FAZER LOGINSaat Pasukan Zirah Hitam dari ibu kota mendobrak pagar bambu halaman kecil kami, aku sedang duduk di beranda, menjahit baju musim dingin untuk Bayu Gumelar. Jenderal yang memimpin pasukan, berbaju zirah berat dan bersenjatakan pedang, berlutut dengan satu kaki di tanah berlumpur. "Kaum pemberontak telah ditumpas! Mohon Marquis Gumelar segera kembali ke ibu kota untuk memimpin!" Tanganku yang memegang jarum bordir terhenti. Ujung jariku tertusuk, meneteskan setitik darah merah segar. Dengan tatapan kosong, aku mengangkat kepala, menatap suamiku yang sedang membelah kayu di halaman. Bayu dengan sangat tenang meletakkan kapak di tangannya, lalu menerima jubah bulu rubah yang disodorkan oleh pengawalnya. Wajah yang sudah kulihat selama tiga tahun, yang selalu dihiasi senyum hangat, dalam sekejap berubah tertutup aura dingin dan mengintimidasi khas seorang penguasa. Ternyata selama tiga tahun ini, peran kami sebagai suami istri biasa yang penuh kasih hanyalah siasat sementara baginya untuk menghindari badai politik di istana. Kini, badai telah berlalu dan langit kembali cerah, saatnya dia kembali ke istananya. Bayu melangkah ke hadapanku, lalu menyeka tetesan darah di ujung jariku dengan sapu tangan sutra putih. Gerakannya tetap lembut, tetapi nadanya terdengar tegas dan tak terbantahkan. "Rani, terima kasih sudah bertahan selama tiga tahun ini. Sekarang, semuanya sudah beres. Ayo ikut aku pulang ke ibu kota." Aku mengangguk pelan, menjawab dengan suara lembut, "Iya. Ke mana pun kamu pergi, aku akan ikut." Saat itu, aku sungguh mengira, selama dia masih menggenggam tanganku, hidup di desa terpencil maupun di kediaman Marquis tak ada bedanya.
Ver maisIni adalah musim semi kelima yang kulewati di Balai Pengobatan Pinellia, Kota Gudia.Aku duduk di belakang meja, lalu menutup buku pembukuan yang baru saja selesai kuhitung. Sikuku tanpa sengaja menyenggol kotak obat tua di sudut meja hingga terdengar bunyi pelan. Kubuka kait tembaganya, lalu pandanganku tertuju pada sebuah kompartemen rahasia kecil di bagian paling bawah kotak itu. Di dalamnya tersimpan jarum perak ketiga belas. Ernes pernah bertanya padaku, apakah aku takut ingatan yang kembali itu akan melukaiku lagi di masa depan.Jawabanku saat itu adalah, aku tidak takut.Faktanya, aku memang berhasil melakukannya.Selama lima tahun ini, aku membawa serta segala cinta, benci, pengkhianatan, dan ingatan tentang hidup dan mati dari masa lalu. Aku menjalani hidup di kota kecil Ahas yang penuh dengan hiruk-pikuk ini, dengan cara yang jauh lebih jernih dan berapi-api dibandingkan kapan pun.Akhirnya aku mengerti, benar-benar melepaskan seseorang bukan berarti mati-matian berusaha m
"Dia baik padaku di desa karena saat itu dia jatuh dari puncak kejayaan, bagai harimau yang kehilangan cengkramannya. Dia membutuhkan seseorang yang mencintainya dengan sepenuh hati dan bisa merawatnya, sebagai tempat berlindung."Kutarik pandanganku, menatap lurus ke dalam mata Ernes."Tapi, aku berbeda. Aku dibesarkan di Lembah Tabib, mengabdikan diri untuk menyembuhkan sesama, dan meyakini bahwa semua manusia itu setara. Yang kuinginkan adalah penghormatan dalam cinta seumur hidup hanya untuk satu pasangan, seorang pendamping yang bisa berdiri sejajar, bukan menjadi pelengkap yang hanya bisa bernapas mengikuti kehendak orang lain dan memohon belas kasihan tuannya di kediaman bagian dalam."Burung dan ikan menempuh jalan yang berbeda. Mulai sekarang, gunung dan sungai takkan saling menyapa."Kalau aku tidak kehilangan ingatan dan bertahan dengan keras kepala di Kediaman Marquis. Meski pada akhirnya dia benar-benar mengusir semua selir demi aku dan memberiku posisi istri utama, aku te
Tepat setelah tengah hari keesokan harinya, sebuah kereta kuda tanpa lambang apa pun muncul dari balik tirai hujan di ujung jalan utama. Kereta itu berhenti di depan Balai Pengobatan Pinellia. Ernes turun dari kereta.Jubah panjang putih kebiruannya agak kusut. Ada dua bekas merah di pergelangan tangannya yang ditinggalkan oleh belenggu baja, tetapi langkahnya tetap tenang.Sementara itu, di ujung jalan yang lain, sebuah iring-iringan besar yang dikawal Pasukan Zirah Hitam perlahan berbalik arah dan bergerak menuju ibu kota. Di dalam kereta besar kayu cendana ungu yang berada tepat di tengah, tirai jendelanya tertutup rapat. Namun aku tahu, Bayu ada di dalamnya.Pada akhirnya, dia tetap lebih menyayangi nyawanya, dan lebih memikirkan harga dirinya sebagai Marquis Gumelar. Setelah aku menggunakan utang budi karena telah menyelamatkan nyawanya untuk memutuskan segala ikatan di antara kami, dia bahkan tak punya keberanian untuk menemuiku sekali lagi. Dengan membawa harga diri dan obsesi
Bayu sedang berdiri di depan jendela.Saat melihatku mendorong pintu kamar khusus itu, matanya seketika berbinar penuh kegembiraan. Dia mengira aku sudah menyerah."Rani, akhirnya kamu ....""Bayu."Aku memotong ucapannya. Hanya dengan memanggil namanya, raut wajah Bayu seketika berubah.Dia menatap tajam ke dalam mataku, napasnya memburu. Karena dari tatapanku, dia melihat emosi rumit yang sudah lama tak terlihat, emosi yang hanya dimiliki oleh seorang istri."Kamu ... kamu ingat semuanya?" Suara Bayu bergetar, kedua matanya merah.Dia terhuyung-huyung menerjang ke depan, ingin memelukku. "Rani, jarumnya sudah dicabut, 'kan? Kamu sudah ingat semuanya, 'kan?!""Ya, aku ingat semuanya."Aku menatapnya dengan tatapan tenang yang belum pernah ada sebelumnya."Aku ingat bekas luka karena melindungiku dari serigala di tengah badai salju, tapi aku juga ingat bagaimana kamu melepaskan tanganku demi Dita. Aku ingat pagar bambu yang kamu buat untukku di Ahas, tapi aku juga ingat rantai dingin y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações