Share

Bab 14

Penulis: Masatha
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-20 14:41:43

POV Florina

Cinta? Aku tidak salah lagi. Om Abimanyu barusan menyatakan perasaannya. Ini bukan yang pertama kali ada orang menyatakan cinta, akan tetapi biasanya jika ada orang yang seperti itu aku merasa risih dan aku memilih menjauh, tapi kali ini aku merasakan sesuatu yang berbeda. Mungkinkah aku juga mulai mencintai Om Abimanyu?

Tetapi apakah boleh? Usia kami terpaut sangat jauh. Oke, mungkin umur tidak menjadi halangan. Hanya saja Om Abimanyu adalah mantan dari mamaku sendiri.

Aku hanya bisa bengong, dunia terasa berhenti begitu saja. Hingga bibir Om Abimanyu mulai menyapu lembut bibirku, saat itu aku tersadar jika memang aku menginginkannya.

Kurasa tidak masalah, karena mama yang mengkhianati Om Abimanyu duluan. Anggap saja aku sebagai penebus hutang mama.

Sentuhan Om Abimanyu semakin intens, dan tubuhku secara ajaib tidak menolaknya. Apalagi aku sadar diri, aku istri sahnya. Akupun pasrah mengikuti permaianan yang Om Abimanyu mulai.

Usai pergumulan yang panas, aku tergolek l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 21

    POV FlorinaUsai Kak Putra kembali sembari membawakan ponselku, aku langsung menelpon Om Abimanyu."Hallo.""Hallo, ada apa, Flo?""Om, aku mendapat kabar dari teman jika dia melihat mama di Surabaya.""Iyakah? Jangan-jangan salah lihat seperti saat kamu ke rumah sakit kemarin.""Teman aku orang yang bisa dipercaya, Om. Aku yakin dia tidak akan bohong.""Terus mau kamu bagaimana, Flo? kalau dia masih menginginkan kamu pastinya akan menghubungimu.""Om, kenapa nada bicaramu seperti tidak suka mama kembali?""Bukan begitu, aku hanya tidak ingin kamu kecewa, Flo.""Tapi aku kangen mama, aku hanya ingin bertemu dengannya. Setelah itu aku kembali ke Jakarta lagi kok.""Tapi kamu lagi sakit, Flo.""Tidak, aku baik-baik saja. Aku mohon izinkan aku ke Surabaya ya?""Baiklah, tapi aku tidak akan membiarkan kamu ke Surabaya sendiri, aku harus mengantarmu. Hari ini aku ada

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 20

    Aku mulai menjaga jarak dengan Kak Putra, setiap kali temanku itu mengirim pesan aku tidak membalasnya. Di kampus, sudah beberapa kali Kak Putra mencoba untuk menemuiku, tapi aku dengan sengaja menghindarinya. Sebenarnya aku merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi? Sebagai seorang istri aku tetap harus patuh terhadap suamiku.Terhitung genap dua bulan aku menghindari Kak Putra, dan lelaki itu tidak lagi mencariku maupun mengirim pesan. hubunganku dengan Om Abimanyu juga semakin membaik. Aku jalani semuanya seperti air mengalir, fokusku adalah kuliah dengan sebaik mungkin agar kelak ketika aku bertemu dengan mama lagi beliau akan merasa bangga terhadapku. Aku harus menjadi wanita karir yang sukses seperti yang mama harapkan selama ini. Hingga suatu pagi, aku merasa badanku sedikit meriang. Perutku juga terasa tidak nyaman membuatku tidak nafsu makan."Flo, kamu sakit?" tanya Om Abimanyu sembari menyentuh keningku. " Agak panas, sepertinya kamu d

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 19

    Sebenarnya aku masih penasaran mengenai bagaimana ada rambut wanita yang tersangkut di kancing bajunya.Aku memilih untuk diam, memangnya aku bisa apa? Ibarat kata aku hanyalah perempuan kecil yang dipungut. Menikah dengan Om Abimanyu seperti sebuah mimpi yang sewaktu-waktu aku akan terbangun dan segalanya bisa menghilang."Flo, kamu masih marah padaku?" tanya Om Abimanyu dengan lembut."Tidak," jawabku mencoba untuk tetap tersenyum. Aku sudah memutuskan, untuk menjaga hatiku sendiri. Yang terpenting aku sudah berusaha menjadi istri yang baik dan fokus untuk kuliah. Jika memang nanti Om Abimanyu membuangku, maka aku sudah bisa hidup mandiri tanpa menggantungkan hidupku dengan orang lain.Tetapi semenjak itu Om Abimanyu semakin perhatian padaku, saat ingin kemana-mana dia juga izin padaku. Namun, sekuat tenaga aku membangun dinding di antara kami. Aku cuma takut, jika cintaku terlalu dalam sehingga kelak akan menghanjurkan diriku sendiri.Saat memasuki kuliah, aku tidak menyangka jika

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 18

    Aku merasa bersalah karena semalam berbohong dengan Florina, aku tengah malam keluar menemui Arina karena dia mengalami sesak nafas yang parah hingga harus di bawa ke rumah sakit. Aku ingin memberitahu Florina mengenai kondisi mamanya, tapi aku takut membuat Florina akan semakin sedih.Paginya sebelum ke kantor aku mampir ke rumah sakit dulu untuk melihat kondisi Arina apakah sudah ada perubahan atau tidak. Sekaligus aku ingin meminta bantuan padanya agar merahasiakan perihal aku menyekap Arina."Aku minta maaf, karena sudah salah paham dan menyekap kamu. Kesalahan aku memang tidak bisa dimaafkan, tapi apakah aku boleh minta tolong? Rahasiakan masalah ini, aku tidak sanggup jika Florina membenciku," ucapku bersungguh-sungguh.Arina nampak tersenyum getir, air matanya langsung menetes. Aku tahu ini menyakitkan baginya, tapi aku sudah terlanjur mencintai Florina. Aku dengan tegas harus memilih salah satu di antara mereka. Dan terlebih lagi, perasaan aku terhadap Arina sudah pupus sejak

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 17

    Tengah malam aku terbangun dengan nafas yang memburu, dalam hati bersyukur apa yang barusan aku alami hanyalah mimpi buruk. Saat aku menoleh, Om Abimanyu tidak ada. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, apakah Om Abimanyu masih lembur kerja?Akupun mencuci wajahku agar lebih segar, setelah itu minum air putih agar diri ini bisa tenang. Setelah itu aku keluar dari kamar, mengecek di ruang kerja suamiku. Tapi—dia tidak ada.Aku penasaran, Om Abimanyu pergi kemana tengah malam begini? Karena memikirkannya membuat aku tidak bisa tidur lagi. Aku beranjak ke balkon, duduk di sana sembari menatap langit yang gelap. Memang dipandang dari segi materi aku sangat cukup, tapi di dalam dadaku seperti ada lubang. Mungkin karena tidak adanya mama."Flo, kamu ngapain di sana? Ayo masuk sini, di luar dingin!" panggil Om Abimanyu.Saat tersadar dari lamunan, aku baru ngeh jika sekarang sudah jam dua malam. Dua jam aku terkena angin malam, tak heran jika tubuhku kembali demam. "Om Abimanyu d

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 16

    Padahal aku sedang asyik membaca sebuah buku, tapi tiba-tiba dadaku terasa nyeri—seperti ada seribu paku yang menusuk-nusuk. Menyakitkan.Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku merasa sakit tanpa mengetahui penyebabnya. Tetapi wajah mama mulai terbayang lagi di dalam benakku. Apakah mama dalam bahaya? Akupun jongkok, lalu memegang dadaku sendiri yang terus bergemuruh. Hingga tak lama kemudian Om Abimanyu muncul. Dia—langsung mengangkat tubuh lemahku ini ke sofa."Kamu panas, aku panggilkan dokter!" ujar Om Abimanyu sembari menyentuh keningku."Aku tidak apa-apa," jawabku. Aku paling benci dengan obat, karena sejak kecil aku selalu minum obat tanpa henti. Jadi mendengar kata dokter yang terbayang langsung pahitnya obat yang masuk dalam tenggorokan aku."Tapi kamu sakit, patuhlah!"Saat Om Abimanyu ingin meraih ponselnya, aku langsung memeluknya. Mengunci kedua tangannya agar tidak bisa bergerak."Kenapa tiba-tiba manja, hm?" gumam Om Abimanyu tersenyum manis."Tidak apa-apa, hanya ingi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status