalah seorang pelacur dari rumah bordil yang dimiliki oleh seorang mucikari licik bernama mami Riska. Katanya dia sempat menghilang selama satu Minggu dan setelah saya cocokkan waktu kejadiannya sama.” “Maksudmu dia menghilang pada saat yang sam

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 245

    “Ohh … oke nggak apa jadi kami berdua saja yang pergi.” Teo ikut pergi bersama Joni. “Bayu, kamu nggak ikut keluar juga?” tanya Dion. Bayu bergeleng pelan. “Nggak ah, aku mau pergi ke tempat lain hari ini.” “Mungkin aja dia mau ketemuan sama pacarnya. Cowok setampan dan sekeren Bayu masa nggak pergi kencan?” caletuk Rian. “Kalian ini ikut campur banget hidup orang. Dah aku cabut duluan ya, mau ketemuan dulu sama Fitri.” Sandro berangkat pergi lebih dulu. “Heleh, Sandro mentang-mentang ganteng dan punya pacar tiap Minggu ketemuan terus,” gerutu Dion. Bayu berjalan ke pintu keluar. “Kalau gitu aku juga cabut ya.” “Iya, selamat bersenang-senang Bayu!” teriak Rian karena Bayu sudah sampai di luar. Kemudian Bayu meminjam mobil di bawah yang bisa dipakai oleh anggota. Sebenarnya di hari sebelumnya Bayu mendapatkan pesan dari Stevia yang menghubunginya secara diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya. Sementara Bayu tentu saja langsung setuju untuk menemuinya. Beberapa hari

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status